Anda di halaman 1dari 19

PENENTUAN HARGA

BARANG DAN JASA PUBLIK


Rp

Masalah Penentuan Harga


Barang dan Jasa Publik

Bagaimana penentuan harga untuk barang


publik yang penjualannya kepada konsumen
adalah impossible (sebab bersifat nonexcludable) dan undesirable (sebab non-rivalry)?
Situasi apa saja yang harus dipertimbangkan
pemerintah dalam menawarkan barang dan jasa
publik?
Kondisi decreasing cost, subsidies, regulasi,
operasi pasar, adanya external cost?

Tipe Pembiayaan Barang


Publik

Tidak langsung Pajak


Langsung Retribusi (user-charge)
Air (PAM), listrik, rumah sakit, parkir,
pendidikan, jalan toll, sybway,

Teori User Charges

Retribusi seharusnya dilakukan sebagai


pajak yang bermanfaat, dengan
pembayaran oleh individu tergantung dari
ketentuan benefit (use) dan biaya.
Aturan dasar dari efisiensi ekonomi
mensyaratkan bahwa marginal benefit =
marginal cost.
Untuk jasa-jasa yang manfaatnya terutama
dirasakan secara langsung oleh konsumen,
harga ditetapkan sebesar marginal costnya.

Alasan ekonomi penetapan user


charge

Jika konsumen percaya bahwa jasa dan


fasilitas publik adalah free, konsumen
akan terdorong untuk meningkatkan
demand terhadap public goods lebih dari
jumlah efisien.
Satu fungsi dari user charge adalah untuk
membuat konsumen dihadapkan pada
biaya yang sesungguhnya (true cost) dari
keputusan konsumsi mereka, sehingga
mendorong terbentuknya insentif untuk
pilihan yang efisien.

Alokasi Biaya dari pengguna langsung dan


masyarakat.
price

S
MBi=MBU + MBS

MC
MCU
*MC *

MBu

MB

Q*

Q1

Q2

quatity

Beberapa Prinsip penetapan user charge


yang efisien

Pembiayaan user charge menjadi lebih atraktif


sebagai bagian dari marginal benefit yang
bertambah ketika pengguna langsung
bertambah.
Pembiayaan user charge mensyaratkan bahwa
pengguna langsung dapat dengan mudah
mengidentikasikan dan mengecualikan dari
mengkonsumsi jasa tersebut kecuali jika ongkos
dibayar, asumsikan bahwa sebagian besar
benefit dari jasa atau fasilitas dirasakan oleh oleh
pengguna langsung.

Pembiayaan user charge yang efisien lebih


kuat ketika demand lebih price elastic
Marginal benefit, dan bukan total benefit,
lebih tepat untuk menentukan user
charges.

Prinsip terakhir ini memberikan penjelsan


tambahan bahwa aturan umum adalah
bahwa biaya harus dialokasikan secara
proporsional kepada benefit.
Disini haruslah dibedakan antara biaya
modal (capital cost) untuk jumlah jasa dan
fasilitas yang disediakan (LR cost) dan
biaya operasional yang berhubungan yang
berhubungan dengan penggunaan fasilitas
tertentu (SR cost).

Alokasi Biaya Akses (Modal)

Biaya konstruksi atau akuisisi dari fisilitas publik


seharusnya dibayar oleh kelompok dalam
masyarakat yang memperoleh manfaat dari
keberadaan fasilitas tersebut. Ini berbeda dengan
siapa yang memperoleh manfaat langsung dari
menggunakan fasilitas tersebut.
Jika semua penduduk sebagaimana pengguna akan
membayar semua atau sebagian dari biaya
produksi jangka panjang dari fasilitas publik, biaya
ini seharusnya bebas (tidak tergantung) dari
jumlah penggunaan aktual dari fasilitas.

Alokasi Biaya Penggunaan (Operasional)

Sekali fasilitas publik tersedia - apapun


perhatian harus ditujukan kepada bagaimana
menutup biaya operasional (variabel cost).
Bagaimana hal ini diselesaikan, akan
menentukan seberapa banyak dan oleh siapa
fasilitas itu akan digunakan.
Prinsip umum dari efisiensi MB = MC.
Tetapi dalam hal ini SRMC biayaakomodasi
tambahan knsumsi atau penyediaan unit lain
dengan inpt kapital tertentu.

Biaya operasi seharusnya dialokasikan


berdasarkan pada marginal benefit dari
penggunaan (dalam banyak hal, manfaat dari
tambahan penggunaan ada pada pengguna).
Jika demikian, maka akan tepat untuk
membebankan biaya kepada pengguna untuk
menutup semua biaya operasional marginal.
Dalam beberapa kasus bisa terjadi non-user
memperoleh benefit dari tambahan
penggunaan faslitas atau servis.

Dengan asumsi pengguna


membayar semua biaya operasi,
beberapa kemungkinan
diilustrasikan
Biaya penggunaan
efisien dengan dan tanpa
Price

kepadatan
Price

SRMC

SRMC

a0

Demand
Demand

Qw

Quantity

(a)

Demand z

Qy

Qc
(b)

Qz

Qx

Alokasi Biaya Kepadatan


(congestion cost)

Untuk beberapa jasa, tambahan


konsumen akan mendorong adanya
biaya ekstra untuk pengguna lain. (ex:
ketika jalan dan jembatan yang macet,
traffic lambat, maka biaya (waktu) dari
semua pengguna akan meningkat).

User Charges with Natural


Monopoly

Monopoli alamiah dikatakan ada, jika


produksi barang dan jasa
memperlihatkan increasing return to
scale, sehingga biaya rata jangka
panjang secara semakin lama menurun
dengan kenaikan output.

Dua cara pembiayaan dalam monopoli


natural
Price

P3 F

Average cost

P1=AC
P2=M
C

Marginal cost
Demand

Q3

Q1

Q2

Quantity

Isu user charge lainnya

Diskusi teori menyarankan bahwa user charge


lebih tepat ketika sebagian besar benefit dari
jasa pemerintah dapat diidentifikasi secara
langsung oleh konsumen dimana permintaannya
memperlihatkan elastisitas harganya.
Dua keuntungan potensial lainnya dari usercharge; banyak jasa publik yang disediakan
bermanfaat bagi individu bukan-penduduk
mis:jurisdiksi.

Beberapa masalah potensial muncul,


diantaranya: keadilan bagi masyarakat
dengan pendapatan rendah.
Masalah potensial kedua adalah adanya
biaya administrasi (bagi pemerintah) dan
biaya sukarela/compliance (bagi
konsumen) dalam mengumpulkan charge.
Dalam beberapa kasus, cukup besar untuk
menutup manfaat efisiensi yang
diekspektasikan dari user-charge.

Penjualan Publik dari Barang Swasta

Aturan dasar dari penetapan harga yg


efisien
P=MC.

Marginal Cost pricing in


Decreasing cost industries

Pemerintah menawarkan barang


yang tidak dapat disediakan oleh
sektor swasta secara efisien,
sebab produksinya menghadapi
decreasing cost. air, listrik,
sistem transportasi, pos.