Anda di halaman 1dari 33

probabilitas

prasetyadi

probabilitas (kebolehjadian)
salah satu hal yang menjadi pertanyaan
manusia adalah tentang kemungkinan sesuatu
akan terjadi..
Misalnya :
berapa besar kemungkinan saya akan lulus
dari suatu matakuliah, jika saya mendapatkan
nilai d pada ujian tengah semester
atau
berapa besar kemungkinan saya akan untung
dengan melakukan investasi pada bidang
tertentu.

Probabilitas (kebolehjadian)
Suatu peristiwa mempunyai probabilitas 1, jika
peristiwa itu pasti terjadi.
Suatu peristiwa mempunyai probabilitas 0, jika
peristiwa itu pasti tidak terjadi
Misalnya :
saudara mengambil matakuliah statistik (wajib di
teknik mesin) adalah suatu peristiwa yang
mempunyai probabilitas 1
saudara kuliah pada jurusan komunikasi di
universitas sanata dharma adalah suatu
peristiwa dengan probabilitas 0

probabilitas dan statistik


Jika dipunyai sekumpulan data atau grafik,
apa makna data data tersebut ?
Misalnya, mean motor mahasiswa di parkiran
adalah 3 tahun 4 bulan. Berapakah
kebolehjadian seorang mahasiswa membawa
motor berusia 6 tahun ? Jika mean waktu
mahasiswa kuliah adalah 5,6 tahun, dan biaya
mahasiswa kuliah tiap tahunnya adalah 13
juta, berapakah probabilitas seseorang
menyiapkan biaya perkuliahan 26 juta >

probabilitas kejadiankejadian
Probabilitas suatu kejadian terjadi
menyatakan frekuensi relatif yang
menyatakan suatu kejadian dapat
diharapkan terjadi
Cara memperoleh probabilitas :
a. Empiris : dengan menguji
(percobaan)
b. Teoritis : menggunakan aturan
probabilitas
c. Subjektif : diputuskan secara

Probabilitas eksperimen
n( A)
P ' A
n
P(A) = adalah kebolehjadian A
n(A)= banyaknya kejadian A munul dalam eksperimen
n = jumlah eksperimen
Misal :
Dalam suatu percobaan lempar koin
sebanyak 10 kali (n), diperoleh 7 kali
gambar muncul (n(A)). Maka probabilitas
gambar muncul berdasarkan eksperimen
tersebut adalah 0.7

Andaikan dilakukan suatu percobaan pelemparan


dadu. Setiap percobaan dilakukan 6 kali
pelemparan. Kemudian dicatat berapa kali mata
dadu 1 keluar untuk setiap percobaan.
Dalam setiap pelemparan dadu, dimiliki
probabilitas keluarnya mata dadu 1 P(1) = 1/6
dengan asumsi semua sisi adalah sama,
sehingga semua sisi dadu mempunyai
kemungkinan keluar yang sama.
Dapat dibuat tabel hasil percobaan sebagai berikut

Per cobaan
ke-

Jumlah angka
1 muncul

Frekuensi
Relatif

Kumulatif
frekuensi
relatif

1/6

1/6 =0.167

2/6

3/12

0/6

3/18

1/6

4/24

0/6

4/30

1/6

5/36

2/6

7/42

2/6

9/48

0/6

9/54

10

0/6

9/60

11

1/6

10/66

12

2/6

12/72

13

1/6

13/81

14

1/6

14/90=0.155

Catatan atas hasil di atas


Hasil percobaan menunjukkan bahwa munculnya
dadu 1 pada setiap percobaan disekitar nilai yang
diharapkan (probabilitas teori , yaitu 1/6)
Semakin banyak percobaan, kumulatif frekuensi
relatifnya semakin mendekati probabilitas yang
diharapkan
Hukum Jumlah Besar
Jika jumlah pengulangan percobaan ditambah,
perbandingan kejadian yang diharapkan
berlangsung akan cenderung mendekati
probabilitas teori yang diharapkan pada setiap
percobaan

