Anda di halaman 1dari 73

Sebelum kegiatan pembelajaran

dimulai, marilah kita bersama-sama


membaca BISMILLAH

PRESENTASI
PERKENALA
N
PENILAIAN
MATERI PERS
DIFERENSIAL
Oleh: Drs. Nandang, MPd. (Dosen Prodi Pend. Matematika FKIP Unwir)

NANDANG
JL.GUNUNG CIREMAI
BLOK 16, NO. 10
TLP. (0234)275530
HP. 08122170975
e-mail: nndg67@yahoo.com
www.nandangfkip.blogspot.com
www.fkipunwir.com

KOMPONEN PENILAIAN

KEHADIRAN (KHD)
TUGAS (TGS)
UJIAN TENGAH SEMESTER (UTS)
UJIAN AKHIR SEMESTER (UAS)

NA = [10(KHD)+20(TGS)+30(UTS)
+40(UAS)]/100
85 <= NA <=100 (A)
NA = NILAI AKHIR

MATERI PERS DIFERENSIAL


DEFINISI PERSAMAAN DIFERENSIAL
PERS DIFERENSIAL KOEFISIEN LINIER
PERS DIFERENSIAL EKSAK
FAKTOR INTEGRASI
PERS DIFERENSIAL LINIER
PERS DIFERENSIAL HOMOGEN
PERS DIFERENSIAL TIDAK HOMOGEN

Definisi Persamaan
Diferensial

Suatu persamaan
yang mengandung
satu atau beberapa
turunan dari suatu
fungsi yang tidak
diketahui dinamakan
persamaan

ORDE DAN DEGREE PD


1. Orde (tingkat) PD adalah tingkat
tertinggi turunan yang muncul
pada PD tersebut.
2. Degree (derajat) PD yang dapat
ditulis sebagai polinomial dalam
turunan adalah derajat turunan
tingkat tertinggi yang muncul
pada PD tersebut.

Beberapa Contoh PD
dy
x5
dx
d2y
dy
3
2y 0
2
dx
dx

y ' ' ' 2( y ' ' ) y ' cos x


2

( y' ' ) ( y' ) 3 y x


2

SOLUSI INTEGRASI LANGSUNG


Selesaikan PD berikut!
dy
x5
dx

Penyelesaian:
1 2
y x 5x C
2

(fungsi kuadrat)
home

PERSAMAAN DIFERENSIAL
DENGAN KOEFISIEN
LINIER

PD dgn Koefisien Linier

Bentuk umum:

(ax + by + c)dx + (px +qy + r)dy = 0 (*)


Jika c = r = 0, maka (*) menjadi:
(ax + by)dx + (px + qy)dy = 0, (PDH)
Jika px + qy = k(ax + by), maka (*)
menjadi:
(ax + by + c)dx + (k(ax + by) + r)dy =0,
PDVT

Jika a/p b/q, c 0, r 0, maka (*) dapat mengambil


bentuk:

ax + by + c = 0
px + qy + r = 0
adalah persamaan dua garis yang
berpotongan, misal TP(x1, y1)
maka lakukan substitusi:
X = x x1 atau x = X + x1,

dx = dX

Y = y y1 atau y = Y + y1,

dy = dY

terhadap persamaan (*)

maka diperoleh:
(aX + bY)dX + (pX + qY)dY=0,

PDH

selanjutnya lakukan substitusi Y = vX,


atau dY = vdX + Xdv.

Contoh soal
Selesaikan persamaan di bawah ini!

1. ( x 2 y 1)dx (2 x y 7)dy 0

home

PERSAMAAN DIFERENSIAL
EKSAK

Pers Diferensial Eksak


Bentuk umum:

P ( x, y )dy Q ( x, y )dy 0

.........(*)

adalah PD eksak bila ruas kiri adalah


diferensial dari f(x,y) =0.

f
f
df ( x, y )
dx
dy 0
x
y
f
P
x

f
Q
y

Maka :

P f

y xy
2

Q f

x xy
2

Jika persamaan (*) merupakan PD Eksak,


maka berlaku P

y
x

Jika

P Q

y
x

maka persamaan (*) merupakan PD Eksak.

