Anda di halaman 1dari 12

LIMFADENITIS

Oleh:
Dara Purnamasari
Imami Rusli Putri
Novendi Rizka
Yurizna Almira Nst
Pembimbing:
Dr. Desi Salwani, Sp.PD

Sistem Limfatik

Kelenjar limfa (kelenjar getah bening)


berukuran 10-25 mm, ditemukan sepanjang
pembuluh limfatik dan dinamakan sesuai
dengan
tempatnya
(sevikalis,
aksilar,
inguinal). Isi cairan hampir sama dgn
plasma darah dan cairan jaringan, bedanya
banyak mengandung limfosit, tdk terdapat
CO2, mengandung sedikit O2.
Fungsi: Menyaring cairan limfa dari benda
asing

Organ Limfoid

Limfadenitis
Limfadenitis adalah peradangan pada kelenjar
getah bening
Rangsangan infeksi dan peradangan nonmikroba
tidak hanya menyebabkan leukositosis, tetapi juga
melibatkan kelenjar getah bening yang berfungsi
sebagai sawar pertahanan
Jenis limfadenitis ada dua yaitu limfadenitis akut
dan
limfadenitis
kronis.
Sedangkan
jenis
limfadenitis kronis sendiri masih dibagi menjadi
menjadi dua macam yaitu limfadenitis kronis
spesifik dan non spesifik atau limfadenitis
tuberkulosis.

Etiologi

Limfadenitis dapat disebabkan oleh


beberapa hal, yaitu:
Infeksi bakteri streptococcal atau
staphylococcal
Faringitis
Tonsillitis
Infeksi gigi
Infeksi HIV
Tuberkulosis

Gejala Klinis
Kelenjar getah bening yang terserang biasanya akan membesar
dan jika diraba terasa lunak dan nyeri, selain itu gejala klinis
yang timbul adalah demam, nyeri tekan, dan tanda radang. Kulit
di atasnya terlihat merah dan terasa hangat.
Pada limfadenitis kronis, pembesaran ditandai oleh tanda
radang yang sangat minimal dan tidak nyeri.
Pembesaran kronis yang spesifik dan masih banyak di Indonesia
adalah akibat tuberkulosa. Limfadenitis tuberkulosa ini ditandai
oleh pembesaran kelenjar getah bening, padat/keras, multiple
dan dapat berhubungan satu sama lain. Dapat pula sudah
terjadi perkijuan seluruh kelenjar, sehingga kelenjar itu melunak
seperti abses tetapi tidak nyeri seperti abses banal. Apabila
abses ini pecah kekulit, lukanya sulit sembuh oleh karena keluar
secara terus menerus sehingga seperti fistula.

Diagnosis
Anamnesis
Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan Penunjang

Diagnosis Banding

Benjolan di leher yang seringkali


disalahartikan sebagai pembesaran
KGB leher:
Gondongan
Kista Duktus Tiroglosus
Kista Dermoid
Hemangioma

Tatalaksana
Pembesaran KGB biasanya disebabkan oleh virus dan sembuh
sendiri, walaupun pembesaran KGB dapat berlangsung mingguan.
Pengobatan pada limfadenitis yang disebabkan oleh bakteri:
- Antibiotik oral 10 hari dengan pemantauan dalam 2 hari
pertama yaitu flucloxacillin 25 mg/kgBB empat kali sehari.
- Bila ada reaksi alergi terhadap antibiotik golongan penicillin
dapat diberikan erythromycin 15 mg/kg (sampai 500 mg) tiga kali
sehari.
Bila penyebab limfadenopati adalah mycobacterium tuberculosis
maka diberikan obat anti tuberkulosis selama 9-12 bulan.
Bila disebabkan mycobacterium selain tuberkulosis maka
memerlukan pengangkatan KGB yang terinfeksi atau bila
pembedahan tidak memungkinkan atau tidak maksimal diberikan
antibiotik golongan makrolida dan anti-mycobacterium.

Prognosis
Prognosis untuk pemulihan adalah baik
jika segera diobati dengan antibiotik.
Dalam kebanyakan kasus, infeksi dapat
dikendalikan dalam tiga atau empat hari.
Namun, dalam beberapa kasus mungkin
diperlukan waktu beberapa minggu atau
bulan untuk pembengkakan menghilang
Penderita dengan limfadenitis yang tidak
diobati dapat mengembangkan abses,
selulitis, sepsis

TERIMA KASIH