Anda di halaman 1dari 79

ASESMEN PASIEN

(AP)

Kelompok I Standar Pelayanan Berfokus pada Pasien

Bab
Bab 1. Akses ke Pelayanan dan
Kontinuitas Pelayanan (APK)
Bab 2. Hak Pasien dan Keluarga (HPK)
Bab 3. Asesmen Pasien (AP)
Bab 4. Pelayanan Pasien (PP)
Bab 5. Pelayanan Anestesi dan Bedah (PAB)
Bab 6. Manajemen dan Penggunaan Obat(MPO)
Bab 7. Pendidikan Pasien dan Keluarga (PPK)
Bab 8. Sasaran Keselamatan Pasien (SKP)

TOTAL

Jumla Jumlah
h
Elemen
Stand Penilai
ar
an
23
85
30
44
22
14
21
7
6
2

161

100
184
74
51
84
28

436

KONSEP AP
Rumah sakit harus mengenali kebutuhan pasien,
karena berdasarkan kebutuhan pasienlah asuhan
akan diberikan oleh RS (dalam hal ini oleh para
Profesional Pemberi Asuhan).
Proses AP (asesmen pasien) yg efektif akan menghasilkan keputusan
tentang kebutuhan pengobatan pasien yg segera dan kontinu.
Asesmen pasien terdiri dari komponen IAP :
Pengumpulan informasi pasien (I)
Analisis informasi yang diperoleh (A)
Pengembangan rencana asuhan (P)

Pengumpulan informasi menghasilkan asesmen klinis dan


penunjang
Analisis informasi menghasilkan Diagnosa
Rencana asuhan merupakan asuhan terintegrasi (total CP)
KARS

Proses Asuhan Pasien


2 blok proses, oleh masing2 PPA
1. Asesmen Pasien IAR
S 1. INFORMASI DIKUMPULKAN : anamnesa, pemeriksaan
I
O fisik, pemeriksaan lain / penunjang, dsb
A
P

Std AP 1

2. ANALISIS INFORMASI : menghasilkan kesimpulan a.l.


Std APK 1 EP 2,
Masalah, Kondisi, Diagnosis,
A 1.1.1, 1.1.2, 3, 4,
untuk mengidentifikasi kebutuhan pelayanan pasien
AP 1.3, 1.3.1, 1.2.
EP 4, 1.9, 1.11, 4.1,
PP 7.
R Std APK 1 EP 3, PP
3. RENCANA PELAYANAN / Plan of Care,
untuk memenuhi kebutuhan pelayanan pasien
2 EP 1, PP 2.1, 5,
Std AP 2, PAB 5, 7,
7.4.
Std PP 2, EP 2, PP
2. Implementasi
5 EP 2 & 3, PAB 3
Monitoring
EP 5, 5.3, 6, 7.3,
Pemberian pelayanan/asuhan, pelaksanaan rencana, beserta
4
monitoringnya

BAB ASESMEN PASIEN (AP)

FOKUS AREA :
Pengumpulan dan Analisis Data dan
Informasi Pasien
Pelayanan Laboratorium
Pelayanan Radiologi dan Diagnostik Imajing

. KARS

PROSES ASUHAN
PASIEN
Pengumpulan Analisis
data klinis data -> Dx
AsesmeTransfer Asesme
Lab, Rad Rencana
n Ulang
Asesm
Rujuk n
asuhan
Rencana
Ps
Registra en
asuhan
Terminal

si

awal

PROFESI - ASUHAN EDUKASI


Case MULTI
Manager

Pelayanan fokus pasien:

Skrinin
g

Asesme Risiko
n nyeri jatuh
Implementa Implementasi Rencan
Risiko Rencana
Risiko
si
a
malnutri Rencana tinggi asuhan
pulang
Ringkasa
si
Restraint
n pulang

SKP

asuhan

Hak
pasien

MKI

PPI

1. Asesmen Awal pasien


1. Identifikasi kebutuhan pasien (AP 1)
2. Isi minimal asesmen pasien (AP 1,1)
3. Asesmen awal (AP 1,2)
4. Kebutuhan pelayanan medis dan
keperawatan (AP 1,3)
5. Asesmen awal pasien emergenci (AP ,1,3,1)
6. Kerangka waktu membuat asesmen awal
(AP 1,4),
7. Asesmen awal medis dan keperawatan 24
jam (AP 1,4,1)
. KARS

8. Dokumentasi asesmen awal dalam rekam

1. Asesmen Awal pasien


1. Skrining status gizi dan status fungsional
(AP 1.6)
2. Skrining rasa sakit pada pasien RJ dan RI
(AP 1,7)
3. Asesmen awal individual utk populasi
tertentu (AP 1,8)
4. Asesmen pada pasien di akhir hayat (AP 1,9)
5. Kebutuhan akan tambahan asesmen khusus
(AP ,1,10)
. KARS
6. Kebutuhan rencana
pemulangan8

iri
d
n
Ma
s
a
g
o Tu blok
o 2 iatan
keg

Proses Asuhan Pasien


IAR
per
Patient Care

lu
iden
tifka dimasuk
ka
EP 3
s
utk m i kebutu n, sesu
h
ai
a
eme
nuhi n pasien APK 1 E
P2
kebu
,
tuha dan
n pa
sien

Asesmen Pasien
(Skrining, Periksa Pasien)

Nakes
Profesional
Pemberi Asuhan

pemeriksaan, pemeriksaan lain /


penunjang, dsb

S
O

A 2.Analisis informasi : dihasilkan

R 3.Rencana Pelayanan/Care Plan :

Diagnosis / Problem / Kondisi,


identifikasi Kebutuhan Yan Pasien
untuk memenuhi Kebutuhan Yan
Pasien

Implementasi Rencana/
Pemberian Pelayanan
Monitoring
9

Asesmen
Ulang

I 1.Informasi dikumpulkan : Anamnesa,

ASESMEN AWAL PASIEN

1.
2.
3.

Standar AP 1
Semua pasien yg dilayani RS harus diidentifikasi kebutuhan
pelayanannya melalui suatu proses asesmen yg baku.
Elemen Penilaian AP 1
Kebijakan & prosedur RS menegaskan asesmen informasi yg harus diperoleh dari
pasien RI.
Kebijakan & prosedur RS menegaskan asesmen informasi yg harus diperoleh dari
pasien RJ.
Kebijakan RS mengidentifkasi ttg informasi yg hrs didokumentasi utk asesmen.

