Anda di halaman 1dari 11

JEMBATAN

WHEATSTONE
Dhofar
Salsabila Diarnie L.
Bina Hasibuan
Dianti Eka Putri

Tujuan
1.Memahami prinsip dan mampu
merangkai Jembatan Wheatstone.
2. Dapat mengukur resistansi resistor
menggunakan Jembatan
Wheatstone, Multimeter, dan
membaca pita warna resistor.

Alat-alat
1. Catu daya
2. Galvanometer
3. Resistance Decade Box (resistor
4.
5.
6.
7.
8.

variabel)
Kawat dengan kontak geser
Kisi soket
3 Buah resistor identik yang belum
diketahui nilainya
Multimeter
Kabel penghubung

Dasar teori
A. Resistansi
Nilai resistansi R menyatakan
karakteristik penghantar atau
komponen listrik yang menunjuk
pada kemudahan ataupun
kesulitannya menghantarkan arus
listrik. Semakin besar nilai resistansi
maka semakin kecil arus yang
mengalir, begitu pula sebaliknya

B.

Jembatan Wheatstone

Cara lain untuk mengukur besar


hambatan listrik yang belum diketahui
ialah metoda "Jembatan Wheatstone".
Mengukur besarnya hambatan listrik
yang belum diketahui dengan metoda
"Jembatan Wheatstone" pada dasarnya
ialah membandingkan besar hambatan
yang belum diketahui dengan besar
hambatan listrik yang sudah diketahui
nilainya.

Pengolahan data

Analisis
1.Bandingkan nilai hambatan Rx dengan jembatan
wheatstone, multimeter, dan membaca pita
warna, apakah hasilnya sama? Jika tidak sama
metode mana menurut anda yang paling
akurat?
2. Bagaimana pengaruh besar Rb terhadap panjang
AD?Apakah besar Rb dan panjang AD akan lebih
kecil atau sebaliknya?mengapa demikian?
3. Sebutkan contoh pengaplikasian jembatan
wheatstone dalam kehidupan sehari-hari!
4. Turunkan persamaan Rx=(R2/R1)Rb
5. Tentukan kelebihan dan kekurangan masing
masing metode penentuan hambatan!

Kesimpulan
Resistansi adalah kemampuan suatu
komponen listrik yang menunjukkan
kemudahan / kesulitan komponen
menghantarkan arus listrik. Dalam
praktikum terdapat 3 metode yaitu
multimeter ,pita warna, dan jembatan
wheatstone, dan metode yang paling
akurat adalah dengan metode jembatan
wheatstone yang persamaannya adalah
Rx=(L2/L1)Rd