Anda di halaman 1dari 41

PERLINDUNGAN

PERLINDUNGAN

KESEHATAN PETUGAS

KESEHATAN

PETUGAS

PERLINDUNGAN PERLINDUNGAN KESEHATAN PETUGAS KESEHATAN PETUGAS Disampaikan pada Pelatihan PPI RS Yohanes, Kupang Tanggal 3 –
PERLINDUNGAN PERLINDUNGAN KESEHATAN PETUGAS KESEHATAN PETUGAS Disampaikan pada Pelatihan PPI RS Yohanes, Kupang Tanggal 3 –
PERLINDUNGAN PERLINDUNGAN KESEHATAN PETUGAS KESEHATAN PETUGAS Disampaikan pada Pelatihan PPI RS Yohanes, Kupang Tanggal 3 –

Disampaikan pada Pelatihan PPI RS Yohanes, Kupang Tanggal 3 – 4 Desember 2010

PERLINDUNGAN PERLINDUNGAN KESEHATAN PETUGAS KESEHATAN PETUGAS Disampaikan pada Pelatihan PPI RS Yohanes, Kupang Tanggal 3 –

PENDAHULUAN

Pencegahan dan pengendalian infeksi rumah sakit (PPI-RS) atau Healthcare Associated Infections (HAIs) ditujukan untuk melindungi :

Pasien Petugas kesehatan Pengunjung / masyarakat sekit Semua petugas kesehatan berisiko terkena penularan penyakit infeksi saat melakukan pekerjaannya

PENDAHULUAN Pencegahan dan pengendalian infeksi rumah sakit (PPI-RS) atau Healthcare Associated Infections (HAIs) ditujukan untuk melindungi
KEWASPADAAN SURVEILENS ISOLASI PROGRAM PPI PENDIDIKAN PENCEGAHAN DAN INFEKSI LATIHAN KEBIJAKAN PENGGUNAAN ANTIMIKROBA
KEWASPADAAN
SURVEILENS
ISOLASI
PROGRAM PPI
PENDIDIKAN
PENCEGAHAN
DAN
INFEKSI
LATIHAN
KEBIJAKAN
PENGGUNAAN
ANTIMIKROBA

PROGRAM PERLINDUNGAN

PROGRAM

PERLINDUNGAN

KKESEHATAN

ESEHATAN

Pemeriksaan

Pemeriksaan kesehatan

kesehatan berkala

berkala

Pencegahan

Pencegahan penularan

penularan infeksi

infeksi terhadap

terhadap

petugas kesehatan

petugas

kesehatan

Pen

Penyediaan

yediaan Sarana

Sarana Kewaspadaan

Kewaspadaan standar

standar

Pemberian

Pemberian immunisasi

immunisasi // profilaksis

profilaksis anti

anti virus

virus

dan vaksin

dan

vaksin fluflu

Penatalaksana

Penatalaksanaaann pasca

pasca luka

luka tusuk

tusuk benda

benda tajam

tajam

bekas pakai

bekas

pakai

PROGRAM PERLINDUNGAN PROGRAM PERLINDUNGAN K K ESEHATAN ► Pemeriksaan Pemeriksaan kesehatan kesehatan berkala berkala ► Pencegahan

TUJUAN PROGRAM

TUJUAN

PROGRAM

Meningkatkan

Meningkatkan keamanan

keamanan lingkungan

lingkungan RSRS

Mempertahankan

Mempertahankan kesehatan

kesehatan petugas

petugas

Mengurangi

Mengurangi biaya

biaya perawatan

perawatan

Mencegah

Mencegah timbulnya

timbulnya wabah

wabah

Mencegah

Mencegah tuntutan

tuntutan hukum

hukum

TUJUAN PROGRAM TUJUAN PROGRAM  Meningkatkan keamanan lingkungan RS RS  Mempertahankan Mempertahankan kesehatan kesehatan petugas

PEMERIKSAAN KESEHATAN

PEMERIKSAAN

KESEHATAN

Dilakukan

Dilakukan secara

secara berkala

berkala

Khusus

Khusus untuk

untuk petugas

petugas terpajan

terpajan ::