DOKUMEN:
Permenkes 269 tahun 2008 @
Kebijakan asesmen pasien @
SPO asesmen pasien RJ @
SPO asesmen pasien IGD @
SPO asesmen pasien RI @
KARS

10

ASESMEN AWAL PASIEN

Standar AP 1,1
RS telah menetapkan isi minimal asesmen berdasarkan
UU, peraturan dan standar profesi.
Elemen Penilaian AP 1,1:
1.

2.
3.
4.

Isi minimal asesmen ditetapkan oleh setiap disiplin klinis yg melakukan


asesmen & merinci elemen yg dibutuhkan di riwayat penyakit &pemeriksaan
fsik (lih.juga PAB.3, EP 3 dan PAB.4, EP 1)
Hanya mereka yg kompeten sesuai perizinan, UU & peraturan yg berlaku atau
sertifkasi dapat melakukan asesmen
Isi minimal dari asesmen pasien RI ditetapkan dalam kebijakan (lih.juga AP.1.2,
EP 1)
Isi minimal dari asesmen pasien RJ ditetapkan dalam kebijakan

Dokumen:
Panduan asesmen RJ,IGD dan RI @
Format Rekam medis RJ @
Format Rekam medis IGD@
Format Rekam medis RI @
KARS

11

ASESMEN AWAL PASIEN

Standar AP 1,2
Asesmen awal setiap pasien meliputi evaluasi faktor
fisik, psikologis, sosial & ekonomi, termasuk pem fisik
& riwayat
kes.AP 1,2
Elemen
Penilaian

1.

2.
3.
4.

Semua pasien RI dan RJ mendapat assessmen awal yg termasuk riwayat kes &
pemeriksaan fsik sesuai dgn ketentuan yg ditetapkan dlm kebijakan RS
(lih.juga AP.1.1, EP 3)
Setiap pasien mendpt asesmen psikologis awal yg sesuai dgn kebutuhannya
Setiap pasien mendpt asesmen sosial & ekonomis awal sesuai kebutuhannya
Asesmen awal menghasilkan diagnosis awal

Dokumen:
Format asesmen awal RJ @
Format asesmen awal IGD @
Format asesmen awal RI @

KARS

12

ASESMEN AWAL PASIEN

Standar AP 1,3

Kebutuhan yan medis dan keperawatan ditetapkan


berdasarkan asesmen awal dan dicatat pada catatan
klinisnya.
Elemen
Penilaian
AP ditetapkan
1,3
1.
Kebutuhan
medis pasien
melalui asesmen awal. Riwayat kes
terdokumentasi, juga pem fsik dan asesmen lain yg dilaksanakan berdasarkan
kebutuhan pasien yg teridentifkasi
2. Kebutuhan keperawatan pasien ditetapkan melalui asesmen keperawatan yg
didokumentasi, asesmen medis, dan asesmen lain yg dilaksanakan
berdasarkan kebutuhan pasien.
3.
Kebutuhan medis yg teridentifkasi dicatat dalam rekam medis
4. Kebutuhan keperawatan yg teridentifkasi dicatat dalam rekam medis
5. Kebijakan & prosedur mendukung praktek yg konsisten dalam semua bidang
Dokumen:
Kebijakan asesmen pasien @
Format asesmen awal @
KARS

13

ASESMEN AWAL PASIEN

Standar AP 1,3,1
Asesmen awal medis dan keperawatan pd pasien
emergensi harus sesuai kebutuhan dan keadaannya.

Elemen Penilaian AP 1,3,1


1.
2.
3.

Untuk pasien GD, asesmen medis berdasarkan kebutuhan dan kondisinya.


Untuk pasien GD, asesmen keperawatan berdasarkan kebutuhan dan
kondisinya.
Apabila operasi dilakukan maka sedikitnya ada catatan ringkas dan diagnosis
praoperasi dicatat sebelum tindakan.

Dokumen:
Format asesmen medis IGD @
Format asesmen keperawatan IGD @
Format rencana operasi darurat @

KARS

14

ASESMEN AWAL PASIEN

Standar APK 1,4


Asesmen harus selesai dalam kerangka waktu yg
ditetapkan RS.

Elemen Penilaian AP 1,4


1.
2.
3.

Kerangka waktu yg benar utk melaksanakan asesmen hrs ditetapkan untuk


semua jenis & tempat yan.
Asesmen diselesaikan dalam kerangka waktu yg ditetapkan RS.
Temuan dari semua asesmen diluar RS harus dinilai ulang dan diverifkasi
pada saat pasien diterima sebagai pasien RI. (lih.juga AP.1.4.1) utk
memperbarui atau mengulang bagian2 dr asesmen medis yg sdh lebih dr 30
hari. (lih.juga MKI.1.6, EP 1)

Dokumen:
Kebijakan asesmen pasien @
Panduan asesmen pasien RI @

KARS

15

ASESMEN AWAL PASIEN

Standar APK 1,4,1

Asesmen awal medis dan keperawatan harus selesai dalam


waktu 24 jam setlh pasien masuk rawat atau lebih cepat
tergantung kondisi pasien atau sesuai kebijakan RS.

Elemen penilaian AP 1.4,1


1.
2.
3.

4.

Asesmen awal medis dilaksanakan dalam 24 jam pertama sejak rawat inap
atau lebih dini/cepat sesuai kondisi pasien atau kebijakan RS.
Asesmen awal keperawatan dilaksanakan dalam 24 jam pertama sejak RI atau
lebih cepat sesuai kondisi pasien atau kebijakan RS.
Asesmen awal medis yg dilakukan sebelum pasien di rawat inap, atau seblm
tindakan pada RJ di RS, tidak boleh lebih dari 30 hari, atau riwayat medis telah
diperbaharui dan pemeriksaan fsik telah diulangi.
Utk asesmen kurang dari 30 hari, setiap perubahan kondisi pasien yg
signifkan, sejak asesmen dicatat dlm rekam medis pasien pd saat masuk RI

Dokumen:
Kebijakan asesmen apsien @
Panduan asesmen pasien @
KARS

16

ASESMEN AWAL PASIEN

Standar AP 1,5
Temuan pada asesmen didokumentasikan dalam rekam
medis pasien dan siap tersedia bagi para penangg-jwb
asuhan pasien.

Elemen Penilaian AP.1.5

1.
2.

3.
4.

