Anda di halaman 1dari 28

PANCASILA sebagai sistem

filsafat dan ideologi nasional


bangsa Indonesia
Kelompok: 2
Nama Kelompok:
Alvierra wilma fitrianie
Desi bentang widiyanti
Hasna amatullah hanifa
M Hanief Aulia Lukman
Yudit Farisan Zul fahmi

(141424002)
(141424009)
(141424016)
(141424023)
(141424031)

DASAR-DASAR ILMIAH PANCASILA


Objek : Obyeknya adalah naskah-naskah resmi Negara,

misalnya UUD 1945, ketetapan MPR, dan peraturan


perundang-undangan lainnya.
Metode : Memiliki metode ilmiah dalam pendekatannya.
Sistematis : Artinya keseluruhan proses dan hasil
berpikirnya disusun dalam satu kesatuan yang bulat.
Argumentasi/bukti : Menyediakan argumentasi/bukti
yang mendukung kebenaran atas kesimpulankesimpulannya.

SISTEM
FILSAFAT

PENGERTIA
N FILSAFAT

RUMUSAN
KESATUAN
SILA-SILA
PANCASILA

IDEOLOGI
NASIONA
L

PENGERTIAN
IDEOLOGI

PEMBAGIAN
IDEOLOGI

PENGERTIAN FILSAFAT
Secara Etimologi
Philosophia (Yunani)
Sidi Gazalba (1977) : gabungan-kata philo atau philos
(teman/sahabat) dan sophia (pengetahuan yang bijaksana,
wished/wisdom)
Harun Nasution (1970) : Gabungan-kata philein (cinta, love) dan
kata sophos (hikmah/kebijaksanaan, Wisdom)
Secara sempit atau harfiah, filsafat dapat diartikan
teman/sahabat pengetahuan yang bijaksana, atau cinta akan
hikmah atau kebijaksanaan (love of wisdom).
Dan secara luas, filsafat dapat diberi makna sebagai hasrat atau
keinginan yang sungguh-sungguh, suatu kegandrungan, untuk
mengerti secara mendalam, mencari kebenaran hakiki, akar atau
hakekat, tentang sesuatu.Untuk mencari kebenaran yang sejati.

PENGERTIAN FILSAFAT pancasila


Filsafat Pancasila adalah hasil berpikir/pemikiran

yang sedalam-dalamnya dari bangsa Indonesia yang oleh


bangsa Indonesia yang dianggap, dipercaya dan diyakini
sebagai sesuatu (kenyataan, norma-norma, nilai-nilai)
yang paling benar, paling adil, paling bijaksana,
paling baik, dan paling sesuai bagi bangsa Indonesia.

Rumusan Kesatuan Sila-sila Pancasila Sebagai


Suatu Sistem
1. Susunan kesatuan sila-sila pancasila yang bersifat organis
Kesatuan sila-sila pancasila yang bersifat organis tersebut pada
hakikatnya secara filosofis bersumber pada hakikat dasar ontologis
manusia.
2. Susunan pancasila yang bersifat hierarkhis dan berbentuk pyramidal
Pengertian matematis piramidal digunakan untuk menggambarkan hubungan
hierarkhi sila-sila pancasila dalam urutan luas (kwantitas) dan juga
dalam hal isi sifatnya (kwalitas). Jadi, jika dilihat dari intinya
urutan lima sila menunjukkan suatu rangkaian tingkat dalam luasnya
dan isi sifatnya merupakan pengkhususan dari sila-sila di mukanya.
3. Hubungan kesatuan SILA-SILA pancasila yang saling mengisi dan
saling mengkualifikasi
Hal ini dimaksudkan bahwa dalam setiap sila terkandung nilai keempat
sila lainnya, atau dengan perkataan lain dalam setiap sila senantiasa
dikualifikasi oleh keempat sila lainnya.

Ciri sistem filsafat pancasila itu antara lain:


1. Sila-sila pancasila merupakan satu-kesatuan sistem yang
bulat dan utuh. Dengan kata lain, apabila tidak bulat dan
utuh atau satu sila dengan sila lainnya terpisah-pisah maka
itu bukan pancasila.
2. Susunan pancasila dengan suatu sistem yang bulat dan utuh
itu dapat digambarkan sebagai berikut:
Sila 1, meliputi, mendasari dan menjiwai sila 2,3,4 dan
5;
Sila
2, diliputi, didasari, dijiwai sila 1, dan
mendasari dan menjiwai sila 3, 4 dan 5;
Sila 3, diliputi, didasari, dijiwai sila 1, 2, dan
mendasari dan menjiwai sila 4, 5;
Sila 4, diliputi, didasari, dijiwai sila 1,2,3, dan
mendasari dan menjiwai sila 5;
Sila 5, diliputi, didasari, dijiwai sila 1,2,3,4.

