Anda di halaman 1dari 41

PRINSIP DAN

IDENTIFIKASI ETIKA
DAN NORMA

Kelompok 1 :

Atika Suri
Andri Pratama Putra
Dom Dom Panjaitan
Henny Sarma Uli
Martupa Nauli
Mega Nurjannah
M. Priyadi Afbas
Nidaus Saadah
Ribka Wiradinata
Savira Rahmadian
Siti Khadijaah Solehah
Wiwismi
Yunri Cahyati

Latar Belakang
Sebagai suatu profesi, ahli gizi selayaknya
mempunyai etika, baik tertulis maupun tidak
tertulis.

Seorang

senantiasa
berkata

bersikap
halus,

mendahulukan
dalam

ahli

gizi

santun,

dan

berbudi

senantiasa

kepentingan

melaksanakan

diharapkan

orang

kegiatan

luhur,
lebih
banyak
profesi

dibandingkan dengan kepentingan pribadi.

Tujuan

Untuk

mengetahui

mengedentifikasi

pasien

cara
sesuai

prosedur.

Untuk mengetahui prinsip etika dan


norma dalam pelayanan gizi pada
pasien di Rumah Sakit

Untuk mengetahui etika dan norma


dalam berpenampilan.

Rumusan Masalah
Bagaimana

cara

mengedentifikasi pasien?
Apa

prinsip

etika

dan

norma

dalam pelayanan gizi?


Bagaimana

prinsip

etika

norma dalam penampilan?

dan

Manfaat

Mahasiswa

dapat

mengetahui

cara

mengedentifikasi pasien dengan baik

Mahasiswa

dapat

etika

norma

dan

mengetahui
serta

dapat

prinsip
lebih

beretika dalam pelayanan gizi

Mahasiswa

dapat

mengetahui

serta

dapat mengaplikasi kan prinsip etika dan


norma dalm berpenampilan.

Identifikasi Kondisi Pasien dan


Keluarga
Identifikasi pasien adalah suatu sistem
identifikasi
kepadan
pasien
untuk
membedakan antara pasien satu dengan
yang lain sehingga memperlancar atau
mempermudah
dalam
pemberian
pelayanan kepada pasien
Proses identifikasi pasien perlu dilakukan
dari sejak awal pasien masuk rumah sakit
yang kemudian identitas tersebut akan
selalu dan konfirmasi dalam segala proses
di rumah sakit.

Tujuan identifikasi pasien antara lain :


Untuk memberikan identitas pada pasien.
Untuk membedakan pasien.
Untuk menghindari kesalahan medis ( mal praktek ).
Kebijakan identifikasi pasien dengan menggunakan dua
cara, yaitu:
Dengan menyebutkan nama pasien, umur, dan nomor
registrasi.
Dengan mengunakan gelang identitas pasien
Gelang warna pink untuk pasien perempuan.
Gelang warna biru untuk pasien lakilaki.
Gelang warna merah untuk pasien mempunyai riwayat
alergi.
Gelang warna kuning untuk pasien mempunyai resiko
jatuh.

Identifikasi pasien dilakukan pada saat :


Pada saat sebelum pemberian obat.
Pada saat pemberian darah atau produk darah.
Pada saat sebelum pengambilan darah atau spesimen lain
untuk pemeriksaan klinis.
Pada saat sebelum pemberian pengobatan dan tindakan
atau prosedur

Saat pemasangan gelang identifikasi petugas harus :


Jelaskan manfaat gelang pasien.
Jelaskan bahaya untuk pasien yang menolak, melepas,
menutupi gelang.
Meminta pasien untuk mengingatkan petugas bila akan
melakukan tindakan atau memberi obat, memberikan
pengobatan tidak mengkonfirmasi nama dan mengecek
gelang identifikasi.

