Anda di halaman 1dari 29

RESUSITASI CAIRAN

PADA SHOCK OLEH KARENA PERDARAHAN

A. ANDYK ASMORO

LAB / SMF ANESTESIOLOGI DAN TERAPI INTENSIF


FK. UB / RS. Dr. SAIFUL ANWAR
MALANG

POKOK BAHASAN

APA ITU RESUSITASI CAIRAN ?


APAKAH ITU SHOCK ?
APAKAH PENDERITA ITU SHOCK ?
APAKAH PENYEBAB LAIN DARI SHOCK HIPOVOLEMIA ?
APA YANG HARUS SAYA LAKUKAN ?
APA RESPON PENDERITA AKIBAT PERDARAHAN ?
APA PERANGKAP ( PIT FALLS ) DARI SHOCK ?
APA YANG DIEVALUASI SETELAH TERAPI CAIRAN ?

APA ITU RESUSITASI CAIRAN ?


RESUSITASI CAIRAN ADALAH PEMBERIAN
SEJUMLAH CAIRAN DALAM JUMLAH BESAR
DENGAN WAKTU YANG SINGKAT.

APA ITU SHOCK ?


ADALAH SINDROMA KLINIS YANG DITANDAI
DENGAN :
KEADAAN UMUM LEMAH
KULIT DINGIN, PUCAT, BASAH
VENA PERIFER YANG KOLAPS.
PENINGKATAN DENYUT NADI.
PENURUNAN TEKANAN DARAH.
PENURUNAN KESADARAN.
PENURUNAN PRODUKSI URINE.
YANG DISEBABKAN OLEH ADANYA GANGGUAN
PERFUSI ( ALIRAN DARAH ) DAN GANGGUAN
PENYAMPAIAN OKSIGEN KE JARINGAN.

CAIRAN TUBUH
TERDIRI 60 % ( Total Body Water ) TERBAGI ATAS :
INTRA CELLULAR VOLUME ( ICV ) / [ICF], DIDALAM
SEL 40 % BB.
EKSTRA CELLULAR VOLUME ( ECV ) / [ECF], DILUAR
SEL 20 % BB.
ECV / ECF TERBAGI ATAS :
DALAM PEMBULUH DARAH ( PLASMA VOLUME ) 20 %
SISANYA DALAM INTERSTITIAL VOLUME ( ISV ) / [ISF].

ION UTAMA
ECV : Na = 135 145 mEq / L ,
K = 4 5 mEq / L.
ICV : Na = 14 mEq / L
K = 157 mEq / L
KESEIMBANGAN DIANTARA ICV ECV PV
TERGANTUNG TEKANAN HIDROSTATIK,
TEKANAN ONKOTIK DAN TEKANAN OSMOTIK
MENGIKUTI HUKUM STARLING.

TRANSPORT O2
TAHAPAN :
PERNAFASAN
ALVEOLI
DIFUSI MASUK DARAH.
DARAH
JARINGAN.
SISTIM O2 Hb DALAM ERITROSIT
JARINGAN.
GANGGUAN OKSIGENASI
BERKURANG ( HIPOKSEMIA )

O 2 DALAM DARAH

O2 DALAM JARINGAN BERKURANG (HIPOKSIA).

ADA 4 JENIS HIPOKSIA :


HIPOKSIA HIPOKSIK = GANGGUAN VENTILASI
DIFUSI.
HIPOKSIA STAGNAN = GANGGUAN PERFUSI /
SIRKULASI
HIPOKSIA ANEMIK = ANEMIA
HIPOKSIA HISTOTOKSIK = GANGGUAN
PENGGUNAAN O2 DI DALAM SEL
(KERACUNAN HCN, SEPSIS)
SHOCK KARENA PERDARAHAN
HIPOKSIA STAGNAN & HIPOKSIA ANEMIA

APAKAH PENDERITA ITU SHOCK ?


A. PERFUSI MENURUN.
PERIFER

: DINGIN, PUCAT, BASAH,

CRT > 2 DETIK


GINJAL

: PRODUKSI URINE MENURUN

SAMPAI ANURIA.
PERNAFASAN : RR /
OTAK

: GANGGUAN KESADARAN,

DELIRIUM, AGITASI KOMA.


