Anda di halaman 1dari 60

MODEL INTI

Zaki Suud

Cakupan Pembahasan
1.
2.
3.
4.
5.

Model Kulit (Shell Model)


Model Kolektif (Collective Model)
Model Gas Fermi
Model Tetes Cairan (Liquid Drop Model)
Model Inti Complex(Compound Nucleus
Model)
6. Model Interaksi Langsung(Direct interaction
Model)
7. Model optik

Model Kulit (Shell Model)


Berangkat dari model kulit di level model
atom yang sukses:
Gas mulia dengan kulit elektron terluar
yang terisi penuh memiliki struktur stabil
dengan salah satu indikasinya memiliki
energi ionisasi yang tinggi
Atom dengan nomor 2, 10, 18, 36, 54
strukturnya sangat stabil magic number

Model Kulit Untuk Inti


G. Gamow dan W. Elsasser menemukan
kecenderungan struktur shell mirip atom
untuk inti.
Angka-angka 2, 8, 20, 28, 50, 82, 128
berkaitan dengan jumlah proton atau
netron di inti yang memiliki karakteristik
khusus

INDIKASI MODEL KULIT


1. Inti-inti dengan nomor atom bilangan
istimewa di atas memiliki lebih banyak
inti stabil dibanding inti tetangganya.
Misal 20Ca memiliki 6 isotop stabil,
sedang 19K memiliki tiga dan 21Sc hanya
1 inti stabil. 50 Sn(10 inti stabil), 49In (2),
51Sb(2 inti stabil), 82Pb (4 inti stabil),
81Tl(2) dan 83Bi (1 inti stabil)

2. Jumlah Isoton yang stabil


Inti dengan jumlah netron sama dengan
bilangan istimewa cenderung memiliki
jumlah isoton yang lebih banyak dari inti
tetangganya
Contoh: N=20 (5 isoton stabil), 19 (0),
21(1), N=50 (6 isoton), 49(1), 51(1), dst.

3. Abundan di alam untuk Isotop


Isotop dengan jumlah proton atau netron dengan
bilangan istimewa memiliki kecenderungan
abundan lebih besar
Misal 38Sr88(N=50):82.6%, 56Ba138 (N=82) : 71.7%,
140(N=82): 88.5%,82Pb208 (Z=82, N=126) :
58Ce
52.3% >> untuk inti genap-genap yang lain.
Abundan isotop ringan dengan Z>32 kurang dari
2% kecuali untu k 5 isotop:
Zr90(N=50):51.5%, Mo92(N=50): 15.9%,
Ru96(N=52): 5.5%,Nd142(N=82):27.1%,
Sm144(N=82): 3.2%.

4. Hasil Decay Radioaktif


Hasil akhir deret radioaktif alam :
Pb208 (Deret Thorium), Pb206(Deret
Uranium), dan Pb207(deret aktinium)
semua memiliki bil. Istimewa Z=82.
Abundan terbesar: 82Pb208 (Z=82, N=126)
memiliki 2 bil. Istimewa.
Untuk seri Neptunium : Bi209 (N=126) juga
punya bilangan istimewa.

5. Penampang lintang
penangkapan netron
Cross section terhadap jumlah netron:
pada bilangan istimewa harga cross
section ini mengecil menunjukkan tak
menerima netron contoh pada 20Ca40,
208 (double magic).
82Pb

6. Binding energy dari netron terakhir


Binding energi versus N+1
untuk sel tertutup (dengan bil. Istimewa)
harganya sangat besar.
7. Emitter Netron Spontan: O17, Kr87, Xe137
lebih 1 netron dari bil. Istimewa => binding
energi netron terakhir kecil => pemancar
netron spontan. Kr89 punya 3 netron lebih
=> juga pemancar netron spontan.

8. Momen Quadrupol Listrik


Semakin menjauh dari pola distribusi bola
akan semakin besar momen
quadrupolnya
Untuk kulit tertutup semestinya harganya
sangat kecil.
Momen quadrupol terhadap isotop
dengan jumlah nukleon ganjil: Hasil
menunjukkan fakta tersebut.