Identifikasi Pasien Khusus

Prosedur identifikasi neonatus :


Neonatus harus menggunakan dua gelang
identifikasi setiap saat ( detail yang sama pada
dua anggota gerak yang berbeda yaitu anggota
gerak atas dan anggota gerak bawah ).
Gelang pasien neonatus berisi identifikasi ibu
yang melahirkan pasien jika nama pasien
belum teregistrasi.
Setelah nama neonatus teregistrasi, identifikasi
mengenai ibu pasien dapat diganti dengan
identifikasi pasien tersebut.
Gelang identifikasi warna pink untuk bayi
perempuan dan warna biru untuk lakilaki.

Prosedur identifikasi pasien anak :


Gelang identifikasi anak berisi nama pasien, nomor rekam
medis, tanggal lahir dan nama orang tua atau wali pasien.
Gelang identifikasi untuk bayi perempuan pink dan biru untuk
lakilaki.
Prosedur identifikasi pasien dengan alergi
Pasien harus di pastikan memilik riwayat alergi atau tidak
sebelum di rawat inap.
Gelang identifikasi alergi berwarna merah dikenakan di salah
satu pergelangan tangan dan harus dicatumkan nama alergen
dengan jelas.
Data alergi harus terdokumentasi di rekam medis pasien.
Satu gelang alergi dapat memuat maximal 3 ( tiga ) identifikasi
alergi pasien, jika lebih dari tiga alergi dapat ditambahkan
gelang identifikasi alergi baru sesuai dengan kelipatan tiga.
Jika ditemukan alergi baru, gelang identifikasi alergi baru harus
dikenakan.

Prosedur identifikasi pasien dengan resiko jatuh


Pasien dengan resiko jatuh adalah pasien dengan agitasi,

agresi, delirium yang belum membaik, geriatri dan pasien lain


dengan kebutuhan kekang.
Gelang

identifikasi pasien dengan resiko jatuh berwarna

kuning yang dikenakan di salah satu pergelangan tangan


dengan mencantumkan nama pasien, jenis kelamin, nomor
rekam medis, dan tanggal lahir.
Pasien agitasi, agresi dan kebutuhan kekang yang beresiko

membahayakan dirinya dan merusak gelang yang dikenakan


dipergelangan tangan dapat dikenakan di pergelangan kaki
dan apabila pasien sudah membaik dan tenang, gelang tidak
perlu dipindahkan

Prinsip Etika dan Norma


Sebagai tenaga gizi profesional, seorang ahli gizi dan ahli
madya gizi harus melakukan tugas-tugasnya atas dasar :

Kesadaran

dan

rasa

tanggung

jawab

penuh

akan

kewajiban terhadap bangsa dan negara.

Keyakinan penuh bahwa perbaikan gizi merupakan salah


satu

unsur

penting

dalam

upaya

mencapai

derajat

kesehatan dan kesejahteraan rakyat.

Tekad

bulat

untuk

menyumbangkan

tenaga

dan

pikirannya demi tercapainya masyarakat adil, makmur


dan sehat sentosa.

Prinsip-Prinsip Etika(Hipcrates)
Tidak merugikan(non maleficence)
Cth: Pendapat dokter dalam pelayanan tidak dapat diterima pasien &
keluarganya sehingga jika dipaksakan dapat merugikan pasien.
Membawa Kebaikan(Beficence)
Cth:dokter memberi obat kanker tetapi mempunyai efek yg lain, maka
dokter harus mempertimbangkan secara cermat
Menjaga Kerahasiaan(Confidentiality)
cth: tenaga kesehatan menjaga identitas kesehatan pasien jangan
menyampaikan semua jangan sampai menghambat penyembuhannya
Otonomi Pasien (autonomy Pasien)
Cth: pasien berhak menentukan tindakan-tindakan baru dpt dilakukan atas
persetujuan dirinya.
Berkata Benar (truth telling)
Cth: tenaga kesehatan harus menyampaikan sejujurnya penyakit pasien
namun tidak dapat diutarakan semua kecuali kepada keluarganya
Berlaku adil (Justice)
Cth: tenaga kesehatan tidak boleh diskriminatif dalam pelayanan kesehatan
Menghormati Privasi (Privacy)
Cth : Tidak boleh menyinggung hal pribadi pasien dan sebaliknya.