GI. TRACT

: BISING USUS ( - ).

B. PENGISIAN NADI
MELEMAH
PADA SHOCK BERAT, NADI RADIALIS
SUKAR DIRABA.
C. TEKANAN DARAH TURUN
TEKANAN SISTOL TURUN 40 mmHg HIPOTENSI
TENSI SISTOLIK 120 MmHg BELUM TENTU
TIDAK SHOCK.
TENSI SITOLIK 90 MmHg BELUM TENTU SHOCK
MAP = MEAN ARTERIAL PRESSURE DIATAS
65 70 MmHg.
SISTOLIK + 2 DIASTOLIK
3
PERFUSI JARINGAN DIPENGARUHI OLEH MAP

APA PENYEBAB LAIN DARI SHOCK ?


PERDARAHAN
HYPOVOLEMIA

BUKAN PERDARAHAN
TENSION PNEUMOTHORAK.
TAMPONADE JANTUNG
KARDIOGENIK
NEUROGENIK
SEPSIS

APA RESPON PENDERITA AKIBAT


PERDARAHAN ?
ESTIMATED BLOOD VOLUME ( EBV ) YANG
BEREDAR DALAM SISTIM SIRKULASI
KIRA KIRA 70 CC / Kg BB.
1.
2.

TAKIKARDI.
PENINGKATAN KONTRAKSI MIOKARD DAN
VASOKONSTIKSI ARTERIAL DAN VENA

HORMON KATEKOLAMIN YANG MENINGKAT.

VASOKONTRIKSI
- MEMERAS DARAH DARI CADANGAN VENA MASUK
SIRKULASI EFEKTIF UNTUK MENYELAMATKAN OTAK
DAN JANTUNG.
- TAHANAN PEMBULUH DARAH MENINGKAT, KERJA
JANTUNG TAMBAH BERAT.
- ISCHEMIC INJURY PADA ORGAN USUS ( MUKOSA )

TRANSLOKASI KUMAN MENEMBUS MUKOSA USUS


KUMAN MASUK SIRKULASI SISTEMIK ( BAKTERIMIA
SEPSIS ).

3. TRANSCAPILARY REFILL

CAIRAN ISV MASUK KE PEMBULUH DARAH


DI MULAI 1 2 JAM SETELAH PERDARAHAN
( INTERNAL HEMODILUSI ). 100 120 CC / JAM.

4. PENINGKATAN KADAR HORMON ERITROPOETIN


DAN PENINGKATAN SINTESA PROTEIN PLASMA DI
HATI.

DERAJAD SHOCK KARENA PERDARAHAN


KLS

2
20 - 30

3
30 - 40

RR

14 - 20

>40

KULIT

DINGIN

DINGIN - PUCAT

DINGIN,
PUCAT,
BASAH

SIANOTIK

NADI

< 100

> 100

> 120

>140 TAK TERABA

TENSI

NORMAL
-POSTURA
L
HIPOTENSI

SISTOLIK TETAP
DIASTOLIK
TEK. NADI

SISTOLIK
TURUN

SANGAT
TAK
TERUKUR

KESADARAN

NORMAL

GELISAH /
DELIRIUM

GELISAH
- AGITASI

TAK SADAR
LETHARGY

PRODUKSI
URINE

NORMAL

TURUN

OLIGURI

ANURIA

KEHILANGAN
DARAH

S/D
15 % EBV

15 30 % EBV

30 40 %
EBV

> 40 % EBV

APA YANG HARUS SAYA LAKUKAN ?


BERI OKSIGEN
STOP PERDARAHAN
LUKA TERBUKA
BEBAT TEKAN.
( DIRECT PRESSURE ) PADA TEMPAT LUKA,
JANGAN DI TORNIQUET, JANGAN DI KLEM.
LUKA TERTUTUP
CEK 5 TEMPAT
THORAK
ABDOMEN
PELVIS
RETROPERITONEAL
TULANG PANJANG

BERI VOLUME ( CAIRAN REPLACEMENT )


TRANFUSI
PALING BAIK
PERLU CROSS MATCH DAN SCREENING.
TIDAK SELALU BEBAS PENYAKIT
REAKSI TRANSFUSI.

