Anda di halaman 1dari 49

TRAINING BASIC

TRAINING BASIC

TEORI DASAR KELISTRIKAN

SISTEM KELISTRIKAN

TEORI DASAR KELISTRIKAN

TEORI DASAR ELEKTRON

BENDA
MOLEKUL
ATOM

ELEKTRON

INTI ATOM

TEORI DASAR KELISTRIKAN

STRUKTUR ATOM

electro
n

neotron

+
+

+
+

proton

TEORI DASAR KELISTRIKAN

ELEKTRON BEBAS

+
+

Negatif

+
+

Positif

TEORI DASAR KELISTRIKAN

ANALOGI TEGANGAN, HAMBATAN & ARUS LISTRIK


PERMUKAAN AIR YANG
TINGGI

*
*
*
*

*
*
*
*

*
*
*
*

( TEGANGAN TINGGI )
SELISIH TINGGI AIR = BESAR
TEGANGAN

*
*
*
*

PERMUKAAN AIR YANG


RENDAH

PERLU DIINGAT :

AR
US

V = VOLTAGE = TEGANGAN = SELISIH TINGGI AIR

A = AMPERE = ARUS LISTRIK = ARUS AIR DALAM


PIPA

AI
R

R = RESISTANCE = TAHANAN = UKURAN PIPA

UKURAN PIPA = RESISTANCE =


TAHANAN

LAMPU TIDAK AKAN NYALA JIKA KEDUA


PERMUKAAN AIR SEGARIS/RATA
SEMAKIN KECIL PIPA SEMAKIN BESAR
TAHANANNYA.
SEMAKIN BESAR SELISIH TINGGI
PERMUKAAN AIR SEMAKIN BESAR
TEGANGANNYA.

FAN

*
*
*
*

*
*
*
*

*
*
*
*

*
*
*
*

RESISTANCE ( BOLA LAMPU


)

TEORI DASAR KELISTRIKAN

TIPE ALIRAN LISTRIK

ARUS /
TEGANGAN

ARUS /
TEGANGAN

AC

WAKT
U

DC
WAKT
U

TEORI DASAR KELISTRIKAN

RANGKAIAN KELISTRIKAN
Rangkaian Seri

I (A) = I1 = I2
E (V) = V1 + V2 + + Vn
R () = R1 + R2 + + Rn

TEORI DASAR KELISTRIKAN

RANGKAIAN KELISTRIKAN
Rangkaian Paralel

I (A) = I1 + I2 + + In
E (V) = V1 = V2
R () = 1/(1/R1 + 1/R2 + + 1/Rn)

TEORI DASAR KELISTRIKAN

MAGNET & MEDAN MAGNET

TEORI DASAR KELISTRIKAN

ELEKTROMAGNET
Elektromagnet adalah magnet yang timbul pada suatu penghantar
lurus atau kumparan pada waktu dialiri arus listrik. Berikut ini
merupakan medan magnet yang timbul pada sebuah penghantar
akibat arus listrik yang mengalir pada penghantar tersebut

TEORI DASAR KELISTRIKAN

INDUKSI
Pengertian dari induksi adalah suatu keadaan listrik hasil akibat adanya
medan magnet yang bangkit disekitar kumparan berarus listrik. Terdapat
berbagai cara untuk membangkitkan induksi listrik, diantaranya :

Dengan cara menggerakkan medan


magnet lewat penghantar yang diam.

Dengan cara menggerakkan penghantar


lewat medan magnet yang diam.

TEORI DASAR KELISTRIKAN

SEMIKONDUKTOR
Bahan yang mudah mengalirkan arus listrik disebut konduktor, sedangkan
semi konduktor berada diantaranya yang terbuat dari silikon atau germanium.
Berikut ini merupakan komponen kelistrikan yang merupakan
semikonduktor :
SEMIKONDUKTOR

Dioda

Dioda mempunyai karekteristik


yang dapat mengalirkan arus listrik
hanya satu arah. Karena itu dioda
digunakan pada rangkaian rectifier
yang merubah arus listrik bolak
balik (AC) menjadi arus searah
(DC).

