Anda di halaman 1dari 46

oleh :

INSPEKTUR KABUPATEN PESAWARAN


Drs. H E N D A R M A
disampaikan pada:
PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEPEMIMPINAN TINGKAT III
ANGKATAN XXXVI DAN XXXVII
BANDAR LAMPUNG, 16 APRIL 2012

BIODATA

Nama
NIP
Pangkat/Gol
Jabatan
TTL
Alamat

:
:
:
:
:
:

Drs. HENDARMA
19620302 198903 1 008
Pembina Utama Muda / (IV/c)
INSPEKTUR KABUPATEN PESAWARAN
Menggala, 2 Maret 1962
Perumahan D KARIMUN No A3

Riwayat Jabatan
1.Pemeriksa pada Inspektorat (1996 2001)
2.Camat Lembu Kibang Kab Tulang Bawang (2001 2003)
3.Kabid Pemerintahan BAWASDA Kab Tulang Bawang (2003 2004)
4.Camat Mesuji Kab Tulang Bawang ( 2004 2008)
5.Sekretaris Badan Kesbangpol Kab Tulang Bawang ( 2008 2010)
6.Inspektur Kab Pesawaran ( 2010 Sekarang)

DASAR HUKUM PELAKSANAAN TUGAS


INSPEKTORAT KABUPATEN PESAWARAN
Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang
Pemerintahan
Daerah
Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang
Pedoman
Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan
Pemerintahan
Daerah
Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang
Pembagian
Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah, Pemerintahan
Daerah
Provinsi, dan Pemerintahan Daerah Kabupaten / Kota
Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 28 Tahun 2007
tentang
Norma pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas
Pemerintah

Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 64 Tahun 2007


tentang Pedoman Teknis Organisasi dan Tata Kerja
Inspektorat Provinsi dan Inspektorat Kabupaten/Kota
Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 23 Tahun 2007
tentang
Pedoman
Tata
Cara
Pengawasan
Atas
Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah
Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 25 Tahun 2007
tentang Pedoman Penanganan Pengaduan Masyarakat di
Lingkungn Departemen Dalam Negeri dan Pemerintahan
Daerah
Surat Edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara
Nomor SE/15/M.PAN/9/2005 tanggal 1 September 2005
tentang PENINGKATAN INTENSITAS PENGAWASAN
DALAM UPAYA PERBAIKAN PELAYANAN PUBLIK

Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005


tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan
Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah
Pasal 1 ayat (4)
Pengawasan atas penyelenggaraan Pemerintahan
Daerah adalah proses kegiatan yang ditujukan untuk
menjamin agar Pemerintahan Daerah berjalan secara
efisien dan efektif sesuai dengan rencana dan
ketentuan peraturan perundangundangan

Pengawasan terhadap urusan pemerintahan di daerah

dilaksanakan oleh Aparat Pengawas Intern Pemerintah


sesuai dengan fungsi dan kewenangannya
Aparat Pengawas Intern Pemerintah adalah :
Inspektorat Jenderal Departemen,
Unit Pengawasan Lembaga Pemerintah Non

Departemen,
Inspektorat Provinsi, dan
Inspektorat Kabupaten/Kota

Pengawasan pelaksanaan urusan pemerintahan di daerah diatur


dalam pasal 20 s.d pasal 23 baik itu pelaksanaan urusan pemerintahan
di daerah yang bersifat :
wajib,
Pilihan
Dekonsentrasi
Tugas Pembantuan