Prinsip Etika dan Norma dalam


Pelayanan Gizi
Prinsip-Prinsip Umum
Meningkatkan
keadaan
gizi,
kesehatan,
kecerdasan, dan kesejahteraan rakyat.
Menjunjung tinggi nama baik profesi gizi, dengan
menunjukkan sikap, perilaku dan budi luhur, serta
tidak mementingkan kepentingan pribadi.
Menjalankan profesinya menurut ukuran yang
tertinggi.
Menjalankan profesinya dengan bersikap jujur,
tulus, dll.

Berkewajiban untuk senantiasa berdasarkan


prinsip keilmuan, informasi terkini, dan
dalam
menginterpretasikan
informasi,
hendaknya secara objektif tanpa bias
individu dan mampu menunjukan sumber
rujukan yang benar.
Mengenal dan memahami keterbatasannya
sehingga bisa bekerjasama dengan pihak lain
atau membuat rujukan bila diperlukan.
Menjadi pendidik rakyat yang sebenarnya.
Ahli gizi dalam bekerjasama dengan para
profesional lain, baik di bidang kesehatan
maupun
lainnya,
berkewajiban
untuk
senantiasa memelihara pengertian yang
sebaik-baiknya.

Kewajiban Terhadap Klien

Ahli gizi berkewajiban sepanjang waktu untuk senatiasa


berusaha memelihara dan meningkatkan status gizi klien,
baik dalam lingkup institusi pelayanan gizi atau dalam
masyarakat umum.
Ahli gizi berkewajiban untuk senantiasa menjaga
kerahasiaan klien atau masyarakat yang dilayaninya, baik
ketika klien masih atau sudah tidak berada dalam
pelayanannya, bahkan juga setelah klien meninggal dunia.
Ahli gizi dalam menjalankan profesinya senantiasa
menghormati dan menghargai kebutuhan unik setiap klien
yang dilayani dan peka terhadap perbedaan budaya, serta
tidak melakukan diskriminasi dalam hal suku, agama, ras,
ketidakmampuan, jenis kelamin, usia, dan tidak melakukan
pelecehan seksual.

Ahli

gizi
berkewajiban
sentiasa
memberikan
pelayanan gizi prima, cepat, akurat terutama kepada
klien yang menunjukkan tanda-tanda ada masalah
gizi/gizi kurang.
Ahli gizi berkewajiban untuk memberikan informasi
kepada klien dengan tepat dan jelas, sehingga
memungkinkan klien agar mengerti dan bersedia
mengambil keputusan sendiri berdasarkan informasi
tersebut. Dan apabila dalam melakukan tugasnya
ada
keraguan
atau
ketidakmampuan
dalam
memberikan pelayanan, maupun informasi yang
tepat kepada klien, ia berkewajiban untuk senantiasa
mengatakan tidak tahu dan berusaha berkonsultasi
atau membuat rujukan dengan ahli gizi lain maupun
ahli lain yang mempunyai kemampuan dalam
masalah tersebut.

Kewajiban Terhadap Masyarakat

Ahli gizi berkewajiban untuk melindungi masyarakat


umum, khususnya tentang penyalahgunaan pelayanan,
informasi yang keliru, dan praktik yang tidak etis berkaitan
dengan gizi dan pangan, termasuk makanan dan terapi
gizi/diet. Ahli gizi hendaknya senantiasa memberikan
pelayanannya sesuai dengan informasi yang faktual,
akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Ahli gizi berkewajiban untuk senatiasa melakukan
kegiatan pengawasan pangan dan gizi, melakukan
pemantaun atau pengukuran status gizi dalam masyarakt
secara teratur dan berkesinambungan, sehingga dapat
mencegah terjadinya masalah gizi dalam masyarakt serta
dapat merehabilitasi secara cepat pada masyarakat yang
menderita masalah gizi.

