Anda di halaman 1dari 50

REFERAT

KOLESTEATOM
A

MAHFIRA RAMADHANIA
2010730066
P E M B I M B I N G : D R. S O N DA N G B R S ,
S P. T H T

ANATOMI TELINGA
Telinga
Luar

Telinga
Tengah

Telinga
Dalam

Aurikula

Membran dan
Cavum
timpani

Koklea

MAE

Tuba
Eustachius

Kanalis
semisirkularis

Membran
Timpani

Tulang
Pendengaran

Sakulus dan
utrikulus

TELINGA LUAR: AURICULA

KAVUM TIMPANI

Atap : Tegmen timpani


Dasar : Bulbus jugularis
Lateral: Membran timpani
Medial : Kanalis semisirkularis, Kanalis fasialis, oval
window,

round window, promontorium

MEMBRAN TIMPANI

FISIOLOGI PENDENGARAN

Click to play

Ear Organ of Corti (Full Version) - YouTube.flv

12

FISIOLOGI PENDENGARAN
Gelombang suara

Getaran

Masuk ke meatus
akustikus externus

Mengubah bentuk
fenestra ovalis

Dihantarkan ke
tulang
pendengaran
(malleus, incus,
stapes)

Membran tympani

Timbul gel dalam


cairan perilimfe
labirin (scala
vestibuli)

Cairan endolimfe
(skala media)

Distorsi sel rambut


corti

Dibawa ke lobus
temporalis otak

Gaya mekanis
berubah jadi sinyal
elektrokimia dalam
n. Akustikus

Interpretasi suara

FISIOLOGI KESEIMBANGAN
Akselerasi
atau
deselerasi
selama rotasi
kepala

Pergerakan
endolimfe

Kupula ikut
bergerak

Saraf
vestibularis

Depolarisasi
dan
hiperpolarisasi

Sel rambut di
dalam kupula
ikut bergerak

Serebellum
untuk
pengolahan
koordinasi

PENYAKIT PADA TELINGA


Metabolik

Otitis Media

Radang/
Infeksi

Neoplasma

Trauma

Vaskuler

Kongenital

Neurologis

15

KLASIFIKASI OTITIS MEDIA

OMSK Benigna
OMSK Maligna

KOLESTEATOM
A

16

KOLESTEATOMA

17

DEFINISI

1,3,6

Kista epitelial yang berisi


deskuamasi epitel.
OMSK benigna
Komplikasi (-)
OMSK maligna
(Kolesteatoma
)
OMSK
Komplikasi
Intratemporal
Komplikasi (+)
Komplikasi
intrakranial

18

ETIOLOGI

Helmi,

2000
19

EPIDEMIOLOGI1,3,6
Insiden tidak diketahui
Penyebab umum relatif tuli
konduktif sedang pada anak dan
dewasa

20

PATOFISIOLOGI
Patogenesis
kolesteatoma
Teori
Teori
Teori
Teori

invaginasi
migrasi
metaplasi
implantasi

21

PATOFISIOLOGI
Media yang baik untuk pertumbuhan
kuman infeksi
Infeksi stimulasi sel-sel keratinosit
matriks kolesteatoma hiperproliferatif,
destruktif, dan mampu berangiogenesis
Desakan massa + reaksi asam oleh
pembusukan bakteri nekrosis tulang
komplikasi

2
2

KLASIFIKASI

23

KOLESTEATOMA KONGENITAL
Epitel skuamosa terperangkap dalam
tulang temporal selama embriogenesis

Membran timpani normal (intak)


Tidak ada riwayat infeksi dan tindakan
operatif otologi
Mesotimpanum anterior, petrosus mastoid,
dan cerebellopontin angle

24

KOLESTEATOMA KONGENITAL

25

KOLESTEATOMA AKUISITAL PRIMER


Terbentuk akibat retraksi membran
timpani (teori invaginasi)

26

KOLESTEATOMA AKUISITAL SEKUNDER

Terjadi setelah perforasi membran


timpani
Epitel kulit masuk dari liang telinga
atau dari pinggir perforasi
membran timpani ke telinga
tengah