Soal latihan
Selesaikan persamaan di bawah ini!

1.

(2 x 3 y )dx (3 x 4 y )dy 0

Penyelesaian:

P 2x 3y
P
3
y

Q 3x 4 y
Q
3
x

(PDE)

f
f
P
2x 3y , Q
3x 4 y
x
y

f ( x, y ) (2 x 3 y )dx C ( y )
x 2 3 xy C ( y )

f
3x C ' ( y ) 3x 4 y
y
C ' ( y) 4 y
C ( y ) 4 y dy 2 y C1
2

f ( x, y ) x 3 xy 2 y C
2

x 3xy 2 y C
2

home

FAKTOR
INTEGRASI

FAKTOR INTEGRASI
Dik: P(x, y)dx + Q(x, y)dy = 0 (*)
Jika pers (*) tidak eksak, maka dapat
dijadikan PDE. Caranya yaitu kalikan pers
(*) dengan suatu fungsi tertentu, misal
u(x, y) yang dinamakan faktor integrasi.
Sehingga persamaan (*) menjadi:
uP(x, y)dx + uQ(x, y)dy = 0 (**).
Persamaan (**) sudah menjadi PDE,
selajutnya selesaikan persamaan tersebut
sesuai dengan prosedur yang berlaku.

Bila diberikan suatu persamaan diferensial


yang tidak eksak, maka faktor integrasi dapat
dicari dengan beberapa kemungkinan berikut.
Faktor integrasi hanya
tergantung dari fungsi x,
maka fungsi x dapat
dicari dengan cara:

Maka faktor integrasi


dapat ditentukan
dengan cara:

P Q

y x f (x)
Q

f ( x ) dx

Faktor integrasi hanya


tergantung dari fungsi y,
maka fungsi y dapat
dicari dengan cara:

P Q


y x g ( y )
P

Maka faktor integrasi


dapat ditentukan
dengan cara:

g ( y ) dy

Bila faktor integrasi sudah diperoleh


kalikan terhadap pers (*) untuk
mengasilkan pers (**) sehingga
terbentuk PDE.

Contoh soal
Selesaikan persamaan di bawah ini!

1. ( x 2 y )dx xdy 0
Penyelesaian:
Karena P 2 Q 1 maka bukan PDE.

Selanjutnya

P Q

1
y
x
f ( x)
Q
x

Sehingga faktor integrasi yang dicari adalah:

1
dx
x

ln x

Kemudian kalikan faktor tersebut terhadap


persamaan semula, maka diperoleh
persamaan baru (PDE), yaitu:

( x 2 xy )dx x dy 0
2

Setelah menjadi PDE, selesaikan sesuai


dengan prosedur yang benar, untuk
memperoleh:

x 3x y C
3

Kemungkinan lain untuk


mencari faktor integrasi adalah:
Jika pers (*)
merupakan PDH dan

Px Qy 0

maka faktor
integrasi adalah

1
Px Qy

Jika pers (*) dapat ditulis dalam bentuk


yf(xy)dx+xg(xy)dy=0 dan f(xy) g(xy),
maka faktor integrasi adalah:

1
Px Qy

Soal latihan
2. ( x y x)dx xydy 0
2

3. (2 xy e 2 xy y )dx
4

( x y e x y 3x)dy 0
2

4. (2 x y 4 x y 2 xy xy 2 y )dx
3

(2 y 2 x y 2 x)dy 0
3

5. ( x y )dx xy dy 0
4

2. ( x y x)dx xydy 0
2

3 x 4 x 12 x y 0

4 x 3 x 12 x y 0

3x 4 x 6 x y 0

4 x 3x 6 x y 0

Coba lagi
ya!

Terima
kasih, Anda
berhasil

home

PERSAMAAN
DIFERENSIAL
LINIER (PDL)

Pers Diferensial Linier


Bentuk umum:

y Py Q
'

(i)

P dan Q adalah fungsi-fungsi dari x.

