Anda di halaman 1dari 11

Oleh :

Hasrul Nazar
I1A005027
 
 
 Pembimbing :
dr. Hasni Hasan Basri, Sp. A

BAGIAN / SMF ILMU KESEHATAN ANAK


FK UNLAM – RSUD ULIN
BANJARMASIN
Oktober, 2009
GASTROESPHAGEAL
REFLUX DISEASE (GERD)
GER : masuknya isi lambung ke dalam
esofagus (kerongkongan)
GERD : suatu kondisi di mana cairan lambung
mengalami refluks ke esofagus sehingga
menimbulkan gejala khas berupa rasa
terbakar, nyeri di dada, regurgitasi dan
komplikasi.

Kompliasi
GER GERD
EPIDEMIOLOGI
Bayi mengalami refluks ringan, sekitar 1 :
300 hingga 1:1000
Gastroesofagus refluks paling banyak terjadi
pada bayi sehat berumur 4 bulan, dengan >
1x episode regurgitas, Pada umur 6 – 7 bulan,
gejala berkurang dari 61% menjadi 21%,
Hanya 5% bayi beruur 12 bulan yang masih
mengalami RGE.
PATOFISIOLOGI
Manifestasi Klinis
DIAGNOSIS
Manifestasi Klinis
Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan Esofagogram.
Monotoring pH intra esofagus 24 jam.
Tes Perfusi Berstein.
Tes PPI.
Manometri esofagus
Endoskopi
Pengobatan
Modifikasi Gaya Hidup
Farmakologis
Pembedahan
Terapi Endoscopi
Pengobatan
Modifikasi Gaya
Hidup
Pengobatan
Farmakologik
Obat Dosis Frekuensi
Antagonis H2
Cimetidine 40 mg/kg/hari 3 – 4 x/hari
Famotidine 1 mg/kg/hari 2 x/hari
Ranitidine 5 – 10 mg/kg/hari 2 – 3 x/hari
Penghambat Pompa Proton (PPI)
Lanzoprazole 0,4 – 2,8 mg/kg/hari Sekali sehari
Omeprazole 0,7 – 3,3 mg/kg/hari Sekali sehari
Obat lainnya
Metoklorpramid 0,15 mg/kg/dosis 4 x/hari
Cisapride 0,2 mg /kg/ dosis 4 x/hari
Komplikasi
Erosif esofagus
Esofagus barrett’s
Striktur esofagus
Gagal tumbuh (failur to thrive)
Perdarahan saluran cerna akibat iritasi
mukosa (selaput lendir)
Aspirasi