Ruang Sampel Sederhana


Eksperimen :
adalah proses untuk mendapatkan suatu hasil observasi
Keluaran :
Hasil tertentu suatu eksperimen
Ruang Sampel
Himpunan semua kemungkinan kejadian yang merupakan
suatu keluaran eksperimen.
Kejadian:
Setiap himpunan bagian ruang sampel. Jika A adalah suatu
kejadian, maka n(A) adalah bilangan yang menyatakan
keluaran suatu eksperimen yang menyusun kejadian A

Contoh pelemparan koin 1000 an


dan 500 an
1000
an

500
an

Keluaran

G,G

G,A

A,G

A,A

Ruang Sampel S ={(G,G),(G,A),(A,G),(A,A)}


n(S) = 4
Pada suatu pelemparan dadu
S={1,2,3,4,5,6} dan n(S)=6

Aturan Probabilitas
P A

n A
n S

Sifat sifat
0P(A)1
P(A) = 1 (seluruh keluaran yang
mungkin)

P A P A 1

Komplemen

P A 1 P A

Probabilitas Kejadian
Komposit
Kejadian kejadian (event) komposit
tersusun dari kejadian kejadian
sederhana
Dasar komposit kejadian
Probabilitas peristiwa A atau B
terjadi. P(A) atau P(B)
Probabilitas peristiwa B dan peristiwa
A terjadi, P(B) danP(A)
Probabilitas A terjadi jika B terjadi
P(A|B)

probabilitas komposit
Mutually Exclusive Events (Kejadian Yang Saling
Ekslusif):
Merupakan kejadian yang terjadinya kejadian tersebut
mengakibatkan kejadian yang lain tidak boleh terjadi.
Contoh :
Misalnya, pada suatu kantor dipunyai 100 karyawan,
60 karyawannya adalah fulltime, sedangkan 40
karyawannya adalah partime. Jika diambil sembarang
karyawan. A adalah kejadian terpilih karyawan
fulltime, B adalah terpilih karyawan partime. Kejadian
A dan B adalah bersifat salih eksklusif.

Jika dari 60 karyawan tetap, 45 karyawan pria


dan 15 karyawan wanita, dan dari 40
karyawan partime, 15 karyawan pria dan 25
karyawan wanita. Kejadian C adalah kejadian
terpilihnya karyawan wanita dan kejadian D
adalah kejadian terpilih karyawan pria.
Kejadian A dan C tidak saling ekslusif, tetapi
mempunyai interseksi (perpotongan).
A

45

1
5

25

P (A atau B) : Penjumlahan
P(A atau B) = P(A) + P(B) P(A dan
B)
Jika A dan B saling ekslusif ( P(A dan B)
= 0)
P(A atau B) = P(A) + P(B)
P(A) P(A dan
B)

P(B)

Aturan Penjumlahan
Pada contoh karyawan sebelumnya,
probabilitas kejadian terpilihnya
karyawan perempuan atau tetap P( A
atau C ) adalah
P( A atau
= P (A) + P(
n CC
n A C ) 60
) 40P(A dan C)
P A

n S

P A dan C

100

n A dan C
n S

P C

n S

100

15

100

P A atau C 0, 6 0, 4 0,15 0,85

Dua buah dadu hitam dan putih,


hitunglah kemungkinan munculnya
mata dadu putih kurang atau sama
dengan 3, dan jumlah kedua mata
dadu 9 atau lebih.
Karena P ( A ) = 1/2
Karena P ( B ) = 10 / 36
Karena P ( A dan B ) = 1/36
Maka P( A atau B )= + 10/36
1/36 = 0.75

Kejadian Saling Bebas


Kejadian saling bebas adalah kejadian
kejadian yang jika dan hanya jika
terjadinya suatu kejadian tidak
mempengaruhi kemungkinan kejadian
lainnya.
Misalnya
Dalam pelemparan 2 buah dadu, hitam
dan putih. Munculnya angka 2 pada dadu
putih, tidak berpengaruh pada munculnya
angka 2 pada dadu hitam.