Pasal 13 dan 14 Undang Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang


Pemerintahan Daerah
Urusan wajib yang menjadi kewenangan pemerintahan daerah
provinsi/Kab/Kota merupakan urusan dalam skala provinsi/kab/kota
yang meliputi :
a.perencanaan dan pengendalian pembangunan
b.perencanaan, pemanfaatan, dan pengawasan tata ruang
c.penyelenggaraan ketertiban umum dan ketentraman masyarakat
d.penyediaan sarana dan prasarana umum
e.penanganan bidang kesehatan
f.penyelenggaraan pendidikan dan alokasi sumber daya manusia
potensial
g.penanggulangan masalah sosial lintas kabupaten/kota
h.pelayanan bidang ketenagakerjaan lintas kabupaten/kota
i.fasilitasi pengembangan koperasi, usaha kecil, dan menengah
termasuk lintas kabupaten/kota

j. pengendalian lingkungan hidup


k. pelayanan pertanahan termasuk lintas kabupaten/kota
l. pelayanan kependudukan, dan catatan sipil
m. pelayanan administrasi umum pemerintahan
n. pelayanan administrasi penanaman modal termasuk lintas
kabupaten/kota
o. penyelenggaraan pelayanan dasar lainnya yang belum dapat
dilaksanakan oleh kabupaten/kota
p. urusan wajib lainnya yang diamanatkan oleh peraturan perundangundangan

TUGAS POKOK DAN FUNGSI


INSPEKTORAT KABUPATEN PESAWARAN
Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 64 Tahun 2007 tentang
Pedoman Teknis Organisasi dan Tata Kerja Inspektorat Provinsi dan
Inspektorat Kabupaten/Kota
BAB II
KEDUDUKAN, TUGAS, FUNGSI DAN SUSUNAN ORGANISASI
Bagian Pertama Kedudukan
Pasal 2

(2) Inspektorat kabupaten/kota berkedudukan di bawah dan


bertanggungjawab kepada bupati/walikota dan secara
teknis
administratif mendapat pembinaan dari sekretaris daerah
kabupaten/kota.

Bagian Kedua
Tugas dan Fungsi
Pasal 3
(2)Inspektorat kabupten/kota mempunyai tugas
melakukan pengawasan
terhadap pelaksanaan
urusan pemerintahan di daerah kabupaten/kota,
pelaksanaan pembinaan atas penyelenggaraan
pemerintahan desa dan pelaksanaan urusan
pemerintahan desa,

Pasal 4
Inspektorat provinsi dan inspektorat kabupaten/kota dalam
melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3
menyelenggarakan fungsi
1.perencanaan program pengawasan;
2.perumusan kebijakan dan fasilitasi pengawasan; dan
3.pemeriksaan, pengusutan, pengujian dan penilaian tugas

pengawasan

RUANG LINGKUP PENGAWASAN


Pengawasan atas penyelenggaraan pemerintahan daerah meliputi :
Administrasi umum pemerintahan
Urusan pemerintahan
Administrasi umum pemerintahan terdiri dari :
Kebijakan daerah
Kelembagaan
Pegawai daerah
Keuangan daerah; dan
Barang Daerah
Urusan Pemerintahan terdiri dari :
Urusan wajib
Urusan pilihan
Dana Dekonsentrasi
Tugas Pembantuan
Kebijakan Pinjaman Hibah Luar Negeri.

Bagian Ketiga
Pelaksanaan Pengawasan
Pasal 9
Pengawasan penyelenggaraan pemerintahan daerah oleh Pejabat
Pengawas Pemerintah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8
dilakukan melalui kegiatan pemeriksaan, monitoring dan evaluasi.
Pasal 10
(1) Kegiatan pemeriksaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9,
meliputi :
- Pemeriksaan secara berkala dan komprehensif terhadap
kelembagaan,
- pegawai daerah, keuangan daerah, barang daerah, urusan
pemerintahan;
- Pemeriksaan dana dekonsentrasi;
- Pemeriksaan tugas pembantuan; dan
- Pemeriksaan terhadap kebijakan pinjaman dan hibah
luar

