Anda di halaman 1dari 42

Ekuitas: Pemegang

Saham
Disusun oleh:
Vanica Audi Prasety Muhari (13.0102.0071)
Mega Arista Dewayani (13.0102.0089)
Melai Rahmawati (13.0102.0090)
Anas Afriyal Prasetyo (13.0101.0094)
Anisa Agus Triana (13.0102.0104)

Bentuk Perseroan
Karakter khusus dari bentuk perseroan yang mempengaruhi akuntansi
adalah:
1.
Pengaruh hukum perseroan Negara bagian
2.
Penggunaan modal saham atau sistem saham
3.
Pengembangan berbagai kepentingan kepemilikan

Hukum Perseroan Negara Bagian


Siapapun
yang
ingin
mendirikan
perusahaan
harus
menyerahkan anggaran dasar perusahaan (articles of
incorporation) pada Negara bagian tempat perusahaan itu
didirikan.
2

Modal Saham atau Sistem Saham


Ekuitas pemegang saham dalam satu perusahaan umumnya terdiri
dari sejumlah besar unit atau lembar saham.
Setiap saham memiliki hak dan keistimewaaan tertentu yang hanya
dapat dibatasi oleh kontrak khusus pada saat saham diterbitkan.
Seseorang harus meneliti anggaran dasar perusahaan, sertifikat
saham, dan ketentuan hukum Negara bagian untuk meyakinkan
pembatasan atas atau variasi dari hak dan keitimewaan standar.
Jika tidak ada ketentuan yang membatasi, maka setiap saham
memiliki hak-hak sbb:
Untuk membagi laba dan rugi secara proporsional
Untuk ikut serta dalam manajemen (hak untuk memilih direktur)
secara proporsional
Untuk membagi aktiva perusahaan apabila terjadi likuidasi secara
roporsional
Untuk ikut serta secara proporsional dalam setiap penerbitan
saham baru dari kelompok yang sama disebut hak istimewa.
3

Hak
Istimewa
untuk
melindungi
seorang
pemegang saham dari kehilangan kepentingan
kepemilikan di luar kemauannya.
Tanpa hak ini, pemegang saham yang memiliki
persentase kepentingan tertentu akan merasa
dirugikan akibat penerbitan saham tambahan
tanpa sepengetahuannya pada tingkat harga
yang tidak menguntungkan mereka.
Namun banyak perseroan yang menghapus
hak istimewa ini. Mengapa ? karena hak istimewa
ini melekat pada saham yang akan membuat
perusahaan tidak dapat menerbitkan lebih banyak
saham tambahan, seperti yang sering dilakukan
ketika mengakuisisi perusahaan lain.
4

Berbagai Kepentingan Kepemilikan


Dalam setiap perseroan ada kelompok saham yang
kepemilikan dasar, yaitu saham biasa dan saham preferen.

mewakili

Saham Biasa adalah hak residu perseroan yang menanggung ririko


besar bila terjadi kerugian dan menerima manfaat bila terjadi
keuntungan.
Pemegang saham ini tidak dijamin akan menerima dividen tetapi
mereka ikut dalam manajemen perusahaan.
Saham preferen adalah sebagai pengganti atas setiap preferensi
khusus, pemegang saham preferen menjadi prioritas untuk mengklaim
laba.
Pemegang saham ini dijaminkan akan menerima dividen dan
biasanya pada tingkat yang telah ditetapkan dan sebelumnya ada
jumlah tertentu yang dibayarkan kepada pemegang saham biasa,
namun mereka tidak memilik hak suara dalam manajemen
perusahaan.
5

Modal Perseroan
Tiga kategori ini biasanya muncul sebagai bagian dari ekuitas
pemegang saham :
1) Modal Saham
2) Tambahan Modal Disetor
3) Laba Ditahan
Modal Saham dan Tambahan Modal Disetor merupakan Modal
Kontribusi (modal disetor).
Laba ditahan : merupakan modal yang diperoleh perusahaan.
Modal Kontribusi (modal disetor) : merupakan total jumlah yang
disetorkan ke modal saham.

Ekuitas pemegang saham adalah perbedaan antara aktiva dan


Kewajiban.
Oleh karena itu, kepentingan pemilik atau pemegang saham dalam
6
perusahaan merupakan suatu kepentingan residu.