SSuhu

uhu tubuh

tubuh dipantau

dipantau 2x/hari

2x/hari untuk

untuk petugas

petugas yang

yang

merawat

merawat pasien

pasien Flu

Flu BBurung

urung

Bila timbul

Bila

timbul demam,

demam, petugas

petugas dipindah

dipindah tugaskan

tugaskan

perawatan, dan

perawatan,

dan harus

harus menjalani

menjalani uji

uji diagnostik

diagnostik

Jika penyebab

Jika

penyebab tidak

tidak dapat

dapat diidentifikasi,

diidentifikasi,

dianjurkan

dianjurkan petugas

petugas mendapat

mendapat pengobatan

pengobatan

antiviral

antiviral

PEMERIKSAAN KESEHATAN PEMERIKSAAN KESEHATAN ► Dilakukan Dilakukan secara secara berkala berkala ► Khusus untuk petugas terpajan

PEMBERIAN IMUNISASI

PEMBERIAN

IMUNISASI

IImunisasi

munisasi Hepatitis

Hepatitis BB

Pemberian

Pemberian vaksin

vaksin FFlulu MMusiman

usiman yang

yang

dianjurkan WHO

dianjurkan

WHO jika

jika kontak

kontak dengan

dengan

pasien penyakit

pasien

penyakit menular

menular melalui

melalui udara

udara

((airborne

airborne))

Kadar

Kadar antibodi

antibodi protektif

protektif perlu

perlu

  • di diperiksa

periksa 22 -- 44 minggu

minggu setelah

setelah vaksinasi

vaksinasi

PEMBERIAN IMUNISASI PEMBERIAN IMUNISASI ► I I munisasi Hepatitis B B ► Pemberian vaksin F F

PENYEDIANAN SARANA

PENYEDIANAN

SARANA /FASILITAS

/FASILITAS

Alat

Alat Pelindung

Pelindung Diri

Diri (APD)

(APD) harus

harus

tersedia cukup

tersedia

cukup di

di ruang

ruang perawatan

perawatan

dan tindakan.

dan

tindakan.

Indikasi

Indikasi pemakaian

pemakaian dan

dan cara

cara

melepaskan APD

melepaskan

APD harus

harus dipahami

dipahami

dengan baik

dengan

baik oleh

oleh petugas

petugas

PENYEDIANAN SARANA PENYEDIANAN SARANA /FASILITAS /FASILITAS ► Alat Alat Pelindung Pelindung Diri Diri (APD) (APD) harus
Petugas kesehatan Terpajan Pasien Pengunjung Peralatan Lingkungan
Petugas kesehatan
Terpajan
Pasien
Pengunjung
Peralatan
Lingkungan
Petugas kesehatan Terpajan Pasien Pengunjung Peralatan Lingkungan Perlindungan kesehatan Petugas

Perlindungan

kesehatan Petugas

PENYEBAB KECELAKAAN

PENYEBAB

KECELAKAAN

Kurangnya kesadaran pekerja

Kualitas dan ketrampilan kerja kurang

memadai

Meremehkan risiko kerja, tidak menggunakan

alat pelindung diri yang sesuai ketentuan

PENYEBAB KECELAKAAN PENYEBAB KECELAKAAN  Kurangnya kesadaran pekerja  Kualitas dan ketrampilan kerja kurang memadai 

PENYEBAB KECELAKAAN

PENYEBAB

KECELAKAAN

Kondisi

Kondisi berbahaya

berbahaya (( Unsafe

Unsafe Condition

Condition)

Mesin, peralatan, bahan dll

Lingkungan kerja

Proses kerja

Sifat pekerjaan

Cara kerja

o Perbuatan Perbuatan berbahaya berbahaya

Kurangnya pengetahuan dan ketrampilan

Keletihan dan kelemahan daya tahan tubuh

Sikap dan perilaku kerja yang tidak baik

PENYEBAB KECELAKAAN PENYEBAB KECELAKAAN  Kondisi berbahaya ( ( Unsafe Condition • Mesin, peralatan, bahan dll

RISIKO TERHADAP

RISIKO

TERHADAP PETUGAS

PETUGAS

KESEHATAN BERUPA

KESEHATAN

BERUPA :

Pemaparan terhadap zat kimia

Radiasi

Fisik bangunan

Peralatan yang terkontaminasi infeksi:

HIV

Hepatitis B (HBV)

Hepatitis C (HBC)

RISIKO TERHADAP RISIKO TERHADAP PETUGAS PETUGAS BERUPA KESEHATAN :  Pemaparan terhadap zat kimia  Radiasi

AKIBAT LUKA TUSUK PADA

NAKES

NAKES

( CANADA COMUNICABLE DISEASES REPORT

2001)

Risiko terinfeksi

Persentase

HBV

10-35 %

HCV

2.7 %

HIV

0.3 %

AKIBAT LUKA TUSUK PADA NAKES NAKES ( CANADA COMUNICABLE DISEASES REPORT 2001) Risiko terinfeksi Persentase HBV

