Anda di halaman 1dari 26

MENOPAUSE, SEXUAL

FUNCTION AND AGING


WOMAN

Aprilyan Laras Chantika


109170004

DEFINISI DAN TERMINOLOGI


Aging: menunjukkan efek waktu suatu proses
perubahan, bersifat continuum
Senescence: hilangnya kemampuan sel untuk
membelah dan berkembang (dan seiring waktu
akan menyebabkan kematian)
Premenopause: masa antara usia 40 tahun dan
dimulainya siklus haid yang tidak teratur.

Perimenopause (klimakterium): Masa


perubahan antara premenopause dan menopause,
ditandai dengan siklus haid yang tidak teratur.
Sindrom Klimakterik: Keluhan-keluhan spesifik
yang timbul akibat kekurangan estrogen yang
dapat dimulai pada masa perimenopause sampai
beberapa tahun paska menopause.
Pasca menopause: Amenorea 12 bulan (12 bulan
setelah menopause), LH dan FSH yang tinggi,
estrogen dan progesteron yang rendah.

FISIOLOGI MENOPAUSE
Pada usia 40-50 tahun, siklus seksual biasanya menjadi
tidak teratur, ovulasi sering tidak terjadi.
Penyebab menopause: matinya (burning out) ovarium
Sepanjang hidup kira-kira 400 folikel primordial tumbuh
menjadi folikel matang dan berovulasi
Estrogen hilang perubahan fisiologis fungsi tubuh,
yaitu:

Rasa panas (hot flushes) dengan kemerahan kulit yang ekstrem


Sensasi psikis dispnea
Gelisah
Letih
Ansietas
Kadang-kadang keadaan psikotik yang bermacam-macam
Penurunan kekuatan dan kalsifikasi tulang

ETIOLOGI
fungsi ovarium mulai
berubah
Hilangnya negative
feedback dari
estrogen ovarium
Pembedahan

LANJUTAN
Jumlah sel telur menurun dan ovarium
menjadi lebih resisten terhadap aksi FSH
penurunan jumlah estrogen, progesteron dan
androgen.
Hilangnya negative feedback dari estrogen
ovarium menyebabkan peningkatan sekresi
FSH dan LH

LANJUTAN

Pembedahan
berhentinya pelepasan hormon oleh ovarium.
mengangkat ovarium serta kemoterapi.
Histerektomi (pengangkatan rahim)
menyebabkan berakhirnya siklus menstruasi.

PATOFISIOLOGI MENOPAUSE

Klimaterium (menopause) fase fisiologis yang


terjadi jika fungsi ovarium telah mengalami
regresikadar estradiol menurun dan ukuran
ovarium mengecil, dan akhirnya folikel juga
menghilang.
Menurunnya kadar estradiol yang bersirkulasi
meningkatkan sekresi gonadotropin oleh hipofisis
melalui umpan balik negatifproduksi FSH yang
meningkat dan terus diproduksinya LH selama
beberapa tahun setelah awitan menopause.
Menurunnya estrogen dalam sirkulasigejala-gejala
menopausePerdarahan menstruasi tidak rutin,
siklus menjadi lebih pendek karena fase molekular
yang memendek/siklus menjadi tidak teratur dan
semakin jarang.

GEJALA DAN TANDA MENOPAUSE


Perubahan pola haid

Siklus menjadi pendek (2-7

hari) :

Siklus memanjang
Haid tak teratur kemudian

berhenti sama sekali

Perubahan bentuk

perdarahan

siklus anovulatoar) kemudian


menjadi sedikit
Spotting
Perdarahan yang banyak, lama
atau perdarahan
intermenstrual

Hot flushes
Keringat malam
Gangguan tidur

Depresi
Irritabilitas
Perubahan mood
Kurang konsentrasi, pelupa.

Gangguan seksual

Mula-mula banyak (akibat

Ketidakstabilan vasomotor

Gangguan psikologis/kognitive

Kejadian gangguan seksual pada


wanita menopause bervariasi dan
meningkat dengan bertambahnya
umur.
Gejala-gejala berupa; berkurangnya
lubrikasi vagina, menurunnya
libido, dispareuni dan vaginismus.

Gejala-gejala somatik

Sakit kepala
Pembesaran mammae dan nyeri
Palpitasi
Pusing

DIAGNOSIS MENOPAUSE
Diagnosa dibuat apa bila telah terdapat
amenorea sekurang-kurangnya satu tahun
dan harus dikonfirmasikan dengan
peningkatan kadar FSH dan kadar estradiol
yang rendah.
Dari anamnesa didapatkan berbagai gejala
seperti di atas.

PENATALAKSANAAN
Terapi pengganti hormon

Regimen I (terdiri dari estrogen saja)

Bermanfaat untuk perempuan yang telah diangkat


rahimnya

Regimen II (estrogen dan progestogen)

Estrogen dan progestogen diberikan bersamaan secara


kontinyu
tanpa terputus

LANJUTAN
Manfaat
Estrogen yang diberikan pada wanita
pascamenopause akan secara efektif
mengatasi aliran panas (hot flushes),
osteoporosis, atrofi genitalia, dan mungkin
juga gangguan mood
Resiko
Estrogen meningkatkan risiko hiperplasia
endometrium dan adenokarsinoma, kecuali
jika ditembahkan progestin

LANJUTAN
Efek samping.
Mual, perdaran per vaginam yang tidak
teratur, sakit kepala, dan nyeri payudara.
Regimen
Estrogen siklik (Premarin(R) 0,625 mg,
estradiol 1,0 mg) estrogen harian (Premain,
estradiol, estrogen transdermal sebanyak
0,05 mg), dan Provera 2,5 mg.

