Anda di halaman 1dari 49

FI-4241

Topik Khusus Fisika


Reaktor

Konversi & Pengayaan Uranium


Abdul Waris, Ph.D

Physics Study Program


Faculty of Mathematics and Natural Sciences
PHYSI S Institut Teknologi Bandung
Pengantar
 Sebagian besar reaktor daya yang beroperasi di
dunia saat ini adalah LWRs, yang mana
memerlukan sedikit pengayaan isotop U-235
dalam total komposisi dari uranium.
 Pada pengembangan awal dari fasilitas-fasilitas
pengayaan uranium, banyak proses telah
dicoba.
 Dua proses yang cukup sukses adalah proses
separasi magnetic dan proses difusi gas. Sejak
saat itu teknologi difusi gas telah terbukti
sebagai teknologi yang paling efisien dan
ekonomis untuk memproduksi uranium yang
diperkaya dalam jumlah yang banyak.
Physics Study Program - FMIPA | Institut Teknologi Bandung

PHYSI S
Pengantar…
 Proses difusi gas memanfaatkan senyawa dalam
bentuk gas, uranium hexafluoride (UF6), yang
berasal dari konversi U3O8, yang merupakan hasil
penggilingan uranium.

Physics Study Program - FMIPA | Institut Teknologi Bandung

PHYSI S
Extraction of Uranium

Physics Study Program - FMIPA | Institut Teknologi Bandung

PHYSI of:
Courtesy S http://chemcases.com/nuclear/nc-06.htm
Pemurnian U3O8
 Untuk bahan bakar reaktor, Uranium harus memiliki
kemurnian tinggi.
=> U3O8 harus dimurnikan sebelum dikonversi ke UF6,

 Ada 2 metode pemurnian


- PUREX proses: uranyl nitrate diekstraksi secara
selektif dari larutan dengan pelarut oxygenated
organic tertentu, misalnya : diethyl ether, methyl
isobutyl keytone, dan tributyl phosphate.
- Metode menggunakan UO4. 2H2O, yang
diendapkan secara kuantitatif dari larutan asam
lemah garam uranyl.
Physics Study Program - FMIPA | Institut Teknologi Bandung

PHYSI S
Konversi Uranium ke Uranium Hexafluoride

Uranium hexafluoride dipilih


untuk difusi gas karena
sifatnya yang khusus.
Diagram fasa dari dapat dilihat
dalam gambar di samping.
Pada suhu kamar UF6 berfase
padat sehingga mudah
ditangani. Begitu suhunya
dinaikkan sedikit (di atas triple
point) berubah menjadi gas,
membuatnya ideal untuk
proses gas difusi, yang mana
memerlukan uranium dalam
bentuk uap untuk separasi
isotopik.
Physics Study Program - FMIPA | Institut Teknologi Bandung

PHYSI S
Konversi Uranium ke Uranium Hexafluoride …

 Lebih lanjut karena massa fluor cukup ringan => tidak


menggangu proses difusi molekul uranium
 Menarik untuk diingat bahwa UF6 adalah satu-satunya
senyawa uranium dalam fase gas pada suhu sedang
(moderate temperature)
Sifat-sifat fisik dasar dari UF6
Density of solid 4.68 g/cc
Density of liquid 3.63 g/cc
Melting point 64.05 0C
Boiling point 56.54 0C

Physics Study Program - FMIPA | Institut Teknologi Bandung

PHYSI S
Konversi Uranium ke Uranium Hexafluoride …
Untuk konversi U3O8 ke UF6 digunakan salah satu dari dua (2) proses
kimia berikut:
- proses hydrofluor kering (dry hydrofluor)
- proses ekstraksi pelarut basah (wet solvent extraction)

Proses hydrofluor kering adalah 4 tahap berikut:


 U3O8 digerus menjadi serbuk halus
 Serbuk dimasukkan dalam reaktor dengan suhu 1000-1200 0F dan
direduksi dengan hidrogen => diperoleh UO2
 UO2 dilewatkan pada 2 hydrofluorination fluidized bed reactor,
sehingga bereaksi dengan HF pada suhu 900 – 10000F
UO2 + 4HF => 2H2O + UF4
Uranium tetraflouride (UF4) adalah garam hijau, padat tidak
menguap titik lebur tinggi (1700 – 18000F)
 UF4 + F2 => UF6 (Uranium Hexafluoride )
Karena beberapa pengotor yg menguap mengikuti UF6, maka perlu
dimurnikan lebih lanjut dengan destilasi fraksi (fractional distillation)
Physics Study Program - FMIPA | Institut Teknologi Bandung

PHYSI S
Konversi Uranium ke Uranium Hexafluoride
dengan dry hydrofluor process (proses kering)

Physics Study Program - FMIPA | Institut Teknologi Bandung

PHYSI S
Konversi Uranium ke Uranium Hexafluoride dengan Wet
solvent extraction process (proses basah)

 Proses basah juga menggunakan tahap-tahap reduksi,


hidroflorinasi dan florinasi, tetapi dilakukan dengan
solvent extraction untuk membuang ketakmurnian
(impurities)
 Akan tetapi karena UF6 yang dihasilkan proses ini sudah
murni, maka distilasi fraksi tidak diperlukan.

Physics Study Program - FMIPA | Institut Teknologi Bandung

PHYSI S
Konversi Uranium ke Uranium Hexafluoride dengan Wet
solvent extraction process (proses basah) …

Physics Study Program - FMIPA | Institut Teknologi Bandung

PHYSI S
PENGAYAAN URANIUM

Physics Study Program - FMIPA | Institut Teknologi Bandung

PHYSI S
Enriched Uranium
Natural Abundance of Uranium Isotopes

Enriched uranium contains more than 1% U-235.


Normally the quantity of U-235 is increased to around 5% for
use in nuclear fuels (reactors, rocket fuel elements). The
uranium in nuclear weapons is enriched to much greater
levels, which is called highly enriched uranium if the
concentration of U-235 is above 20%.
Physics Study Program - FMIPA | Institut Teknologi Bandung

PHYSI S
Pengayaan Uranium (Uranium Enrichment)

Metode Pengayaan Uranium:


 Metode difusi gas (Gaseous diffusion)
 Metode sentrifugal gas (Gas centrifuge)
 Electromagnetic isotope separation
 Metode separasi penyemprot (separation
nozzle method)
 Metode Alvis (Alvis method)

Physics Study Program - FMIPA | Institut Teknologi Bandung

PHYSI S
Pengayaan uranium dengan metode difusi gas
(gaseous diffusion method)
 Metode separasi gas merupakan metode separasi dan
pengayaan uranium yang paling ekonomis dan paling
baik.
 Proses Pemisahan dan pengayaan uranium dengan
metode difusi gas berdasarkan pada perbedaan laju
aliran 235U dan 238U dalam UF6 yang dialirkan melewati
suatu penghalang tipis (thin barrier) yang mengandung
jutaan pori-pori halus.

Physics Study Program - FMIPA | Institut Teknologi Bandung

PHYSICourtesy
Figure S of: http://www.nrc.gov/materials/fuel-cycle-fac/ur-enrichment.html
Pengayaan uranium dengan metode difusi…

Jika molekul UF6 dipertahankan pada


suhu T, maka energi kinetiknya adalah:
kT =0.5MV2.
Karena rasio kecepatan dua molekul
hanya ditentukan oleh massanya,
12
VL  M H 
=  =α
V H  M L  (3.1)
U235F6 akan sedikit lebih cepat
dibandungkan dengan U238F6
α adalah parameter untuk mengukur
kemampuan memisahkan 2 isotop
dalam metode ini.
12 12
M   238 + 6 x19 
α =  H  =  = 1.004289
 ML   238 + 6 x19 
Physics Study Program - FMIPA | Institut Teknologi Bandung

PHYSI S
Pengayaan uranium dengan metode difusi…
Persamaan (3.1) memberikan nilai teoretis untuk , nilai
praktisnya diberikan perhitungan distilasi Reyleigh
yaitu 1.003
Berkurangnya nilai ini adalah karena:
- tekanan balik downstream
- Nonseparable flow yang melewati barrier.