Kewajiban Terhadap Teman Seprofesi Dan Mitra


Kerja

Ahli gizi ketika melakukan promosi gizi dalam rangka


meningkatkan dan memelihara status gizi optimal
dari masyarakat, berkewajiban untuk senantiasa
bekerjasama, melibatkan, dan menghargai berbagai
disiplin ilmu sebagai mitra kerja dalam masyarakat.
Ahli gizi berkewajiban untuk senantiasa memelihara
hubungan persahabatan yang harmonis dengan
organisasi atau disiplin ilmu/profesional sejenis, yang
terkait dengan upaya peningkatan status gizi,
kesehatan, kecerdasan, dan kesejahteraan rakyat.
Ahli gizi berkewajiban untuk senantiasa loyal dan
taat asa di organisasi tempat di mana ahli gizi
dipekerjakan.

Kewajiban Terhadap Profesi dan Diri Sendiri

Ahli gizi berkewajiban untuk melindungi dan menjunjung tinggi


ketentuan yang dicanangkan oleh profesi.
Ahli gizi berkewajiban untuk senantiasa memajukan dan
memperkaya pengetahuan dan keahlian yang dibutuhkan dalam
menjalankan profesinya sesuai perkembangan ilmu dan teknologi
terkini serta peka terhadap perubahan lingkungan.
Ahli gizi harus menunjukkan sikap percaya diri, berpengetahuan luas,
dan berani mengemukakan pendapat serta mengaku salah bila
memang salah, dan senantiasa menunjukkan kerendahan hati untuk
bersedia menerima pendapat orang lain jika memang pendapat
tersebut benar atau memiliki manfaat yang luas.
Ahli gizi berkewajiban untuk bisa mengukur kemampuan dan
keterbatasan diri sendiri, serta mengenal kebutuhan diri sendiri
untuk selalu memperbaharui pengetahuan dan keterampilannya
dalam rangka meningkatkan kuantitas dan kualitas pelayanan.selain
itu, ahli gizi harus mampu melakukan prediksi kejadian di masa yang
akan datang.

Ahli gizi dalam menjalankan profesinya, berkewajiban untuk


tidak boleh dipengaruhi oleh kepentingan pribadi, termasuk
menerima uang selain imbalan yang layak sesuai dengan
jasanya, meskipun dengan sepengetahuan klien/masyarakat.
Ahli gizi berkewajiban untuk tidak melakukan perbuatan yang
bersifat memuji diri sendiri dan memaksa orang lain
melanggar hukum.
Ahli gizi berkewajiban untuk memelihara kesehatan dan
keadaan gizinya agar mampu bekerja dengan baik.
Ahli
gizi
berkewajiban
untuk
melayani
masyarakat
umumtanpa memandang keuntungan perseorangan atau
kebesaran seseorang.
Ahli gizi dalam menjalankan profesinya, boleh mencantumkan
namanya untuk sertifikasi bagi institusi yang akan
memberikan pelayanan gizi, selama ahli gizi yang
bersangkutan memang betul-betul memberikan pelayanan
gizi.

Prinsip etika dan norma dalam


berpenampilan

Etika dalam Berperilaku Mahasiswa

1. Etika Pergaulan di Lingkungan Kampus


Berpakaian dan bersepatu rapi di lingkungan kampus;
Menjunjung tinggi nilai-nilai ilmiah;
Mengetahui, memahami dan melaksanakan peraturan-peraturan
yang berlaku di lingkungan kampus dan berusaha tidak melanggar;
Memberi contoh yang baik dalam berperilaku kepada adik tingkat,
teman setingkat dan kakak tingkat;
Saling menghormati dan menghargai terhadap sesama mahasiswa;
Berperilaku dan bertutur kata yang sopan, baik di dalam kelas dan
di luar kelas yang mencerminkan perilaku sebagai mahasiswa dan
dijiwai oleh nilainilai agama / kepercayaan yang dianut;
Tidak berperilaku asusila atau tidak bermoral;
Bersedia menerima sanksi yang ditetapkan atas pelanggaran
terhadap peraturan yang berlaku sebagai bagian dari pendidikan
disiplin.