PENERBITAN SAHAM
Masalah akuntansi yang ada pada penerbitan
saham akan dibahas dalam topic berikut :
akuntansi untuk
Saham dengan nilai pari

Saham tanpa nilai pari


Penerbitan saham yang digabungkan dengan
sekuritas lainnya (penjualan lump sum)
Saham yang diterbitkan dalam transaksi non kas

Biaya penerbitan saham

Saham dengan nilai pari

Untuk memperlihatkan informasi tentang penerbitan saham


dengan nilai pari, akun harus dipertahankan untuk masingmasing kelompok saham berikut :

1) Saham Preferen atau Saham Biasa.

Kedua akun
ini mencerminkan nilai pari saham perseroan yang diterbitkan.
Akun ini dikredit ketika saham pertama kali diterbitkan. Tidak
ada ayat jurnal tambahan pada akun ini kecuali saham
tambahan yangditerbitkan atau saham yang ditarik

2) Modal Disetor yang Melebihi Nilai Pari atau


Tambahan
Modal
(Additional
Paid-in
Capital). Menunjukkan setiap nilai pari yang disetor oleh
pemegang saham sebagai pengganti saham yang diterbitkan
untuk mereka

Saham tanpa nilai pari

Banyak Negara bagian mengizinkan penerbitan modal saham tanpa nilai


pari.
Alasan untuk penerbitan saham tanpa nilai pari bersifat dua arah:
1) Menghindari kewajiban kontinjen
2) Masih ada kerancuan dalam hubungan antara nilai pari dan nilai wajar.
Jika saham tidak memiliki nilai pari maka perlakuan yang dapat
dipertanyakan dalam menggunakan nilai pari sebagai dasar untuk nilai
wajar tidak akan muncul.
Situasi ini memiliki keunggulan tertentu jika saham yang diterbitkan untuk pospos property seperti aktiva tetap berwujud atau tidak berwujud.
Kelemahan utama dari saham tanpa nilai pari adalah bahwa beberapa Negara
bagian mengenakan pajak yang tinggi atas penerbitan ini, dan totalnya akan
dimasukkan sebagai modal dasar yang akan mengurangi fleksibilitas dalam
pembayaran dividen.

Contoh soal:
Video Electronics Corporation didirikan dengan 10.000 lembar saham
biasa dengan nilai pari. Video Electronics Corporation hanya
membuat ayat jurnal memorandum, yang perlu dibuat untuk otorisasi
itu karena tidak ada jumlah uang yang terlibat.
Jika 500 lembar saham kemudian diterbitkan dengan harga $10 per
saham, maka ayat jurnalnya adalah sbb:
Kas
5.00
0
Saham Biasa Tanpa Nilai
Pari

5.00
0

Jika 500 lembar lagi diterbitkan dengan harga $11 per saham, maka
ayat jurnalnya adalah sbb:
Kas
5.50
0
Saham Biasa Tanpa Nilai
Pari

5.50
0

10

Nilai Ditetapkan yaitu jumlah nilai minimum dimana saham tidak


dapat diterbitkan dibawah nilai ditetapkan.
Jika saham tanpa nilai pari dengan nilai ditetapkan $5 per saham
tetapi dijual $11, jumlah kelebihan nilai sebesar $6 dicatat sebagai
tambahan modal disetor.

Contoh soal:
Jika 1000 lembar saham dengan nilai pari ditetapkan $5 diterbitkan
pada $15 per saham secara tunai, maka ayat jurnalnya adalah sbb:
Kas

15.00
0

Saham Biasa

5.000

Modal Disetor yang melebihi Nilai


Ditetapkan

10.00
0

11

Penerbitan saham yang digabungkan dengan


sekuritas lainnya (penjualan lump sum)

Masalah akuntansi dalam penjualan lump sum adalah


mengalokasikan hasil di antara beberapa kelompok sekuritas.
Perusahaan menggunakan dua metode alokasi yang
tersedia yaitu :
1) metode proporsional
2) metode inkremental