Kelemahan Metode difusi gas


 Faktor separasi yang sangat kecil  untuk
pengayaan yang kecil saja (2-3%) diperlukan
pengulangan proses ribuan kali.

Physics Study Program - FMIPA | Institut Teknologi Bandung

PHYSI S
Prinsip Separasi
 Pada Kebanyakan proses separasi,
perbedaan fisik dari isotop yang akan dipisah
cukup kecil => kemampuan separasi dalam 1
tahap sangat kecil => masing-masing tahap
harus disambung dalam cascade

 Sebagai contoh: untuk memproduksi


uranium dengan pengayaan 4% 235U dan
kadar sisa pada tail 0.25% diperlukan 1200
tahap pemisahan pada pabrik pemisahan
dengan metode difusi gas.
Physics Study Program - FMIPA | Institut Teknologi Bandung

PHYSI S
Faktor Separasi
 Abundance ratio: N/(1-N)
N = fraksi mol dari isotop yang diharapkan
(1-N) = fraksi mol isotop yang lain
 Faktor separasi, α , adalah :
α =(NP/(1-NP)) / (NF/(1-NF))

Product (P)
Feed (F) Separation
plant Waste/tail (W)

NP = konsentrasi produk
NF = konsentrasi feed
Physics Study Program - FMIPA | Institut Teknologi Bandung

PHYSI S
Faktor Separasi (lanjutan…)
 Untuk limbah, dapat pula didefinisikan
faktor separasi untuk limbah, β , sebagai
berikut:
β =(NP/(1-NP)) / (NF/(1-NF))

Physics Study Program - FMIPA | Institut Teknologi Bandung

PHYSI S
Aspek Kuantitatif dari Metode Difusi Gas

 Faktor yang harus diketahui:


- Jumlah uranium alam yang
dibutuhkan (feed) sesuai tingkat
pengayaan yang diinginkan.
- Biaya per unit produksi
 Secara kuantitatif hal di atas akan
dijelaskan sebgai berikut.

Physics Study Program - FMIPA | Institut Teknologi Bandung

PHYSI S
Metode Difusi Gas
 Ada 6 variabel eksternal yang tercakup dalam metode difusi gas,
yang dihubungkan oleh persamaan berikut:
F=P+W
xfF = x p P + xwW
Dimana:
xf = fraksi berat U-235 dalam feed material
xp = fraksi berat U-235 dalam produk (pengayaan yg diharapkan)
xw = fraksi berat U-235 dalam aliran limbah (depleted uranium),
dikenal juga sebagai tail (ekor) dari pabrik pengayaan
F = jumlah kg feed material (per satuan waktu)
P = jumlah kg produk yg diperkaya (per satuan waktu)
W = jumlah kg uranium dalam aliran limbah (per satuan waktu)

Physics Study Program - FMIPA | Institut Teknologi Bandung

PHYSI S
Metode Difusi Gas…
 Laju feed, dan laju limbah adalah:
F = P(xp-xw)/(xf-xw)
W = P(xp-xf)/(xf-xw)
 Feed factor:
F/P = (xp-xw)/(xf-xw)
 Waste factor:
W/P = (xp-xf)/(xf-xw)
W/P = (F/P) - 1