MODEL KULIT
Partikel bergerak dalam potensial yang simetri bola
(V(r))
Asumsi :
a. Tiap nukleon dianggap bergerak bebas dalam
medan nukleon yang digambarkan oleh potensial di
atas. Tiap nukleon merasakan potensial yang sama
b. Keadaan satu nukleon dapat ditetapkan. Level
yang berbeda diisi berdasarkan pada prinsip
eksklusi Pauli

antisymmetric (1) (2) (3) (4)... (n)

Nuclear Shell Model :


Introduction

Nuclear Shell Model :


Introduction

Nuclear Shell Model :


Introduction

Nuclear Shell Model :


Introduction

Komplesitas Model kulit untuk inti

Deskripsi Perhitungan Model Kulit

Deskripsi Perhitungan Model


Kulit

Deskripsi Perhitungan Model Kulit

Deskripsi Perhitungan Model


Kulit

Perhitungan model kulit untuk


inti

Perhitungan model kulit untuk


inti

Perhitungan model kulit untuk inti

Perhitungan model kulit untuk


inti

Persamaan Schroedinger
d2
2M
(
rR
)

dr 2
2

l (l 1) 2
E V (r )
(rR) 0
2
2Mr

Square Well Potential


V0 untuk r r0
untuk r r0
0

V(r)

Harmonic Oscillator Potential


1
V(r) V0 Kr 2
2
Combined Harmonic & Square Well Potential
V(r)

V0 (1 - r 2 /r02 ) untuk r r0
0

untuk r r0

Hasil Untuk Infinite Square Well


2g

Energy(Mev)

40

30

20

10

3p
1i
2f
3s
1h

2d
1g
2p
1f
2s
1d
1p
1s

HASIL-HASIl
Muncul Bilangan kuantum seperti pada
atom : n, l, j, ml
Untuk infinite square well :
1s 1p 1d 2s 1f 2p 1g 2d 1h 3s 2f 1i 3p
S, p, d, f dst berkaitan dengan l=0, 1, 2, 3,

Jumlah proton atau netron dalam keadaan


l adalah 2(2l+1), maka shell tertutup
diprediksi : 2, 8, 18, 20, 34, 40, 58

Osilator Harmonis
1h 2f 3p

n=5

(112)

1g 2d 3s

n=4

(70)

1f 2p

n=3

(40)

1d 2s

n=2

(20)

1p

n=1

(8)

1s

n=0

(2)

Hasil Model Osilator Harmonis


1s 1p 1d 2s 1f 2p
Kulit tertutup pad jumlah nukleon :
2 8 20 40 70 112

Model Spin Orbit


Memasukkan interaksi l-s Coupling
Hasil : 1s1/2 1p3/2 1p1/2 1d5/2 1d3/2 2s1/2
Bersifat inverted : energi nukleon turun ketika
S.L positif dan energi nukleon naik saat S.L
negatif.
Kulit tertutup(potensial = V(r) S.L dengan V(R)
kombinasi osilator harmonik dan square well)
pada
2 8 20 28 50 82 126 (seluruh magic number)

Model Spin Orbit(lanjutan)


Hasil interaksi spin orbit di sini lebih besar
daripada di level atom.
Verifikasi interaksi spin orbit : dengan
eksperimen hamburan netron terpolarisasi
Untuk proton ada interaksi coulomb
sehingga level energinya sedikit bergeser
dari level energi pada netron
Hasil: 1s1/2 1p3/2 1p1/2 1d5/2 2s1/2 1d3/2 1f7/2

APLIKASI MODEL KULIT


1. SPIN INTI DAN PARITAS
Dalam keadaan terisi penuh oleh nukleon maka
kulit atau sub kulit akan memberikan momentum
angular orbital dan spin nukleon akan
dijumlahkan sedemikian sehingga menghasilkan
total momentum angular nol.
Dalam kulit tak terisi penuh maka nukleonnukleon membentuk pasangan. Proton dengan
proton dan netron dengan netron, tetapi tidak
proton dengan netron

