Anda di halaman 1dari 19

S

K
I
R
T
MA
Oleh :
HIMMATUL ALIYAH
NPM : 12.1.01.05.106

Matriks
Pengertian Matriks
Ordo Matriks
Macam-macam Matriks
Transpose Matriks
Kesamaan Dua Buah Matriks
Operasi Matriks
Determinan Matriks
Invers Matriks

Operasi Penjumlahan
Operasi Pengurangan
Operasi Perkalian
Perpangkatan matriks persegi

PENGERTIAN MATRIKS
Matriks adalah suatu susunan elemen-elemen atau entri-entri yang berbentuk
persegi panjang yang diatur dalam baris dan kolom. Susunan elemen ini diletakkan
dalam tanda kurung biasa ( ), atau kurung siku [

]. Elemen-elemen atau entri-entri

tersebut dapat berupa bilangan atau berupa huruf. Matriks dinotasikan dengan huruf
kapital seperti A, B, C dan seterusnya. Sedangkan elemennya, jika berupa huruf, maka
ditulis dengan huruf kecil.

a11
a
21

Baris ke-1

am1 am 2 am3 ... amn

Baris ke-m

A=

a13 ... a1n


a23 ... a2 n
:
:
:

Kolom
Ke- 1

a12
a22
:

Kolom
Ke- 2

Baris ke-2

Kolom
Ke- n

ORDO MATRIKS
Ordo adalah ukuran suatu matriks yang dinyatakan dalam banyaknya baris kali
banyaknya kolom.
Contoh :
1 0 4

A=

3 2 5

Baris

Kolom

Banyaknya baris matriks A adalah 2


Banyaknya kolom matriks A adalah 3
Ordo matriks A adalah 2 x 3 ditulis A 2x3
Secara umum:
Jika banyaknya baris matriks A adalah m dan banyaknya kolom n maka ordo matriks A
ialah m x n ditulis Amxn

MACAM-MACAM MATRIKS
1) Matriks Baris
Matriks baris hanya mempunyai satu baris saja., jumlah kolom bebas. Contoh:
A= 2 3 5

2) Matriks Kolom
Matriks kolom hanya mempunyai satu kolom saja, jumlah baris bebas. Contoh:
1

4
A=
5

3) Matriks Persegi
Matriks yang mempunyai jumlah baris dan kolom yang sama. Contoh:
A=

4 3

0
2

a) Matriks Diagonal
Matriks persegi yang mempunyai elemen padabpada diagonal utama
atau pada diagonal kedua. Contoh:
0 0 1
A3x3 = 3 0 0
A3x3 =

2
0

0 0 0
0 0 0
0 0 8

Diagonal kedua

Diagonal Utama
b) Matriks Segitiga
- Matriks Segitiga Atas
Contoh:
Matriks persegi yang mempunyai elemen
A3x3 =
dibawah diagonal utama nol semua, sedangkan
di atas diagonal utama boleh ada elemen yang tidak nol.

3 2

0 1

0 0 8

- Matriks Segitiga Bawah


3 0 0
Matriks persegi yang mempunyai elemen
A3x3 = 0 1 0
diatas diagonal utama nol semua, sedangkan
2 1 8

di bawah diagonal utama boleh ada elemen yang tidak nol.

c) Matriks Identitas
Matriks persegi mempunyai elemen pada diagonal utama angka 1,
sedangkan elemen yang lain nol semua.
Contoh: I3x3 = 1 0 0

0 1 0
0 0 1

d) Matriks Nol
Matriks yang mempunyai elemen nol semua. Contoh:
O2x2 = 0 0

0
0

e) Matriks Simetris
Matriks persegi yang unsur pada baris ke-i dan kolom ke-j sama dengan unsur
pada baris ke-j kolom ke-i.
Contoh: A = 5 3 1 , di mana a12 = a21 = 3; a13 = a31 = 1; dan a23 = a32 = 4
3 0 4
1 4 0

TRANSPOSE MATRIKS
Dari suatu matriks, misalnya matriks A, dapat dibentuk matriks baru dengan ketentuan:
a. Baris pertama matriks A menjadi kolom pertama matriks baru.
b. Baris kedua matriks A menjadi kolom kedua matriks baru, dan seterusnya.
Matriks baru yang terbentuk itu disebut transpose matriks A dan ditulis A t
(dibaca transpose A)
Contoh: A2x3 = 4 1

