Anda di halaman 1dari 16

H ID R O G EN A S I

Oleh Kelompok 11
Fitri Lasmini P. (0707134003)
Ade Martha (1107114244)
Aidil Akbar (1107114606)
Putri Arini (1107114122)
Windy Nila Hakim (1107136643)

Pengertian
Hidrogenasi Hidrogenasi adalah reaksi kimia
yang dihasilkan dari penambahan hidrogen
(H2). Proses ini biasanya memanfaatkan
senyawa organik yang tereduksi atau dalam
keadaan jenuh. Proses ini umumnya berperan
dalam penambahan atom-atom hidrogen
dalam molekul. Katalis dapat digunakan untuk
mempercepat reaksi, karena hidrogenasi yang
tidak memakai katalis hanya dapat terjadi
pada temperatur yang sangat tinggi.

Proses untuk mengeluarkan atom hidrogen dari


suatu molekul disebut dehidrogenasi. Reaksi
hidrogenasi berbeda dengan protonasi atau
adisi hidrida di mana hasil reaksi memiliki
muatan yang berbeda dengan reaktannya;
hidrogenasi memiliki hasil reaksi yang sama
dengan reaktannya.
Contoh reaksi hidrogenasi adalah adisi hidrogen
ke asam maleat, menghasilkan asam suksinat.
Seperti yang tertera pada gambar berikut ini :

Proses hidrogenasi, terutama bertujuan untuk membuat lemak


bersifat plastis ( kenaikan titik cair ). Adanya penambahan hidrogen
pada ikatan rangkap minyak atau lemak dengan bantuan katalisator
akan mengakibatkan kenaikan titik cair. Juga dengan hilangnya
ikatan rangkap, akan menjadikan minyak atau lemak tersebut tahan
terhadap proses oksidasi. Proses hidrogenasi bertujuan untuk
menjenuhkan ikatan rangkap darirantai karbon asam lemak pada
minyak atau lemak. Proses hidrogenasi dilakukan dengan
menggunakan hydrogen murni dan ditambahkan serbuk nikel
sebagai katalisator.
Mekanisme proses Hidrogenasi :

R-CH=CH-CH2-COOH

H2

R-CH2-CH2-CH2-COOH

Pt/Ni
Asam lemak tidak jenuh asam lemak jenuh
Pemanasan akan mempercepat jalannya reaksi hidrogenasi.Juga
penambahan tekanan dan kemurnian gas hidrogen yang
dipergunakan akan menaikkan kecepatan reaksi proses hidrogenasi.
Dalam proses hidrogenasi tersebut karbon monoksida dan sulfur
merupakan katalisator beracun yang sangat berbahaya.

Faktor-Faktor yang
Mempengaruhi Proses
Hidrogenasi
Faktor-faktor yang mempengaruhi proses
hidrogenasi yaitu :
1. ReaksiTingkat
2. Temperature
3. Pressure
4. Agitation
5. Catalyst

Sedangkan kecepatan reaksi tergantung pada


sifat alamiah substansi yang dihidrogenasi, sifat
dan konsentrasi katalis, konsentrasi hidrogen
dan suhu, tekanan dan frekuensi pengadukan.

Katalisator pada proses


hidrogenasi
Katalis hidrogenasi digolongkan menjadi dua, yaitu
katalis homogen dan katalis heterogen. Katalis homogen
larut dalam pelarut yang berisi substrat tak jenuh. Katalis
heterogen adalah berbentuk padat yang tersuspensi di
pelarut dengan substrat atau dengan gas substrat.
Katalisator untuk proses hidrogenasi adalah platina,
palladium dan nikel, dimana platina dan palladium
membentuk katalis yang sangat aktif, yang dapat
mengkatalis pada suhu dan tekanan rendah. Tetapi
berdasarkan pertimbangan ekonomis, hanya nikel yang
umum digunakan sebagai katalisator hidrogenasi. Nikel
mungkin juga mengandung sejumlah kecil Al dan Cu
yang berfungsi sebagai promoter dalam proses
hidrogenasi minyak.

Kerja Suatu Katalis


Reaksi hidrogenasi bersifat eksoterm, tetapi reaksi
tidak berjalan secara spontan karena energi
pengaktifan sangat tinggi. Pemanasan tidak dapat
mensuplai energi yang cukup membawa molekul itu
kekeadaan transisi, namun reaksi akan berjalan
lancar bila ditambahkan suatu katalis.
Logam bubuk atau logam yang diadsorbsikan pada
suatu pengembang yang lama dan tak larut sering
kali digunakan katalis hidrogenasi. Logam yang
dipilih tergantung pada senyawa yang akan direduksi
dan pada kondisi hidrogenasi. Untuk ester yang lebih
sulit untuk direduksi, biasa digunakan katalis
tembaga-kromium (plus kalor dan tekanan).
CH3C CH + H2 pt CH3CH=CH2
Propuna
Propena

Contoh Penerapan Sistem


Hidrogenasi
1. Hidrogenasi Etena
Etena bereaksi dengan hidrogen pada suhu
sekitar 150C dengan adanya sebuah katalis
nikel (Ni) yang halus. Reaksi ini menghasilkan
etana.