Physics Study Program - FMIPA | Institut Teknologi Bandung

PHYSI S
SWU (Separation work unit)
 Selain masalah feed factor, perlu juga untuk menghitung
usaha fisik yang dilakukan untuk mendapatkan tingkat
pengayaan tertentu, yang mana akan menentukan biaya
pengayaan uranium
 Biaya pengayaan uranium ini dinyatakan dengan suatu
parameter yang dikenal dengan separation work unit
(SWU).
 Seseorang harus memikirkan jumlah SWU sebagai yang
berhubungan langsung dengan sumber daya yang
diperlukan untuk mendapatkan pengayaan pada level
tertentu, xp.
 Sumber daya yang diperlukan untuk separasi isotop
adalah energi listrik, sehingga jumlah SWU menentukan
biaya pengayaan uranium

Physics Study Program - FMIPA | Institut Teknologi Bandung

PHYSI S
SWU (Separation work unit)…
 Jumlah SWU yang dihasilkan oleh
enrichment plant selama periode waktu T
diberikan oleh:
SWU=[P.V(xp)+W.V(xw) – F.V(xf)]. T
 V(xi) = separation potentials
V(xi) = (2xi – 1)ln [xi/(1-xi)]
dimana xi menyatakan xp, xf, dan xw.

Physics Study Program - FMIPA | Institut Teknologi Bandung

PHYSI S
SWU (Separation work unit)…
 Karena P, W, F adalah laju aliran massa, maka
satuan SWU adalah kg, atau lebih umum disebut
kg-SWU.
 Selama waktu T , plant menghasilkan P.T kg
uranium yg diperkaya. Sehingga jumlah SWU per
unit produk adalah:
SF = SWU/PT=V(xp)+(W.V(xw)/P) – (F.V(xf)/P
 SF dikenal juga sebagai SWU factor.
 Nilai SWU factor digambarkan/ditabelkan
bersamaan dengan “feed factor”.
Physics Study Program - FMIPA | Institut Teknologi Bandung

PHYSI S
SWU…

Nilai FF dan SF
untuk pengayaan
sampai 5%
dengan xw = 0.2%

Physics Study Program - FMIPA | Institut Teknologi Bandung

PHYSI S
SWU…
 Walaupun SWU factor tidak berdimensi (satuanya
kg-SWU/kg) persamaan terakhir memberikan
jumlah SWU yang diperlukan per kilogram produk
yang diperkaya dan bukan per ton atau per gram.
 Jika rumus untuk SWU dibagi dengan waktu T,
diperoleh kg-SWU/waktu.
 Untuk pabrik pengayaan, waktu T biasanya 1
tahun dan diperoleh kg-SWU/tahun, suatu
besaran yang biasa digunakan untuk menyatakan
kapasitas dari suatu pabrik pengayaan uranium.

Physics Study Program - FMIPA | Institut Teknologi Bandung

PHYSI S
Jumlah stages
 Jumlah stages, N, yang diperlukan untuk
mencapai tingkat pengayaan tertentu dapat
ditentukan dari persamaan berikut.

2 x p ( 1 − xw )
N= ln −1
lnα xw (1 − x p )
dimana α adalah faktor separasi

Physics Study Program - FMIPA | Institut Teknologi Bandung

PHYSI S
Contoh soal
a). Tentukan berapa kilogram uranium alam
yang harus disuplai sebagai feed dari suatu
pabrik pengayaan jika seseorang
membutuhkan 30.000 kg uranium yang
diperkaya sampai 3% U-235 (persen berat).
Asumsikan bahwa tails adalah 0.2%.
b). Berapa jumlah SWU yang diperlukan
untuk separasi.

Physics Study Program - FMIPA | Institut Teknologi Bandung

PHYSI S
Contoh soal: Jawab …
a). Feed factor adalah:
F 3 − 0.2
= = 5.479kg − feed / kg − product
P 0.711 − 0.2

Sehingga total feed adalah.