PELAYANAN PUBLIK

DASAR HUKUM PELAYANAN PUBLIK

Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan


Daerah
Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik
Peraturan Pemerintah Nomor 65 Tahun 2005 tentang Pedoman
Penyelenggaraan Penyusunan dan Penerapan Standar pelayanan
Minimal
Permendagri Nomor 24 Tahun 2006 tentang Pedoman
Penyelenggaraan Pelayanan Terpadu Satu Pintu
Permendagri Nomor 6 Tahun 2007 tentang Petunjuk Teknis
Penyusunan dan Penetapan Standar Pelayanan Minimal
Permendagri Nomor 20 Tahun 2008 tentang Pedoman Organisasi
dan Tata Kerja Perizinan Satu Pintu
Keputusan Men.PAN Nomor: 63/KEP/M.PAN/7/2003 tentang
Pedoman Umum Penyelenggaraan Pelayanan Publik
Keputusan Men.PAN Nomor : KEP/25/M.PAN/2/2004 tentang
Pedoman Umum Penyusunan Indeks Kepuasan Masyarakat

Keputusan Men.PAN Nomor : KEP/26/M.PAN/2/2004 tentang


Petunjuk Teknis Transparansi dan Akutanbilitas Dalam
Penyelenggaraan Pelayanan Publik
Surat Edaran Men.PAN Nomor : B/345/M.PAN/2/2005 tentang
Pelaporan Pelaksanaan Inpres Nomor 5 Tahun 2004
Surat Edaran Men.PAN Nomor : SE/04/M.PAN/2/2005 tentang
Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik yang Bebas Korupsi, Kolusi,
dan Nepotisme
Surat Edaran Men.PAN Nomor : SE/10/M.PAN/07/2005 tentang
Prioritas Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik
Permenpan No 29 Tahun 2010 tentang Pedoman Penyusunan
Penetapan Kinerja dan pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi
Pemerintah
Permenpan Nomor 7 Tahun 2010 tentang Pedoman Penilaian
Kinerja Unit Pelayanan Publik
Surat Edaran Men.PAN Nomor : SE/15/M.PAN/09/2005 tentang
Peningkatan Intensitas Pengawasan Dalam Upaya Perbaikan
Pelayanan Publik

Pengertian dan Hakekat Pelayanan Publik


Pelayanan publik adalah kegiatan atau rangkaian kegiatan

dalam rangka pemenuhan kebutuhan pelayanan sesuai


dengan peraturan perundangundangan bagi setiap warga
negara dan penduduk atas
barang,
jasa, dan/atau
pelayanan administratif
yang disediakan oleh penyelenggara pelayanan publik (UU
Nomor 25 Tahun 2009)

Pelayanan Publik (Public Services) adalah:


Segala kegiatan pelayanan yang dilaksanakan oleh
penyelenggara pelayanan publik sebagai upaya pemenuhan
kebutuhan penerima pelayanan maupun pelaksanaan ketentuan
peraturan perundang-undangan.
(Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara (MenPAN) Nomor 63/KEP/M.PAN/7/2003)

Pelayanan merupakan suatu usaha untuk mempertinggi


kepuasan pelanggan

Melayani masyarakat baik sbg kewajiban


maupun sbg kehormatan, merupakan
dasar bagi terbentuknya masyarakat yg
manusiawi.
(Tjosvold, 1993 : x).

Pelayanan publik pada hakekatnya pemberian


pelayanan prima kepada masyarakat yang
merupakan kewajiban aparatur negara
sebagai abdi masyarakat.
(Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara (MenPAN) Nomor 63/KEP/M.PAN/7/2003),

Hakekat Pelayanan Publik


Pelayanan publik oleh instansi pemerintah

bermotif sosial untuk menjalankan visi & misi


pemerintah.
Pelayanan publik oleh swasta dapat bermotif
sosial (volunteer), tetapi lebih banyak bermotif
ekonomi yakni mencari keuntungan.
Pelayanan publik kepada masyarakat dapat
diberikan secara cuma-cuma sebagai
kompensasi dari pembayaran pajak, ataupun
ditarik bayaran.
Tarif pelayanan publik oleh pemerintah
ditetapkan berdasarkan harga produksi atau
tarif yang paling terjangkau.