Etika Pergaulan di Luar Kampus

Menjadi contoh yang baik di lingkungan


dimana mahasiswa tersebut berada;
Berperilaku dan bertutur kata yang baik
yang mencerminkan sebagai mahasiswa;
Berupaya mengaplikasikan ilmu
pengetahuan dan teknologi yang telah
dipelajarinya di masyarakat sebagai wujud
pengabdian;
Mengembangkan ilmu pengetahuan dan
teknologi di luar kampus.

Hal - hal yang dapat mempengaruhi


kehidupan sosial seorang individu

Self Confidenceyang baik akan memperkuat rasa percaya diri


anda.
Self Control, merupakan cara mengontrol terhadap kesabaran,
kemarahan dan rasa tidak puas, sehingga anda tidak mudah
terpancing oleh emosi dalam situasi apapun.
Body language(Bahasa Tubuh), merupakan hal yang dapat
dimengerti oleh setiap orang, sehingga dapat digunakan
sebagai salah satu faktor yang akan mempengaruhi hubungan
sesama manusia.
First Impression, adalah pandangan (Penilaian) seseorang
terhadap seorang individu yang didapatkan dari kesan pertama,
dan kesan ini akan mempengaruhi penilaian dalam hubungan
selanjutnya. ' You will get a second chance to make the first
impression ', oleh karena itu ketika anda berjumpa dengan
orang baru berusahalah untuk memberi kesan yang baik.

Hal - hal yang dapat dilakukan


untuk memupuk rasa percaya diri

Sediakan selalu waktu untuk membaca mengenai berbagai


pengetahuan umum.
Ikuti setiap berita aktual yang ada.
Perdalamlah setiap bidang ilmu yang anda kuasai.
Janganlah segan untuk bertanya apabila anda tidak mengerti.
Siap menerima kritik membangun.
Memperhatikan saran - saran penampilan yang disampaikan untuk
anda.
Siapkan diri anda agar berani berdiskusi, hal tersebut sebagai
upaya untuk menguji apakah pendapat kita dapat diterima oleh
suatu lingkungan tertentu.
Anda harus banyak bergaul dengan berbagai lapisan masyarakat.
Melatih diri dalam berbagai macam keterampilan.
Mempelajari berbagai bahasa asing ataupun daerah untuk
digunakan secara aktif ataupun pasif.

Ciri seorang individu yang


memiliki Tata Krama yang baik
Memiliki rasa percaya diri ketika menghadapi
masyarakat dari tingkat manapun.
Tingkah laku dan ucapannya selalu mempertimbangkan
serta mencerminkan perhatian kepada orang lain.
Bersikap sopan, ramah dan selalu menunjukkan sikap
yang menyenangkan dan bersahabat dengan orang
lain.
Bisa menguasai diri sendiri dan selalu berusaha tidak
menyinggung, mengganggu, menyakiti perasaan dan
pikiran orang lain.
Selalu berusaha tidak mengecewakan, membuat gusar
apalagi membuat marah orang lain, walaupun diri
sendiri dalam keadaan sedih, kesal, lelah ataupun
jenuh.

Etiket Perkenalan

Cara mengenalkan :
Pada waktu mengenalkan orang, ucapkan namanya
dengan jelas, dan apabila tidak terdengar jelas tanyakan
sekali lagi.
Tipe individu terdiri dari introvert dan extrovert oleh
karena itu pada waktu mengenalkan seseorang berikan
sedikit informasi mengenai orang tersebut.
Lakukan Personal Contact dengan cara sebagai berikut :
- Jabatlah tangannya dalam waktu 3 - 4 detik.
- Pandanglah mata orang yang diperkenalkan pada anda.
- Tersenyumlah.
- Tubuh sedikit dibungkukkan ke depan.