KETERANGAN

TEORI DASAR KELISTRIKAN

SEMIKONDUKTOR
SEMIKONDUKTOR

Dioda Zener

Dioda zener adalah tipe dioda


yang mengalirkan arus sama
seperti dioda biasa tetapi
dengan arah yang
berlawanan.

Thyristor
Thyristor tersusun atas sebuah anoda,
katoda dan gerbang (gate). Prinsip
kerjanya, arus tidak bisa mengalir dari
anoda ke katoda jika gate tidak
mendapatkan arus, selain itu arah arus
yang mengalir pada thyristor tidak
berlaku mundur (reserve).

KETERANGAN

TEORI DASAR KELISTRIKAN

SEMIKONDUKTOR
KETERANGAN

SEMIKONDUKTOR

PNP
Transistor
Pada rangkaian kelistrikan
transistor berfungsi sebagai
penguat arus listrik selain
digunakan juga sebagai rangkaian
saklar (switching circuit) yang
menghungkan dan memutuskan
aliran arus dalam merespon ada
atau tidaknya sinyal arus lemah.

NPN

TEORI DASAR KELISTRIKAN

SEMIKONDUKTOR
SEMIKONDUKTOR

Thermistor
Thermistor adalah elemen semi
konduktor yang mempergunakan
karakteristik temperatur. Karakteristik
berubah secara signifikan dalam
merespon perubahan temperatur.

KETERANGAN

TEORI DASAR KELISTRIKAN

WARNA KABEL
NO

KODE

1.

2.

Bl

3.

4.

Gr

5.

Lbl

6.

COLOUR

WARNA

FUNGSI

BLACK

HITAM

BLUE

BIRU

INDIKATOR NETRAL (+)

GREEN

HIJAU

KLAKSON (-)

GREY

KELABU / ABU ABU

LAMPU PENERANGAN (-)

LIGHT BLUE

BIRU MUDA

TURN SIGNAL RELAY (-)

ORANGE

ORANYE

ARUS POSITIF DARI KONTAK

7.

RED

MERAH

ARUS DARI BATTERY

8.

WHITE

PUTIH

LAMPU LO

9.

YELLOW

KUNING

LAMPU HI

10.

B/R

BLACK / RED

HITAM / MERAH

COIL PRIMARY

11.

B/W

BLACK / WHITE

HITAM / PUTIH

MASSA / GROUND

12.

Bl/W

BLUE / WHITE

BIRU / PUTIH

INDIKATOR OLI 2T

13.

Br/W

BROWN / WHITE

COKLAT / PUTIH

14.

Lg

LIGHT GREEN

HIJAU MUDA

15.

G/W

GREEN / WHITE

HIJAU / PUTIH

16.

W/B

WHITE / BLACK

PUTIH / HITAM

17.

W/R

WHITE / RED

PUTIH / MERAH

18.

Y/B

YELLOW / BLACK

KUNING / HITAM

19.

Y/G

YELLOW / GREEN

KUNING / HIJAU

20.

Y/R

YELLOW / RED

KUNING / MERAH

21.

Y/W

YELLOW / WHITE

KUNING / PUTIH

SEN KIRI (+)

TEORI DASAR KELISTRIKAN

SIMBOL KELISTRIKAN
NO

SIMBOL

NAMA

NO

SIMBOL

NAMA

1.

KABEL

8.

FUSE / SEKERING

2.

KABEL
BERHUBUNGAN
LANGSUNG

9.

SPARK PLUG =
BUSI

3.

KABEL TIDAK
BERHUBUNGAN

10.

GROUND = MASA

4.

CONNECTOR /
SAMBUNGAN
KABEL

11.

IGNITION COIL =
KUMPARAN
PENGAPIAN

5.

SAKLAR / KUNCI
KONTAK

12.

BULB = BOLA
LAMPU

6.

TOMBOL

13.