Temuan pada asesmen dicatat dlm rekam medis pasien(lih.juga MKI.1.9.1, EP


1)
Mereka yg memberi yan kpd pasien dapat menemukan dan mencari kembali
hasil asesmen di rekam medis pasien atau di lokasi tertentu yg lain yg mudah
diakses & terstandar (lih.juga MKI.1.7, EP 2)
Asesmen medis dicatat dlm rekam medis pasien dalam waktu 24 jam setelah
pasien di rawat inap.
Asesmen keperawatan dicatat dalam rekam medis pasien dalam waktu 24 jam
setelah pasien dirawat inap.

Dokumen:
Format asesmen awal pasien RI @
Format asesmen awal keperawatan @

KARS

17

ASESMEN AWAL PASIEN

Standar AP 1,5,1
Asesmen medis awal harus didokumentasikan sebelum
tindakan anestesi atau bedah.
Elemen Penilaian AP.1.5

1.

Kpd pasien yg direncanakan operasi, dilaksanakan asesmen medis sebelum


operasi.(lih.juga PAB.7, EP 1 dan 2)
Asesmen medis pasien bedah dicatat sebelum operasi.

2.

Dokumen:
Format asesmen pra bedah @
Format asesmen pra anestesi @

KARS

18

ASESMEN AWAL PASIEN

1.

Standar AP 1,6
Pasien di skrining untuk status gizi dan kebutuhan
fungsional serta dikonsul untuk asesmen lebih lanjut &
pengobatan apabila dibutuhkan.
Elemen
Penilaian
AP.1.6
Staf yg kompeten
(qualified)
mengembangkan kriteria utk mengidentifkasi

pasien yg memerlukan asesmen nutrisional lebih lanjut.


2. Pasien diskrining utk risiko nutrisional sebagai bagian dari asesmen awal.
3. Pasien dgn risiko masalah nutrisional menurut kriteria akan mendpt asesmen
gizi.
4. Staf yg kompeten mngembangkan kriteria untuk mengidentifkasi pasien yg
memerlukan asesmen fungsional lebih lanjut. (lih.juga Sasaran Keselamatan
Pasien VI, E 1, terkait asesmen risiko jatuh)
5. Pasien disaring utk menilai kebutuhan asesmen fungsional lebih lanjut sbg
bagian dari asesmen awal.(lih.juga Sasaran Keselamatan Pasien I, EP 2)
Dokumen:
6. Pasien yg memerlukan asesmen fungsional sesuai kriteria dikonsul utk
asesmen
tsb. status gizi @
Format
skrining

Format skrining staus fungsional @


Format asesmen gizi @
Format asesmen Fungsional @
KARS

19

ASESMEN AWAL PASIEN

1.
2.

3.

Standar AP 1,7
Semua pasien RI dan RJ di skrining untuk rasa sakit dan
dilakukan asesmen apabila ada rasa nyeri.
Elemen Penilaian AP.1.7
Pasien di skrining untuk rasa sakit. (lih.juga PP.6, EP 1)
Apabila diidentifkasi ada rasa sakit pada asesmen awal, pasien dirujuk atau RS
melakukan asesmen lebih mendalam, sesuai dengan umur pasien dan
pengukuran intensitas dan kualitas nyeri seperti karakter, kekerapan/frekuensi,
lokasi dan lamanya.
Asesmen dicatat sedmk shg memfasilitasi asesmen ulangan yg teratur dan
tindak lanjut sesuai kriteria yg dikembangkan oleh RS dan kebutuhan pasien

Dokumen:
Panduan skrining nyeri @
Format skrining nyeri @
Format asesmen nyeri @
Format asesmen ulang nyeri @
Panduan skala nyeri VAS @
Panduan skala nyeri Wong Baker @
KARS

20

ASESMEN AWAL PASIEN

1.
2.

Standar AP 1,8
RS melaksanakan asesmen awal individual untuk
populasi tertentu yg dilayani RS.
Elemen Penilaian AP.1.8
RS menetapkan kriteria tertulis ttg asesmen tambahan, khusus atau lbh
mendlm yg perlu dilaksanakan.
Proses asesmen utk populasi pasien dg kebutuhan khususnya dimodifkasi
secara tepat sehingga mencerminkan kebutuhan pasien

Dokumen:
Panduan asesmen pasien @
Format asesmen tambahan @
Format asesmen khusus/spesialistik @

KARS

21

ASESMEN AWAL PASIEN

1.

2.
3.

Standar AP 1,9
Kpd pasien yg akan meninggal dan keluarganya,
dilakukan asesmen dan asesmen ulang sesuai
kebutuhan individual mereka
Elemen Penilaian AP.1.9

Pasien yg akan meninggal dan keluarganya dilakukan asesmen dan asesmen


ulang untuk elemen a s/d i dalam Maksud & Tujuan sesuai kebutuhan mrk yg
diidentitikasi.
Temuan dalam asesmen mengarahkan yan yg diberikan (lih. juga AP.2, EP 2)
Temuan dlm asesmen didokumentasikan dalam rekam medis

Dokumen:

KARS

22

ASESMEN AWAL PASIEN

1.
2.

Standar AP 1,10
Asesmen awal termasuk penetapan kebutuhan utk
tambahan asesmen khusus.
Elemen Penilaian AP.1.10
Bila teridentifkasi kebutuhan tambahan asesmen khusus, pasien dirujuk
didalam atau keluar RS (lih.juga APK.3, EP 1)
Asesmen khusus yg dilakukan didalam RS dicatat dalam rekam medis pasien

Dokumen:

KARS

23

ASESMEN AWAL PASIEN

1.
2.

Standar AP 1,11
Asesmen awal termasuk menentukan kebutuhan
rencana pemulangan pasien (discharge
Elemen Penilaian AP.1.11
Ada proses untuk identifkasi pasien yg rencana pemulangannya kritis (lih.juga
APK.3, EP 2)
Rencana pemulangan bagi pasien seperti ini dimulai segera setelah pasien
diterima sebagai pasien RI.(lih.juga APK.3, EP 4)

Dokumen:
Kriteria pasien pulang kritis @
Format discharge planing @
Format edukasi pasien @

KARS

24

2. ASESMEN ULANG PASIEN

1. Asesmen ulang pada interval tertentu sesuai kondisi


pasien (AP 2)

KARS

25

iri
d
n
Ma
s
a
g
o Tu blok
o 2 iatan
keg

Proses Asuhan Pasien


IAR
per
Patient Care

lu
iden
tifka dimasuk
ka
EP 3
s
utk m i kebutu n, sesu
h
ai
a
eme
nuhi n pasien APK 1 E
P2
kebu
,
tuha dan
n pa
sien

Asesmen Pasien
(Skrining, Periksa Pasien)

Nakes
Profesional
Pemberi Asuhan

pemeriksaan, pemeriksaan lain /


penunjang, dsb

S
O

A 2.Analisis informasi : dihasilkan

R 3.Rencana Pelayanan/Care Plan :

Diagnosis / Problem / Kondisi,


identifikasi Kebutuhan Yan Pasien
untuk memenuhi Kebutuhan Yan
Pasien

Implementasi Rencana/
Pemberian Pelayanan
Monitoring
26

Asesmen
Ulang

I 1.Informasi dikumpulkan : Anamnesa,

AESESMEN ULANG PASIEN

Standar AP 2

Semua pasien dilakukan asesmen ulang pd interval tertentu atas dasar


kondisi & pengobatan utk menetapkan respons thd pengobatan dan utk
merencanakan pngobatan atau utk rencana pemulangan pasien .

