Anda di halaman 1dari 56

MINYAK ATSIRI

DEFINISI MINYAK
ATSIRI

Campuran kompleks yang terdiri


dari senyawa-senyawa yang
mudah menguap
Salah satu produk sisa proses
metabolisme dalam tanaman yang
terbentuk dari reaksi antara
berbagai senyawa kimia dengan air

Fungsi dalam tanaman:

Membantu proses penyerbukan


dengan menarik beberapa jenis
serangga
Mencegah kerusakan tanaman
dari serangga
Cadangan makanan

Disebut juga sebagai minyak


eteris, essential oil, volatile
oil
Sangat mudah menguap
pada suhu kamar
Digunakan luas dalam
parfum, kosmetik, antiseptik,
obat-obatan, flavoring agent
dalam bahan pangan atau
minuman dan sebagai
pencampur pada rokok
kretek

Minyak atsiri = minyak eteris = minyak esensial =


minyak menguap
penyimpanan teroksidasi menjadi resin

Dalam gelas bejana,


warna coklat, penuh,
tertutup rapat, tempat
kering dan dingin

PERKEMBANGAN MINYAK ATSIRI

Secara klasik, minyak atsiri terpentin diisolasi


pertama kali pada tahun 1300 oleh Arnold de
Villanova
Minyak atsiri terpentin merupakan minyak atsiri
tertua didunia
Produksi secara modern terhadap minyak atsiri
terpentin baru dilakukan oleh Lavoisier pada
tahun 17601770
Berdasarkan analisis sederhana yang dilakukan
oleh Houton de LaBillardiere, diketahui bahwa
perbandingan atom C dan H dalam terpentin
adalah 5:8
Perbandingan 5 : 8 ini kemudian dijadikan dasar
untuk penentuan senyawa golongan hemiterpen,
monoterpen, seskuiterpen, dan politerpen

SUMBER MINYAK ATSIRI


Minyak yang terdapat di alam dibagi menjadi
Minyak mineral (mineral oil)
Minyak nabati dan hewani yang dapat dimakan
(edible oil)
Minyak atsiri (essential oil)
Tanaman yang menghasilkan minyak atsiri
diperkirakan berjumlah 150-200 spesies tanaman
yang termasuk dalam famili Pinaceae, Labiatae,
Compositae, Lauraceae, Myrtaceae, dan
Umbelliferaceae
Minyak atsiri dapat bersumber pada setiap bagian
tanaman yaitu dari daun, bunga, buah, biji,
batang atau kulit batang ,dan akar

Dalam tanaman terdapat di :


1. Rambut kelenjar suku labiatae :
mentha piperita
2. Vittae (sal. Minyak) suku umbelliferae :
foeniculum vulgare
3. Mahkota bunga suku rosaceae : rosa
alba
4. Rongga sisogen/lisigen suku pinaceae :
pinus palustris

Sel parenkim

Kelenjar lisigen

Rambut kelenjar

Kelenjar skizogen

Kegunaan minyak atsiri bagi manusia:


Pengobatan : m. eucaliptus
Aroma : m. lemon
Parfum : m. rosa
Bahan dasar sintesis senyawa lain : m.
terpentin
Kegunaan minyak atsiri bagi tanaman :
Pengusir serangga
Penarik serangga

GOLONGAN SENYAWA DALAM


MINYAK ATSIRI
Ditinjau dari segi kimia, minyak
atsiri hanya mengandung dua
golongan senyawa, yaitu oleopten
dan stearopten
Oleopten adalah senyawa
hidrokarbon didalam minyak atsiri
dan berwujud cair, umumnya
terdiri atas senyawa-senyawa
monoterpen
Stearopten adalah bagian
hidrokarbon teroksigenasi didalam
minyak atsiri dan berwujud padat,
umumnya terdiri atas senyawasenyawa oksigen dan terpen

KOMPOSISI KIMIA MINYAK


ATSIRI

Komposisi kimia sangat kompleks,


tetapi tidak melebihi 300 senyawa,
yang terdiri dari hidrokarbon, alkohol,
oksida, ester, aldehid, dan eter
Sedikit sekali minyak atsiri yang
mengandung satu jenis komponen
kimia dengan persentase sangat
tinggi, misalnya kayumanis Cina
(Cinnamommium cassia) dengan
kandungan sinamaldehid 97%,
cengkeh (Eugenia aromatica) dengan
kandungan senyawa fenol 85%,
terutama eugenol
Aroma minyak atsiri ditentukan oleh
komponen dengan persentase
tertinggi, akan tetapi kehilangan
salah satu komponen yang
persentasenya kecil memungkinkan
terjadinya perubahan aroma