Hal - hal yang perlu diperhatikan


dalam suatu perkenalan

Orang yang lebih muda diperkenalkan kepada yang


lebih tua.
Seorang pria diperkenalkan kepada wanita.
Wanita dikenalkan kepada pria, apabila pria itu
orang yang perlu dihormati seperti : Kepala Negara,
Menteri, Gubernur, Duta Besar, Ulama/Tokoh agama
atau pria yang jauh lebih tua Lebih kurang 20
tahun.
Anda boleh mengenalkan diri terlebih dahulu
apabila hal tersebut sekiranya diperlukan.
Hindari perkenalan ditempat yang ramai seperti :
Jalan raya, pasar, lift, restoran, dsb.

Hal - hal yang dapat dilakukan


ketika sedang diperkenalkan

Waktu diperkenalkan wanita tidak perlu berdiri, kecuali


bila menghadapi orang - orang yang pantas dihormati
seperti yang sudah diterangkan terlebih dahulu.
2. Pada waktu menyambut tamu - tamu,tuan dan nyonya
rumah harus berdiri.
3. Tamu yang akan pulang harus diantar sampai ke depan
pintu oleh tuan dan nyonya rumah.
4. Seorang pria harus berdiri pada waktu :
- Berjabat tangan dengan wanita atau pria.
- Seorang wanita memasuki ruangan.
- Seorang wanita mendekati ia duduk.
- Seorang wanita yang duduk disampingnya berdiri akan
meninggalkan tempat.

Etiket Dalam Percakapan


Communication Field terdiri dari :
1.Facial Expression.
2.Body Position.
3.Good ( Clear ) Voice.

Sikap Pokok Yang Harus


Dimiliki Pada Saat Berbicara

Mutual Respect(Saling Menghargai)


Speak Up(Berbicara Dengan Terang
Dan Jelas)
Careful Listening(Mendengar Dengan
Sungguh-Sungguh)
Communication Ability(Kemampuan
Berkomunikasi)
Positive Thinking(Berpikir Positif)

Sikap pada waktu bicara


hendaknya sopan

Jangan sambil mengunyah permen karet


Jangan menggaruk-garuk badan atau kepala
Jangan bertolak pinggang atau tangan disaku
Jangan tetap duduk jika seseorang datang mengajak kita
berbicara, sedangkan orang itu tetap berdiri (tentu
tergantung siapa orangnya).
Tataplah wajah lawan bicara kita
Janganlah berbicara dengan rokok dimulut
Bila sedang duduk dengan sikap yang santai sekali, dan
seorang yang lebih tua datang, duduk disebelah kita dan
mengajak bicara, hendaknya sikap duduk diperbaiki.
Jangan terus menerus bicara sehingga tidak memberi
kesempatan pada orang lain.

Apabila berbicara dengan orang


lain, yang harus diperhatikan

Volume suara, keras atau lembut


disesuaikan dengan situasi
Kecepatan berbicara
Tinggi rendahnya nada suara, jangan
cempreng atau melengking
Nada suara hendaknya mengandung
keramahan
Pilihlah kata yang sopan

Dalam melakukan
pembicaraan (conversation)

Jika baru berkenalan jangan membicarakan


agama, politik atau hal-hal yang sifatnya
sangat pribadi.
2. Jangan memonopoli pembicaraan
3. Bila ingin mengundurkan diri, carilah
alasan yang dapat diterima
4. Jangan terlalu memperhatikan apa
yang dikenakan oleh lawan bicara kita
5. Ucapkanlah kata-kata dengan jelas
dan terang.