12

1. Metode Proporsional
Contoh soal:
Sebuah perusahaan menerbitkan 1000 lembar saham biasa dengan
nilai ditetapkan $10 yang memiliki harga pasar $20 per saham, dan
1000 lembar saham preferen dengan nilai pari $10 yang memiliki
harga pasar $12 per saham diterbitkan dengan nilai lump sum
sebesar $30000.
Berikut ini merupakan bagaimana cara perusahaan mengalokasikan
$30000 ke dalam dua kelompok saham:
Nilai pasar wajar saham
biasa

(1.000 x $20)

Nilai pasar wajar saham


preferen

(1.000 x $12)

$
20.000

$
12.000

Nilai pasar wajar agregat

Dialokasikan ke saham
biasa :

$
32.000

$
20.000
$
32.000

X$
30.000

$
18.750
13

2. Metode Inkremental
Contoh soal:
Sebuah perusahaan menerbitkan 1000 lembar saham biasa dengan
nilai ditetapkan $10 yang memiliki harga pasar $20 dan 1000 lembar
saham preferen dengan nilai pari $10 yang tidak memiliki harga
pasar ditetapkan diterbitkan dengan nilai lump sum sebesar $30000.
Berikut ini merupakan bagaimana cara perusahaan mengalokasikan
$30000 ke dalam dua kelompok saham:
Penerimaan lump sum

$
30.000

Dialokasikan ke saham biasa (1.000 x


$ 20)

$
20.000

Saldo yang dialokasikan ke saham


preferen

$
10.000

14

Saham yang diterbitkan dalam transaksi non kas

Akuntansi untuk penerbitan saham atas properti atau


jasa kadang-kadang menimbulkan masalah dalam
penilaian.
Aturan umumnya adalah : Saham yang diterbitkan untuk
jasa atau property selain kas harus dicatat, baik pada nilai
pasar wajar saham yang diterbitkan maupun pada nilai pasar
wajar pertimbangan non kas yang diterima, tergantung mana
yang dapat ditentukan secara jelas.
Jika keduanya telah dapat ditentukan, dan transaksi itu
merupakan hasil pertukaran jarak jauh, maka kemungkinan
terjadinya perbedaan nilai pasar wajar sangatlah kecil. Dalam
kasus seperti itu, tidak menjadi masalah mana yang akan
digunakan sebagai dasar untuk penilaian pertukaran.
15

Contoh soal:
Serangkaian transaksi berikut menggambarkan prosedur pencatatan
penerbitan 10.000 lembar saham biasa dengan nilai pari $10 yang
ditukar dengan paten pada Marlowe Company, dalam berbagai
keadaan.
1. Nilai pasar wajar paten belum dapat ditentukan oleh Marlowe
tetapi
nilai pasar wajar saham diketahui
sebesar $140.000
Paten
140.00
0
Saham Biasa ($ 10.000 lembar x $10
per saham)

100.00
0

Agio saham biasa

40.000

2. Nilai pasar wajar saham belum dapat ditentukan oleh Marlowe


tetapi nilai pasar wajar paten diketahui sebesar $150.000
Paten

150.00
0

Saham Biasa ($ 10.000 lembar x $10


per saham)

100.00
0

Agio saham biasa

50.000
16

3. Nilai pasar wajar saham maupun nilai pasar wajar paten


belum dapat diketahui oleh Marlowe. Konsultan independen
menetapkan nilai paten sebesar $125.000 berdasarkan pada aliran
kas diskonto yang diharapkan
Paten

125.00
0

Saham Biasa ($ 10.000 lembar x $10


per saham)

100.00
0

Agio saham biasa

25.000

Jika penerbitan saham untuk properti atau jasa telah menghasilkan


kasus modal perseroan yang dinyatakan terlalu tinggi dengan cara
sengaja mempertinggi nilai ekuitas pemegang saham yang
dihasilkan dari penilaian aktiva yang dinaikkan, menimbulkan apa
yang disebut Saham Pompaan (watered stock).
Jika penerbitan saham untuk properti atau jasa mengakibatkan
aktiva dicatat terlalu rendah, maka cadangan rahasia (secret
reserves) diciptakan.

