Anda di halaman 1dari 22

BUERGER DISEASE

Fritta aulia sari


121 0211 146

Definisi
Buerger Disease atau Tromboangitiis
obliterans adalah penyakit oklusif
kronik pada arteri dan vena
berukuran kecil dan sedang (Sylvia)
Suatu penyakit tersendiri yang sering
menyebabkan insufisiensi vaskular,
ditandai dengan peradangan akut dan
kronik segmental yang menimbulkan
trombosis di arteri kecil sampai sedang
(Robbin Kumar)

Epidemiologi
Laki-laki perokok berat
Tapi bisa juga menyerang wanita
semakin banyak wanita yg merokok
Sebagian besar kasus dimulai
sebelum usia 35 tahun
Although it is observed worldwide,
thromboangiitis obliterans is more
prevalent in the Middle East and Far
East

Etiologi
Rokok : Toksisitas endotel atau
hipersensisitivitas
Genetik : HLA-A9 dan HLA-B5 (suatu
predisposisi genetik tanpa mutasi
langsung)
Chewing tobacco or marijuana use
Nearly two thirds of patients with
thromboangiitis obliterans have
severe periodontal disease, and
chronic anaerobic periodontal
infection

Manifestasi Klinis
1) Nyeri yang bermacam-macam tingkatannya :

Nyerinya bertambah pada waktu malam


dan keadaan dingin, dan akan
berkurang bila ekstremitas dalam
keadaan tergantung.
Serangan nyeri juga dapat bersifat paroksimal
dan sering mirip dengan gambaran penyakit
Raynaud.
Pada keadaan lebih lanjut, ketika
telah ada tukak atau gangren,
maka nyeri sangat hebat dan
menetap.

2) Rasa gatal dan bebal pada tungkai


3) Ulkus dan gangren pada jari kaki
4) Klaudikasi kaki merupakan cermin
penyakit oklusi arteri
5) Nyeri istirahat iskemik timbul
progresif dan bisa mengenai tidak
hanya jari kaki, tetapi juga jari tangan
6) Selain itu, pulsasi arteri yang
rendah atau hilang merupakan tanda
(sign) fisik yang penting.

4) Perubahan kulit (Raynaud Disease)


a. Pada mulanya kulit hanya tampak
memucat ringan terutama di ujung jari.

b. Pada fase lebih lanjut tampak


vasokonstriksi yang ditandai dengan
campuran pucat-sianosis-kemerahan
bila mendapat rangsangan dingin.
Pada perabaan, kulit sering terasa
dingin.

5) Tromboflebitis migran superfisialis dapat


terjadi beberapa bulan atau tahun sebelum
tampaknya gejala (symptom) sumbatan
penyakit Buerger. Fase akut menunjukkan kulit
kemerahan, sedikit nyeri, dan vena teraba
sebagai saluran yang mengeras sepanjang
beberapa milimeter sampai sentimeter di
bawah kulit. Kelainan ini sering muncul di
beberapa tempat pada ekstremitas tersebut
dan berlangsung selama beberapa minggu.
6) Setelah itu tampak bekas yang berbenjolbenjol. Tanda (sign) ini tidak terjadi pada
penyakit arteri oklusif, maka ini hampir
patognomonik untuk tromboangitis obliterans.

Perjalanan penyakit ini khas, yaitu


secara bertahap bertambah berat.
Penyakit berkembang secara intermitten,
tahap demi tahap, bertambah falang
demi falang, jari demi jari. Datangnya
serangan baru dan jari mana yang bakal
terserang tidak dapat diramalkan.
Penderita biasanya kelelahan dan
payah sekali karena tidurnya
terganggu oleh nyeri iskemia.

Patofisiologi

Kriteria Diagnostik
1. Adanya tanda (sign) insufisiensi arteri
2. Umumnya pria dewasa muda
3. Perokok berat
4. Adanya gangren yang sukar sembuh
5. Riwayat tromboflebitis yang berpindah
6. Tidak ada tanda (sign) arterosklerosis di tempat lain
7. Yang terkena biasanya ekstremitas bawah
8. Diagnosis pasti dengan patologi anatomi
Sebagian besar pasien (70-80%) yang menderita penyakit
Buerger mengalami nyeri iskemik bagian distal saat
istirahat dan atau ulkus iskemik pada tumit, kaki atau
jari-jari kaki.