27

PRESENTASI KLINIS
1,3,4,6

28

PRESENTASI KLINIS
Pemeriksaan Otologi
Perforasi membran timpani (90%)
MAE berisi pus mukopurulen dan jaringan granulasi
Retraksi membran timpani pars flaksida

Audiometri tuli konduktif


Tes Penala dicocokkan dengan audiometri
Timpanometri compliance MT menurun atau
perforasi

29

PEMERIKSAAN PENCITRAAN
Rontgen konvensional posisi Stenvers dan
Chausse III
CT scan mendeteksi :
Erosi skutum
Fistula labirin
Erosi tegmen timpani
Keterlibatan tulang-tulang pendengaran
Anomali atau invasi ke saluran tuba

30

PEMERIKSAAN PENCITRAAN

31

PEMERIKSAAN PENCITRAAN
MRI mendeteksi :

Invasi duramater
Abses epidural atau subdural
Herniasi otak ke rongga mastoid
Peradangan pada labirin membran
atau saraf fasialis
Trombosis sinus sigmoid

32

PENATALAKSANAAN
Terapi Medis
Pembersih telinga
Hidrogen peroksida 3%, asam asetat 1-2%, povidon iodine 5%

Antimikroba topikal
Golongan kuinolon hati-hati pada anak usia kurang dari 12
tahun

33

PENATALAKSANAAN
Antimikroba sistemik (kuman
penyebab)
Pseudomonas : ampisilin-sulbaktam,
kotrimoksazol, ciprofloxacin
Kuman anaerob : metronidazol,
klindamisin, kloramfenikol
Sukar ditentukan : kotrimoksazol,
amoksisilin-klavulanat

34

PENATALAKSANAAN
Terapi Pembedahan
Mastoidektomi dinding utuh
Mastoidektomi dinding runtuh

Helmi,

35

INDIKASI MASTOIDEKTOMI

MASTOIDEKTOMI CANAL WALL DOWN

MASTOIDEKTOMI DINDING RUNTUH


Modifikasi mastoidektomi radikal
Mukosa kavum timpani dan sisa tulang
pendengaran serta Tuba Eustachius
dipertahankan
Kavitas operasi ditutup fasia m.Temporalis
Rekonstruksi tulang-tulang pendengaran.

40

41

MASTOIDEKTOMI CANAL WALL UP

MASTOIDEKTOMI RADIKAL DENGAN


MODIFIKASI (OPERASI BONDY)

Kolesteatoma daerah atik tapi


belum merusak kavum timpani
Membuang jaringan patologik
Pertahankan pendengaran

43

TIMPANOPLASTI

44

KOMPLIKASI
Komplikasi segera
Parese nervus
fasialis
Korda timpani rusak
Tuli saraf, Gangguan
keseimbangan
Fistula labirin
Trauma sinus
sigmoid
Infeksi pasca-operasi

Komplikasi lambat
Kolesteatoma
rekuren
Reperforasi
Lateralisasi tandur
Stenosis liang
telinga luar
Displasia

45

PROGNOSIS
Hampir selalu dapat dieliminasi
Timpanoplasti dinding runtuh
tingkat rekurensi rendah (5%
kasus)
Penyebab umum relatif tuli
konduktif permanen

46

KESIMPULAN
Diagnosis dini evaluasi menyeluruh
(presentasi klinis-pencitraannya)
Penatalaksanaan sesuai Eradikasi dan
kondisi telinga yang aman dari infeksi
berulang
Waspada

komplikasi
pascapembedahan (parese nervus fasialis)