Kondisi real yang terjadi :


Pemerintah daerah rata-rata lebih menyukai
penyelenggaraan pelayanan publik yang :
bersifat profit atau menghasilkan uang,
pelayanan dasar kepada masyarakat yang wajib dilaksanakan
Pemerintah Daerah, kurang diperhatikan, bahkan terabaikan
cenderung menimbulkan biaya tinggi,
kurangnya transparansi pemerintah daerah dalam
memberikan pelayanan publik yang langsung menyentuh
pelayanan dasar kepada masyarakat,
Rendahnya kualitas pelayanan baik dilihat dari aspek
pembiayaan, waktu maupun kualitas pelayanan
Pemerintah daerah, umumnya belum memiliki komitmen
menyelenggarakan pelayanan dasar kepada masyarakat
berbasis Standar Pelayanan Minimal

Sudah saatnya instansi pemerintah

mengubah paradigma dalam bidang


pelayanan yakni:
segera

melakukan
reformasi
sistem
perizinannya
mencakup
penyederhanaan
sistem perizinan
paradigmano public choice
paradigma public choice.
reformasi sikap aparatur birokrasi dari sikap
dilayani menjadi melayani

Tujuan Otonomi Daerah


Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Meningkatkan Pelayanan Umum
Meningkatkan Daya Saing Daerah {UU Nomor 32

Tahun 2004, Pasal 2 Ayat (3)}

Ombudsman Republik Indonesia


adalah lembaga negara di Indonesia yang mempunyai kewenangan
mengawasi
penyelenggaraan
pelayanan
publik
baik
yang
diselenggarakan oleh penyelenggara negara dan pemerintahan,
termasuk yang diselenggarakan oleh Badan Usaha Milik Negara, Badan
Usaha Milik Daerah, dan Badan Hukum Milik Negara serta badan swasta
atau perseorangan yang diberi tugas menyelenggarakan pelayanan
publik tertentu yang sebagian atau seluruh dananya bersumber dari
Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau Anggaran Pendapatan
dan Belanja Daerah

Lembaga ini dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 37


Tahun 2008 tentang Ombudsman Republik Indonesia yang
disahkan dalam Rapat Paripurna DPR RI pada tanggal 9
September 2008

LANGKAH STRATEGIS YANG DAPAT


DILAKUKAN DALAM PENINGKATAN
PELAYANAN PUBLIK
1. Membangun kesadaran melayani bagi aparatur
2. Membangun
kesadaran
masyarakat
sebagai
konsumen
dengan membuka kesempatan yang
seluas-luasnya kepada masyarakat baik langsung
maupun melalui media massa untuk menyampaikan
saran dan atau pengaduan mengenai pelayanan
masyarakat
3. Memberikan reward and punishment yang
seimbang
4. Mengadakan kompetisi pelayanan utk instansi yang
memberikan pelayanan sejenis
5. Melaksanakan perbaikan mutu pelayanan publik:
menciptakan standar pelayanan umum
6. Meningkatkan kinerja aparatur pemerintahan di
semua lini.

KINERJA INSTANSI PEMERINTAH


PP Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan
Kinerja Instansi Pemerintah

KINERJA

KINERJA = PRESTASI KERJA

Keluaran/hasil dari kegiatan/program


yang
hendak
atau
telah
dicapai
sehubungan
dengan
penggunaan
anggaran dengan kuantitas dan kualitas
terukur (PP Nomor 8 Tahun 2006)

kinerja (prestasi kerja) adalah suatu


hasil kerja yang dicapai seseorang
dalam melaksanakan tugas tugas
yang dibebankan kepadanya yang
didasarkan
atas
kecakapan,
pengalaman dan kesungguhan serta
waktu
(Maluyu
S.P.
Hasibuan
(2001:34))

Indeks Kepuasan
Masyarakat (IKM)

Kepuasan pelayanan

data dan informasi tentang tingkat


kepuasan masyarakat yang diperoleh
dari hasil pengukuran secara kuantitatif
dan kualitatif atas pendapat masyarakat
dalam memperoleh pelayanan dari
aparatur penyelenggara pelayanan publik
dengan membandingkan antara harapan
dan kebutuhannya

adalah hasil pendapat dan


penilaian masyarakat terhadap
kinerja
pelayanan
yang
diberikan
oleh
aparatur
penyelenggara pelayanan publik

Unsur Indeks Kepuasan Masyarakat

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.