SENYAWA ORGANIK DALAM


TUMBUHAN
1. Metabolit Primer
(Makromolekul)
Produk: Sama untuk
semua organisme
Contoh:
-Polimer alam
-Polisakarida
-Protein
-Lemak
-Asam Nukleat

2. Metabolit Sekunder
(Mikromolekul)
Produk:
Bergantung pada spesies
Contoh:
-TERPENOID
-Steroid
-Flavonoid
-Poliketida
-Alkaloid

SENYAWA TERPENOID DALAM


MINYAK ATSIRI
Beberapa jenis minyak atsiri memiliki kandungan
senyawa terpenoid (terpen) dalam porsi yang
sangat besar
Senyawa terpen merupakan salah satu metabolit
sekunder
Senyawa terpen dibangun dari unit-unit isoprena
yang dibentuk dari asam asetat melalui jalur asam
mevalonat dan rantai samping sehingga
membentuk senyawa C5 dengan 2 ikatan tak jenuh

IPP dan DMAPP merupakan dua buah


isoprena aktif yang merupakan dasar
pembentuk senyawa terpen
IPP dan DMAPP berasal dari mevalonat
dimana senyawa antaranya adalah S-3-OH-3metil glutaril CoA (HMG CoA)
HMG CoA ini terbentuk dari Asetil CoA.
IPP dan DMAPP diubah menjadi terpen
melalui proses enzimatik
Kondensasi claisen adalah proses
penggabungan antara struktur ester dengan
ester menghasilkan -keto ester
Kondensasi aldol adalah penggabungan
antara struktur aldehid dengan aldehid

IPP dan DMAPP akan saling berikatan


dengan pola dari kepala ke ekor
Geranil PP akan melepas PP menghasilkan
senyawa monoterpenoid
Geranil PP akan berikatan dengan DMAPP
menghasilkan farnesil PP yang merupakan
senyawa awal dari kelompok seskuiterpen
FPP bergabung dengan FPP akan
menghasilkan skualen sebagai dasar
pembentuk triterpenoid

GOLONGAN-GOLONGAN M.
ATSIRI
1.

Terpen / seskuiterpen
- terpentin, tanaman asal : pinus
sp., suku pinaceae, komposisi :
terpen
- juniper, tanaman asal : juniperus
communis, suku pinaceae,
komposisi : terpen dan
seskuiterpen

2. gol. Alkohol

- coriander, tanaman asal : coriandrum


sativum, suku : rosaceae, komposisi : linalol
(65-80%), ester
- oleum rosae, tanaman asal : rosa sp., suku
rosaceae, komposisi : geraniol, citronellol (7075%), ester
- geranium, tanaman asal : pelargonium sp.,
suku geraniaceae, komposisi, geraniol,
citronellol, ester

3. Golongan ester dan alkohol


- english lavender, tanaman asal : lavandula
intermedia, suku labiatae, komposisi : linalol,
linatil acetat, cineol
- continental lavender, tanaman asal :
lavandula officinalis, suku labiatae, komposisi :
linalol, linalil asetat, etil-pentil keton
- rosemary, tanaman asal : rosmarius
officinalis, suku labiatae, komposisi : borneol
dan linalol (10-8%), buti asetat (2-55%)

4. Gol. Aldehid
- cinamon burk/cinnamomi cortex, tanaman
asal : cinnamomum verum, suku luraceae,
komposisi : cinnamaldehid (60-75%), eugenol,
terpen
- lemon, tanaman asal : citrus lemon, suku
rutaceae, komposisi : citral (3-5%), limonen
(90%)
- lemon grass, yanaman asal : cymbopogon sp.,
suku gramineae, komposisi : citral dan
citronellal (75-85%), terpen

5. gol. Keton
- spearmint, tanaman asal : mentha spicata,
mentha cardiata, suku labiatae, komposisi :
carvon (55-70%), limonen, eter
- caraway, tanaman asal : carum carvi, suku
umbelliferae, komposisi : carvon (60%),
limonen
- Dill/Amethi fructus, tanaman asal :
amenthum graviolus, suku umbelliferae,
komposisi : carvon (50%), limonen

6. gol. Fenol
- cinnamomi folium, tanaman asal :
cinnamomum verum, suku lauraceae,
komposisi : eugenol (80%)
- clove/caryophylli flos, tanaman asal :
syzzigium aromaticum, suku myrtaceae,
komposisi : eugenol (85-90%), acetil eugenol,
metil pentil keton, vanilin
- Thymi herba, tanaman asal : Thymus
vulgaris, suku labiatae, komposisi : timol 2030%

