Anda di halaman 1dari 30

PENGERTIAN SEPSIS

Sepsis adalah suatu sindroma


klinik yang terjadi oleh karena
adanya
respon
tubuh
yang
berlebihan terhadap rangsangan
produk mikroorganisme.

PENGERTIAN INFEKSI

Infeksi adalah istilah untuk menamakan


keberadaan berbagai kuman yang masuk
ke dalam tubuh manusia.
Bila kuman berkembang biak
menyebabkan kerusakan jaringan disebut
penyakit infeksi, menyebabkan jejas.

PENGERTIAN INFLAMASI

Inflamasi ialah reaksi jaringan vaskuler


terhadap semua bentuk jejas. Pada
dasarnya inflamasi adalah suatu proses
pertahanan tubuh.
Inflamasi : Lokal
Sistemik Sistemic Inflamasi Response
Syndrome (SIRS)

PENGERTIAN SYOK SEPTIK

Syok septik adalah syok yang terjadi


pada
sepsis
sebagai
akibat
serangkaian peristiwa hemodinamik
dan metabolik yang dicetuskan
mikroorganisme
dan
sistem
pertahanan tubuh.

SINDROM KLINIK SEPSIS

Hipertermi atau hipotermi (38,3 C 35,6 C )


Takipneu respirasi > 20 kali / mnt.
Takhikardi nadi > 100X/mnt
Leukositosis
>12000/mm
atau
leukopenia < 4000 mm3 dgn atau
tidak adanya invasi bakteri kedalam
darah ( Bryan 1994, Gone 1994,
Caplan 1994 )

DERAJAT SEPSIS
1. SIRS, ditandai dengan 2 gejala sbb:
a.
Hyperthermi / Hypothermi (> 38,3 0C / < 35,6 0C )
b.
Tachypneu ( resp > 20 / mnt )
c.
Tachycardi ( pulse > 100 / mnt )
d.
Leukocytosis >12000/mm atau Leukopenia <
4000/mm
e.
10% > cell imature
2. SEPSIS
Infeksi disertai SIRS
3. SEPSIS BERAT
Sepsis yg disertai MODS/MOF, Hipotensi,
bahkan anuri.

oligouri

4. SYOK SEPTIK
Sepsis dengan hipotensi (tek. sistolik < 90 mmHg atau
penurunan tek. Sistolik > 40 mmHg).

MANIFESTASI & RESPON


KLINIK SEPSIS ?

MANIFESTASI KARDIOVASKULER

Vasodilatasi pembuluh darah tepi


Penurunan kontraksi otot
Peningkatan permeabilitas ,
kerusakan dinding kapiler, Hipotensi
Ggg perfusi jaringan
Memacu Kegagalan Multi organ

MANIFESTASI / RESPON PARU

Sindrom gagal pernapasan akut


( ARDS )
Kelelahan otot pernapasan
Kerusakan pertukaran gas
Hipoksemia

MANIFESTASI GINJAL

Hipotensi Perfusi ginjal abnormal


Kerusakan epitel gagal ginjal akut
Oligoria s.d anuria
Creatinin dan ureum naik

MANIFESTASI OTAK

Awal sadar
Kekaburan mental
Delirium
Kesadaran menurun sampai tjd coma

MANIFESTASI GASTRO INTESTINAL

Terjadi strres ullser


Perdarahan

RESPON HEMOSTATIK

Komponen darah terganggu, aktifasi


sistem koagulasi, aktifasi dini
hambatan fibrinolisis DIC
Deposisi dan generasi fibrinogen
trombosis dalam pembuluh darah
kecil di berbagai organ tubuh
DIC sangat mendukung MODS
MOF

RESPON METABOLIK

Hiperdinamik dgn tujuan COP


meningkat
Konsumsi oksigen meningkat
Terdapat keton bodi, laktat,
Penurunan glukosa,
Kehilangan protein hipoalbuminemia
Katabolisme jaringan tubuh/ anaerob
metabolik Metabolik Asidosis

PRINSIP PENGELOLAAN :
Life support :
Penilaian awal
Resusitasi ggg fungsi sistemik
Oksigenasi
Peningkatan volume sirkulasi
Penegakkan / menghilangkan
penyakit dasar

PENGKAJIAN / MONITORING
Fisik :
T,N, P, S, SaO2,MAP, CVP, ECG,
tingkat kesadaran, produksi urine
Laboratorium :
BGA, eletrolit,darah rutin, GDS,
ureum, creatinin, albumin, faal hati,
kultur sensitivitas, Coagulation test