Salah satu cara untuk menyelesaikan


persamaan (i) di atas adalah dengan
memisalkan y = uv, dimana u dan v
masing-masing fungsi dari x.
Karena y = uv, maka y = uv + uv .(ii)
Dari pers (i) dan (ii) diperoleh:
uv +uv + Puv = Q atau
v(u + Pu) + uv = Q, dalam hal ini ambil
syarat (u + Pu)=0 atau uv = Q (iii)

Karena (u + Pu)=0, maka

du
'
u
dx
P atau
P,
u
u
du
maka
Pdx atau ln u Pdx
u
Pdx
Pdx

ln u ln e
atau u e
.......(*)

Karena

uv Q maka e

Pdx

'

Pdx

v Q.e
'

.v Q atau
'

Pdx

maka v e .Qdx C .....(**)

Berdasarkan pemisalan y = uv, maka


dari persamaan (*) dan (**) diperoleh:

y uv

ye

Pdx

[ e

Pdx

.Qdx C ]

Soal latihan
Selesaikanlah persamaan di bawah ini!

1.
2.

dy
2 y cos 2 x
dx
dy
y sin x
dx
dy sin x y

dx
tan x
2

3.

home

PERSAMAAN
DIFERENSIAL
HOMOGEN

Pers Diferensial Homogen


Bentuk umum PD orde 2:

y a1 ( x) y a 2 ( x) y k ( x)
''

'

PDH Orde 2:

y a1 y a 2 y 0
''

'

Subtitusi:

(*)

ye

rx

Karena
maka

ye

rx

y re
'

rx

(**)

y r e
''

2 rx

Dari (*) dan (**) diperoleh:

r e a1 (re ) a 2 (e ) 0
2 rx

rx

rx

e (r a1r a 2 ) 0
rx

r a1r a 2 0
2

(#)

Pers (#) dinamakan persamaan bantu.

Jika r1 dan r2 adalah akar-akar real


berlainan dari persamaan bantu,
maka penyelesaian umum dari:

y a1 y a 2 y 0
''

'

adalah:

y C1e C 2 e
r1 x

r2 x

Contoh:
1.Tentukanlah penyelesaian umum dari
persamaan:
''
'

y 7 y 12 y 0

Penyelesaian:

y C1e

3 x

C2e

r 7r 12 0
(r 3)(r 4) 0
r1 3, r2 -4
2

4 x

Jika r1 dan r2 adalah akar-akar


kembar dari persamaan bantu, maka
penyelesaian umum dari:

y a1 y a 2 y 0
''

'

adalah:

y C1e C 2 xe
rx

rx

Contoh:
1.Tentukanlah penyelesaian umum dari
persamaan:
''
'

y 6y 9y 0

Penyelesaian:

r 6r 9 0
(r 3)(r 3) 0
2

(r 3) 0
r1 r2 3
2

y C1e C 2 xe
3x

3x

Jika persamaan bantu memiliki akarakar bilangan kompleks, a + bi dan


a
bi, maka penyelesaian umum dari:

y a1 y a 2 y 0
''

'

adalah:

y C1e

( a bi ) x

C2e

( a bi ) x

e (C1e C 2 e
ax

bix

bix

y e (C1 cos bx C1i sin bx


ax

C 2 cos bx C 2 i sin bx)


y e (C1 C 2 ) cos bx (C1 C 2 )i sin bx
ax

y e ( A cos bx B sin bx)


ax

Contoh:
1.Tentukanlah penyelesaian umum dari
persamaan:

y 4 y 13 y 0
''

'

Penyelesaian:

r 4r 13 0
r1 2 3i, r2 2 3i
2

y Ae cos 3x Be sin 3x
2x

2x

Soal latihan
2

d y
1.

4
y

0
2
dx
2

d y
dy
2.

5
y

0
2
dx
dx
3

d y
d y
dy
3.
3 2 3 y 0
3
dx
dx
dx

d y
d y
dy
4.