Elemen penilaian AP 2
1.

Pasien dilakukan asesmen ulang utk menentukan respons mrk thd pengobatan.
(lih.juga PAB.5.3, EP 1 dan 2; PAB.7.3, EP 1 dan 2; MPO.7, EP 1; dan PP.5, EP 3)
2. Pasien dilakukan asesmen ulang untuk perencanaan pengobatan lanjutan atau
pemulangan.(lih.juga APK.3, EP 2 dan 3; PP.7.1, EP 2; PAB.5.3, EP 1 dan 2; dan
AP.1.9,, EP 2)
3. Pasien dilakukan asesmen ulang dlm interval sesuai dg kondisi pasien &
bilamana terjadi perubahan yg signifkan pd kondisi mereka, rencana asuhan,
kebutuhan individual atau sesuai kebijakan dan prosedur RS (lih.juga PAB.3, EP
1 dan PAB.5.3, EP 1)
4. Dr melakukan asesmen ulang sekurang2nya setiap hari, termasuk akhir
minggu, selama fase akut dr perawatan dan pengobatannya.
5. Utk pasien nonakut, kebijakan RS menetapkan keadaan, tipe pasien atau
populasi pasien, dimana asesmen oleh Dr bisa kurang dr sekali sehari &
menetapkan interval minimum utk jadwal asesmen ulang bagi kasus spt ini
Dokumen:
6. Asesmen ulang didokumentasikan dlm rekam medis pasien.

Panduan asesmen @ Kriteria


pasien akut @
KARS

27

3. ASESMEN OLEH STAF KOMPETEN


1. Asesmen awal dan asesmen ulang pasien
dilakukan oleh staf yang kompeten ( AP 3 )

KARS

28

URAIAN TUGAS DIBUTUHKAN OLEH TENAGA


PROFESIONAL KESEHATAN KETIKA :

a) Seseorang yang utamanya menjalankan tugas


manajerial, seperti manajer departemen/unit kerja atau
memiliki tugas ganda, di bidang klinis dan
manajerial, dengan tanggung jawab manajerial yang
ditetapkan di dalam uraian tugas
b) Seseorang yang memiliki beberapa tanggung
jawab klinis, dimana dia tidak diberi kewenangan
untuk berpraktik mandiri, sama seperti seorang praktisi
mandiri yang sedang belajar tugas baru atau keterampilan
baru (kewenangan dalam KPS.10 sebagai alternatif );
c) Seseorang yang sedang dalam program
pendidikan dan dibawah supervisi, dan program
akademis menetapkan, untuk setiap tahap atau tingkat
pelatihan, apa yang dapat dilakukan secara mandiri dan
apa yang harus dibawah supervisi. Dalam hal ini,
deskripsi program dapat berfungsi sebagai uraian
Sutoto. KARS
29
tugas

PERENCANAAN
Standar KPS 1.1.
Tanggung jawab staf dideskripsikan
dalam uraian tugas
1.Setiap staf yang tidak diizinkan
praktek mandiri

memiliki uraian tugasnya sendiri (Lihat juga AP 3


EP 5)
2.Mereka yang termasuk pada point a) sampai d) di
atas, ketika berada dalam rumah sakit, memiliki
uraian tugas yang sesuai dengan aktifitas dan
tanggung jawab mereka atau sudah memiliki
privilege sebagai alternatif. (Lihat juga AP 3 EP 5)
3.Uraian tugas terbaru sesuai kebijakan rumah sakit.
Sutoto. KARS

30

DOKUMEN KPS
Kebijakan dan proses kredensial dan
rekredensial untuk memberikan SPK
dan RKK
Kritera keputusan untuk penugasan
ulang (rekredensial) sesuai (kriteria
a sd f sebagai review kinerja)
Bukti pengumuman SPK dan RKK
Bukti Pengawasan pelaksanaan SPK
dan RKK
Sutoto. KARS

31

KEBIJAKAN KPS STAF


KLINIS

REKRUTMEN

KEBIJAKAN
Bukti Proses
Verifkasi dari sumber aslinya
KREDENSIAL

Staf Medis
Staf Keperawatan
Staf Kesehatan Prof Lainnya
PENUGASAN:

Staf Medis/Keperawatan : SPK dan RKK


Staf Kesehatan Prof Lainnya: SPKK (SURAT PENUGASAN KERJA KLINIS)
ORIENTASI::
1. UMUM : RS, Mutu, Keselamatan Pasien, PPI
2. KHUSUS : Di Unit Pelayanan
PENILAIAN/EVALUASI KINERJA :
1. AWAL: Staf klinis yan risiko tingii
2. Tahunan (semua staf)
3. Tuga tahunan (Rekredensial) untuk Staf Medis

ASESMEN OLEH STAF KOMPETEN

Standar AP 3
Staf yg kompeten melaksanakan asesmen dan
asesmen ulang.
Elemen penilaian APK 3
1.
2.
3.
4.
5.