Prosedur pelayanan
Persyaratan Pelayanan
Kejelasan petugas pelayanan
Kedisiplinan petugas pelayanan
Tanggung jawab petugas pelayanan
Kemampuan petugas pelayanan
Kecepatan pelayanan
Keadilan mendapatkan pelayanan
Kesopanan dan keramahan petugas
Kewajaran biaya pelayanan
Kepastian biaya pelayanan
Kepastian jadwal pelayanan
Kenyamanan lingkungan
Keamanan Pelayanan

MENINGKATNYA KINERJA UNIT PELAYANAN

MENINGKATNYA TINGKAT KEPUASAN PENGGUNA LAYANAN

INDEKS KEPUASAN MASYARAKAT


sebagai gambaran tentang
Tingkat kinerja pelayanan unit yang bersangkutan

Surat Edaran Men.PAN Nomor : SE/15/M.PAN/09/2005 tentang


Peningkatan Intensitas Pengawasan Dalam Upaya Perbaikan
Pelayanan Publik
Latar Belakang :
disadari bahwa reformasi birokrasi memerlukan waktu yang
cukup lama sedangkan masyarakat mengingin adanya hasil
yang nyata yang dapat dirasakan langsung, khususnya yang
berkaitan dengan pelayanan public
dalam upaya perbaikan pelayanan public, terutama dalam
menggalakkan investasi diperlukan kemudahan dan kecepatan
pelayanan perizinan bagi dunia usaha
memberikan perhatian khusus dalam peningkatan intensitas
pengawasan guna perbaikan pelayanan public dan segera
mencari jalan ke luar atas setiap hambatan yang ada

Instruksi yang diminta menjadi perhatian khusus dengan melakukan


langkah-langkah nyata, sebagai berikut
1.Meningkatkan kualitas pelayanan public secara terus menerus
2.Menyusun dan menetapkan standar pelayanan secara transparan
dan akuntabel
3.Memfungsikan Aparat Pengawasan Internal Pemerintah (APIP),
disamping melakukan tugas rutin pengawasan, juga memberikan
perhatian khusus pengawasan terhadap pemberian pelayanan public
dari unit-unit pelayanan public
4.Melibatkan masyarakat yang menjadi stakeholders dari unit
pelayanan yang bersangkutan dalam penyusunan, penerapan, dan
pemantauan standar kinerja
5.Meningkatkan kerja sama dengan Kepolisian Negara Republik
Indonesia, Kejaksaan Agung, dan Komisi Pemberantasan Korupsi
untuk mengurangi pungutan liar dan suap dalam pemberian
pelayanan public
6.Meningkatkan upaya pengawasan, menindaklanjuti hasil
pengawasan, serta melakukan pembinaan aparatur untuk
mengurangi pungutan liar dalam pemberian pelayanan public

7. Menyediakan
Kotak
Pengaduan
Masyarakat
dan
menindaklanjutinya sesuai dengan Surat Men.PAN Nomor
148/M.PAN/5/2004
tentang
Pedoman
Umum
Penanganan
Pengaduan Masyarakat
8. Menugaskan aparat pengawasan fungsional di lingkungan Saudara
disamping tugasnya sehari-hari, untuk melakukan peningkatan
intensitas pengawasan dalam upaya peningkatan pelayanan publik
9. Laporan pelaksanaan tugas peningkatan intensitas pengawasan
dalam upaya peningkatan pelayanan public tersebut agar
ditembuskan kepada Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara

Pengawasan terhadap layanan publik menjadi penting untuk


memastikan bahwa layanan publik yang dijalankan negara,
termasuk sektor swasta, telah cukup berkualitas sesuai standar
layanan yang ditetapkan
Pengawasan terhadap pelayanan publik mempunyai peran yang
sangat strategis yaitu
1. Memastikan bahwa segala sesuatunya berjalan sesuai dengan
mandat, visi, misi, tujuan dan target-target lembaga/instansi
2. Mengetahui tingkat akuntabilitas kinerja tiap instansi yang dapat
dijadikan parameter penilaian keberhasilan dan kegagalan
pelaksanaan misi organisasi dalam mencapai tujuan dan
sasaran yang telah ditetapkan dalam rencana strategis
organisasi dan memberikan dampak pelayanan yang baik
kepada publik

3. Memastikan sistem penggunaan dana pembangunan sesuai


dengan etika dan aturan hukum yang memenuhi rasa keadilan
publik, sehingga prinsip akuntabilitas terpenuhi
4. Memberikan informasi tentang dampak dari program atau
intervensi yang perlu dilakukan sehingga pengambil keputusan
dapat belajar tentang bagaimana menciptakan program pelayanan
publik yang efektif sehingga lebih memuaskan bagi masyarakat

Pengawasan Penyelenggaraan Pelayanan Publik


Pasal 35 UU Nomor 25 Tahun 2009

Pengawasan internal

Pengawasan eksternal

pengawasan oleh atasan langsung


pengawasan oleh pengawas fungsional

Pengawasan oleh masyarakat


pengawasan oleh ombudsman
pengawasan oleh Dewan Perwakilan
Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah
Provinsi,
Dewan
Perwakilan
Rakyat
Daerah Kabupaten/Kota

Program Kerja Pengawasan Inspektorat Kabupaten


Pesawaran dalam Upaya Meningkatkan Kinerja
Pelayanan Publik
1. Penyusunan Rencana Kerja Pengawasan Tahunan yang dinamis
yang dapat secara fleksible menyesuaikan dengan visi dan misi
Inspektorat dan mendukung visi dan misi Pemerintah Daerah
Kabupaten Pesawaran.
2. Melakukan pemetaan baik terhadap objek pengawasan secara
umum dan memberikan perhatian lebih objek pengawasan yang
secara khusus di dalam tupoksinya melakukan pelayanan publik
3. Melakukan Pengawasan/Pemeriksaan Khusus sewaktu waktu
terhadap masing masing SKPD yang melaksanakan kegiatan
pelayanan publik.
4. Melakukan Monitoring secara berkala terhadap SKPD yang
melaksanakan kegiatan pelayanan publik
5. Melakukan pembinaan terhadap unit pelayanan publik agar
penyelenggara pelayanan publik telah menetapkan SOP dan
maklumat pelayanan yg dapat dengan mudah diketahui oleh
masyarakat pengguna layanan

Pengawasan Pelayanan Publik Bidang Pendidikan

Melakukan pemeriksaan terhadap kinerja UPT Dinas Pendidikan


di masing masing Kecamatan
Melakukan pemeriksaan kinerja SD/SMP/SMA
Melakukan pemeriksaan pelaksanaan program BOS, BSM
Melakukan pengawasan kinerja terhadap guru guru yang sudah
memperoleh sertifikasi
Melakukan pengawasan terhadap Program Pendidikan Luar
Sekolah (Paket A, B ,C, PAUD dan SKB (pendidikan non formal))

Pengawasan Pelayanan Publik Bidang Kesehatan :


Melakukan pemeriksaan terhadap kinerja Puskesmas baik
Puskesmas Induk dan Puskesmas Pembantu di masing masing
Kecamatan
Melakukan pemeriksaan kinerja Pos Kesehatan Desa
Melakukan
Pemeriksaan
Khusus
pelaksanaan
program
JAMKESDA, ASKESKIN, JAMPERSAL
Melakukan pengawasan terhadap Program POSYANDU, UKS,
Melakukan inventarisasi Sarana dan Prasarana penunjang
kesehatan baik yang masih layak dan memberikan rekomendasi
perbaikan untuk fasilitas yang tidak layak