JUNI 1997, US-CDC

56 kasus tertular HIV pada kecelakaan kerja 52 terpajan dengan darah 1 terpajan cairan tubuh tercampur
56 kasus tertular HIV pada kecelakaan
kerja
52 terpajan dengan darah
1 terpajan cairan tubuh tercampur darah
3 terpajan langsung dengan virus di Lab
-
50 terpajan melalui luka tusuk
-
5 terpajan percikan cairan tubuh yang
tercemar melalui mukosa
-
1 terpajan melalui tusukan dan percikan

Distribusi Responden Berdasarkan Tindakan Saat

Terjadi Pajanan di 11 RS, Jakarta 2003

Jenis

Terpajan

%

Tindakan

(n= 282)

Pemasangan

74

26,2

infus

Suntik

104

36,9

Operasi Besar

42

14,9

Tind Medis

93

33

Tind Medis 93 33

Lain

Luka tusuk jarum

 
 
  • 21.5%

21.5% selama

  • 78.5%

78.5% setelah

  • Recapping

Recapping

  • Melepas

Melepas jarum

  • Penempatan

   

selama tindakan

tindakan

Luka tusuk jarum 21.5% 21.5% selama 78.5% 78.5% setelah Recapping Recapping Melepas jarum Penempatan selama tindakan

setelah tindakan

tindakan

jarum // scalpel

scalpel

Luka tusuk jarum 21.5% 21.5% selama 78.5% 78.5% setelah Recapping Recapping Melepas jarum Penempatan selama tindakan

Penempatan jarum

jarum

Luka tusuk jarum 21.5% 21.5% selama 78.5% 78.5% setelah Recapping Recapping Melepas jarum Penempatan selama tindakan
Luka tusuk jarum 21.5% 21.5% selama 78.5% 78.5% setelah Recapping Recapping Melepas jarum Penempatan selama tindakan

HAL HAL

HAL

HAL YANG

YANG HARUS

HARUS DILAKUKAN

DILAKUKAN

BILA PETUGAS

BILA

PETUGAS TERPAJAN

TERPAJAN

Periksa status kesehatan petugas

terpajan

Ketahui status kesehatan sumber

pajanan

Tindakan

sesuai jenis paparan

Terapkan

profilaksis pasca pajanan

(PPP) sesuai Kebijakan RS

– – HAL HAL YANG HARUS DILAKUKAN BILA PETUGAS BILA PETUGAS TERPAJAN TERPAJAN ► Periksa

PAJANAN

PAJANAN

BAHAN KIMIA

BAHAN

KIMIA ATAU

ATAU CAIRAN

CAIRAN

TUBUH

TUBUH

Mata segera bilas dengan air mengalir

selama 15 menit

Kulit segera bilas dengan air mengalir 1

menit

Mulut segera kumur-kumur selama 1

menit

Segera hubungi Dokter yang berwenang

untuk melakukan perawatan pasca

pajanan

Lapor ke Komite / Tim PPI , panitia K3RS

atau sesuai alur RS

PAJANAN PAJANAN BAHAN KIMIA BAHAN KIMIA ATAU ATAU CAIRAN CAIRAN TUBUH TUBUH ► Mata  segera

TINDAKAN PASCA

TINDAKAN

PASCA TERTUSUK

TERTUSUK

JARUM BEKAS

JARUM

BEKAS

Cuci

Cuci dengan

dengan air

air mengalir

mengalir

menggunakan sabun

menggunakan

sabun atau

atau

cairan antiseptik

cairan

antiseptik

Berikan

Berikan cairan

cairan antiseptik

antiseptik

pada

pada area

area tertusuk

tertusuk /luka

/luka

Lapor

Lapor keke timtim PPI

PPI atau

atau

K3RS/berwenang

K3RS/berwenang

TINDAKAN PASCA TINDAKAN PASCA TERTUSUK TERTUSUK JARUM BEKAS JARUM BEKAS  Cuci Cuci dengan dengan air

TINDAKAN PASCA

TINDAKAN

PASCA TERTUSUK

TERTUSUK

JARUM BEKAS

JARUM

BEKAS

Tindak lanjut Tim PPI :

Tentukan status HIV, HBV, dan HCV

sumber pajanan

Periksa status HIV, HBV, dan HCV

petugas yang terpajan

Monitoring dengan pemeriksaan

laboratorium

TINDAKAN PASCA TINDAKAN PASCA TERTUSUK TERTUSUK JARUM BEKAS JARUM BEKAS  Tindak lanjut Tim PPI :
TINDAKAN KECELAKAAN KERJA TERTUSUK JARUM BEKAS PAKAI (1)
TINDAKAN KECELAKAAN KERJA TERTUSUK
JARUM BEKAS PAKAI (1)