17

Biaya penerbitan saham

Ketika sebuah perusahaan menerbitkan saham, maka


seharusnya melaporkan biaya yang dikeluarkan untuk menjual
saham, seperti biaya penjaminan,biaya akuntansi dan hukum,
biaya percetakan dan pajak sebagai pengurang jumlah yang
disetor.
Oleh karena itu, biaya penerbitan didebet ke Tambahan Modal
Disetor karena biaya tersebut tidak berhubungan dengan
operasi perusahaan.
Gaji manajemen dan biaya tidak langsung lainnya yang
berhubungan dengan penerbitan saham harus dibebankan pada
saat dikeluarkan karena sulit untuk menetapkan hubungan
antara biaya-biaya tersebut yang diterima dari hasil penjualan.

18

REAKUISISI SAHAM
Alasan perusahaan membeli kembali sahamnya yang beredar
cukup bervariasi. Beberapa alasan utamanya adalah :

19

Pembelian Saham Treasuri

Ada dua metode yang umum


digunakan:

20

Contoh soal:
Pasific Company telah menerbitkan 100.000 lembar saham biasa dengan nilai
pari $1 pada harga $10 per saham. Disamping itu, laba ditahan sebesar
$300.000.
Ilustrasi berikut ini menunjukkan kelompok ekuitas pemegang saham pada
tanggal
31pemegang
Desember
2006, sebelum pembelian saham treasuri.
Ekuitas
saham
Modal disetor
Saham biasa, nilai pari $1; 100.000 lembar diterbitkan
dan beredar

$
100.000

Tambahan modal disetor

$
900.000

Total modal disetor


Laba ditahan

$1.000.0
00
$
300.000

Pada tanggal 20
Januari
2007, Pasific
10.000 lembar
Ekuitas
pemegang
sahamCompany memperoleh $1.300.0
sahamnya pada $11 per saham. Pasific untuk mencatat reakuisisi ini 00
adalah:
20 Januari 2007

Saham Treasuri
Kas

110.00
0
110.00
0
21

Ilustrasi berikut ini menunjukkan kelompok ekuitas pemegang saham untuk


Pasific setelah pembelian saham treasuri.
Ekuitas pemegang saham
Modal disetor
Saham biasa, nilai pari $1; 100.000 lembar diterbitkan dan
90.000 beredar

$
100.000

Tambahan modal disetor

$
900.000

Total modal disetor

$
1.000.00
0

Laba ditahan
Total modal disetor dan laba ditahan

Jumlah saham yang diterbitkan (100.000)


Jumlah saham treasuri (10.000) harus diungkapkan.
Dikurangi: Biaya saham treasuri (10.000 lembar)
Selisihnya adalah jumlah saham yang beredar (90.000).
Total ekuitas pemegang saham

Istilah saham yang beredar berarti jumlah lembar


diterbitkan yang dimiliki oleh pemegang saham.

$
300.000
$
1.300.00
0
$
110.000
$
saham1.190.00
yang0

22

Penjualan Saham
Treasuri

Ada dua metode yang digunakan, yaitu :

23

Penjualan Saham Traesuri di Atas Harga


Pokoknya.

Contoh soal:
Anggaplah bahwa 1.000 lembar saham treasuri Pasific company yang
diperoleh sebelumnya pada $11 per saham dijual dengan harga $15 per
saham pada tanggal 10 Maret. Pasific mencatat ayat jurnalnya sbb:
10 Januari 2007
Kas

15.000
Saham Treasuri

11.000

Modal Disetor dari Saham


Treasuri

4.000

Penjualan Saham Treasuri di Bawah


Harga Pokok.

Contoh soal:
Jika Pasific Company menjual 1.000 lembar saham treasuri tambahan pada
tanggal 21 Maret pada harga $8 per saham, maka ayat jurnalnya sbb:
21 Maret 2007
Kas

8.000

Modal Disetor dari Saham


Treasuri
Saham Treasuri

3.000
11.000

24

Contoh soal:
Anggaplah bahwa Pasific Company menjual tambahan 1.000 lembar seharga
$8 per saham pada tanggal 10 April.
Ilustrasi berikut ini menunjukkan saldo akun Modal Disetor dari akun Saham
Treasuri (sebelum pembelian 10 April):

Modal Disetor Dari Saham


Treasuri
21
Maret

3.000

10
Maret

4.000

Saldo

1.000

Dari kasus ini, $ 1.000 dan kelebihan tersebut didebet ke Modal Disetor dari
Saham Treasuri, dan sisanya didebet ke Laba Ditahan. Ayat jurnalnya adalah:
10 April 2007
Kas