47

REFERENSI
1. Pearce, Evelyn C.Anatomi dan Fisiologi Untuk Paramedis.Jakarta: Gramedia. 2004
2. Moore K, Agur AMR. Anatomi Klinis Dasar. Edisi Pertama. Jakarta : Penerbit Hipokrates;
2002
3. Sherwood, Lauralee. Fisiologi Manusia dari Sel ke Sistem Edisi 2. Jakarta: EGC. 2001. Hal
186-189
4. Soepardi EA, Iskandar N, Bashiruddin J, Restuti RD. Buku Ajar Ilmu Kesehatan Telinga
Hidung Tenggorok Kepala & Leher. Edisi ke-6. Jakarta : Balai Penerbit FKUI; 2008
5. Guyton, Arthur C.; John E. Hall. Textbook of Medical Physiology 11th Edition.
Pennsylvania: Elsevier Saunders. 2006. Hal 693
6. Roland PS. Middle Ear, Cholesteatoma. Emedicine. 29 Juni, 2009. Available at
http://emedicine.medscape.com/article/860080-overview. (Diakses pada tanggal 23 Juni
2014, jam 14:30 WIB)
7. Adams GL, Boies LR, Higler PA. BOIES Buku Ajar Penyakit THT. Edisi ke-6. Jakarta :
Penerbit Buku Kedokteran EGC; 1997
8. Waizel S. Temporal Bone, Acquired Cholesteatoma. Emedicine. 1 Mei 2007.
http://emedicine.medscape.com/article/384879-overview. (Diakses pada tanggal 23 Juni
2014, jam 14:35 WIB)
9. Helmi. Otitis Media Supuratif Kronis. Edisi Pertama. Jakarta: Balai Penerbit FKUI; 2005
10. DeSouza CE, Menezes CO, DeSouza RA, Ogale SB, Morris MM, Desai AP. Profile of
congenital cholesteatomas of the petrous apex. J Postgrad Med 1989 35:93.
http://www.jpgmonline.com/text.asp?1989/35/2/93/5702 (Diakses pada tanggal 23 Juni
2014, jam 15:00 WIB)
11. Makishima T, Hauptman G. Cholesteatoma. University of Texas Medical Branch
Department of Otolaryngology. 25 Januari 2006. Diunduh dari:
www.utmb.edu/otoref/grnds/Cholest-060125/Cholest-060125.pdf. (Diakses pada tanggal
48
23 Juni 2014, jam 15:30 WIB)

REFERENSI
12. Boesoirie Shinta, Lasminingrum Lina, dkk. Perbandingan Keberhasilan Miringoplasti
Mediolateral Dengan Medial Dan Lateral Pada Perforasi Anterior Dan Subtotal Dengan
Pendekatan Transkanal. http://pustaka.unpad.ac.id/wpcontent/uploads/2009/04/perbandingan_keberhasilan_miringoplasti_mediolateral_denga
n_medial_dan_lateral.pdf. (Diakses pada tanggal 28 Juni 2014, jam 10:30 WIB).
13. Muller Christoper, Gadre Arun. Tympanoplasty.
http://www.utmb.edu/otoref/Grnds/T-plasty-030115/T-plastyslides-030115.pdf (Diakses
pada tanggal 28 Juni 2014, jam 10:29 WIB).
14. Tympanoplasty. http://www.surgeryencyclopedia.com/St-Wr/Tympanoplasty.html.
(Diakses pada tanggal 28 Juni 2014, jam 11:00 WIB)
15. Roland, P. S. Tympanoplasty: Repair of the Tympanic Membrane. Continuing Education
Program (American Academy of Otolaryngology-Head and Neck Surgery Foundation).
Alexandria, VA: American Academy of Otolaryngology, 1994.
16. M.S Balasubramanian. Myringoplasty. http://www.drtbalu.co.in/myring.html (Diakses
pada tanggal 28 Juni 2014, jam 11:20 WIB).
17. Djaafar ZA. Helmi. Restuti RD. Kelainan Telinga Tengah. Dalam: Soepardi EA, Iskandar N.
Buku Ajar Ilmu Kesehatan Telinga Hidung Tenggorok Kepala dan Leher ed 6. Jakarta:
Balai Penerbit FKUI. 2008. h 69
18. Fisch, H. and J. May. Tympanoplasty, Mastoidectomy, and Stapes Surgery. New York:
Thieme Medical Pub., 1994

49

TERIMAKASIH

50