Jenis estrogen yang dianjurkan

Jenis
Estrogen
Konyugasi
17 Estradiol
Estradiol Valerat

Dosis perhari
0,3 1,25 mg
0,01-0,02 mg
2-20 mg setiap selang
seminggu

Estradiol(etronsulf
at piperasin)
0,625 mg - 1,25 mg

TERAPI PROGESTERON

Jenis progesteron yang dianjurkan

PERUBAHAN YANG TERJADI


PASCA PERIMENOPAUSE
Perubahan pola haid
Ketidakstabilan vasomotor
Gangguan tidur
Gangguan seksual
Sindroma urogenital
Gangguan Psikologi/kognitif
Gejala-gejala somatik
Fertilitas
Osteoporosis (Panduan
menopause)Kelainan kardiovaskular
(Warren & Kulak)

DISFUNGSI SEXUAL LANSIA SECARA


UMUM
Fase

Perubahan

Tanggapa
n Seksual

Fase desire

Dipengaruhi oleh penyakit, masalah hubungan dengan pasangan, harapan kultural, kecemasan akan kemampuan seks.
Hasrat pada lansia wanita mungkin menurun seiring makin lanjutnya usia, tetapi bias bervariasi.
Interval untuk meningkatkan hasrat seksual pada lansia pria meningkat serta testoteron menurun secara bertahap sejak usia
55 tahun akan mempengaruhi libido.

Fase arousal

Lansia wanita: pembesaran payudara berkurang; terjadi penurunan flushing, elastisitas dinding vagina, lubrikasi vagina dan
peregangan otot-otot; iritasi uretra dan kandung kemih.
Lansia pria : ereksi membutuhkan waktu lebih lama, dan kurang begitu kuat; penurunan produksi sperma sejak usia
40tahun akibat penurunan testoteron; elevasi testis ke perineum lebih lambat.

Fase orgasmik

Lansia wanita : tanggapan orgasme kurang intens disertai lebih sedikit konstraksil kemampuan mendapatkan orgasme
multipel berkurang.
Lansia pria : kemampuan mengontrol ejakulasi membaik; kekuatan dan jumlah konstraksi otot berkurang; volume ejakulat
menurun.

PENYEBAB PATOLOGIK DISFUNGSI


SEXUAL
Penyebab iatrogenik
Penyebab biologik dan kasus medis

Infark

miokard
Pasca stroke
Kanker
Diabetes melitus
Arthritis
Rokok dan alkohol
Penyakit paru obstruktif kronik
Obat-obatan

GANGGUAN FUNGSI SEXUAL


WANITA

Tahap Desire (libido): kurangnya minat pada seks dorongan seksual


hipoaktif, karena:
Penyebab organik: Gangguan keseimbangan hormonal
Penyebab psikis: salah satu pasangan tidak merasa intim secara emosial.

Tahap arousal dan lubrication: Reaksi seksual yang seharusnya


terjadi adalah peningkatan aliran darah ke panggul, yang akan
menyebabkan terjadinya bendungan dan pembesaran pada jaringan
dinding vagina. Klitoris akan mengalami ereksi mini dan dinding vagina
akan memproduksi cairan pelumas agar tidak sakit sewaktu penetrasi.
bertambah buruk diabetes, hipertensi, radioterapi pada tumor pelvis,
dan penggunaan anti-estrogen pada pengobatan kanker payudara.
Tahap orgasme: Pada beberapa wanita walau tahap-tahap sebelumnya
telah dilalui secara lengkap mereka tetap sulit memperoleh
orgasme.Dispareunia menghambat orgasme. SolusiMasturbasi

Gangguan rasa sakit


Dispareunia:

timbulnya rasa sakit sewaktu


bersenggama, karena:

Lubrikasi vagina yang inadekuat


Iritasi pada genitalia ekstena
Kekeringan pada genitalia eksterna
Vulva vaginitis
Trauma lokal seperti episiotomi
Uretritis
Intromission (sudut penetrasi) yang kurang tepat
Penyakit anorektal
Anomali traktus genitalia wanita

Vaginismus:

vagina mengalami kontraksi bila ada


benda yang masuk ke vagina (misalnya penis, jari atau
tampon)
Penyakit ginekologi dapat menyebabkan rasa
sakitkista Bartholini, abses vagina.

PENELITIAN SEXUALITAS PADA


MENOPAUSE
Kualitas dan kuantitias aktivitas seksual pada
lansia bergantung pada kualitas dan kuantitas
aktivitas seksual pada masa sebelum menginjak
usia lanjut.
Master dan Johnson: kapabilitas seksual wanita
tidak menurun sampai usia tua (sesudah 60
tahun sampai 80 tahun), namun diatas usia 60
tahun semakin sedikit wanita yang aktif seksual.
Penelitian lain: menurunnya minat akan
aktivitas seksual lebih disebabkan karena faktor
usia dan gejala vasomotor tidak berhubungan
dengan aspek fungsi seksual

PENATALAKSANAAN DISFUNGSI
SEXUAL LANSIA
Dipengaruhi oleh faktor fisik dan psikis.
Gangguan fungsi dapat diatasi sesuai dengan
penyebabnya.
Meliputi konseling seksual, terapi obat/tindakan
operatif, terapi nutrisi dan penggunaan alat
bantu.

Thank you