RESISTANCE =
TAHANAN

7.

CONTACT
BREAKER /
PLATINA

14.

_ + _ +

BATTERY = ACCU

TEORI DASAR KELISTRIKAN

SIMBOL KELISTRIKAN
NO

SIMBOL
_

_ +
+

NAMA

NO

SIMBOL
_

NAMA
+

KONDENSATOR
TYPE :
-A:NON PLRITAS
-B:BER PLRITAS

BATTERY =
ACCU

23.

16.

DIODA /
RECTIFIER

24.

HORN = KLAKSON

17.

ZENNER DIODA
= DIODA
BERKAPASITAS

13.

MOTOR =
MOTOR LISTRIK

18.

SCR = SILICON
CONTROL
RECTIFIER

VOLT METER =
PENGUKUR(AC/DC
)

19.

TRANSISTOR :
TYPE: - A: PNP
- B: NPN

AMPERE METER =
PENGUKUR ARUS
(AC / DC)

15.

23.

24.

TRAINING BASIC

SISTEM KELISTRIKAN

SISTEM PENGISIAN

REGULATOR/
RECTIFIER

SIKRING

BATTER
Y

SISTEM KELISTRIKAN

SISTEM PENGISIAN BERDASARKAN JUMLAH FASE

Single-phase half-wave rectification


Gambar disamping menunjukkan
rangkaian dasar dari rectifier setengah
gelombang. Pada rangkaian ini, rectifier
mengalirkan arus hanya saat bagian A
dari sumber arus AC (+) sehingga arus
mengalir ke resistor. Saat A (-), arus tidak
lagi mengalir. Konsekuensinya bentuk
gelombang menjadi arus terputus-putus.

SISTEM KELISTRIKAN

SISTEM PENGISIAN BERDASARKAN JUMLAH FASE

Single-phase full- wave rectification


Rektifikasi gelombang penuh merupakan
jenis retifikasi yang didesain dengan
menggunakan setengah gelombang
tegangan AC lain. Pada metode ini, empat
buah dioda digunakan pada rangkaian
seperti pada gambar disamping. Hasil dari
rangkaian ini adalah arus yang mengalir
dua kali lebih banyak dibandingkan halwave rectification, rektifikasi konstan dan
kecilnya fluktuasi bentuk gelombang.

SISTEM KELISTRIKAN

SISTEM PENGISIAN BERDASARKAN JUMLAH FASE

Three-phase full- wave rectification


Pada metode ini enam buah dioda
digunakan pada rangkaian ini . Rangkaian
ini juga memungkinkan untuk
menghasilkan arus DC yang lebih baik.

SISTEM KELISTRIKAN

BATTERY
Battery bersama generator digunakan sebagai pemberi arus listrik ke
peralatan listrik seperti sistem starter, sistem pengapian, dan sistem
penerangan. Terdapat dua jenis battery yang digunakan pada sepeda motor
yaitu, battery konvensional dan maintenance free battery.

SISTEM KELISTRIKAN

REAKSI KIMIA BATTERY

SISTEM KELISTRIKAN

MAINTENANCE FREE BATTERY

SISTEM KELISTRIKAN

SISTEM PENERANGAN (BERDAYA AC)

SISTEM KELISTRIKAN

SISTEM PENERANGAN (BERDAYA DC)

SISTEM KELISTRIKAN

SISTEM PENGAPIAN (AC CDI)

SISTEM KELISTRIKAN

SISTEM PENGAPIAN (DC CDI)

SISTEM KELISTRIKAN

SISTEM PENGAPIAN (TRANSISTOR)


Ignition
Switch

Ignition
Coil

Pick Up
Coil

Spark
Plug
Ignitor

Battery

SISTEM KELISTRIKAN

IGNITION COIL
Pada sistem pengapian, igniiton coil memiliki peranan penting dalam
meningkatkan tegangan listrik yang diberikan oleh CDI atau ignitor
melalui proses induksi, yang nantinya dialirkan ke busi.