Petugas yg kompeten yg melakukan asesmen pasien & asesmen ulang


ditetapkan oleh RS.
Hanya mereka yg diizinkan dg lisensi, sesuai UU dan peraturan yg berlaku,
atau sertifkasi, yg dpt melakukan asesmen.
Asesmen GD dilaksanakan oleh petugas yg kompeten.
Asesmen keperawatan dilaksanakan oleh mereka yg kompeten.
Staf yg kompeten melaksanakan asesmen dan asesmen ulang thd pasien, &
tangg-jwb nya ditetapkan secara tertulis. (lih.juga KPS.1.1, EP 1 dan 2 dan
KPS.10, EP 1)

Dokumen:
Kebijakan SPK/RKK @
Daftar staf klinis setiap unit kerja
Contoh SPK/RKK @
Contok SPKK/Uraian Tugas @
Format CPPT @
KARS

33

4. INTEGRASI ASESMEN

1. Semua PPA bekerjasama dalam menganalisis


dan mengintegrasikan asesmen (AP 4)
2. Kebutuhan pasien yang paling urgen/penting
diidentifikasi, dan dibuat prioritas (AP 4,1)

. KARS

34

Manajer Pelayanan Pasien


Case Manager

APK

DPJP
Perawat
Clinical/Team
Leader
Review Asuhan
Secara kolaboratif
melakukan sintesa
& integrasi asuhan
pasien

Fisio
terapis

Apoteker

Pasien ,

Keluarga

Radio
grafer

Ahli
Gizi
Analis

Lainnya

Yan Kes
/ RS Lain

MPP

Dokter
Keluarga

Asuransi
Perusahaan/
KARS Dr.Nico Employer
Lumenta

Case
Manager

BPJS

Yan
Keuangan/
Billing

INTEGRASI ASESMEN

Standar AP 4
Staf medis, keperawatan dan staf lain yg bertangg-jwb
atas yan pasien, bekerja sama dlm menganalisis dan
mengintegrasikan asesmen pasien.
Elemen penilaian AP 4
1. Data dan informasi asesmen pasien dianalisis dan
diintegrasikan. (lih.juga PP.1, EP 1)
2. Mereka yg bertangg-jwb atas yan pasien diikutsertakan
dalam proses.
Dokumen:
Panduan asesmen pasien @
Format CPPT @

KARS

36

INTEGRASI ASESMEN

Standar APK 4,1


Kebutuhan yan paling urgen atau penting di
identifikasi.

Elemen penilaian APK 4,1


1. Kebutuhan pasien disusun skala prioritasnya berdasarkan hasil
asesmen.
2. Pasien & keluarga diberi informasi tentang hasil dari proses
asesmen dan setiap diagnosis yg telah ditetapkan apabila
diperlukan. (lih.juga HPK.2.1, EP 1)
3. Pasien & keluarganya diberi informasi ttg rencana yan &
pengobatan dan diikutsertakan dlm keputusan ttg prioritas
kebutuhan yg perlu dipenuhi.(lih.juga HPK.2.1, EP 2 dan 4 dan
Dokumen:
APK.1.2, EP 5)
Panduan Informasi dan edukasi pasien @
Format informasi dan edukasi pasien @
KARS

37

5. PELAYANAN LABORATORIUM
1. Ada pelayanan laboratorium untuk memenuhi
kebutuhan pasien dengan standar nasional (AP 5)
2. Ada program keselamatan (safety) di
Laboratorium, dijalankan dan didokumentasikan
(AP 5,1)
3. Staf yang benar benar kompeten dan
berpengalaman melaksanakan test (AP 5,2)
4. Hasil pemeriksaan lab selesai tepat waktu (AP 5,3)
5. Ada prosedur melaporkan hasil kritis (AP 5,3,1)
6. Semua peralatan Lab diperiksa, dipelihara dan
kaliberasi teratur (AP5,4)
. KARS

38

5. PELAYANAN LABORATORIUM
7. Reagensia esensial dan bahan penting lain selalu
tersedia (AP 5,5)
8. Prosedur pengambilan spesimen, pengiriman
dipatuhi (AP 5,6)
9. Nilai normal dan rentang nilai ditetapkan (AP 5,7)
10. Penanggung jawab pelayanan lab klinik dan
patologi (AP 5,8)
11.Ada program kontrol mutu (AP 5,9)
12.Ada test proficiency (AP5,9,1)
13. Ada review kontrol mutu lab luar RS (5,10)
14. RS mempunyai kases ke ahli bidang diagnostik
(5,11)
. KARS

39

Pelayanan Laboratorium
Terintegrasi
Terintegrasi :

Analog untuk
Pelayanan RadiologiDiagnostik Imaging
Pelayanan Anestesi

1. Kepala Pelayanan AP 5.8


2. Program Safety AP 5.1
3. Program Mutu AP 5.9
5.9.1
4. Kompetensi Staf AP 5.2
5. Program Pemeliharaan Alat
AP 5.4

Ka Yan
Lab
Lab
Pusat
Lab
IGD

Lab
Anak

Lab
ICU

Lab
Bag X
Pelayanan
Lab di Ruang

Lab
PA

PELAYANAN LABORATORIUM
Standar AP 5
Ada yan laboratorium utk memenuhi kebutuhan pasien
dan semua jenis pemeriksaan sesuai dgn standar
nasional, UU & peraturan.
Elemen
penilaian
AP 5 standar nasional, UU & peraturan.
1. Pelayanan
lab hrs memenuhi
2.
3.
4.
5.

Pelayanan lab yg adekuat, teratur & nyaman tersedia utk memenuhi


kebutuhan
Pelayanan lab untuk GD tersedia, termasuk diluar jam kerja.
Pelayanan lab diluar RS dipilih berdasarkan reputasi yg baik dan yg
memenuhi UU dan peraturan.
Pasien diberi tahu bila ada hubungan antara Dr yg merujuk dgn yan lab
diluar RS.(lih.juga TKP.6.1, EP 1)

Dokumen:
Permenkes No 411 th 2011 @
Panduan Pelayanan Lab
MOU dengan Lab Luar RS
Kebijakan Kerjasama/kontrak kerja klinis
KARS

41

PELAYANAN LABORATORIUM

Standar AP 5,1

Ada program keamanan (safety) di lab, dijalankan dan


didokumentasikan.
Elemen penilaian AP 5,1
1. Ada program keselamatan/keamanan lab yg mengatur risiko keselamatan yg
potensial di lab & di area lain yg mendpt yan lab. (lih.juga MFK.4 dan MFK 5)
2. Program ini bagian dr program manajemen keselamatan / keamanan RS dan
melaporkan ke struktural manjemen tersebut, sekurang2nya setahun sekali
atau bila terjadi insiden keselamatan.(lih.juga MFK.4, EP 2)
3. Ada kebijakan & prosedur tertulis ttg penanganan & pembuangan bahan
berbahaya.(lih.juga MFK.5, EP 2)
4. Identifkasi risiko keselamatan dijabarkan melalui proses yg spesifk dan atau
peralatan utk mengurangi risiko keselamatan.(lih.juga MFK.5, EP 5)
5. Staf lab diberikan orientasi untuk prosedur dan praktek keselamatan /
keamanan kerja.(lih.juga MFK.11, EP 1; TKP.5.4, EP 1 dan 2; TKP.6.1, EP 1)
6. Staf lab mendapat pelatihan-pendidikan untuk prosedur baru dan penggunaan
bahan berbahaya yg baru. (lih.juga KPS.8, EP 3 dan 4)

