Anda di halaman 1dari 19

DERMATITIS

SEBOROIK

PEMBIMBING: Dr. LINDA JULIANTI, Sp. KK


PRICILLA JEMEGA (40614715)

Definisi

Dermatitis seboroik adalahpenyakit inflamatoir kulit


yang biasanya di mulai pada kulit kepala dan kemudian
menjalar ke muka, kuduk,leherdanbadan.
Dermatitis seboroik dipakai untuksegolongan kelainan
kulit yang didasarioleh faktor konstusi dan tempat
predileksi di tempat-tempat seboroik

AREA SEBOROIK

EPIDEMIOLOGI

DS menyerang 2% - 5% populasi.
DS dapat menyerang bayi pada tiga bulan pertama
kehidupan dan pada dewasa pada umur 30 hingga
60 tahun.
Insiden memuncak pada umur 18-40 tahun.
DS lebih sering terjadi pada pria dari padawanita.

ETIOPATOGENESIS

penyebabnya belum diketahui pasti. Faktor predisposisinya


ialah kelainan konstitusi
Pengaruh hormon: Dermatitis seboroikdijumpai pada
bayi dan padausia pubertas.
Jamur Pityrosporum ovale
Angka dermatitis seboroik tinggi pada orang positif HIV
Proliferasi epidermis yang meningkat
Pada orang yang telah mempunyai factor predisposisi,
timbulnya D.S. dapat disebabkan oleh faktor kelelahan,
stress, emosional,infeksi,atau defisiensi imun.

MANIFESTASI KLINIS

Kelainan kulit terdiri atas eritemadan skuama yang berminyak


dan agak kekuningan, batasnya agak kurang tegas.
Dermatitis seboroik pada bayi
Pada kepala disebut cradle crap, dengan krusta tebal, pecahpecah danberminyak tanpa ada dasar kemerahan dan
kurang/tidak gatal
Pada lokasi lain seperti lipatan belakangtelinga, dan leher, lesi
tampak kemerahanatau merah kekuningan yang
tertutupdengan skuama yang berminyak, kurang /tidak gatal.

MANIFESTASI KLINIS

Leiners disease
bentuk komplikasi dermatitis seboroik pada masa bayi
(dermatitis seborrhoides infantum). Lesi biasanya timbul
mendadak, berupa eritema berskuama di seluruh tubuh
(universal) yang disebut eritroderma deskuamativum.

MANIFESTASI KLINIS

MANIFESTASI KLINIS

Dermatitis seboroik pada dewasa


Pada dermatitis seboroik ringan, hanya didapati skuama pada
kulit kepala.
Dermatitis seboroik berat dapat mengenai alis mata,kening,
pangkalhidung, sulkus nasolabialis,belakang telinga,daerah
prestenal, dan daerah diantara skapula.
Pada bentuk yang lebih berat lagi seluruh kepala tertutup oleh
krusta-krusta yang kotor, dan berbautidak sedap.

MANIFESTASI KLINIS

MANIFESTASI KLINIK

Dermatitis seboroik pada individu yang terinfeksi HIV


Distribusi lesi luas, keparahannya lebih nyata dan terapi
lebih sukar.

MANIFESTASI KLINIS

PEMERIKSAAN PENUJANG

Pemeriksaan yang dapat dilakukan pada pasien dermatitis


seboroik adalah pemeriksaan histopatologi.

PEMERIKSAAN PENUNJANG
Dermatitis seboroik klasik

DS-disertai AIDS

Epidermis

Epidermis

Parakeratosis terbatas

Parakeratosis luas

Keratinosit nekrosis jarang

Keratinosit nekrosis banyak

Obliterasi interface tidak ada

Obliterasi interface fokal dengan clusters of limfosit

Spongiosis prominen

Spongiosis jarang

Dermis

Dermis

Pembuluh darah dinding tipis

Pembuluh darah dinding tipis banyak

Sel plasma jarang

Sel plasma meningkat

Leukositoklasis tidak ada

Leukositoklasis fokal

DIAGNOSIS BANDING

Psoriasis: predileksi didaerah eksentor ( lutut,siku dan


punggung ) dan kulit kepala.
Pitiriasis rosea: distribusi kelainan kulit simetrisdan terbatas
pada tubuh dan bagian proksimal anggota badan. skuamanya
halus dan tidak berminyak.
Kandidosis menyerupai D.S. pada lipatan paha dan perianal.
Otomikosis dan otitis eksterna menyerupai D.S. yang
menyerang saluran telingaluar.

PENATALAKSANAAN

Kasus-kasus yang telah mempunyai faktor konstitusi agar


sukar disembuhkan, meskipunpenyakitnya dapat dikontrol.
Topikal
Digunakansampo yangmengandungsulfuratau asam salisil
dan selenium sulfid 2 %, 2-3kali seminggu selama 5-10 menit.
Atau dapat diberikan sampo yang mengandung sulfur, asam
salisil, zing pirition 1-2 %.
Salep yang mengandung asam salisil 2 %, sulfur 4 %,dan ter 2
%,ketokonazol.
Pada bayidiberikan asam salisil 3-5% dalam minyak mineral.

PENATALAKSANAAN

Pengobatan sistemik :
Kortikosteroid :dosis prednisone 20-30 mg sehari.
Isotretinoin :Dosisa 0,1-0,3 mg per kg berat badan per hari,
perbaikan tampak setelah 4 minggu. Sesudah itu diberikan
dosis pemeliharaan 5-10 mg per hari selama beberapa tahun
yang ternayta efektif untuk mengontrol penyakitnya.
narrow band UVB (TL-01) : Setelah pemberian terapi 3 x
seminggu selama 8 minggu, sebagian besar penderita
mengalami perbaikan.
Bila pada sediaan langsung terdapat P. ovale yang banyak
dapat diberikan ketokonazol, dosisnya 200 mg per hari.

PROGNOSIS

Pada umumnya prognosis dermatitis seboroik baik tetapi


pada sebagian kasus yang mempunyai faktor konstitusi
penyakit ini sukar disembuhkan meskipun dapat
terkontrol.
Prognosis lebih baik apabila faktor pencetus dapat
dihilangkan

TERIMA KASIH