SISTEM KELISTRIKAN

BUSI

Busi menghasilkan pijaran api


diantara elektrodanya untuk
membakar campuran udara dan
bahan bakar. Saat terpasang
pada mesin, busi menerima
tekanan pembakaran dan
temperatur yang sangat tinggi.
Temperatur yang diterima oleh
busi bisa mencapai lebih dari
20000 C. Selain itu busi juga
harus tahan terhadap getaran.

SISTEM KELISTRIKAN

TINGKAT PANAS BUSI

BUSI
PANAS
Ditandai
dengan hidung
insulator yang lebih panjang

BUSI DINGIN
Ditandai dengan hidung
insulator yang lebih
pendek

SISTEM KELISTRIKAN

KODE BUSI (NGK)

- 10

DIAMETER ULIR
LEBAR GAP BUSI

KONSTRUKSI
TYPE RESISTANCE

STRUKTUR ELEKTRODA

TINGKAT PANAS
DIAMETER ULIR

KONSTRUKSI
TYPE RESISTANCE
TINGKAT PANAS
PANJANG ULIR

LEBAR GAP BUSI

A : 18 mm
D
: 12 mm
B : 14 mm
E
: 8 mm
Project
/ Non Project
C : 10 mm

PANJANG ULIR

Resistance / Non
Resistance
6, 7, 8, 9. dst
E : 19 mm
H : 12.7 mm
S : Standar
VX : Platinum
9 : 0.9 mm, 10 : 1mm, 11 : 1.1 mm

SISTEM KELISTRIKAN

KODE BUSI (DENSO)

16

-U

11

DIAMETER ULIR
TINGKAT PANAS
LEBAR GAP BUSI

PANJANG ULIR
KONSTRUKSI
DIAMETER ULIR

M : 18 mm U : 10 mm
W : 14 mm Y : 8 mm
X : 12 mm

TINGKAT PANAS

20, 22, 24, 27. dst

PANJANG ULIR

E : 19 mm
H : 12.7 mm
Project / Non Project

KONSTRUKSI
BENTUK ELEKTRODA
LEBAR GAP BUSI

BENTUK ELEKTRODA

Celah U pada as elektroda


9 : 0.9 mm, 10 : 1mm, 11 : 1.1 mm

SISTEM KELISTRIKAN

SISTEM STARTER LISTRIK


Ada beberapa jenis rangkaian kelistrikan untuk sistem elekctric starter
yang diaplikasikan pada beberapa model sepeda motor Suzuki, namun
umumnya beberapa model sepeda motor Suzuki seperti RC-Series, FDSeries, FL 125 New Shogun, EN 125 Thunder, FU 150 Satria F, dll,
menggunakan rangkaian kelistrikan seperti di bawah ini :

SISTEM KELISTRIKAN

SISTEM STARTER LISTRIK UY 125 (SPIN 125)


Ada beberapa jenis rangkaian kelistrikan untuk sistem elekctric starter
yang diaplikasikan pada UY 125 (spin 125) melibatkan brake switch
(rem depan/belakang) untuk mengaktifkan starter relay

SISTEM KELISTRIKAN

SISTEM STARTER LISTRIK UW 125 (SKY WAVE 125)

SISTEM KELISTRIKAN

SISTEM LAMPU TANDA BELOK

SISTEM KELISTRIKAN

SISTEM LAMPU REM & PENUNJUK POSISI GIGI

Sistem Lampu Rem

Sistem Penunjuk Posisi Gigi

SISTEM KELISTRIKAN

SISTEM METER BENSIN

SISTEM KELISTRIKAN

SISTEM KLAKSON

SISTEM KELISTRIKAN

WIRING HARNESS FL 125 (NEW SHOGUN 125)

SISTEM KELISTRIKAN

WIRING HARNESS UW 125 (SKY WAVE 125)

SISTEM KELISTRIKAN

WIRING HARNESS EN 125 (THUNDER 125)

SISTEM KELISTRIKAN

WIRING HARNESS FU 150 (SATRIA F 150)