Pengawasan Pelayanan Publik Administrasi Pencatatan Sipil:


Melakukan pengawasan terhadap kinerja Dinas Kependudukan
dan Catatan Sipil Kabupaten Pesawaran dalam hal pelayanan
pencatatan sipil yaitu :
KTP
Kartu Keluarga
Akta Kelahiran
Dll
Melakukan pengawasan terhadap kinerja Kecamatan dalam
melakukan
pelayanan
pencatatan
sipil
yang
akan
dikoordinasikan dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil
Kabupaten Pesawaran
Mendorong
Dinas
terkait
untuk
menetapkan
SOP
pengurusan/pelayanan dan maklumat pelayanan administrasi
kependudukan dan catatan sipil

Pengawasan Pelayanan Perizinan dan non Perizinan pada Kantor


Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu:
Melakukan Pengawasan terhadap kinerja Kantor Penanaman
Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu khusus terhadap
pelayanan perizinan dan non perizinan yaitu :
1. Izin Prinsip Penanaman Modal
2. Izin Prinsip Perluasan Penanaman Modal
3. Izin Prinsip Perubahan Penanaman Modal
4. Izin Usaha
5. Izin Usaha Penggabungan Perusahaan Penanaman Modal
6. Izin Usaha Perluasan
7. Izin Usaha Industri
8. Tanda Daftar Industri
9. Tanda Daftar Gudang
10.Tanda Daftar Perusahaan
11.Surat Izin Usaha Perdagangan
12.Izin Mendirikan Bangunan

13.
14.
15.
16.
17.
18.
19.
20.
21.

Izin Usaha Jasa Konstruksi


Izin Peruntukan Penggunaan Tanah
Izin Lokasi
Izin Reklamasi Tanah
Izin Tempat Penjualan Minuman Beralkohol dan Surat Izin
Usaha Pengeceran Minuman Beralkohol
Izin Gangguan
Izin Titik Reklame
Izin Usaha Pusat Perbelanjaan
Izin Usaha Toko Modern
Membuat mekanisme penanganan pengaduan masyarakat
khusus di bidang pelayanan perizinan
Mendorong Dinas terkait untuk menetapkan SOP sesuai
Standar Pelayanan Minimal pengurusan/pelayanan dan
maklumat pelayanan perizinan

Fungsi Pelayanan Publik yang Dilakukan Oleh


Inspektorat Kabupaten Pesawaran

Berdasarkan Permendagri Nomor 25 Tahun 2007 tentang Pedoman


penanganan Masyarakat di Lingkungan Departemen Dalam Negeri
dan Pemerintah Daerah
Inspektorat Kabupaten Pesawaran sesuai tugas pokok dan fungsinya
menangani Pengaduan Masyarakat yaitu laporan dari masyarakat
mengenai adanya indikasi terjadinya penyimpangan, korupsi, kolusi
dan nepotisme yang dilakukan oleh aparat pemerintah dan atau
aparat pemerintah daerah dalam penyelenggaraan pemerintahan

Ruang Lingkup Penanganan


Pengaduan Masyarakat
1. Penyalahgunaan Wewenang
2. Hambatan Dalam Pelayanan Masyarakat
3. Korupsi, Kolusi dan Nepotisme
4. Pelanggaran Disiplin Pegawai

Sumber Pengaduan
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Lembaga Negara
Badan/Lembaga/Instansi Pemerintah dan Pemerintah Daerah
Badan Hukum
Partai Politik
Organisasi Masyarakat
Media Masa
Perorangan

KESIMPULAN
1. Reformasi Birokrasi di semua lini
2. Reformasi sistem pelayanan dan perizinan
3. Mengubah paradigma penyelenggara pemerintah
dari Dilayani menjadi melayani
4. Pengawasan yang baik dari internal/external

Peningkatan Pelayanan Publik

PELAYANAN
PRIMA !!!

TERIMA KASIH