(A t ) 3x2 =

4 0

1 2
3 5

KESAMAAN DUA BUAH MATRIKS


Dua buah matriks, A dan B, dikatakan sama (A = B) apabila matriks A dan matriks B
mempunyai ordo yang sama dan elemen yang seletak sama. Contoh:
A=
,
B=
C=
13 3
13 3
13 3

0 6
0 6
0 6
A B karena elemen yang seletak tidak sama
A = C karena elemen yang seletak sama

OPERASI MATRIKS
Operasi Penjumlahan
Dua buah matriks atau lebih dapat dijumlahkan apabila matriks yang dijumlahkan
mempunyai ordo yang sama dengan cara menjumlahkan elemen-elemen yang seletak
dari dua atau lebih matriks yang akan dijumlahkan.

Contoh:
A2x2 = , B2x3 = , C2x2 =

Keterangan :
Matriks A2x2 + B2x3
tidak bisa dijumlahkan karena ordo kedua matriks tidak
sama. (ordo matriks A ordo matriks B)
Matriks A2x2 + C2x2
bisa dijumlahkan dengan cara menjumlahkan elemen
yang seletak
A2x2 + C2x2 = + =

Operasi Pengurangan
Dua buah matriks atau lebih dapat dikurangkankan apabila matriks yang
dikurangkan mempunyai ordo yang sama dengan cara mengurangkan elemen-elemen
yang seletak dari dua atau lebih matriks yang akan dikurangkan.

Contoh:
A2x2 = , B2x3 = , C2x2 =

Keterangan :
Matriks A2x2 B2x3
tidak bisa dikurangkan karena ordo kedua matriks tidak
sama. (ordo matriks A ordo matriks B)
Matriks A2x2 C2x2
bisa dikurangkan dengan cara mengurangkan elemen
yang seletak
A2x2 C2x2 = - =

Operasi Perkalian

1) Perkalian matriks Aixj dengan skalar k


Skalar k dikalikan dengan elemen-elemen matriks Aixj
k . A= A. k
k. = .k
=

2) Perkalian Dua Buah Matriks


Dua buah matriks, S dan T, dapat dikalikan (S x T) apabila jumlah kolom pada
matriks S sama dengan jumlah baris pada matriks T. Cara mengalikan : Semua baris
pada matriks S dikalikan semua kolom pada matriks T.
Si x j x Tj x k = Ui x k

Diketahui matriks :
A= , B = , C= , D =

- Perkalian matriks A x B
= x
=

=x
=

- Perkalian matriks C x D

3) Perkalian dua buah matriks berordo 3 x 3


Dua buah matriks, A dan B, berordo 3 x 3 dapat dikalikan dengan cara:
Semua baris pada matriks A dikalikan dengan semua kolom pada matriks B.

A=

AxB=

A=

Perpangkatan Matriks Persegi

A adalah suatu matriks persegi, maka :


A2 = A x A
A3 = A x A x A, dan seterusnya

A n = A x A n-1

DETERMINAN MATRIKS
Determinan Matriks Berordo 2 x 2
Jika diketahui matriks A = , maka determinan matriks A ditulis .

Contoh:
Diketahui matriks A = . Tentukan nilai dari .
Penyelesaian:
=

= (4 x 3) (2 x 5)
= 12 10
=2

Determinan Matriks Berordo 3 x 3


Mencari determinan matriks berordo 3 x 3 dengan menggunakan aturan Sarrus

A=
=a11.a22.a33 + a12.a23 .a31 + a13.a21.a32

(a13 .a22.a31 + a11.a23 .a32 + a12.a21.a33 )

Contoh:
Tentukan determinan matriks berordo 3 x 3 berikut.

A=

Penyelesaian
:
A=

= (1.2.0 + 3.(-2).(-1) + (-1).0.1) ((-1).2.(-1) + 1.(-2).1 + 3.0.0)


= (0 + 6 + 0) (2 + (-2) + 0)
=60
=6

INVERS MATRIKS
Invers Matriks Berordo 2 x 2
Jika diketahui matriks A = , maka determinan matriks A dilambangkan A-1
A-1 =

Contoh:
Tentukan invers dari matriks A =

Penyelesaian:
A-1 = =
= =

A-1 =

DAFTAR PUSTAKA

Anda mungkin juga menyukai