13
y

0
3
2
dx
dx
dx
4

d y
5.
0
4
dx
5

d y
d y
dy
6.

16

0
5
3
dx
dx
dx
home

PERSAMAAN
DIFERENSIAL
TIDAK
HOMOGEN

Pers Dif Tidak Homogen


Bentuk umum PD orde 2:

y a1 ( x) y a 2 ( x) y k ( x)
''

'

PDTH Orde 2 dengan koefisien konstan:

y a1 y a 2 y k ( x) 0
''

'

Penyelesaia

(*)

Penyelesaian PDTH dapat


direduksi atas tiga tahapan
1.Tentukan penyelesaian umum dari
persamaan homogen y + a1y + a2y = 0,
ditulis yh.
2.Tentukan suatu penyelesaian khusus
terhadap persamaan tak homogen (*),
ditulis yk.
3.Tambahkan kedua penyelesaian di atas,
yh + yk = y (dinamakan penyelesaian
umum dari (*)).
Metode

Metode
?
Metode
Koefisien
Tak Tentu

Metode
Variasi
Parameter

Metode Koefisien Tak Tentu


Perhatikan persamaan:

y a1 y a 2 y k ( x)
''

'

Dalam hal ini fungsi k(x) yang paling


mungkin adalah berupa polinom,
eksponen, sinus dan kosinus.
Untuk menentukan yk didasarkan pada
penyelesaian coba-coba.
Fungsi coba2

Penyelesaian Coba-coba

k(x)
?
2

Coba
yk ?

k ( x) bm x ... b1 x b0
m

y k Bm x ... B1 x B0
m

k ( x) be

rx

y k Be

rx

k ( x) b cos x c sin x

y k B cos x C sin x

Catatan:
Jika salah satu fungsi dari
k(x) adalah suatu
penyelesaian terhadap
penyelesaian homogen,
maka kalikan
penyelesaian coba-coba
dengan x (atau mungkin
dengan suatu pangkat
dari x yang lebih tinggi).

Metode Variasi Parameter


Jika u1(x) dan u2(x) adalah penyelesaian
yang saling bebas terhadap persamaan
homogen, maka terdapat suatu
penyelesaian khusus terhadap persamaan
tak homogen yang berbentuk:

y k v1 ( x)u1 ( x) v 2 ( x)u 2 ( x)
dengan
'

'

v1 ( x)u1 ( x) v 2 ( x)u 2 ( x) 0
'

'

'

'

v1 ( x)u1 ( x) v 2 ( x)u 2 ( x) k ( x)

Contoh soal
Tentukan penyelesaian umum dari
persamaan berikut dengan menggunakan
metode variasi paramater!

y y sec x
''

Penyelesaian:
Untuk menentukan penyelesaian
homogen, cari dulu persamaan bantu
sehingga diperoleh:

y h C1 cos x C 2 sin x

Untuk menentukan penyelesaian khusus,


maka tulis yk sebagai berikut:

y k v1 ( x) cos x v 2 ( x) sin x
dengan
'

'

v1 ( x) cos x v 2 ( x) sin x 0
'

'

v1 ( x) sin x v 2 ( x) cos x sec x

(*)

Dengan menyelesaikan sistem (*),


maka diperoleh:

'

v1 ( x) tan x

'

dan v 2 ( x) 1

Sehingga:

v1 ( x) tan xdx ln cos x


v 2 ( x) dx x
yk (ln cos x ) cos x x sin x

Berdasarkan uraian di atas, maka


penyelesaian umum yang harus
dicari adalah:

y (ln cos x ) cos x x sin x


C1 cos x C 2 sin x

Soal latihan

1. y 9 y x
''

2. y 2 y y x x
''

'

3. y 5 y 6 y e
''

'

4. y 4 y 3 y e
''

'

3 x

5. y y 2 y 2 sin x
''

'

6. y 9 y sin x e
''

2x

home

Untuk mengakhiri pembelajaran ini,


marilah kita bersama-sama
membaca ALHAMDULILLAH