Bila status pasien bebas HIV,HBV,HCV dan

bukan dalam masa inkubasi tidak perlu

tindakan khusus untuk petugas terhadap

HIV,HBV,HCV, tetapi bila petugas khawatir

dapat dilakukan konseling

TINDAKAN KECELAKAAN KERJA TERTUSUK JARUM BEKAS PAKAI (1)  Bila status pasien bebas HIV,HBV,HCV dan bukan

Bila status pasien HIV,HBV.HCV positif maka

tentukan status HIV.HBV,HCV petugas

TINDAKAN KECELAKAAN KERJA TERTUSUK JARUM BEKAS PAKAI (1)  Bila status pasien bebas HIV,HBV,HCV dan bukan

kesehatan tsb

TINDAKAN KECELAKAAN KERJA TERTUSUK JARUM BEKAS PAKAI (1)  Bila status pasien bebas HIV,HBV,HCV dan bukan

TINDAKAN KECELAKAAN

TINDAKAN

KECELAKAAN

KERJA TERTUSUK

KERJA

TERTUSUK JARUM

JARUM

BEKAS PAKAI

BEKAS

PAKAI (2)

(2)

Sebelum dilakukan pre test dan post test terhadap

petugas yang terpapar harus dilakukan konseling

dulu

Pre test untuk mengetahui apakah petugas sudah

terinfeksi sebelumnya

Jika hasil pre test positif, jelas bahwa petugas

sudah terinfeksi sebelumnya

Jika hasil pre test negatif sementara sumber

Pasien positif HBV, maka diberikan immunisasi

HBV, bila pasien positif HIV rujuk ke Tim AIDS

TINDAKAN KECELAKAAN TINDAKAN KECELAKAAN KERJA TERTUSUK KERJA TERTUSUK JARUM JARUM BEKAS PAKAI BEKAS PAKAI (2) (2)
TINDAKAN TINDAKAN KECELAKAAN KECELAKAAN KERJA KERJA TERTUSUK TERTUSUK JARUM JARUM BEKAS BEKAS PAKAI PAKAI (3) (3)
TINDAKAN
TINDAKAN KECELAKAAN
KECELAKAAN KERJA
KERJA
TERTUSUK
TERTUSUK JARUM
JARUM BEKAS
BEKAS PAKAI
PAKAI (3)
(3)

Berikan dukungan kepada petugas yang terpapar

TINDAKAN TINDAKAN KECELAKAAN KECELAKAAN KERJA KERJA TERTUSUK TERTUSUK JARUM JARUM BEKAS BEKAS PAKAI PAKAI (3) (3)

Bila hasil pre test HIV pasien negatif petugas tetap di konseling

Pemeriksaan ulang dilakukan, 6 minggu, 3 bulan dan 6 bulan

TINDAKAN TINDAKAN KECELAKAAN KECELAKAAN KERJA KERJA TERTUSUK TERTUSUK JARUM JARUM BEKAS BEKAS PAKAI PAKAI (3) (3)

Dapat minum obat ARV untuk memperkecil risiko penularan,

jika luka tusuk < 4 jam

TINDAKAN TINDAKAN KECELAKAAN KECELAKAAN KERJA KERJA TERTUSUK TERTUSUK JARUM JARUM BEKAS BEKAS PAKAI PAKAI (3) (3)

ALUR LUKA

ALUR

LUKA TUSAK

TUSAK

ALUR LUKA ALUR LUKA TUSAK TUSAK JARUM/PAPARAN CAIRAN JARUM/PAPARAN CAIRAN Terpajan cairan tubuh Tertusuk jarum terkontaminasi

JARUM/PAPARAN CAIRAN

JARUM/PAPARAN CAIRAN

Terpajan cairan tubuh
Terpajan cairan
tubuh
Tertusuk jarum terkontaminasi TUBUH TUBUH
Tertusuk jarum
terkontaminasi
TUBUH
TUBUH
Cuci dg air mengalir Segera lapor ke atasan Cuci dg air mengalir Buat laporan Investigasi lapangan
Cuci dg air
mengalir
Segera lapor ke
atasan
Cuci dg air
mengalir
Buat laporan
Investigasi lapangan
Tim PPI
Petugas dan Sumber
Periksa darah HCV, HBV, HIV
ALUR LUKA ALUR LUKA TUSAK TUSAK JARUM/PAPARAN CAIRAN JARUM/PAPARAN CAIRAN Terpajan cairan tubuh Tertusuk jarum terkontaminasi