CH2=CH2 + H2

CH3 CH3

Sifat-sifat reaksi dari ikatan karbon-karbon


rangkap pada etena juga berlaku pada reaksi
ikatan karbon-karbon rangkap yang terdapat
pada alkena-alkena yang jauh lebih kompleks.

2. Pembuatan mentega dari minyak nabati


Minyak-minyak
nabati
sering
memiliki
kandungan lemak (minyak) tak-jenuh-tunggal
(mono-unsaturated) dan tak-jenuh-majemuk
(polyunsaturated) yang tinggi, olehnya itu
minyak-minyak nabati berwujud cair pada
suhu kamar. Kandungan lemak dan minyak
yang tinggi ini membuat minyak-minyak
nabati mudah tersebar tidak beraturan.
Lemak
tersebut
bisa
"mengeraskan"
(meningkatkan titik lebur) minyak dengan
cara menghidrogenasinya dengan bantuan
katalis nikel. Prosedur ini menghasilkan
sebuah "minyak yang terhidrogenasi parsial"
atau "lemak yang terhidrogenasi parsial".

Diagram alir berikut menunjukkan


proses hidrogenasi sempurna dari
sebuah minyak tak-jenuh-tunggal
yang sederhana.

Ada beberapa risiko kesehatan yang mungkin ditimbulkan akibat


memakan lemak atau minyak yang terhidrogenasi. Para konsumen
mulai menyadari hal ini, dan pabrik-pabrik yang memproduksi makanan
juga terus mencari cara-cara alternatif untuk mengubah minyak
menjadi padatan yang bisa dioleskan pada makanan.
Salah satu masalah ditimbulkan oleh proses hidrogenasi.
Ikatan-ikatan rangkap pada lemak dan minyak tak-jenuh cenderung
membuat gugus-gugus yang ada di sekitarnya tertata dalam bentuk
"cis".
Suhu relatif tinggi yang digunakan dalam proses hidrogenasi cenderung
mengubah beberapa ikatan C=C menjadi bentuk "trans". Jika ikatanikatan khusus ini tidak dihidrogenasi selama proses, maka mereka
masih cenderung terdapat dalam produk akhir mentega khususnya
pada molekul-molekul lemak trans.
Konsumsi lemak trans telah terbukti dapat meningkatkan kadar
kolesterol (khususnya bentuk LDL yang lebih berbahaya) sehingga
bisa menyebabkan meningkatnya risiko penyakit jantung.
Proses apapun yang cenderung meningkatkan jumlah lemak trans
dalam makanan sebaiknya dihindari. Baca dengan seksama label
makanan, dan hindari makanan apapun yang mengandung (atau
dimasak dalam) minyak terhidrogenasi atau lemak terhidrogenasi.

Jenis-Jenis Penggunaan
Reaksi Hidrogenasi
1. Hidrogenasi di laboratorium penelitian
Reaksi hidrogenasi adalah alat yang berguna bagi
seorang ilmuan dalam mencoba menentukan struktur
molekul baru. Rumus molekul, menunjukkan persis
jumlah tiap jenis atom. Dan dapat ditentukan dalam
beberapa cara, tetapi menemukan susunan atomatom ini memerlukan berbagai macam penelitian.

2. Biolologi- Hidrogenasi
Banyak reaksi kimia dalam tubuh membutuhkan
penambahan dua atom hidrogen untuk molekul
dalam mempertahankan hidup.

3. Hidrogenasi dalam industri


Banyak senyawa karbon yang ditemukan didalam kandungan
minyak mentah pada penggunaan yang sedikit.senyawa ini
mungkin berisi beberapa obligasi, tetapi dapat dikonversikan
menjadi senyawa jenuh oleh hidrogenasi katalitik.
Adisi katalik gas hidrogen kepada suatu alkena atau alkuna adalah
sutau reduksi dari senyawa yang berikatan-pi. Reaksi itu bersifat
umum untuk alkena, alkuna, dan senyawa lain dengan ikatan-pi.

Alkena dan alkuna:


CH3CH=CH2 + H2CH3CH2CH3
CH3C
CH + 2H2CH3CH2CH3
Propana
propana
Propuna
propana

Ini adalah salah satu sumber untuk banyak bensin yang kita
gunakan saat ini. Bahan kimia lain selain bensin yang terbuat dari
minyak bumi, dan untuk hal ini juga, langkah pertama dari minyak
mentah dapat di hidrogenasikan.

Pembuatan Hidrogen
Hidrogen yang dipergunakan pada proses hidrogenasi
dibuat dengan proses elektrolisa dan proses steam
iron. Proses elektrolisa yang dilakukan sangat
sederhana, yaitu dengan larutan natrium hidroksida
(NaOH) encer. Cara ini dapat menghasilkan hidrogen
yang murni. Cara steam iron adalah proses
pembautan hidrogen yang mengikutsertakan proses
reduksi dan oksidasi dari besi panas dalam dapur api
yang dipanaskan pada suhu 1500 0F 17000F
( 815,50C 926,50C ). Uap yang dipergunakan
dialirkan secara berlebihan dialirkan melalui besi
panas. Oksigen pada uap akan bercampur dengan
besi dan akan membebaskan hidrogen.

Sekian Dan Terima kasih