Dokumen:
Program K3 Lab @
KARS lab @
Pedoman Pengorganisasian

42

PELAYANAN LABORATORIUM

Standar AP 5,2

Staf yg benar2 kompeten dan berpengalaman melaksanakan tes dan


membuat interpretasi hasil2.
Elemen penilaian AP 5,2
1. Para petugas yg melaksanakan tes dan mereka yg mengarahkan dan mensupervisi
tes ditetapkan.
2. Ada staf yg kompeten dan cukup berpengalaman melaksanakan tes. (lih.juga
KPS.4, EP 1)
3. Ada staf yg kompeten & cukup berpengalaman melakukan interpretasi hasil tes.
(lih.juga KPS. 4, EP 1)
4. Tersedia jumlah staf yg adekuat untuk memenuhi kebutuhan pasien.
5. Staf supervisor kompeten (qualified) dan berpengalaman

Dokumen:
Pedoman pengorganisasian Lab
Pedoman pelayanan Lab
SK Penanggung jawab Lab

KARS

43

PELAYANAN LABORATORIUM

Standar AP 5,3

Hasil pemeriksaan lab tersedia / selesai dalam waktu sesuai ketetapan


RS.
Elemen penilaian AP 5,3
1.
2.
3.

RS menetapkan waktu yg diharapkan untuk laporan hasil pemeriksaan.


Ketepatan waktu melaporkan hasil pemeriksaan yg urgent / GD diukur.
Hasil lab. dilaporkan dalam kerangka waktu guna memenuhi kebutuhan
pasien. (lih.juga PAB.7, EP 1)

Dokumen:
Pedoman pelayanan Lab
Laporan Evaluasi pelayanan Lab GD

KARS

44

PELAYANAN LABORATORIUM

Standar AP 5,3,1

Ada prosedur melaporkan hasil tes diagnostik yg kritis


Elemen penilaian AP 5,3,1
1.
2.
3.
4.
5.

Metode kolaboratif digunakan utk mengembangkan prosedur utk pelaporan


hasil yg kritis dr pemeriksaan diagnostik
Prosedur ini menetapkan nilai ambang kritis untuk setiap tes
Prosedur menetapkan oleh siapa dan kepada siapa hasil yg kritis dr pem.
diagnostik harus dilaporkan
Prosedur menetapkan apa yg dicatat didalam rekam medis pasien
Proses dimonitor agar pemenuhan ketentuan dan dimodifkasi berdasarkan
hasil monitoring

Dokumen:
SPO pelaporan hasil kritis @
Daftar nilai kritis
Laporan evaluasi pelaporan hasil kritis
KARS

45

PELAYANAN LABORATORIUM

Standar AP 5,4

Semua peralatan utk pemeriksaan lab diperiksa secara teratur, ada


upaya pemeliharaan, dan kalibrasi, dan ada pencatatan terus menerus
untuk kegiatan tsb.
Elemen penilaian AP 5,3,1
1. Ada program pengelolaan peralatan lab & bukti pelaksanaan.(lih.juga MFK.8, EP
1)
2. Program termasuk proses seleksi dan pengadaan alat.
3. proses inventarisasi alat. (lih.juga MFK.8, EP 2)
4. inspeksi dan alat pengetesan.(lih.juga MFK.8, EP 3)
5. kalibrasi dan pemeliharaan alat. (lih.juga MFK.8, EP 4)
6. monitoring dan tindak lanjut. (lih.juga MFK.8, EP 5)
7. Semua tes, pemeliharaan & kalibrasi alat didokumentasi secara adekuat
(lih.juga MFK.8.1, EP 1)

Dokumen:
Program peralatan Lab
Daftar inventaris Lab
Program Kalibrasi peralatan Lab
Laporan realisasi program kerja Lab
KARS

46

PELAYANAN LABORATORIUM

Standar AP 5,5

Reagensia esensial dan bahan lain yg diperlukan sehari2 selalu tersedia


dan dievaluasi utk memastikan akurasi dan presisi hasil.
Elemen penilaian AP 5,5
1.
2.
3.
4.
5.

Ditetapkan reagensia esensial dan bahan lain. (lih.juga MFK.5, EP 1)


Reagensia esensial dan bahan lain tersedia, dan ada proses untuk menyatakan
kapan reagen tidak tersedia.
Semua reagensia disimpan dan didistribusi sesuai pedoman dari pembuatnya
atau instruksi pada kemasannya.(lih.juga MFK.5, EP 2)
Lab telah memiliki pedoman tertulis dan mengikutinya untuk mengevaluasi
semua reagensia agar memberikan hasil yg akurat dan presisi.
Semua reagensia dan larutan diberi label yg lengkap dan akurat. (lih.juga
MFK.5, EP 7)

Dokumen:
Daftar reagensia esensial
Program pengelolaan logistik Lab
Contoh labelin stok Reagensia
KARS

47

PELAYANAN LABORATORIUM

Standar AP 5,6

Prosedur untuk pengambilan spesimen, identifikasi, penanganan,


pengiriman yg aman, & pembuangan spesimen dipatuhi.
Elemen penilaian AP 5,6

Prosedur memandu permintaan pemeriksaan.


2. pengambilan dan identifkasi spesimen.
3. pengiriman, penyimpanan dan pengawetan spesimen.
4. penerimaan dan tracking spesimen.
5. Prosedur dilaksanakan.
6. Prosedur diperhatikan untuk pemeriksaan dilakukan di lab di luar RS.

Dokumen:
SPO permintaan pemeriksaan Lab @
SPO sampling spesimen Lab
SPO penerimaan sampel Lab
KARS

48

PELAYANAN LABORATORIUM

Standar AP 5,7

Ditetapkan nilai normal & rentang nilai yg digunakan utk interpretasi &
pelaporan hasil lab klinis.
Elemen penilaian AP 5,7

1. Lab telah menetapkan nilai/rentang nilai rujukan untuk setiap pemeriksaan


yg dilaksanakan.
2. Rentang-nilai rujukan ini harus disertakan dalam laporan.
3. dilengkapi bila pemeriksaan dilaksanakan diluar lab.
4. sesuai dengan geograf dan demograf RS.
5. dievaluasi dan direvisi berkala seplerlunya.