Perawatan & Pengawasan dokter

PPP(( Propilaksis

PPP

Propilaksis pasca

pasca pajanan

pajanan

untuk

untuk Hepatitis

Hepatitis BB

 

Status infeksi Sumber Pajanan

Vaksinasi dan respon antibodi dari Petugas Kesehatan ±

 

HBsAg

Tidak tahu / sarana pemeriksaan

HBsAgpositif

negatif

(-)

Belum divaksinasi

1 dos HBIg + seri vaksinasi hepatitis B

Seri vaksinasi hepatitis B

Seri vaksinasi hepatitis B Sumber pajanan berisiko tinggi obati seperti pada HBsAg positif

Pernah divaksinasi

 

Diketahui sbg responder

Tidak perlu PPP

Tidak perlu PPP

Tidak perlu PPP

Diketahui sbg non- responder

1 dosis HBIg + ulangan seri vaksinasi hepatitis B atau 2 dosis HBIg

Tidak perlu PPP

Sumber pajanan berisiko tinggi obati seperti pada HBsAg positif

Tidak diketahui status respon antibodinya

Anti-HBs terpajan cukup - tidak perlu PPP tidak cukup - 1 dosis

Tidak perlu PPP

PPP ( ( Propilaksis PPP Propilaksis pasca pasca pajanan pajanan untuk Hepatitis B B Status infeksi

Anti-HBs terpajan cukup - tidak perlu PPP tidak cukup - 1 dosis HBIg + vaksin boster

Profilaksis

Profilaksis Pasca

Pasca Pajanan

Pajanan

HIV/AIDS

HIV/AIDS

Jenis

Jenis pajanan

pajanan potensial

potensial ::

darah darah

cairan cairan semen semen // cairan cairan vagina vagina

cairan

cairan serebrospinal

serebrospinal

ccairan

airan sinovial

sinovial // pleura

pleura // periakardial

periakardial // peritonial

peritonial //

amnion

amnion

Obat

Obat ARV

ARV harus

harus diberikan

diberikan dalam

dalam waktu

waktu << 44 jamjam

Profilaksis Profilaksis Pasca Pasca Pajanan Pajanan HIV/AIDS HIV/AIDS ► Jenis pajanan potensial : :  darah

RISIKO SEROKONVERSI

RISIKO

SEROKONVERSI ++

Pajanan darah/cairan tubuh dalam jumlah

besar ditandai :

Luka dal

Luka

dalamam

Darah tterlihat

Darah

erlihat jelas

jelas

Akibat tertusuk

Akibat

tertusuk jarum

jarum

PPajanan

ajanan pasien

pasien dalam

dalam stadium

stadium AIDS

AIDS

SEROKONVERSI RISIKO + + Pajanan darah/cairan tubuh dalam jumlah besar ditandai :   

Alur

Alur PPP

PPP pada

pada pajanan

pajanan HIV

HIV

  • 1. 1. Kategori

Kategori Pajanan

Pajanan (KP)

(KP)

Sumber pajanan berupa darah, cairan berdarah, atau bahan lain yang berpotensi menularkan infeksi (OPIM), atau alat
Sumber pajanan berupa darah, cairan berdarah, atau bahan lain yang
berpotensi menularkan infeksi (OPIM), atau alat kesehatan yang tercemar
dari salah satu bahan tersebut?
Tidak
Ya
OPIM
Darah atau cairan berdarah
Tak perlu
PPP
Macam pajanan yang terjadi
Kulit yg tak utuh atau selaput
mukosa
Pajanan perkutaneus
Kulit yang utuh
Seberapa berat?
Volume?
Tak perlu PPP

Banyak

(Beberapa tetes, percikan darah banyak dan/atau dalam waktu lama)

   
Alur Alur PPP PPP pada pada pajanan pajanan HIV HIV 1. 1. Kategori Kategori Pajanan Pajanan
KP
KP

Tidak berat

(Jarum solid atau goresan superfisial)

   
Alur Alur PPP PPP pada pada pajanan pajanan HIV HIV 1. 1. Kategori Kategori Pajanan Pajanan
KP 2
KP 2
Alur Alur PPP PPP pada pada pajanan pajanan HIV HIV 1. 1. Kategori Kategori Pajanan Pajanan