Kesatuan Sila-sila Pancasila Sebagai Sistem Filsafat

Kesatuan sila-sila pancasila pada hakikatnya


bukanlah hanya kesatuan yang bersifat formal logis
saja namun juga meliputi kesatuan dasar ontologis,
dasar epistemologis dan dasar aksiologis dari silasila pancasila.
1. Dasar antropologis sila-sila pancasila
Menurut notonagoro hakikat dasar ontologis
pancasila adalah manusia. Karena manusia merupakan
subjek hukum pokok dari sila-sila pancasila subjek
pokok pendukung sila-sila pancasila adalah manusia.

Lanjutan...
2. Dasar epistemologis sila-sila pancasila
Terdapat 3 persoalan yang mendasar dalam epistemologis
yaitu :
A)tentang sumber pengetahuan manusia.
B) tentang teori kebenaran pengetahuan manusia
C) tentang watak pengetahuan manusia
Epistemologi pancasila sebagai suatu objek kajian pengetahuan
pada hakikatnya meliputi masalah sumber pengetahuan pancasila
dan susunan pengetahuan pancasila.
Dasar epistemologis pancasila pada hakikatnya tidak dapat
dipisahkan dengan dasar ontologisnya.

Lanjutan...
3. Dasar aksiologis sila-sila pancasila
Istilah aksiologi berasal dari kata yunani axios

yang artinya nilai, manfaat, dan logos yang


artinya pikiran, ilmu atau teori.
Jadi, kajian aksiologi filsafat pancasila membahas
tentang nilai atau manfaat suatu
pengetahuan tentang pancasila.

Perbandingan Filsafat Pancasila Dengan Sistem Filsafat Lainnya Di Dunia


Secara filosofis, pancasila sebagai suatu kesatuan

sistem filsafat memiliki dasar ontologis, dasar


epistemologis dan dasar aksiologis sendiri yang berbeda
dengan sistem filsafat yang lainnya misalnya
materialisme, liberalisme, pragmatisme, komunisme,
idealisme dan lain-lain paham filsafat di dunia.
Filsafat pancasila dibandingkan dengan filsafat-filsafat
lainya yaitu :
Materialisme adalah paham dalam filsafat yang menyatakan
bahwa hal yang dapat dikatakan benar-benar ada adalah
materi.
Liberalisme adalah pandangan filsafat yang didasarkan
pada pemahaman bahwa kebebasan dan persamaan hak adalah
nilai politik yang utama.

Lanjutan...
Pragmatisme adalah aliran filsafat yang
mengajarkan bahwa yang benar adalah segala
sesuatu yang membuktikan dirinya sebagai benar
dengan melihat kepada akibat-akibat atau hasilnya
yang bermanfaat secara praktis.
Komunisme adalah paham yang menganut ajaran karl
marx yang bercita-cita menghapus hak milik
perseorangan dan mengganti hak milik secara
bersama (dikontrol pemerintah).
Idealisme adalah suatu ajaran/faham atau aliran
yang menganggap bahwa realitas ini terdiri atas
roh-roh (sukma) atau jiwa.

Kesimpulan
Dasar-dasar ilmiah Pancasila meliputi objek, metode, sistematis, dan
argumentasi/ bukti.
Rumusan kesatuan sila-sila Pancasila sebagai suatu sistem pada
hakikatanya adalah sila-sila Pancasila merupakan suatu asas sendiri,
namun secara keseluruhan merupakan suatu kesatuan yang sistematis.
Kesatuan sila-sila pancasila pada hakikatnya bukan hanya kesatuan yang
bersifat formal. Logis saja namun juga meliputi kesatuan dasar ontologis,
dan dasar epistemologis dari sila-sila pancasila.
Secara filosofis pancasila sebagai suatu kesatuan sistem filsafat
memiliki dasar
ontologis,
dasar
epistemologis dan
dasar aksiologis sendiri yang berbeda dengan sistem filsafat yang lainnya
misalnya materialisme, liberalisme, pragmatisme, komunisme, idealisme dan
lain paham filsafat dunia

PENGERTIAN IDEOLOGI

IDEA, BERARTI GAGASAN, BUAH PIKIRAN DAN LOGIA BERARTI AJARAN IDEOLOGI
ADALAH ILMU/AJARAN TENTANG GAGASAN DAN BUAH PIKIRAN.

PENGERTIAN IDEOLOGI SECARA UMUM, ADALAH SUATU KUMPULAN GAGASAN, IDE,


KEYAKINAN SERTA KEPERCAYAAN YANG BERSIFAT SISTEMATIS YANG MENGARAHKAN
TINGKAH LAKU SESEORANG DALAM BERBAGAI BIDANG KEHIDUPAN, SEPERTI :
a. BIDANG POLITIK, TERMASUK BIDANG HUKUM, PERTAHANAN DAN KEAMANAN,
SOSIAL, KEBUDAYAAN, KEAGAMAAN.