Cara dan gaya bahasa


berbicara dengan baik

Berbicara cukup perlahan


Berbicara bersemangat
Berbicara ada tekanan tertentu
- Ada selingan antara tinggi rendah suara
- Ada tekanan-tekanan tinggi bagi pesan yang
penting
- Menggunakan efek pembicaraan (berhenti sebentar)
Berbicara tidak hanya satu arah, tetapi kepelbagai
arah kelompok khalayak sesuai dengan situasi dan
kondisi
Pergunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar

Seseorang menjadi
pendengar yang efektif

Berhentilah bicara karena seseorang tidak akan dapat


mendengarkan dengan baik pada waktu ia bicara
Timbulkansuasana yang memungkinkan orang yang berbicara
melakukannya dalam suasana bebas tanpa diliputi oleh rasa
takut.
Tunjukkan kepada orang yang sedang bicara bahwa anda ingin
mendengarkan hal-hal yang ingin disampaikannya.
Tumbuhnya rasa empati
Bersikap sabar-jangan melakukan interupsi dalam bentuk apapun
Pendengar hendaknya jangan emosional
Pendengar sebaiknya mengajukan pertanyaan, misalnya untuk
kejelasan yang sekaligus berarti dia adalah seorang pendengar
yang betul-betul menaruh minat pada hal yang sedang
dibicarakan

Etiket dalam Penampilan

Busana
1. Mempergunakan busana yang tidak melanggar aturan, norma,
kepatutan dalam lingkungan dimana kita berada. (di kampus jangan
mempergunakan pakaian yang terbuka/terlihat aurat atau anggota tubuh
yang seharusnya ditutupi).
2. Bisa mengikuti mode, tapi tetap harus sesuai acara, sesuai waktu,
sesuai tempat, usahakan jangan salah kostum.
3. Hindari menggunakan pakaian yang terlalu mencolok atau menarik
perhatian orang, terutama di tempat umum (misalnyadi kampus)
4. Hindari busana yang membuat anda sulit bergerak/melangkah
5. Hindari aksesoris yang menimbulkan bunyi-bunyi waktu anda
bergerak
6. Hindari aksesoris yang menimbulkan bunyi-bunyi dan yang mudah
tersangkut, karena anda akan hilir mudik dipanggung dan belakang
panggung serta berdekatan dan bergesekan dengan orang lain.
7. Hindari sepatu yang tidak nyaman dan bersuara keras waktu
melangkah
8. Pastikan busana anda sudah rapih, jangan membetulkan/ merapikan
sembarangan.

KESIMPULAN
Ahli gizi wajib menjunjung tinggi nama baik profesi gizi, dengan menunjukkan
sikap, perilaku dan budi luhur, serta tidak mementingkan kepentingan pribadi.
Ahli gizi berkewajiban untuk senantiasa menjalankan profesinya menurut
ukuran yang tertinggi. Ahli gizi berkewajiban untuk senantiasa menjalankan
profesinya dengan bersikap jujur, tulus, dll.Ahli gizi dalam menjalankan
profesinya, berkewajiban untuk senantiasa berdasarkan prinsip keilmuan,
informasi terkini, dan dalam menginterpretasikan informasi, hendaknya secara
objektif tanpa bias individu dan mampu menunjukan sumber rujukan yang
benar. Ahli gizi berkewajiban untuk senantiasa mengenal dan memahami
keterbatasannya sehingga bisa bekerjasama dengan pihak lain atau membuat
rujukan bila diperlukan. Ahli gizi berkewajiban untuk senantiasa berusaha
menjadi pendidik rakyat yang sebenarnya. Ahli gizi dalam bekerjasama dengan
para profesional lain, baik di bidang kesehatan maupun lainnya, berkewajiban
untuk senantiasa memelihara pengertian yang sebaik-baiknya.
Etiket dalam Penampilan yaitu Busana : Mempergunakan busana yang tidak
melanggar aturan, norma, kepatutan dalam lingkungan dimana kita berada.
(di kampus jangan mempergunakan pakaian yang terbuka/terlihat aurat atau
anggota tubuh yang seharusnya ditutupi).

SARAN
Diharapkan kepada ahli gizi atu yang
melakukan pelayanan gizi memiliki
etika yang baik dalam berpenampilan
dan bersikap kepada klien dan
masyarakat.

TERIMA KASIH