APLIKASI MODEL KULIT


1. SPIN INTI DAN PARITAS(Lanjutan)
Dengan dua asumsi di atas diperoleh aturan-aturan sbb.
Aturan 1: Ground state dari inti genap-genap mempunyai momentum
angular nol dan paritas genap terlepas dari jumlah proton dan
netronnya
J 0
dan
J 0

Aturan 2: Untuk inti dengan jumlah netron genap dan jumlah proton
ganjil maka sifat ground state hanya ditentukan oleh proton karena
Spin inti ditentukan oleh proton ganjil terakhir J N 0
Sebaliknya untuk inti dengan jumlah netron ganjil dan jumlah proton
genap maka sifat ground state hanya ditentukan oleh netron saja
karena J 0
P
Selanjutnya spin inti ditentukan oleh netron ganjil terakhir

APLIKASI MODEL KULIT


1. SPIN INTI DAN PARITAS(Lanjutan)

Aturan ini tak menentukan spin untuk netron ganjil dan proton
ganjil. Secara teori harga spin yang dimungkinkan adalah antara

j1 j 2 sampai j1 j 2
dengan j1 adalah spin netron ganjil dan j2 adalah spin proton
ganjil. Hanya kalkulasi eksak yang dapat menentukan mana
yang paling stabil

Prediksi dan hasil pengukuran spin untuk inti ganjil


NUKLIDA

PREDIKSI SPIN

SPIN DAN PARITAS


TERUKUR

Netron

1s1/2

Proton

1s1/2

H3

1s1/2

He3

1s1/2

Li7

1p3/2

3/2

Be9

1p3/2

3/2

Be11

1p3/2

3/2

C13

1p1/2

O17

1d5/2

5/2

F17

1d5/2

5/2

F19

1d5/2

1/2 *

Na23

1d5/2

3/2 *

20

Ca43

1f7/2

7/2

23

V51

1f7/2

7/2 -

52

I129

1g7/2

7/2 +

1
2
3
4
5
6
8
9
9

11

Perbedaan hasil teori dan


pengukuran spin

Anomali pada 9F19 prediksi d5/2 tetapi hasil


pengukuran
Ini dijelaskan dengan melihat bahwa perbedaan
energi level antara 1d5/2 dengan 2s1/2 adalah
sangat kecil. Juga adanya kopling antara
nukleon di luar struktur tertutup yaitu 2 netron
dengan spin 5/2 dan satu proton dengan spin
5/2.
Penjelasan serupa dapat diberikan untuk
kasus 11Na23

Perbedaan hasil teori dan


pengukuran spin(lanjutan)

Anomali lain : untuk inti berat mestinya banyak


dijumpai spin 11/2 dari 1h11/2 namun kenyataannya hal
ini tak dijumpai. Ini terjadi karena sebenarnya
pembentukan pair juga memerlukan energi. Keadaan
momentum angular yang tinggi umumnya dibentuk
dalam pasangan dan nukleon ganjil akan pergi ke level
energi yang lebih tinggi yaitu spin yang lebih rendah
dan stabilitas lebih tinggi
Paritas sistem diberikan oleh (-1)l . Dengan l adalah
momentum angular orbital dari nukleon terakhir. Jadi
l=0,2,4, memiliki oaritas genap, sedang l=1,3,5,
memiliki paritas ganjil

Aplikasi Model Kulit


1. Momen magnetik
Untuk inti genap-genap karena spin (total
momentum angular) = 0 maka momen
magnetik juga nol.
Untuk inti dengan A ganjil maka momen
magnetiknya diberikan oleh
u = gl al j +gs as j
dengan gl = 1 untuk proton dan 0 untuk
netron, sedang gs = 5.5854 untuk proton
dan -3.8262 untuk netron.