F = 30.000kg − product ( 5.479kg − feed / kg − product )

= 164.370kg − feed − uranium

Physics Study Program - FMIPA | Institut Teknologi Bandung

PHYSI S
Contoh soal: Jawab…
b). Hitung dahulu potensial separasi untuk feed, produk, dan waste.
0.00711
V ( x f ) = [(2 x0.00711) − 1] ln = 4.869
1 − 0.00711
0.002
V ( xw ) = [(2 x0.002) − 1] ln = 6.188
1 − 0.002
0.03
V ( x p ) = [(2 x0.03) − 1] ln = 3.268
1 − 0.03
SWU factor adalah:
SWU
= 3.268 + ( 5.479 − 1)( 6.188) − ( 5.479)( 4.869 ) = 4.307
kg
Sehingga total jumlah SWU adalah:

( 30.000kg )( 4.307 SWU / kg ) = 129.210SWU


Physics Study Program - FMIPA | Institut Teknologi Bandung

PHYSI S
Metode sentrifugal gas
 Metode ini pertama kali dikembangkan oleh J.W.
Beams di Univ. Virginia, dimana berhasil
memisahkan isotop dari sejumlah elemen ringan
dalam suatu ultrasentifugal.
 Pekerjaan yang serupa juga dilakukan selama
perang dunia ke-2 di Jerman oleh G. Zippe.
 Belakangan, di tahun 1950an Groth dan
asistennya di Jerman mengembangkan dan
membangun suatu rangkaian setrifugal gas yang
lebih besar.
Physics Study Program - FMIPA | Institut Teknologi Bandung

PHYSI S
Metode sentrifugal gas
 Sentrifugal bekerja dengan prinsip bahwa
dalam silinder atau drum yang berputar gaya
sentrifugal cenderung untuk menekan molekul
gas dalam silinder ke arah dinding yang lebih
luar.
 Akan tetapi kecepatan karena agitasi termal
cenderung untuk meredistribusi kembali
molekul gas ke seluruh volume silinder.
Molekul yang lebih ringan lebih terpengaruh
oleh efek ini karena kecepatannya lebih besar
sehingga molekul yang lebih ringan dengan
konsentrasi yang lebih tinggi akan terkumpul
dekat pusat drum yang berotasi.
Physics Study Program - FMIPA | Institut Teknologi Bandung

PHYSI S
Metode sentrifugal gas

Physics Study Program - FMIPA | Institut Teknologi Bandung

PHYSI S
Metode Sentrifugal Gas…

Sentrifugal gas beroperasi berdasarkan prinsip


difusi yang disebabkan oleh perbedaan tekanan.
Gas UF6 dilewatkan melalui sentrifugal yang
sedang berputar. Sentrifugal memaksa isotop
yang lebih berat (U-238) untuk pindah ke sisi luar
dari sentrifugal. Bagian yang diperkaya akan
mengikuti lintasan a1. Bagian yang tersisa akan
mengikuti lintasan yang ditunjukkan oleh a2.

Physics Study Program - FMIPA | Institut Teknologi Bandung

PHYSI
Figure S
from: Avery, D. G., and Davies, E., Uranium Enrichment by Gas Centrifuge, Mills & Boon
Limited, London, 1973.
Metode Sentrifugal
 Faktor separasi, α , adalah :
α =exp [(MH -ML)ω 2a2 / 2RT]

 Karena α adalah sekitar 1, maka


α =1 + [(MH -ML)ω 2a2 / 2RT]

Physics Study Program - FMIPA | Institut Teknologi Bandung

PHYSI S
Separasi Elektromagnetik
(Electromagnetic Separation)

The method of electromagnetic isotope separation relies on


the use of ions and a magnetic field. As ions are
accelerated and the passed through a magnetic field their
path will be deflected. Isotopes that have different mass
will be deflected by differing amounts. This allows for the
different isotopes to be collected by determining the path
they will have due to their charge and a known magnetic
field and placing collectors at those locations.
Physics Study Program - FMIPA | Institut Teknologi Bandung