SEBAGAI IDEOLOGI BANGSA DAN NEGARA INDONESIA, PANCASILA


DIANGKAT DARI NILAI-NILAI ADAT ISTIADAT , KEBUDAYAAN SERTA NILAI
RELIGIUS YANG TERDAPAT DALAM PANDANGAN HIDUP MASYARAKAT
INDONESIA

14

KEKUATAN IDEOLOGI

KEKUATAN IDEOLOGI TERGANTUNG PADA KUALITAS 3 (TIGA) DIMENSI


YANG ADA PADA IDEOLOGI TERSEBUT, YAITU :
1.
DIMENSI REALITA, YAITU BAHWA NILAI-NILAI DASAR YANG TERKANDUNG DALAM
IDEOLOGI TERSEBUT SECARA RIIL HIDUP DIDALAM SERTA BERSUMBER DARI
BUDAYA DAN PENGALAMAN SEJARAH MASYARAKAT / BANGSANYA.
2.
DIMENSI IDEALISME, YAITU BAHWA NILAI-NILAI DASAR IDEOLOGI TERSEBUT
MENGANDUNG IDEALISME YANG MEMBERI HARAPAN TENTANG MASA DEPAN YANG
LEBIH BAIK MELALUI PENGALAMAN DALAM PRAKTEK KEHIDUPAN SEHARI-HARI.
3.
DIMENSI FLEKSIBILITAS, YAITU IDEOLOGI TERSEBUT MEMILIKI KELUWESAN YANG
MEMUNGKINKAN DAN MERANGSANG PENGEMBANGAN PEMIKIRAN-PEMIKIRAN BARU
YANG RELEVAN DENGAN IDEOLOGI BERSANGKUTAN TANPA MENGHILANGKAN ATAU
MENGINGKARI JATI DIRI YANG TERKANDUNG DALAM NILAI-NILAI DASARNYA.
PANCASILA MEMENUHI KE TIGA DIMENSI INI
DENGAN DEMIKIAN, UNTUK MENJALANKAN FUNGSINYA SUATU IDEOLOGI
HARUS SENANTIASA HIDUP, FLEKSIBEL DAN TAHAN UJI DARI MASA KE
MASA.
15

ASAL MULA PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NASIONAL


NILAI-NILAINYA BERASAL DARI BANGSA INDONESIA SENDIRI BERUPA
NILAI-NILAI ADAT ISTIADAT, KEBUDAYAAN DAN NILAI-NILAI RELIGIUS

Ir. SOEKARNO, Drs. MOH. HATTA DAN ANGGOTA BPUPKI LAINNYA


MERUMUSKAN DAN MEMBAHAS PANCASILA TERUTAMA DALAM HAL
BENTUK, RUMUSAN DAN NAMA PANCASILA.

18 AGUSTUS 1945 DISYAHKAN SEBAGAI DASAR FALSAFAH NEGARA


REPUBLIK INDONESIA

16

BERDASARKAN SISTEM PEMIKIRAN, IDEOLOGI DAPAT DIBAGI MENJADI :


1. IDEOLOGI TERTUTUP
2. IDEOLOGI TERBUKA

17

IDEOLOGI TERTUTUP,
CIRI-CIRINYA :
BUKAN

MERUPAKAN
CITA-CITA
YANG
SUDAH
HIDUP
DALAM
MASYARAKAT, MELAINKAN MERUPAKAN CITA-CITA SATU / KELOMPOK
ORANG YANG MENDASARI SUATU PROGRAM UNTUK MENGUBAH DAN
MEMBAHARUI MASYARAKAT.
ATAS NAMA IDEOLOGI DIBENARKAN PENGORBANAN-PENGORBANAN
YANG DIBEBANKAN KEPADA MASYARAKAT.
ORANG HARUS TAAT KEPADA ELIT YANG MENGEMBANNYA, TAAT KEPADA
TUNTUTAN IDEOLOGIS DAN TUNTUTAN KETAATAN INI MUTLAK.
KEKUASAAN PEMERINTAH CENDERUNG KEARAH TOTALITER