Sedikit

(Satu tetes, dalam waktu singkat)

   
Alur Alur PPP PPP pada pada pajanan pajanan HIV HIV 1. 1. Kategori Kategori Pajanan Pajanan
KP 1
KP 1

Lebih berat

(Jarum besar bersaluran, tusukan dalam, darah terlihat,

(Jarum besar bersaluran, tusukan dalam, darah terlihat, jarum bekas pasien)

jarum bekas pasien)

   
KP 3
KP 3

Pengobatan Profilaksis

Pengobatan

Profilaksis Pasca

Pasca Pajanan

Pajanan

Kategori

Kategori

Pajanan

Pajanan

(KP)

(KP)

Kategori

Kategori

Sumber

Sumber

pajanan

pajanan (KS

(KS

HIV))

HIV

Rekomendasi Pengobatan

Rekomendasi

Pengobatan

 

11

  • 11 (rendah) (rendah)

Obat tidak

Obat

tidak dianjurkan

dianjurkan

Risiko toksisitas

Risiko

toksisitas obat

obat >> dari

dari risiko

risiko

terinfeksi

terinfeksi HIV

HIV

11

22 (tinggi)

(tinggi)

Pertimbangkan

Pertimbangkan AZT

AZT ++ 3TC

3TC ++ Indinavir

Indinavir

Pajanan memiliki

Pajanan

memiliki risiko

risiko yang

yang perlu

perlu

dipertimbangkan

dipertimbangkan

22

  • 11 (rendah) (rendah)

Dianjurkan

Dianjurkan AZT

AZT ++ 3TC

3TC ++ Indinavir

Indinavir

Kebanyakan pajanan

Kebanyakan

pajanan masuk

masuk dalan

dalan

kategori ini

kategori

ini

22

33

22

11 atau

atau 22

Dianjurkan

Dianjurkan AZT

AZT ++ 3TC

3TC ++ indinavir

indinavir

atau nelfinavir

atau

nelfinavir

Anjuran pengobatan

Anjuran

pengobatan selama

selama 44 minggu

minggu dengan

dengan dosis

dosis ::

AZT :: 33 kali

AZT

kali sehari

sehari @@ 200

200 mg,

mg, atau

atau 22 kali

kali sehari

sehari @@ 300mg

300mg

3TC :: 22 kali

3TC

kali sehari

sehari @@ 150mg

150mg

Indinavir :: 3x3x sehari

Indinavir

sehari @@ 800mg

800mg 11 jamjam sebelum

sebelum makan

makan atau

atau 22 jamjam

setelah makan

setelah

makan dan

dan banyak

banyak minum,

minum, diet

diet rendah

rendah lemah

lemah

pengobatan Anjuran selama 4 4 minggu dengan dosis : : : : 3 3 kali

Rekomendasi pemberian

Rekomendasi

pemberian PPPPPP

PAJANAN

SUMBER

SUMBER

SUMBER

REJIMEN

TIDAK

POSITIF

POSITIF RISIKO

DIKETAHUI

TINGGI

Kulit utuh

Tidak perlu

Tidak perlu

Tidak perlu

 

PPP

PPP

PPP

Mukosa /

Pertimbangka

Berikan

Berikan

AZT 300 mg

Kulit tidak

n rejimen 2

rejimen 2

rejimen 2 obat

3TC 150 mg

utuh

obat

obat

/ 12 jam x 28

hari

Tusukan

Berikan

Berikan

Berikan

AZT 300 mg

benda tajam

rejimen 2

rejimen 2

rejimen 3 obat

3TC 150 mg

Solid

obat

obat

Lop/r 400/100

Tusukan

Berikan

Berikan

Berikan

/ 12 jam x 28

hari

benda tajam

rejimen 2

rejimen 3

rejimen 3 obat

berongga

obat

obat

 
pemberian Rekomendasi P P P P P P PAJANAN SUMBER SUMBER SUMBER REJIMEN TIDAK POSITIF

MONITORING

MONITORING PPP-HIV

PPP-HIV

Profilaksis

Profilaksis harus

harus diberikan

diberikan selama

selama 2828 hari

hari

Dibutuhkan

Dibutuhkan dukungan

dukungan psikososial

psikososial

Pemeriksaan

Pemeriksaan laboratorium

laboratorium untuk

untuk mengetahui

mengetahui proses

proses

infeksi

infeksi dan

dan memonitor

memonitor efek

efek toksi

toksikk obat

obat ARV

ARV

Tes

Tes HIV

HIV diulang

diulang setelah

setelah 66 minggu,

minggu, 33 bulan

bulan dan

dan 66

bulan

bulan

MONITORING MONITORING PPP-HIV PPP-HIV ► Profilaksis harus diberikan selama 28 28 hari ► Dibutuhkan Dibutuhkan dukungan