7. gol. Eter
- anise, tanaman asal : pimpinella anisum,
suku umbeliferaceae, komposisi : anethol (8090%), chaviol, etil eter
- fennel, tanaman asal (foeniculum vulgare),
suku umbeliferaceae, komposisi : anethol 60%,
keton 20%
- cayuput, tanaman asal : melaleuca
leucadendron, suku myrtaceae, komposisi :
cineol 77%, terpen
- champor, tanaman asal : cinnamomum
champora, suku lauraceae, komposisi : safrol,
terpen

8. gol. Peroksida
- chenopodium, tanaman asal : chenopodium
ambrosiodes, suku chenopodiaceae, komposisi :
ascardiol (60-70%)

9. gol. Non terpenoid dan gol. dari glikosida


- mustard, tanaman asal : brassica sp., suku
crusiferaceae, komposisi : allilisotiosianat
- winter green, tanaman asal : gaultheria
procumbens, suku ericaceae, komposisi :
metilsalisilat
- bitter almends, tanaman asal : prunus
procumbens, suku rosaceae, komposisi :
benzaldehid, HCN

PENGOLAHAN MINYAK ATSIRI


BEBERAPA PROSES PENGOLAHAN:
1. Distilasi (penyulingan)
2.Ekstraksi dengan pelarut volatil
3.Ekstraksi dengan lemak padat (enflurage)
4.Ekstraksi dengan lemak panas
5.Pemerasan
6.Ekstraksi dengan gas karbon dioksida (CO2)
7.Distilasi molekular
8.Distilasi uap dan ekstraksi pelarut berkelanjutan
9.Ekstraksi fluida superkritik atau fluida subkritik
10.Penguapan dengan resin

EKSTRAKSI DENGAN PELARUT


VOLATIL
Simplisia dimaserasi dalam ekstraktor dengan
pelarut yang sesuai, misal n-heksana, benzena,
toluena
Pelarut yang jenuh dengan minyak atsiri dipekatkan
dalam konsentrator, sehingga diperoleh ekstrak
pekat setengah padat seperti malam
Malam diekstraksi ulang dengan etanol, lalu
didinginkan hingga diperoleh dua fraksi, yaitu fraksi
malam dalam pelarut dan fraksi minyak atsiri dalam
etanol
Campuran minyak atsiri dalam etanol kemudian
didistilasi pada suhu dan tekanan rendah, sehingga
diperoleh minyak atsiri murni

EKSTRAKSI DENGAN LEMAK PADAT


(ENFLEURAGE)
Ditujukan untuk minyak atsiri
yang tidak tahan panas, dilakukan
tanpa pemanasan atau pemanasan
pada suhu rendah, dan hanya
menggunakan lemak
Sejumlah lemak cair dituangkan
kedalam cawan petri, kemudian
didinginkan
Permukaan lemak padat digores
sehingga membentuk alur garis,
kemudian ditaburkan bunga segar
dan didiamkan selama 24-72 jam,
setelah itu bunga diganti, proses
berlanjut selama 8-10 minggu
Setiap kg lemak dapat menyerap
minyak atsiri dari 3kg bunga atsiri

LANJUTAN
Lemak yang sudah
jenuh dilelehkan dan
diekstraksi dengan
alkohol, lalu
didinginkan hingga
lemak membeku
kembali
Alkohol yang
mengandung minyak
atsiri disaring, lalu
dipekatkan pada suhu
dan tekanan rendah

PEMERASAN
Ditujukan untuk bahan berupa
buah atau kulit buah dari
tanaman famili citrus, karena
minyak atsirinya akan rusak
jika diproses dengan distilasi
Adanya tekanan pada
pemerasan akan
mengakibatkan pecahnya sel
yang mengandung minyak
atsiri
Minyak atsiri akan
dikeluarkan dan mengalir
kepermukaan

PEMURNIAN MINYAK ATSIRI


REDESTILASI, dilakukan untuk memisahkan komponen volatil
dan non volatil, misalnya memisahkan minyak atsiri dengan
logam berat yang menyebabkan warna minyak lebih gelap
DESTILASI TERFRAKSI, dilakukan untuk memisahkan
komponen dengan perbedaan titik didih yang berdekatan
PENURUNAN SUHU, lazim digunakan untuk proses minyak
lemak agar tidak membeku, prinsipnya adalah dengan
mendinginkan minyak atsiri untuk mengendapkan fraksi
tertentu yang biasanya berupa produk samping
KRISTALISASI BERTINGKAT, dilakukan dengan cara
penambahan berbagai pelarut secara bertahap, sehingga
beberapa komponen tertentu mengkristal
REAKSI KIMIA, misalnya reaksi antara asam lemak bebas
dengan Na2CO3, basa dengan asam lemah, fenol dengan NaOH,
aldehid dengan NaHSO4, dan sebagainya sehingga diperoleh
garam yang larut dalam air