PENGELOLAAN GINJAL

Pantau produksi urine


Pantau kemungkinan koma
uremikum
Pantau kemungkinan odema paru
Pantau Uremik bleeding
Observasi gangguan elektrolit
(Hiperkalemi), peningkatan ureum ,
Creatinin
Kolaborasi Dialise : CRRT / CVVH di
ICU / HD

PENGELOLAAN NUTRISI:

Proses metabolik tergantung penyediaan


oksigen dan nutrien ke jaringan.
Sepsis terjadi hipermatabolisme dan
hiperkatabolisme hipoalbume dan
penurunan daya tahan tubuh.
Sepsis mutlah oksigen dan nutrisi
Cara pemberian nutrisi :
Nutrisi enteral
Enteral parentral
Parentral
Bahan : karbohidrat, asam amino, mineral,
vitamin, lemak dll

TERAPI MEDIS:

Antibiotika
Kardiotonika
Kortikosteroid
Cairan infus
Nutrisi parentral
Dll.

ASUHAN KEPERAWATAN
PENGKAJIAN
Aktifitas dan istirahat
Sirkulasi
Pernapasan
Neorosensori
Eliminasi
Konsumsi makanan dan cairan
Eliminasi
Kenyamanan
Penunjang dll

Tidak efektifnya perfusi jaringan b.d


vasodilatasai, kerusakan miocard, defisit
volume cairan
Intervensi:
Pantau status cardiovaskuler: Nadi, irama
Pantau hemodinamik : Tensi, MAP, CVP
Pantau intake & out put; balance cairan
Kaji warna kulit, suhu, sianosis, capillary refill
Kolaborasi : pemberian cairan dan obat

Gangguan pertukaran gas b.d odema


pulmo, ARDS, peningkatan sekresi
Intervensi:
Pantau fungsi paru dlm upaya napas
Kaji tanda distress pernapasan
Pantau saturasi O2, irama jantung
Pertahakan patensi jalan napas: posisi,
suctioning, orofaringean / nasafaringean
tube, ET, TT
Berikan oksigen adequat: nasal, mask,
ventilator
Pantau BGA & koreksi
ketidakseimbangan

Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b.d


ketidakmampuan tubuh mempertahankan status
nutrisi, respon sepsis, syok

Intervensi :
Pantau tanda perdarahan
Evaluasi status nutrisi
Kaji kebutuhan nutrisi
Kaji kemampuan mengkonsumsi
Pantau parameter nutrisi
Berikan nutrisi: enteral, parentral,
keduanya

Devisit volume cairan b.d haemoragia,


perembesan darah
Intervensi
Monitoring hemodinamik : Tanda vital,
CVP, MAP
Pantau tanda defisit cairan
Pantau kemampuan / kecukupan intake
Pantau produksi urine dan out put lainnya
Berikan cairan sesuai progran : enteral,
parentral

Risiko kerusakan integritas kulit b.d


penurunan perfusi jaringan, odema,
syok, hemoragia
Intervensi
Lakukan personal higine : mandi, oral
higine
Cegah tekanan dgn kasur anti dekubitus
Alih baring tiap 2 jam
Massage daerah tertekan
Hindari efeks membekas dari linen

PK : Anemia, sepsis syok septik


Intervensi :
Minimalkan kerja jantung bedrest total
Pantau perdarahan: gusi, luka invasif ,
traktur urinaria, melena dll
Minimalkan tindakan infasif
Kaji tanda-tanda syok
Manitoring kontinue tanda vital
Laksanakan program terapi medis :
Antibiotika, nutrisi, cairan, tranfusi

Risiko thd ansiektas b.d penyakit


kritis, takut kematian, perubahan
peran sosial
Intervensi:
Kaji tingkat kecemasan klien
Kaji bentuk komunikasi yg dapat dilakukan
Berikan lingkungan / situasi yang
mendukung diskusi
Sediakan waktu mengekspresikan dirinya
Buat komunikasi efektif
Dorong komunikasi & libatkan rohaniawan

Kesimpulan

Sepsis syok septik perlu askep Intensif &


konprehensif dgn pendekatan aspek biopsiko- sosial spiritual-kultural
Monitoring fungsi vital scr ketat, tepat
Resusitasi respirasi, cairan, nutrisi hrs
segera dilakukan
Dorongan psikologis / kerohanian
Tingkatkan kwalitas hidup : penkes
SDM berkawalitas dan moralitas tinggi

Terimakasih

GBU

Anda mungkin juga menyukai