Penyakit Buergers juga harus dicurigai pada


penderita dengan satu atau lebih tanda
(sign) klinis berikut ini :
a. Jari iskemik yang nyeri pada ekstremitas
atas dan bawah pada laki-laki dewasa
muda dengan riwayat merokok yang berat.
b. Klaudikasi kaki
c. Tromboflebitis superfisialis berulang
d. Sindrom Raynaud

Diagnosis Banding
Penyakit Buerger harus dibedakan dari
penyakit oklusi arteri kronik
aterosklerotik.
Keadaan ini jarang mengenai
ekstremitas atas. Penyakit oklusi
aterosklerotik diabetes timbul dalam
distribusi yang sama seperti
Tromboangitis Obliterans, tetapi
neuropati penyerta biasanya
menghalangi perkembangan

Px Penunjang
Pengujian yang direkomendasikan untuk mendiagnosis
penyebab terjadinya vaskulitis termasuk didalamnya
adalah
1) Pemeriksaaan darah lengkap; uji fungsi hati;
determinasi konsentrasi serum kreatinin,
peningkatan kadar gula darah dan angka sedimen,
pengujian antibody antinuclear, faktor rematoid,
tanda (sign)-tanda (sign) serologi pada CREST
(calcinosis cutis, Raynaud phenomenon, sklerodaktili
and telangiektasis) sindrom dan scleroderma dan
screening untuk hiperkoagulasi, screening ini
meliputi pemeriksaan antibodi antifosfolipid dan
homocystein pada pasien buerger sangat dianjurkan.

2) Angiogram pada ekstremitas atas dan


bawah. Pada angiografii tersebut
ditemukan gambaran corkscrew dari
arteri yang terjadi akibat dari kerusakan
vaskular, bagian kecil arteri tersebut
pada bagian pergelangan tangan dan
kaki. Angiografi juga dapat menunjukkan
oklusi (hambatan) atau stenosis
(kekakuan) pada berbagai daerah dari
tangan dan kaki.

3) Doppler
4) MRI, CT Scan
6) Allen Test
a. Anda membuat kepalan ketat, yang memaksa darah
keluar dari tangan Anda.
b. Dokter Anda menekan pada arteri di setiap sisi
pergelangan tangan Anda untuk memperlambat aliran
darah kembali ke tangan Anda, membuat tangan Anda
kehilangan warna normal.
c. Selanjutnya, Anda membuka tangan Anda dan dokter
Anda melepaskan tekanan pada salah satu arteri,
kemudian yang lain.
Seberapa cepat kembali ke warna tangan Anda dapat
memberikan indikasi umum tentang kesehatan arteri
Anda (<7 detik) . Aliran darah yang lambat ke tangan
Anda mungkin menunjukkan masalah, seperti penyakit
Buerger.

Terapi
1) Edukasi
2) Vasodilator
3) Antibiotik
4) Revaskularisasi
5) Hidarilah amputasi jika
memungkinkan, tetapi, jika
dibutuhkan, lakukanlah operasi
dengan cara menyelamatkan
tungkai kaki sebanyak mungkin

Gunakanlah alas kaki yang dapat


melindungi untuk menghindari trauma kaki
dan panas atau juga luka karena kimia
lainnya.
Lakukanlah perawatan lebih awal dan
secara agresif pada lula-luka ektremis
untuk menghindari infeksi
Menghindar dari lingkungan yang dingin
Menghindari obat yang dapat memicu
vasokontriksi

Prognosis
Pada pasien yang berhenti merokok, 94% pasien
tidak perlu mengalami amputasi, apalagi pada pasien
yang berhenti merokok sebelum terjadi gangren, angka
kejadian amputasi mendekati 0%.
Berbeda sekali dengan pasien yang tetap merokok,
sekitar 43% dari mereka berpeluang harus diamputasi
selama periode waktu 7 sampai 8 tahun kemudian,
bahkan pada mereka harus dilakukan multiple
amputasi. Pada pasien ini selain umumnya dibutuhkan
amputasi tungkai, pasien juga terus merasakan
klaudikasi (nyeri pada saat berjalan) atau fenomena
raynauds walaupun sudah benar-benar berhenti
mengkonsumi tembakau.

Anda mungkin juga menyukai