8.000

Modal Disetor dari Saham


Treasuri

1.000

Laba Ditahan

2.000

Saham Treasuri

11.000

25

Penarikan Saham Treasuri


Dewan direksi dapat menyetujui penarikan saham
terasuri.
Penarikan saham treasuri mempunyai status
sebagai saham yang diotorisasi dan saham yang
belum diterbitkan.
Pengaruh akuntansinya adalah sama dengan
penjualan saham treasuri kecuali bahwa debet
Contoh
:
dilakukan
ke akun modal disetor yang dapat
Jika saham pada awalnya dijual dengan nilai pari, maka saham biasa
diaplikasikan ke penarikan saham, bukan ke kas.
didebet sebesar nilai pari per saham.
Jika saham pada awalnya dijual seharga $3 di atas nilai pari, maka
debet ke Agio Saham sebesar $3 per saham juga diperlukan.

26

Saham Preferen
Saham preferen adalah aham dengan kelas
khusus yang memiliki kelebihan atau fitur yang
tidak dimiliki saham biasa.
Karakteristik saham preferen :
1) Preferensi ats dividen
2) Preferensi atas aktiva pada saat likuidasi
3) Dapat dikonversi menjadi saham biasa
4) Dapat ditebus pada opsi perseron
5) Tidak mempunyai hak suara
27

Karakteristik Saham Preferen

28

Akuntansi dan Pelaporan Saham Preferen


Akuntansi saham preferen pada saat penerbitannya sama dengan akuntansi saham biasa.
Perusahaan mengalokasikan proceeds antara nilai pari saham preferen dan tambahan modal disetor.

Contoh :
Bishop Co. menerbitkan 10.000 saham preferen dengan nilai pari sebesar $10
seharga $12 per saham. Bishop mencatat penerbitan ini sbb:
Kas

120.00
0
Saham Preferen

100.00
0

Modal Disetor sebagai Kelebihan dari


Nilai Pari

20.000

Berkebalikan dengan obligasi konvertibel (dicatat sebagai kewajiban saat


tanggal penerbitan), perusahaan memasukkan saham preferen konvertibel
sebagai ekuitas pemegang saham.
Di samping itu, ketika menerbitkan saham preferen konvertibel, tidak ada
justifikasi teoritis untuk mengakui keuntungan atau kerugian.
Perusahaan tidak mengakui keuntungan atau kerugian ketika berurusan dengan
pemegang saham dalam kapasitas mereka sebagai pemilik perusahaan.
Namun perusahaan memakai metode nilai buku : mendebit saham preferen dan
tambahan modal disetor yang terkait dan mengkredit saham biasa dan
tambahan modal disetor (apabila ada kelebihan)
29

Kebijakan Dividen
Sangat sedikit perusahaan yang membayar dividen dalam jumlah
yang sama dengan laba ditahan yang tersedia secara legal.
Alasan utamanya adalah Sebagai berikut :
1)

2)

3)
4)

5)

Persetujuan (kontrak obligasi) dengan kreditor tertentu untuk menahan


semua atau sebagian laba, dalam bentuk aktiva, guna membentuk
proteksi tambahan terhadap kemungkinan kerugian
Beberapa hukum perseroan Negara bagian mensyaratkan bahwa laba
yang ekuivalen dengan biaya saham treasuri yang dibeli dilarang untuk
diumumkan sebagai dividen
Kerugian untuk menahan aktiva yang tidak dibayarkan sebagai dividen
guna membiayai pertumbuhan atau ekspansi
Keinginan untuk memperlancar pembayaran dividen dari tahun ke tahun
dengan mengakumulasi laba dalam tahun-tahun yang menghasilkan laba
dan menggunakan akumulasi itu sebagai dasar untuk membayar dividen
tahun-tahun yang buruk
Keinginan untuk membentuk perlindungan atau penyangga terhadap
kemungkinan kerugian atau kesalahan dalam kalkulasi laba.
30

Kondisi Keuangan dan Pembagian Dividen


Eksistensi kewajiban lancar sangat kuat menyatakan bahwa
sebagian dari kas diperlukan untuk membayar kewajiban
lancar ketika jatuh tempo.
Selain itu kebutuhan akan uang tunai sehari-hari untuk
penggajian dan pengeluaran lainnya yang tidak dimasukkan
dalam kewajiban lancar juga memerlukan kas.
Jadi, sebelum dividen diumumkan, manajemen harus
mempertimbangkan ketersediaan dana untuk membayar
dividen.
Suatu dividen sebaiknya tidak dibayarkan kecuali baik posisi
keuangan sekarang ataupun yang akan datang tampak
menjamin pembagian dividen.

