Anda di halaman 1dari 25

DEPRESI POST PARTUM

dr. Irmawan Farindra

PENDAHULUAN
Kehamilan, persalinan, menjadi ibu --> peristiwa
dan pengalaman penting dalam kehidupan
Bagi kebanyakan wanita peristiwa tersebut
sangat bermakna dan merupakan transisi ke
tahap yang baru

PENDAHULUAN
Seperti tahap transisi lainnya selalu diikuti oleh
"stres" baik berupa kebahagian ataupun
kekecewaan
Stressor yang dialami dapat mengganggu
psikologis maupun biologis
Dampak stres yang mengganggu psikologis bisa
dalam bentuk emosi (marah, ansietas, depresi,
bersalah, malu)

PENDAHULUAN
85% wanita pasca
persalinan mengalami
gangguan mood
Pada kebanyakan wanita
simptom tersebut -->
transien dan relatif ringan
Tapi beberapa kasus
simptom tersebut -->
dapat menjadi gangguan
mood persisten

DEFINISI
Depresi Post Partum (DPP) adalah gangguan
depresi yang terjadi selama periode pasca
persalinan dan biasanya didiagnosis sekitar 4
sampai 12 minggu setelah melahirkan (DSM-IV)

ETIOLOGI
Multi faktor :

Faktor sosial budaya


Kondisi bayi dan ibu
Faktor Psikososial
Riwayat depresi/
gangguan mood
lainnya
Faktor hormonal

Cont...
Faktor Sosial budaya, antara lain :
Tuntutan suami/ keluarga agar segera
memiliki anak
Mengharapkan anak laki/ perempuan
Hubungan yang buruk antara individu dengan
ibunya

Cont...
Kondisi anak dan ibu, antara lain :
Kondisi kecacatan bawaan pada anak
Kondisi ibu pasca melahirkan

Cont...
Faktor Psikososial, antara lain :
Rasa permusuhan diantara pasangan
Kurangnya dukungan akan kelahiran bayi
mereka
Pada wanita berusia tua, yang mengharapkan
kelahiran anak

Cont...
Riwayat depresi sebelumnya
meningkatkan kejadian DPP baik seorang
wanita mengalami depresi klasik atau DPP
sebelumnya

Cont...
Faktor hormonal
Periode pasca persalinan adalah periode
dimana terjadi menurun dengan cepat
konsentrasi hormon estrogen, progesteron,
dan kortisol.
Hormon estrogen khususnya memiliki peran
supresi aktifitas enzim monoamine oksidase
yaitu suatu enzim otak yang bekerja
menginaktifkan noradrenalin maupun
serotonin yang berperan dalam kejadian
depresi

GEJALA KLINIS

Afek sedih
Mood disforik
Insomnia
Anhedonia
labil
Timbul perasaan bersalah karena tidak
bisa menyanyangi bayinya
Perasaan penolakan terhadap anaknya
Suicide

PENANGANAN
Psikoterapi
Antidepresan
Hormonal

Psikosis Post Partum

PENDAHULUAN
Termasuk Gangguan Psikotik lain yang
tidak ditentukan.
Merupakan sindrom yang ditandai oleh
depresi, waham dan pikiran ibu melukai
bayinya atau diri sendiri.
Sebagian besar data menunjukkan
terdapat hubungan dengan Gangguan
Mood khususnya Gangguan Bipolar dan
Gangguan Depresif Berat.

EPIDEMIOLOGI
Insidens 1-2 per 1.000 kelahiran.
50%-60% setelah melahirkan anak
pertama.
50% merupakan kelahiran dengan
penyulit.
50% memiliki keluarga dg riwayat
Gangguan Mood.

ETIOLOGI
Penelitian suatu episode Gangguan
Bipolar bisa juga Gangguan Depresif.
Faktor hormon (estrogen & progesteron)
?
Infeksi, intoksikasi obat, toksemia,
perdarahan.
Psikososial ( distres )
Psikodinamika (tidak ingin hamil,
perkawinan tdk bahagia, pertengkaran dlm
perkawinan)

DEFINISI
PPDGJ III : F53. Gangguan jiwa dan perilaku yg
berhubungan dg masa nifas, timbul dalam 4
minggu setelah bersalin (F.53.0 ringan
depresi pasca bersalin.
F.53.1.berat..psikosis masa nifas)

GAMBARAN KLINIS
Kelelahan, insomnia, gelisah, episode
kesedihan, emosi labil, kecurigaan,
kebingungan, inkoheren, waham,
halusinasi, tidak mau merawat bayi,
menyakiti bayi atau diri sendiri,
menyangkal melahirkan.

PENANGANAN
Termasuk kegawatan psikiatrik.
Antidepresan dan Lithium (untuk ibu
menyusui ?).
Percobaan bunuh diri rawat psikiatri.
Bila ibu ingin berkontak dg anak diawasi
dengan cermat.
Membantu pasien menerima dan nyaman
menjadi ibu.
Dukungan suami dan lingkungan keluarga.

TERIMA KASIH