PHYSI
Figure S
from: Avery, D. G., and Davies, E., Uranium Enrichment by Gas Centrifuge, Mills & Boon
Limited, London, 1973.
Physics Study Program - FMIPA | Institut Teknologi Bandung

PHYSI S
Separation Nozzle Method

Physics Study Program - FMIPA | Institut Teknologi Bandung

PHYSI S
AVLIS Method

Physics Study Program - FMIPA | Institut Teknologi Bandung

PHYSI S
Atomic vapor laser isotopic separation

Physics Study Program - FMIPA | Institut Teknologi Bandung

PHYSI S
Terima kasih...

Physics Study Program - FMIPA | Institut Teknologi Bandung

PHYSI S
Uranium and Aerospace
Why do you care about uranium as an
aerospace engineer?
 Nuclear Powered Aerospace Vehicles
 Nuclear Satellites
 Nuclear Rockets

 Aerospace Based Weapons Systems


 Nuclear Weapons Carried by Rockets
 Depleted Uranium Ammunition

Physics Study Program - FMIPA | Institut Teknologi Bandung

PHYSI S
Nuclear Powered Satellites
Many deep space satellites use nuclear power. A process
called radioisotope thermoelectric generation (RTG) is
utilized. This process uses plutonium which is only
produced by nuclear reactors. All of which run off of
enriched uranium or a fuel that was produced in a reactor
that does. Some satellites that use nuclear power are:
• Pioneer
• Viking
• Voyager
• Cassini
• Galileo

For more information on RTG’s visit: http://me.eng.sunysb.edu/mec290/rtgs/ For more information on


the production of Physics
plutonium visit:
Study http://www.fas.org/nuke/intro/nuke/plutonium.htm
Program - FMIPA | Institut Teknologi Bandung

PHYSI S
Pioneer Viking

Cassini
Voyager
Galileo
Physics Study Program - FMIPA | Institut Teknologi Bandung

PHYSICourtesy
Pictures S of: http://me.eng.sunysb.edu/mec290/rtgs/
Nuclear Weapons

Enriched uranium is used in nuclear weapons carried


by advanced rocket systems.
Physics Study Program - FMIPA | Institut Teknologi Bandung

PHYSI S
Sources for More Information
Balsmeier, Aaron, L. “Extraction and Enrichment of Uranium” University of Kansas,
Department of Aerospace Engineering, University of Kansas, 2002
http://www.fas.org/nuke/intro/nuke/uranium.htm
http://www.uic.com.au/uicchem.htm
http://www.rossing.com/uranium_production.htm
http://www.wma-minelife.com/uranium/uranium.html
http://chemcases.com/nuclear/nc-06.htm
http://www.energyres.com.au/ranger/mill_diagram.pdf
http://www.usec.com/v2001_02/HTML/Facilities_PaducahOverview.asp
http://www.uic.com.au/nip33.htm
http://www.uic.com.au/index.htm
http://www.silex.com.au/
http://www.nrc.gov/materials/fuel-cycle-fac/ur-milling/ur-milling-fac.html
http://www.nrc.gov/materials/fuel-cycle-fac/ur-enrichment.html
http://me.eng.sunysb.edu/mec290/rtgs/
http://www.fas.org/nuke/intro/nuke/plutonium.htm
Physics Study Program - FMIPA | Institut Teknologi Bandung

PHYSI S
Referensi

 R. G. Cochran and N. Tsoulfanidis, “The


Nuclear Fuel Cycle: Analysis and Management”,
ANS, 1999
 W. Marshall, “Nuclear Power Technology Vol. 2
Fuel Cycle”, Clarendon Press Oxford, 1983
 P.D. Wilson, “The Nuclear Fuel Cycle: From Ore
to Waste”, Oxford, 2001

Physics Study Program - FMIPA | Institut Teknologi Bandung

PHYSI S