KRISTALOID
ADALAH CAIRAN YANG MENGANDUNG ELEKTROLIT
( RINGER LACTAT/RL ), NORMAL SALIN ( NaCl 0,9% ),
RINGER ACETAT.
DIBERIKAN SEJUMLAH 2 4 X DARI PERKIRAAN
DARAH YANG HILANG DARI PEMBULUH DARAH.
KRISTALOID MERESAP MASUK KE INTERSTITIEL
CELL 30 60 MENIT SESUDAH INFUS.

EKSPANSI INI OEDEMA HILANG DLM 1 2 HARI.


OEDEMA PADA PALPEBRA EXCES 2 3 Lt.
OEDEMA PADA PARU DAPAT TERJADI PADA PASIEN
DENGAN / TANPA KONTUSIO PULMONUM.
PEMBERIAN CAIRAN BUKAN DARAH

EKSTERNAL HEMODILUSI ( HEMODILUSI )

HEMODILUSI DENGAN KRISTALOID DIBATASI BILA :


Hb KURANG DARI 7 Gr %.
ALBUMIN KURANG DARI 2 Gr %
ADA TRAUMA KEPALA ( COB ).
ADA TRAUMA THORAK ( CONTUSIO PARU ).

KOLOID
CAIRAN DENGAN BM 35000 500.000
MEMILIKI EFEK MIRIP ALBUMIN NILAI
ONKOTIKNYA TINGGI SEHINGGA TINGGAL LAMA
DALAM PEMBULUH DARAH.
TEKANAN DARAH DAPAT KEMBALI NORMAL
LEBIH CEPAT.

TIDAK TEPAT DIBERIKAN SEBAGAI TERAPI AWAL


ATAUPUN TERAPI TUNGGAL PENGGANTI
PERDARAHAN
DAPAT MENYEBABKAN REAKSI ANAFILAKTIK.
MAHAL.
BOLEH DIBERIKAN SETELAH CAIRAN KRISTALOID

PASANG CATHETER URINE

APA YANG DIEVALUASI SETELAH DIBERI CAIRAN ?


1. KESADARAN

MEMBAIK

2. PRODUKSI URINE

> 1CC / Kg BB / JAM

3. KULIT

HANGAT, KERING,
CAPILLARY REFILL TIME

4. RESPIRASI
5. VITAL SIGN

NORMAL 16 20 X
KEMBALI NORMAL

APA PERANGKAP ( PIT FALLS )


DARI SHOCK ?
1. USIA TUA
2. ATLETIK
3. IBU HAMIL
4. PEMAKAI OBAT OBATAN PENYEKAT BETA
( BETA BLOCKERS ).
5. HIPOTERMIA
6. HEMOGLOBIN

KESIMPULAN
BERI OKSIGEN
STOP PERDARAHAN
BERIKAN CAIRAN ELEKTROLIT
SAMPAI NORMOVOLEMIA (END-POINT
OF FLUID RESUSCITATION ) BUKAN
SAMPAI NORMOTENSI
EVALUASI ULANG

POLA KERJA
PENDERITA DATANG DENGAN PERDARAHAN
PASANG INFUS JARUM BESAR
( NO. 14, 16, 18 ) 2 TEMPAT
AMBIL CONTOH DARAH

CATAT TENSI , NADI, RR


PERFUSI , KESADARAN

RL, NaCl O,9 %, RA ( 1000 2000 CC / 30 60 MNT )


Ulang sampai 2 4 x lost volume

Haemodinamik baik
hemodinamik buruk
MAP > 65 70 MmHg
EVALUASI ON GOING LOST
N < 100
- NON HEMORRHAGIC
URINE > CC / Kg / JAM
- CEK Hb
- GGN KONTRAKTILITAS
INFUS MAINTENANCE
KONSUL Dr. BEDAH

Hb < 7 Gr %

TRANFUSI

KONSUL Dr. BEDAH

Lk, BB 50 kg, Hb 9 gr%

EBV : 50 x 70 = 3500 ml
Perdarahan 800 ml diganti cairan
Hb sisa ?
Sisa EBV 3500 800 = 2700 ml
( 2700 x 9 ) : 3500 = 6.94 gr %
Hb 7.0 gr % CO 2 kali

TERIMA KASIH
SEMOGA BERMANFAAT