Pedoman

Pedoman

Keselamatan Laboratorium

Keselamatan

Laboratorium

Tujuan

Tujuan ::

meminimalkan

meminimalkan kecelakaan

kecelakaan kerja

kerja atau

atau tertular

tertular agen

agen

infeksius

infeksius

menjaga

me

njaga lingkungan

lingkungan kerja

kerja dan

dan sekitarnya

sekitarnya dari

dari

pencemaran bahan

pencemaran

bahan infeksius

infeksius

Penekanan pada

Penekanan

pada

::

Prosedur

Prosedur kerja

Prosedur kerja

kerja yang

yang aman

aman dan

dan optimal

optimal

Pengelolaan

Pengelolaan alat

alat bekas

bekas pakai

pakai yang

yang benar

benar

Sarana

 Sarana

Sarana dan

dan fasilitas

fasilitas dengan

dengan desain

desain tepat

tepat

Pengawasan

Pengawasan oleh

Pedoman Pedoman Keselamatan Laboratorium Keselamatan Laboratorium Tujuan : :  meminimalkan meminimalkan kecelakaan kecelakaan kerja kerja

oleh atasan

atasan // pimpinan

pimpinan

Pedoman

Pedoman

Keselamatan Laboratorium

Keselamatan

Laboratorium

Petugas:

Petugas:

DDilatih

ilatih mengenai

mengenai tingkat

tingkat keamanan

keamanan biologik

biologik

((biosafety

biosafety level

level)) yang

yang sesuai

sesuai

SSudah

udah di

divaksinasi

vaksinasi HHepatitis

epatitis BB dan

dan vaksin

vaksin

influenza (bila

influenza

(bila menangani

menangani bahan

bahan dari

dari pasien

pasien

fluflu burung)

burung)

Jika

Jika timbul

timbul gejala

gejala seperti

seperti infeksi

infeksi yang

yang

ditangani (demam,

ditangani

Pedoman Pedoman Keselamatan Laboratorium Keselamatan Laboratorium  Petugas: Petugas: D D ilatih mengenai tingkat keamanan biologik

lapor dan

lapor

dan di

(demam, sesak

sesak napas)

napas) wajib

wajib

dipantau

pantau dengan

dengan ketat

ketat

Memiliki

Memiliki serum

serum dasar

dasar yang

yang disimpan

disimpan bila

bila

sewaktu-waktu diperlukan

sewaktu-waktu

Pedoman Pedoman Keselamatan Laboratorium Keselamatan Laboratorium  Petugas: Petugas: D D ilatih mengenai tingkat keamanan biologik

diperlukan

STRATEGI PENCEGAHAN RISIKO

INFEKSI / KECELAKAAN KERJA

(1)

Taat

Taat me

menerapkan

nerapkan KKewaspadaan

ewaspadaan Isolasi

Isolasi

(( Standar

Standar dan

dan Berdasarkan

Berdasarkan Transmisi)

Transmisi)

Menjaga

Menjaga kesehat

kesehataann saluran

saluran napas

napas (tidak

(tidak

merokok))

merokok

Menjaga

Menjaga kesehatan

kesehatan tubuh

tubuh secara

secara umum

umum

MMenjaga

enjaga kebersihan

kebersihan dan

dan higiena

higiena diri

diri

Senantiasa

Senantiasa menjaga

menjaga perilaku

perilaku hidup

hidup sehat

sehat

Tidak

Tidak memanipulasi

memanipulasi jarum

jarum bekas

bekas pakai

pakai

STRATEGI PENCEGAHAN RISIKO INFEKSI / KECELAKAAN KERJA (1) ► Taat Taat me me nerapkan nerapkan K

STRATEGI PENCEGAHAN

STRATEGI

PENCEGAHAN RRIISIKO

SIKO

INFEKSI // KECELAKAAN

INFEKSI

KECELAKAAN KERJA

KERJA (2)

(2)

Petugas

Petugas menderita

menderita fluflu diminta

diminta tidak

tidak merawat

merawat atau

atau

kontak dengan

kontak

dengan pasien

pasien iimun

munitas

itas rendah

rendah

(imunokompromais)

(imunokompromais)