Dokumen:
Daftar rentang nilai Lab
Contoh format laporan Lab @

KARS

49

PELAYANAN LABORATORIUM

Standar AP 5,8

Seorang yg kompeten bertangg-jwb utk mengelola pelayanan lab klinik


atau pelayanan lab patologi.
Elemen penilaian AP 5,8
1. Pelayanan lab klinik dan lab lain di seluruh RS, ada dlm pengarahan &
pengawasan satu orang atau lebih yg kompeten.(lih.juga TPK.5, EP 1)
2. Tangg-jwb utk mengembangkan, menerapkan, dan menjaga terlaksananya
(maintaining) kebijakan dan prosedur, ditetapkan dan dilaksanakan.
3. pengawasan administrasi ditetapkan dan dilaksanakan.
4. utk menjaga trlaksananya progr kontrol mutu dittpkan & dilaksanakan
(lih. Juga TPK.3.3, EP 4, dan TKP.3.3.1, EP 2)
5. utk merekomendasi lab rujukan ditetapkan dan dilaksanakan. (lih.juga
TPK.3.3, EP 4, dan TKP.3.3.1, EP 2)
6. utk memonitor dan mereview semua yan lab di dalam dan diluar lab
ditetapkan dan dilaksanakan. (lih.juga TPK.3.3., EP 1 dan 3, dan TKP.3.3.1, EP 1)

Dokumen:
SK Penanggung jawab Lab
Uraian Tugas PenanggungKARS
jawab Lab

50

PELAYANAN LABORATORIUM

Standar AP 5,9

Ada prosedur kontrol mutu, dilaksanakan & didokumentasikan


Elemen penilaian AP 5,9
1. Ada program kontrol mutu utk lab klinis
2. Program termasuk validasi metode tes
3. surveilens harian atashasil tes.
4. koreksi cepat utk kekurangan.
5. dokumentasi hasil & tindakan koreksi.
6. Elemen2 program a) s/d e) tsb diatas ditetapkan dlm Maksud &Tujuan dan
dilaksanakan.

Dokumen:
Program Pematauan Mutu Internal
Program Pemantauan mutu eksternal
Laporan PMI
Laporan PME
KARS

51

PELAYANAN LABORATORIUM

Standar AP 5,9,1

Ada proses tes kecakapan/keahlian (proficiency


Elemen penilaian AP 5,9,1
1. Lab ikut serta dalam program tes keahlian, atau alternatifnya untuk semua yan
dan tes laboratorium spesialistik.
2. Catatan kumulatif dari keikutsertaan dipelihara.

Dokumen:
Hasil hasil PME

KARS

52

PELAYANAN LABORATORIUM

Standar AP 5,10

RS secara teratur mereview hasil kontrol mutu untuk semua yan oleh lab
luar.
Elemen penilaian AP 5,10
1.
2.
3.
4.

Frekuensi dan tipe data kontrol mutu dr lab luar ditetapkan oleh RS
Staf yg kompeten bertangg-jwb atas kontrol mutu lab atau seorg yg kompeten
ditunjuk utk mereview hasil kontrol mutu dr sumber luar RS
Staf yg bertangg-jwb atau org kompeten yg ditunjuk melakukan langkahlangkah atas dasar hasil kontrol mutu
Laporan tahunan data kontrol mutu lab luar RS diserahkan kepada pimpinan
untuk digunakan dalam memfasilitasi manajemen kontrak dan pembaharuan
kontrak.

Dokumen:
Panduan kontrol mutu lab kerjasama
Staf penanggung jawab kontrol mutu Lab luar RS
Laporan tahunan kontrol mutu Lab Luar RS
KARS

53

PELAYANAN LABORATORIUM

Standar AP 5,11

RS mempunyai akses dgn ahli dlm bidang diagnostik spesialistik bila


diperlukan.
Elemen penilaian AP 5,11
1. Daftar nama ahli untuk diagnostik spesialistik dijaga/dipertahankan
2. Ahli dalam bidang spesialistik dihubungi bila diperlukan.

Dokumen:
Daftar nama Konsulen Lab spesifk
Pernyataan kesediaan Konsulen

KARS

54

6. PELAYANAN RADIOLOGI DAN


DIAGNOSTIK IMAJING
7. Reagensia esensial dan bahan penting lain selalu
tersedia (AP 5,5)
8. Prosedur pengambilan spesimen, pengiriman
dipatuhi (AP 5,6)
9. Nilai normal dan rentang nilai ditetapkan (AP 5,7)
10. Penanggung jawab pelayanan lab klinik dan
patologi (AP 5,8)
11.Ada program kontrol mutu (AP 5,9)
12.Ada test proficiency (AP5,9,1)
13. Ada review kontrol mutu lab luar RS (5,10)
14. RS mempunyai kases ke ahli bidang diagnostik
(5,11)
. KARS

55

ayanan Radiologi - Diagnostik Imajing (R


Terintegrasi
Bukti pengintegrasian a.l.:
1. AP.6.7 Kepala Pelayanan
2. AP.6.2 Program Safety
3. AP.6.3 Kompetensi Staf
4. AP.6.5 Program
Pemeliharaan Alat
5. AP.6.8 Program Mutu

k
a untu atorium
g
u
j
i
abor
egras
Terint layanan L stesi
e
e
P layanan An
e
P

Ka Yan RDI

Inst/Unit
Rad
USG
Poli

Echo
cardio

C-Arm

Cath
Lab
Pelayanan R-DI
yang berada diluar I.Rad

USG
VK

Pelayanan Radiologi - Diagnostik Imajing


Terintegrasi
Penataan organisasi
pelayanan shg menjadi
TERINTEGRASI
Cakupannya Yan RDI :
PMK 780/2008
Tidak termasuk pelayanan
yang tergolong
Endoskopi

Ka Yan RDI

Inst/Unit
Rad
USG
Poli

Echo
cardio

Bukti pengintegrasian a.l.:


1. AP.6.7 Kepala Pelayanan
2. AP.6.2 Program Safety
3. AP.6.3 Kompetensi Staf
4. AP.6.5 Program
Pemeliharaan Alat
5. AP.6.8 Program Mutu