31

Jenis-Jenis Dividen

32

Dividen Tunai

Contoh soal :
Roadway Freight Corp. pada tanggal 10 Juni mengumumkan dividen tunai
sebesar 50 sen per saham atas 1,8 juta lembar saham yang dibayarkan tanggal
16 Juli kepada semua pemegang saham yang tercatat per 24 Juni
Pada tanggal pengumuman (10Juni)
Laba Ditahan (Dividen Tunai yang
Diumumkan)

900.00
0

Hutang Dividen

900.00
0

Pada tanggal pencatatan (24 Juni)


Tidak ada ayat jurnal

Pada tanggal pembayaran (16 Juni)


Hutang Dividen
Kas

900.00
0
900.00
0

33

Dividen Properti
Contoh soal :
Trendler Inc., mentransfer sebagian investasinya dalam sekuritas yang mudah
dipasarkan senilai $1.250.000 kepada pemegang saham dengan mengumumkan
dividen properti pada tanggal 28 Desember 2006, dan membaginya pada
tanggal 30 Januari 2007 kepada pemegang saham yang tercatat per 15 Januari
2007. Pada tanggal pengumuman sekuritas itu memiliki nilai pasar sebesar $
2.000.000. Ayat jurnalnya sbb:
Pada tanggal pengumuman (28 Desember 2006)
Investasi dalam Sekuritas

750.000

Keuntungan atas Apresiasi


Sekuritas
Laba ditahan (dividen properti
diumumkan)

750.000
2.000.0
00

Hutang Dividen Properti


Pada tanggal pembayaran
Hutang Dividen
Investasi dalam Sekuritas

2.000.0
00

2.000.0
00
2.000.0
00

34

Dividen Likuidasi
Contoh soal :
McChesney Mines Inc., menerbitkan dividen kepada para pemegang saham
biasanya sebesar $1.200.000. Pengumuman dividen tunai ini menyatakan bahwa
$900.000 harus dipertimbangkan sebagai laba dan sisanya merupakan
pengembalian modal. McChesney mencatat dividen sbb:
Pada tanggal pengumuman
Laba Ditahan

900.000

Tambahan Modal Disetor

300.000

Hutang Dividen

1.200.0
00

Pada tanggal pembayaran


Hutang Dividen
Kas

1.200.0
00
1.200.0
00

35

Dividen Saham
Contoh soal :
Vine Corporation meiliki 1.000 lembar modal saham yang beredar dengan nilai
pari $100 dan laba ditahan sebesar $ 50.000. Jika Vine mengumumkan dividen
saham sebesar 10%, maka perusahaan itu harus menerbitkan 100 lembar saham
tambahan kepada pemegang sahamnya yang sekarang. Jika diasumsikan bahwa
nilai wajar saham pada saat dividen saham diumumkan adalah $130 per saham,
maka ayat jurnalnya adalah:
Pada tanggal pengumuman
Laba Ditahan (Dividen Saham yang
Diumumkan)

13.000

Dividen Saham Biasa yang Dapat


Dibagikan

10.000

Agio Saham

3.000

Pada tanggal pembagian


Dividen Saham Biasa yang Dapat
Dibagikan
Saham Biasa

10.000
10.000

36

Pemecahan Saham
Manajemen dari banyak perusahaan merasa yakin bahwa
untuk menjalin hubungan dengan masyarakat yang lebih
baik, kepemilikan yang lebih luas sangat diperlukan.
Karena itu, mereka ingin memiliki harga pasar yang cukup
rendah sehingga berada dalam batas kemampuan mayoritas
calon investor.
Untuk mengurangi nilai pasar saham, cara yang biasa
dilakukan adalah dengan melakukan pemecahan saham.
Dari sudu pandang akuntansi, tidak ada ayat jurnal untuk
mencatat pemecahan saham.
Namun suatu catatn memorandum dibuat untuk
menunjukkan bahwa nilai pari saham telah berubah, dan
jumlah saham telah bertambah.
37