UJI MUTU MINYAK ATSIRI


Terdiri dari 2 tahap, yaitu uji organoleptis dan uji sifat
fisika - kimia, meliputi:
Uji pendahuluan
Berat jenis
Rotasi optis
Indeks bias
Kelarutan dalam etanol
Bilangan asam
Bilangan ester dan bilangan penyabunan
Kadar alkohol
Kadar aldehid ,keton, dan fenol
Uji logam berat
Komponen utama minyak atsiri biasanya diuji dengan
kromatografi gas (GC)

CONTOH

APLIKASI MINYAK ATSIRI DALAM


PARFUM
Parfum adalah campuran zat pewangi yang dilarutkan
dalam pelarut yang sesuai, dapat berasal dari minyak
atsiri atau dibuat secara sintetis
Pada umumnya terdiri atas 3 komponen, yaitu
(1) Zat pewangi (odor ferrous substance)
(2) Zat pengikat (fixation)
(3) Bahan pengencer (vehiculum ,diluent)
()Melalui analisis kromatografi gas, komponen pewangi
utama dari minyak atsiri dapat diidentifikasi, selanjutnya
dilakukan sintesis secara kimia
()Parfum asli mempunyai kadar +10%, sedangkan eau de
toilet (sudah diencerkan dengan alkohol) mempunyai
kadar +2%
()Bahan pewangi pada parfum umumnya terdiri dari
alkohol, ester, aldehid, keton, asam organik, lakton, amin,
dan sebagainya

ZAT PENGIKAT (FIXATION)

Zat pewangi yang dilarutkan dalam alkohol


umumnya lebih cepat menguap dibanding alkoholnya
itu sendiri, sehingga wangi parfum cepat hilang
Diperlukan zat pengikat yang memiliki daya
menguap lebih rendah dari komponen minyak atsiri
Pada umumnya zat pengikat yang digunakan berasal
dari:
(1) bahan nabati (vegetable fixative)
(2) Bahan hewani (animal fixative)
(3) Bahan sintetik (synthetic fixative)

(1)BAHAN PENGIKAT NABATI

Umumnya berasal dari golongan gom, resin, lilin,


atau beberapa jenis minyak atsiri bertitik didih
tinggi, seperti minyak akar wangi, minyak kayu
cendana, dan minyak nilam
Contoh resin : benzoin (Authostyrax tonkinensis),
styrax (Liuidambar styracifena L), galbanum
(Ferula galbaniflna), tolu (Myroxlon balsamum
L), labdanum (Cystuscadani ferous), myrrhae
(Commipharae rythaea), peru (Myroxlon
perelirae), oakmoss (Evernia prunastri)

(2) BAHAN PENGIKAT HEWANI


Ambergris, merupakan hasil sekresi dari salah
satu kelenjar pada ikan paus
Castareum, terdapat pada kelenjar genital dari
berang berang betina dan jantan
Civet, diperoleh dari kelenjar bau sejenis musang
civet cat dari Afrika
Mask, merupakan hasil sekresi kering dari
kelenjar preputial pada rusa kasturi betina musk
deer (Moschus moschiferrus L)

(3) BAHAN PENGIKAT SINTETIS

Beberapa senyawa ester yang tidak berbau dan


bertitik didih tinggi dapat digunakan sebagai zat
pengikat, misalnya gliseril asetat (Td 259 oC), etil
ftalat (Td 295 oC),dan benzil benzoat (Td 323 oC)
Contoh senyawa sintetis lainnya yaitu : amil
benzoat, etil fenil asetat, alkohol sinamat, ester
asam sinamat, asetofenon, benzofenon, cumarin,
dan sebagainya

ZAT PELARUT / PEMBAWA

Bahan pelarut yang umum digunakan adalah


etanol murni (extra neutral alcohol) yang sudah
mengalami beberapa tahap pemurnian

CONTOH SOAL

Sebutkan definisi minyak atsiri


Sebutkan klasifikasi m.atsiri beserta contoh tanaman
penghasilnya
Sebutkan dan jelaskan beberapa cara memperoleh minyak atsiri
Beberapa jenis minyak atsiri memiliki kandungan senyawa
terpenoid (terpen) dalam porsi yang sangat besar. Senyawa terpen
tersebut dibangun dari
Tentukan unit-uunit isopren dalam senyawa bahan alam berikut
(beri garis tebal)

Alhamdulillaah