C-Arm

Cath
Lab
Pelayanan R-DI
yang berada diluar I.Rad

USG
VK

PELAYANAN RADIOLOGI
DIAGNOSTIK IMAJING

Standar AP 6

Elemen penilaian AP. 6

Dokumen:

KARS

58

DOKUMEN AP 1

Acuan:
PMK 269/Menkes/Per/III/2008
Regulasi RS:
Kebijakan/Pedoman/Panduan/SPO tentang Asesmen
Informasi Pasien Rawat Jalan dan Rawat Inap

Dokumen Implementasi:
Hasil asesmen pada rekam medis
KARS

59

DOKUMEN AP 1,1
AP1,2 dan AP 1,3

Acuan:
PMK 269/Menkes/Per/III/2008
KMK tentang standar profesi

Regulasi RS:
Kebijakan/Pedoman/Panduan/SPO tentang
Pelayanan Rekam Medis

Dokumen Implementasi :
Asesmen pasien rawat inap
Asesmen pasien rawat jalan
KARS

60

DOKUMEN AP 1,3,1

Acuan:
PMK 269/Menkes/Per/III/2008

Regulasi RS:
Kebijakan/Pedoman/Panduan/SPO
tentang Pelayanan Rekam Medis
Dokumen Implementasi :
Rekam medis gawat darurat
KARS

61

DOKUMEN AP 1,6
AP 1,7 AP 1,8 AP 1,9 AP
1,10
Regulasi RS:
Kebijakan/Panduan/SPO tentang
asesmen

Dokumen Implementasi :
Hasil asesmen di rekam medis
Bukti konsultasi
KARS

62

DOKUMEN AP 1,11
Regulasi RS:
Kebijakan/Panduan/SPO tentang
rencana pemulangan pasien

Dokumen Implementasi :
Hasil identifkasi dan rencana
pemulangan di rekam medis

KARS

63

DOKUMEN AP 2 AP 3 AP 4
Dokumen Implementasi :
Berkas rekam medis

KARS

64

DOKUMEN AP 5
Acuan:
Pedoman Praktik Laboratorium Kesehatan Yang
Benar, Depkes, 2008
Regulasi RS:
Kebijakan/Pedoman/SPO pelayanan laboratorium
Program laboratorium
Dokumen Implementasi :
Sertifkat mutu
MoU dengan laboratorium diluar rumah sakit
KARS

65

DOKUMEN AP 5,1
Acuan:
KMK 432/Menkes/SK/IV/2007 tentang Pedoman Manajemen
Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) di Rumah Sakit
KMK 1087/Menkes/SK/VIII/2010 tentang Standar Kesehatan dan
Keselamatan Kerja di Rumah Sakit
Pedoman Praktik Laboratorium Kesehatan Yang Benar, Depkes, 2008
Regulasi RS:
Kebijakan/Pedoman/SPO pelayanan laboratorium
Kebijakan/Panduan/SPO tentang B3 dan APD
Kebijaka/Panduan/SPO tentang K3RS
Program laboratorium

Dokumen Implementasi :
Pelaksanaan pelatihan
KARS

66

DOKUMEN AP 5,2
Acuan:
KMK 370 tahun 2007 tentang standar profesi
ahli tehnologi laboratorium kesehatan

Regulasi RS:
Pedoman pengorganisasian laboratorium (pola
ketenagaan)
Dokumen Implementasi :
Sertifkat kompetensi
KARS

67

DOKUMEN AP 5,3 AP 5,3,1


Regulasi RS:
Program mutu pelayanan
laboratorium

Dokumen Implementasi :
Laporan kerja

KARS

68

DOKUMEN AP 5,4
Acuan:
Pedoman Operasional dan Pemeliharaan
Peralatan Kesehatan, Depkes, 2001

Dokumen Implementasi :
Bukti proses pengelolaan peralatan
Bukti pemeliharaan berkala
Bukti kalibrasi
KARS

69

DOKUMEN AP 5,5
Regulasi RS:
Pedoman pelayanan farmasi (tentang
pengelolaan reagensia)
Dokumen Implementasi :
Daftar reagensia
Laporan stok dan proses pengadaan
reagensia
KARS

70

DOKUMEN AP 5,6 AP 5,7 AP


5,8

Regulasi RS:
Kebijakan/Pedoman/SPO pelayanan
laboratorium
Dokumen Implementasi :
Hasil pemeriksaan laboratorium
SK Penunjukan
Bukti pelaksanaan
KARS

71

DOKUMEN AP 5,9 AP 5,9,1

Regulasi RS:
Program mutu laboratorium
Dokumen Implementasi :
Bukti pelaksanaan program
Bukti PME laboratorium

KARS

72

DOKUMEN AP 5,10 AP 5,11


Dokumen Implementasi :
SK penunjukan beserta uraian tugasnya
Laporan tentang pelaksanaan kontrol
mutu
MoU dengan laboratorium luar/lain
Dokumen 5,11 :
Penetapan dokter spesialis di rumah
sakit
KARS

73

DOKUMEN AP 6 AP 6,1
Acuan:
KMK 1012/Menkes/SK/XII/2008 tentang
Standar Pelayanan Radiologi Diagnostik di
Sarana Pelayanan Kesehatan
Regulasi RS:
Kebijakan/Pedoman/SPO pelayanan radiologi
Dokumen Implementasi :
MoU dengan pelayanan radiologi di luar
rumah sakit
KARS

74

DOKUMEN AP 6,3 AP 6,4


Regulasi RS:
Pedoman pengorganisasian
SK penunjukan
Dokumen Implementasi:
Hasil pemeriksaan radiologi
Evaluasi ketepatan waktu
KARS

75

DOKUMEN AP 6,5 AP 6,6

Regulasi RS:
Program unit radiologi
Dokumen Implementasi :
Hasil monitoring dan evaluasi
Daftar perbekalan farmasi untuk
pelayanan radiologi
Hasil monitoring dan evaluasi
KARS

76

DOKUMEN AP 6,7
Regulasi RS:
SK Kepala unit radiologi
SK penanggung jawab administrasi
pelayanan radiologi
Pedoman/SPO pelayanan radiologi
Program unit radiologi, termasuk
kegiatan mutu
Hasil evaluasi
KARS

77

DOKUMEN AP 6,8 AP 6,9


Dokumen Implementasi :
Bukti pelaksanaan kegiatan mutu
SK penunjukan beserta uraian
tugasnya
Laporan tentang pelaksanaan kontrol
mutu
MoU dengan unit radiologi luar/lain
KARS

78

SEKIAN
TERIMA KASIH

. KARS

79