Anda di halaman 1dari 15

Modul 4 : Torsi Magnetik

Catherine Sibarani
1306443236
Fisika, Universitas Indonesia

Tujuan Percobaan
Mempelajari cara mengukur momen magnet NdFeB di dalamcue
balldengan tiga metode eksperimen yang berbeda.
Mempelajari sifat-sifat dan aplikasi dari torsi magnet secara
eksperimental.
Membuktikan bahwa keseimbangan torsi magnet dengan torsi grafitasi
dapat terjadi.
Mempelajari karakteristik dari pendulum fisis dengan amplitudo yang
kecil.
Membuktikan bahwa di dalam medan magnet sejenis tidak ada gaya
pada dipol magnetik, yang ada hanya torsi magnet.
Membuktikan bahwa di dalam gradien medan magnet terdapat gaya
pada dipol magnet yang ditandai dengan pertambahan panjang pegas.
Mempelajari cara mengukur momen dipol menggunakan fakta bahwa
gaya pada dipol magnet dalam gradien medan magnet sebanding
dengan momen magnet.

Alat-alat

Coil magnet
Dudukan udara (Air bearing)
Cue ball
Plastic Tower Kit
Power Supply
Alat ukur : Penggaris, Jangka sorong,
Timbangan digital
Bola besi pemberat dan plastik
pemberat

Coil
Magnet

Air

Power
Supply

Cue Ball

Cue Ball

Plastic
Tower
Kit

Eksperimen
1.Eksperimen statis : Torsi
Magnet sama dengan Torsi
Gravitasi
2.Osilasi harmonik dari
pendulum speris
3.Gaya magnet pada sistem
pegas

Eksperimen statis : Torsi Magnet


sama dengan Torsi Gravitasi
1. Mengukur massa dari pemberat dengan timbangan, diametercue
balldengan jangka sorong, dan panjang batang pipa alumunium yang
akan terpasang padacue ballmelaluihandle.
2. Menghubungkan pemberat dancue balldengan batang alumunium dan
meletakkancue ballpada bantalan udara.
3. Menyalakan catu daya dan pompa udara. Saklar gradien medan magnet
dan lampu strobe tetap dalam keadaan mati. Mengatur saklar arah
medan magnet ke arah atas.
4. Mengalirkan arus pada kumparan mulai dari 2.5 ampere dan kemudian
mengatur tinggi dari pemberat hingga posisi pemberat berada dalam
keadaan seimbang 90dari vertikal.
5. Mengambilcue balldari bantalan udara dan mematikan semua
perangkat eksperimen agar kumparan tidak panas karena disipasi
energi. Mengukur panjang lengan pemberat dari pemberat ke pusatcue
ball.
6. Mengulangi langkah poin dengan enam arus yang berbeda sampai
arusnya bernilai 3.75 ampere.
7. Membuat tabel pengamatan antara arus dan panjang lengan pemberat

Osilasi Harmonik dari Pendulum Speris


1.
2.

3.
4.

5.

Menghitung momen inersia daricue ball


Melakukan pengaturan pada catu daya dengan menyalakan
pompa udara, mengarahkan arah medan magnet ke atas,
gradien medan magnet dan lampu strobe dalam keadaan mati.
Meletakkancue ballpada bantalan udara kemudian
mengalirkan arus pada kumparan sebesar satu ampere.
Mengkondisikancue ballagarhandlenya berada pada posisi
vertikal, kemudian memberikan sentuhan padahandleagarcue
ballberosilasi dengan amplitudo yang kecil. Menghitung
waktucue ballyang berosilasi sebanyak dua puluh kali dengan
menggunakan stopwatch.
Membuat data pengamatan antara arus dengan periode osilasi
yang diperoleh dengan mengulangi langkah di atas untuk arus
1-4 ampere dengan interval 0.2 ampere.

Gaya Magnet Pada Sistem


Pegas
A. Mengamati bahwa didalam medan
magnet sejenis tidak ada gaya dipol
magnet.
B. Mengamati bahwa di dalam gradien
medan magnet terdapat gaya pada
dipol magnet.
C. Mengukur momen magnet dengan
metode gradien medan

A. Mengamati Bahwa didalam Medan


Magnet Sejenis Tidak Ada Gaya Dipol
Magnet.
1. Memasangtower kitdi atasair bearingatau
dudukan udara, memasang batangtower
kitdengan tutupnya, memasang magnet dengan
sekrup dan mengaitkannya pada pegas,
memasang pegas dengan batangnya kemudian
memasukkannya padatower kit.
2. Mengendurkan sekrup pada megnet yang
digantung agar magnet bisa bebas berputar.
3. Membiarkan medan gradiennya dalam keadaan
mati dan menyalakan arusnya.
4. Mengubah arah medannya (Magnet akan berotasi
180tetapi pegasnya tidak bertambah panjang
atau pendek).

B. Mengamati Bahwa didalam Gradien


Medan Magnet Terdapat Gaya Pada Dipol
Magnet.
1. Mengencangkan sekrup pada magnet yang
digantung. Mematikan medan magnet.
2. Mengukur posisi awal magnet padatower kit.
Menambahkan beban dengan bola besi pejal ke
magnet yang digantung kemudian mengukur
perubahan posisi magnetnya padatower kit.
Melakukan hal ini dengan penambahan beban
hingga total penambahan beban mencapai 5 bola
pejal dengan interval 1 bola.
3. Membuat data pengamatan dan grafik pertambahan
panjang terhadap penambahan beban.
4. Menghitung konstanta pegasnya.

C. Mengukur Momen Magnet


dengan Metode Gradien Medan
1. Mengatur batang penahan sehingga dipol magnet tepat
terdapat di tengah-tengah kumparan. Mengukur panjang
batang yang muncul ke atas tutup sebagai acuan awal.
2. Menyalakan gradien medan magnet, menaikkan arus
mulai dari 0.5 ampere dan mengatur agar magnet
bergerak ke bawah dan menarik pegas.
3. Setelah magnet pegas memanjang, batang penahan
ditarik ke atas sehingga magnet kembali berada di
tengah-tengah. Mengukur ulang dan mencatat panjang
batang yang muncul ke atas tutup.
4. Mengulangi langkah di atas dengan variasi arus pada
kumparan hingga mencapai 3.5 ampere dengan interval
0.5 ampere.
5. Membuat grafik pertambahan panjang terhadap variasi
arus.

Anda mungkin juga menyukai