18

IDEOLOGI TERBUKA,
CIRI-CIRINYA :
NILAI-NILAI DAN CITA-CITANYA TIDAK DIPAKSAKAN DARI LUAR, MELAINKAN DIGALI DAN

DIAMBIL DARI HARTA KEKAYAAN ROHANI, MORAL DAN BUDAYA MASYARAKAT SENDIRI.
DASARNYA BUKAN BUKAN KEYAKINAN IDEOLOGIS SEKELOMPOK ORANG, MELAINKAN
HASIL MUSYAWARAH DAN KONSENSUS MASYARAKAT. OLEH KARENA ITU IDEOLOGI
TERBUKA ADALAH MILIK SELURUH RAKYAT DAN MASYARAKAT DALAM MENEMUKAN
KEPRIBADIANNYA DI DALAM IDEOLOGI TERSEBUT
IDEOLOGI TEBUKA SENANTIASA BERKEMBANG SEIRING DENGAN PERKEMBANGAN
ASPIRASI, PEMIKIRAN SERTA AKSELERASI DARI MASYARAKAT DALAM MEWUJUDKAN
CITA-CITANYA UNTUK HIDUP BERBANGSA DALAM MENCAPAI HARKAT DAN MARTABAT
KEMANUSIAAN.
PANCASILAIDEOLOGI TERBUKA, YAITU PANCASILA MERUPAKAN IDEOLOGI YANG

MAMPU MENYESUAIKAN DIRI DENGAN PERKEMBANGAN JAMAN TANPA MENGUBAH


NILAI DASARNYA.

19

BATAS-BATAS KETERBUKAAN IDEOLOGI PANCASILA


KETERBUKAAN IDEOLOGI PANCASILA ADA BATAS-BATASNYA YANG
TIDAK BOLEH DILANGGAR, YAITU :
1. STABILITAS NASIONAL YANG DINAMIS
2.

LARANGAN
TERHADAP
PANDANGAN
MENGGELISAHKAN KEHIDUPAN MASYARAKAT.

EKSTRIM

YANG

3.

PENCIPTAAN NORMA YANG BARU HARUS MELALUI KONSENSUS.

20

SECARA SOSIOLOGIS, IDEOLOGI DAPAT DIBAGI :


1.

IDEOLOGI YANG BERSIFAT PARTIKULAR

2.

IDEOLOGI YANG BERSIFAT KOMPREHENSIF

21

IDEOLOGI YANG BERSIFAT PARTIKULAR :


ADALAH KEYAKINAN-KEYAKINAN YANG TERSUSUN SECARA

SISTEMATIS DAN TERKAIT ERAT DENGAN KEPENTINGAN


SUATU KELAS SOSIAL TERTENTU DALAM MASYARAKAT.
IDEOLOGI KOMUNIS YANG MEMPERJUANGKAN KELAS
PROLETAR DAN IDEOLOGI LIBERALIS YANG
MEMPERJUANGKAN HANYA KEBEBASAN INDIVIDU SAJA,
TERMASUK IDEOLOGI PARTIKULAR

22

IDEOLOGI YANG BERSIFAT KOMPREHENSIF


SUATU SISTEM PEMIKIRAN MENYELURUH MENGENAI SEMUA ASPEK KEHIDUPAN SOSIAL
BERCITA-CITA MELAKUKAN TRANSFORMASI SOSIAL SECARA BESAR-BESARAN MENUJU

BENTUK TERTENTU.
TETAP BERADA DALAN BATASAN-BATASAN YANG REALISTIS DAN BERBEDA DENGAN
IDEOLOGI UTOPIA YANG HANYA BERISI GAGASAN-GAGASAN BESAR NAMUN HAMPIR
TIDAK MUNGKIN DAPAT DITRANSFORMASIKAN DALAM KEHIDUPAN PRAKTIS.
IDEOLOGI PANCASILA, MEMILIKI CIRI MENYELURUH YAITU TIDAK BERPIHAK KEPADA

GOLONGAN TERTENTU, BAHKAN IDEOLOGI PANCASILA YANG DIKEMBANGKAN DARI


NILAI-NILAI YANG ADA PADA REALITAS BANGSA INDONESIA ITU MAMPU
MENGAKOMODASIKAN BERBAGAI IDEALISME YANG BERKEMBANG DALAM MASYARAKAT
YANG SIFATNYA MAJEMUK ITU.
23

MAKNA IDEOLOGI BAGI NEGARA

IDEOLOGI NEGARA DALAM ARTI CITA-CITA NEGARA MEMILIKI CIRI- CIRI


SEBAGAI BERIKUT :
1. MEMPUNYAI
DERAJAT YANG TINGGI SEBAGAI NILAI HIDUP
KEBANGSAAN DAN KENEGARAAN.
2. MEWUJUDKAN
SATU ASAS KEROHANIAN PANDANGAN DUNIA,
PANDANGAN HIDUP YANG HARUS DIPELIHARA, DIKEMBANG-KAN,
DIAMALKAN, DILESTARIKAN KEPADA GENERASI PENERUS BANGSA,
DIPERJUANGKAN,
DAN
DIPERTAHANKAN
DENGAN
KESEDIAAN
BERKORBAN.

24

PERBANDINGAN IDEOLOGI PANCASILA DENGAN IDEOLOGI LAIN

25

26

27

SEKIAN DAN THANK YOU

28