Petugas

Petugas yang

yang demam

demam // menderita

menderita gangguan

gangguan

pernafasan dalam

pernafasan

dalam 1010 hari

hari setelah

setelah terpajan

terpajan penyakit

penyakit

menular melalui

menular

melalui udara

udara ((airborne

airborne)) perlu

perlu dibebas-

dibebas-

tugaskan dan

tugaskan

dan harus

harus diisolasi

diisolasi

PENCEGAHAN STRATEGI R R I I SIKO / / KECELAKAAN INFEKSI KERJA (2) ► Petugas

STRATEGI PENCEGAHAN

STRATEGI

PENCEGAHAN RRIISIKO

SIKO

INFEKSI // KECELAKAAN

INFEKSI

KECELAKAAN KERJA

KERJA (3)

(3)

Lakukan cuci tangan sebelum dan sesudah

melakukan tindakan

Gunakan baki bila memberikan benda

tajam

Pendidikan & latihan berkesinambungan

Gunakan APD sesuai jenis tindakan

Baca etiket obat/cairan sebelum diberikan

Jangan memanipulasi jarum bekas pakai!

Tidak menyarungkan kembali jarum yang

telah dipakai!

PENCEGAHAN STRATEGI R R I I SIKO / / KECELAKAAN INFEKSI KERJA (3)  Lakukan

STRATEGI PENCEGAHAN

STRATEGI

PENCEGAHAN RRIISIKO

SIKO

INFEKSI // KECELAKAAN

INFEKSI

KECELAKAAN KERJA

KERJA (4)

(4)

BBuang

uang jarum

jarum bekas

bekas pakai

pakai pada

pada kontainer

kontainer

yang telah

yang

telah disediakan

disediakan

Jangan

Jangan pernah

pernah memberikan

memberikan jarum

jarum bekas

bekas

pakai kepada

pakai

kepada orang

orang untuk

untuk dibuang

dibuang!!!!

Buang

Buang kontainer

kontainer jarum

jarum jika

jika sudah

sudah 2/3

2/3

penuh

penuh

BBuang

uang sampah

sampah sesuai

sesuai tempatnya

tempatnya

Jaga kebersihan

Jaga

kebersihan lingkungan

lingkungan

Jaga permukaan

Jaga

permukaan lantai

lantai tetap

tetap kering

kering dan

dan

tidak licin

tidak

licin

PENCEGAHAN STRATEGI R R I I SIKO / / KECELAKAAN INFEKSI KERJA (4) • B

STRATEGI PENCEGAHAN

STRATEGI

PENCEGAHAN RRIISIKO

SIKO

INFEKSI // KECELAKAAN

INFEKSI

KECELAKAAN KERJA

KERJA (5)

(5)

Lepaskan

Lepaskan jarum

jarum memakai

memakai alat

alat yang

yang tepat,

tepat,

atau buang

atau

buang jarum

jarum bersama

bersama syringe

syringe

Buang

Buang jarum

jarum pada

pada kontainer

kontainer yang

yang tahan

tahan

tusukanan dan

tusuk

dan tahan

tahan bocor

bocor

Gunakan

Gunakan sistem

sistem Vacutainer

Vacutainer

Jangan

Jangan ting

tingggalkan

alkan jarum

jarum sembarangan

sembarangan

PENCEGAHAN STRATEGI R R I I SIKO / / KECELAKAAN INFEKSI KERJA (5) • •

KESIMPULAN

KESIMPULAN

o Segera

Segera laporkan

laporkan kejadian

kejadian kecelakaan

kecelakaan kerja

kerja di

di

rumah sakit

rumah

sakit seperti

seperti tertusuk

tertusuk benda

benda tajam

tajam habis

habis

pakai

pakai

o Pemeriksaan

Pemeriksaan kesehatan

kesehatan rutin

rutin terhadap

terhadap petugas

petugas di

di

rumah sakit

rumah

sakit merupakan

merupakan kebijakan

kebijakan yang

yang menjadi

menjadi

prioritas dari

prioritas

dari manajemen

manajemen

Sarana

Sarana dan

dan prasarana

prasarana adalah

adalah hal

hal yang

yang menjadi

menjadi

prioritas untuk

prioritas

untuk disediakan

disediakan oleh

oleh manajemen

manajemen

Petugas

Petugas bekerja

bekerja harus

harus sesuai

sesuai dengan

dengan standar

standar yang

yang

telah di

telah

di tetapkan

tetapkan

KESIMPULAN KESIMPULAN Segera Segera laporkan laporkan kejadian kejadian kecelakaan kecelakaan kerja kerja di di rumah sakit

TERIMA KASIH

TERIMA KASIH