Perbedaan Pemecahan Saham dan Dividen Saham


Pemecahan saham menghasilkan kenaikan jumlah saham yang beredar dan
penurunan nilai pari atau nilai ditetapkan per saham.
Pemecahan dividen saham menghasilkan kenaikan jumlah saham yang
beredar, namun tidak mengurangi nilai pari, jadi dividen itu menambah total
nilai pari saham yang beredar.
Ketika tambahan saham diterbtikan dengan tujuan mengurangi harga pasar
per unit, maka pembagian itu lebih merupakan pemecahan saham daripada
dividen saham.
Pembagian ini biasanya timbul jika jumlah saham yang diterbitkan lebih besar
dari 20%-25% jumlah saham yang beredar sebelumnya.
Selain itu, karena nilai pari saham yang beredar juga tidak berubah, maka
transfer dari laba ditahan hanya dilakukan jumllah yang disyaratkan menurut
akta.
Biasanya hal ini merupakan transfer laba ditahan ke modal saham sebesar
nilai pari saham yang diterbitkan yang berlawanan dengan transfer nilai pasar
sham yang diterbitkan.
38

Contoh soal :
Rockland Steel, Inc., mengumumkan dividen saham 30% pada tanggal 20
November, yang akan dibayarkan pada tanggal 29 Desember kepada para
pemegang saham yang tercatat per 12 Desember. Pada tanggal pengumuman,
1.000 lembar saham, dengan nilai pari $10, beredar dan memiliki nilai pasar
wajar sebesar $200 per saham. Ayat jurnalnya adalah:
Pada tanggal pengumuman (20 November)

Laba Ditahan (Dividen Saham yang


Diumumkan)

3.000.0
00

Dividen Saham Biasa yang Dapat


Dibagikan
Perhitunga
1.000.000
300.000 lembar
n:
lembar
tambahan
X 30%
300.000

3.000.0
00

X $10 Nilai pari


$ 3.000.000

Pada tanggal pembagian (29 Desember)


Dividen Saham Biasa yang Dapat
Dibagikan
Saham Biasa

3.000.0
00
3.000.0
00

39

Penyajian dan Analisis


Ekuitas Pemegang Saham
Penyajian
Laporan ekuitas pemegang saham (statements of stakeholders equity) biasanya disajikan dalam format
dasar sbb:
1) Saldo pada awal periode
2) Penambahan
3) Pengurangan
4) Saldo pada akhir periode

Penyajian
Analisis menggunakan rasio ekuitas pemegang saham untuk mengevaluasi profitabilitas dan solvensi
jangka panjang perusahaan.
Tiga rasio yang digunakan yaitu :
1) Tingkat Pengembalian atas ekuitas saham biasa
2) Rasio pembayaran
3) Nilai buku per saham
40

1. Tingkat Pengembalian atas Ekuitas Saham


Contoh
soal :
Biasa

Gerbers Inc., memiliki laba bersih sebesar $360.000, mengumumkan dan membayar
dividen saham preferen sebesar $54.000, serta rata-rata ekuitas pemegang saham biasa
sebesar $2.550.000. Rasio Gerber dihitung dengan cara berikut ini
Tingkat Pengembalian atas Ekuitas
Saham Biasa

Laba bersih Dividen


saham preferen
Rata rata ekuitas
pemegang saham
$360.000 - $54.000

2. Rasio Pembayaran

$2.550.000
12%

Contoh soal :
Troy Co. memiliki dividen tunai sebesar $100.000 dan laba bersih sebesar $500.000, serta
tidak ada saham preferen yang beredar, rasio pembayaran dihitung sbb:
Dividen Tunai
Rasio
Pembayaran

Laba bersih Dividen


preferen
$100.000

$500.000

41

3. Nilai buku per Saham


Contoh soal :
Chen Corporation adalah $1.000.000 dan perusahaan memiliki 100.000 lembar saham biasa
yang beredar, nilai buku per sahamnya dihitung sbb:

Nilai buku per


saham

Ekuitas pemegang saham


biasa
Saham beredar
$1.000.000

100.000
$10 per saham

42

Anda mungkin juga menyukai