Aplikasi Model Kulit


2. Momen magnetik(lanjutan)
Koefisien al dan as diberikan oleh :
al
as

l j
j

s j
j

j ( j 1) l (l 1) s ( s 1)
2 j ( j 1)

j ( j 1) s ( s 1) l (l 1)

2 j ( j 1)

1
1
l ( j ) g l g s untuk j l 1/2
2
2
j
3
1
l
( j ) g l g s untuk j l - 1/2

j 1
2
2

Kedua harga u diatas disebut limit Schmidt

Aplikasi Model Kulit


2. Momen magnetik(lanjutan)
Dalam banyak hal hasil diantara kedua limit,
ada yang mendekati limit
Diskrepansi terjadi karena momen magnetik
adalah campuran dari berbagai keadaan
(state). (Tetapi tak dapat berupa campuran dua
limit karena paritasnya berbeda)
Tak selalu menghasilkan prediksi yang benar

Aplikasi Model Kulit


3. Momen quadrupol listrik
Ketika jumlh proton dan netron mendekati
bilangan magic maka bentuk inti menyerupai
bola sehingga momen quadrupol listrik akan
kecil. Namun untuk inti yang jauh dari bilangan
magic maka momen quadrupol akan besar.
Momen quadrupol sangat besar pada daerah
tanah jarang (rare earth) Z: 50~82, N=82~126

Aplikasi Model Kulit


4. Isomerisme
Isomer nuklir dengan waktu paruh yang sangat
lama terjadi karena beda spin yang tinggi >= 3
dan beda energi yang tak terlalu besar
Isomer nuklir terjadi pada inti dengan proton
atau netron yang jumlahnya bulat dengan
jumlah nukleon antara : 19~27, 33-49, 63~81,
107~127

MODEL KOLEKTIF
Dalam model kulit bagian inti (kulit tertutup)
dianggap tak memiliki peran)
Dalam model kolektif ini bagian inti tetap
memiliki peran dengan mekanisme deformasi
yang menyebabkan terjadinya penyimpangan
dari bentuk simetri bola
Nukleon-nukleon di inti bergerak indipenden
dalam potensial berbentuk simetri bola V(r )
yang dapat berubah karena deformasi akibat
gerak nukleon-nukleon disekitar inti.

MODEL KOLEKTIF
Gerak yang berpengaruh adalah gerak
rotasi dan gerak vibrasi.
Gerak rotasi lebih penting pengaruhnya.
Inti bola yang mengalami deformasi
berubah bentuk menjadi elipsoid dengan
sumbu deformasi Oz dan parameter
deformasi :
=R/Ro

MODEL KOLEKTIF(lanjutan)
Ro

Secara umum energi rotasi lebih kecil


dibanding energi intrinsik

LEVEL ROTASI
Energi karena rotasi terkuantisasi
I=j+R
R = efek rotasi
Momentum angular karena gerak rotasi :
|R|2h2 =[I(I+1)-|K|2 ]h2
dengan Kh adalah komponen momentum angular
sepanjang sumbu Oz dari nukleon diluar kulit tertutup
Kinetik energi rotasi dari sistem
Erot= w2=[I(I+1)-|K|2 ]h2/(2)
dengan adalah momen inersia inti yang
terdeformasi

INTI GENAP-GENAP
Untuk inti genap-genap maka spin
intrinsik=0 sehingga
Erot= [I(I+1)]h2/(2)
dengan I=0,2,4,6,
Untuk intigenap-genap paritas sistem
adalah genap
P=+
sehingga spin yang mungkin adalah seperti
di atas (ingat (-1)l)

INTI GENAP-GENAP
Meningkatnya deformasi berarti
meningkatnya momen inersia sehingga
level energi rotasi akan berkurang.

MOMEN MAGNETIK DAN LISTRIK


Bagian inti berkontribusi pada momentum
angular sehingga juga pada momen
magnetik.
Kontribusi pada momentum angular : dari
netron dan proton
Kontribusi pada momen magnetik : nari
proton
Order dari kontribusi magnetik : L coreZ/A

MOMEN MAGNETIK DAN LISTRIK


Hasil momen quadrupol jauh lebih besar dari
model kulit karena pengaruh inti terdeformasi
Deformasi terbesar bila jumlah proton atau
netron antara dua bilangan magic.
Momen quadrupol yang besar terdeteksi pada
kasus jumlah netron atau proton yang ganjil
Variasi momen quadrupol listrik terhadap Z ganjil
atau N ganjil

Anda mungkin juga menyukai