Perkalian pada kejadian saling


bebas
Pada kasus A dan B saling bebas,
P( A dan B ) = P(A) x P (B).
Contoh
2 buah dadu, hitam dan putih
dilemparkan bersama. Berapakah
kebolehjadian munculnya mata dadu
2 pada hitam dan 5 pada putih.
P(A) = 1/6, P(B)=1/6, sehingga P(A
dan B) = 1/36

Probabilitas Bersyarat
P(A|B) menyatakan kebolehjadian A
terjadi jika B terjadi, disebut
sebagai probabilitas bersyarat.
Kejadian
bebas
jika dan
P(A|B) =

kejadian dikatakan saling


hanya jika
P(A) dan P(B|A) = P(B)

Jika dilemparkan satu dadu, dan


didefiniskan dua buah kejadian A =
keluar angka 4, B keluar angka
genap.
Diketahui bahwa P ( A ) = 1/6
Diketahui bahwa P ( B ) =
P A | B

n A B
n B

1
1
6
P A | B
1 3
2

P A dan B
P B

Perkalian (Umum)
P(A dan B) = P(A) x P(B |
A)
Atau
P(A dan B) = P(B) x P(A |
B)

Ringkasan
Kejadian yang saling eksklusif adalah
kejadian kejadian yang tidak
mungkin terjadi secara bersamaan.
Kejadian yang saling bebas adalah
kejadian kejadian yang saling tidak
mempengaruhi kebolehjadian
kejadian lainnya.
Suatu kejadian tidak mungkin akan
saling eksklusif sekaligus saling
bebas.

Contoh soal
Manakah kejadian kejadian berikut yang saling independen
a. Melempar dadu : mendapatkan 1 pada lemparan pertama
dan 1 pada lemparan ke dua.
b. Mendapatkan sekop saat mengambil 1 kartu dan
mendapatkan sekop lagi dari tumpukan yang sama, jika
kartu tadi tidak dikembalikan
c. Mendapatkan sekop saat mengambil 1 kartu dan
mendapatkan sekop lagi dari tumpukan yang sama, jika
kartu tadi dikembalikan
d. Memiliki mobil berwarna merah dan rambut ikal
e. Memiliki mobil berwarna merah dan roda besar
f. Mempersiapkan ujian dan lulus dari ujian tersebut
A,
C.D

Contoh soal
Jika P(A) = 0.3 dan P(B)=0.4,
sedangkan P(A dan B)= 0.12,
tentukanlah :
P ( B dan A) 0.12
a. P(A|B)
P B | A

0.4
P A
0.3
b. P(B|A)
c. Apakah A dan B saling independen ?
P A |B

P A dan B
P B

0.12
0.3
0.4

Bagaimana jika P(A)=0.3, P(B)=0.4


dan P(A dan B)=0.2 ?

Contoh Soal
Dipunyai P(A)=0.3, P(B)=0.4, P(A|
B)=0.2
P A dan B P(A atau B) ?
Tentukanlah
P A | B
P B

sehingga
P A dan B P A | B P B 0.2 0.4 0.08

P A atau B P A P B P A dan B
sehingga
P A atau B 0.3 0.4 0.08 0.62

Contoh soal
Seorang anak mempunyai 2 permen jeruk
dan 3 permen strawbery di dalam
kantong.
a. Berapa kemungkinan ia mengambil
2
5
permen jeruk dan memakannya
?
b. Berapa kemungkinan ia kembali
1
mendapatkan permen jeruk ? 4
c. Berapakah kemungkinan ia mendapatkan
2 1 1
permen jeruk dan diikuti permen jeruk?

5

10

Tinjuaan soal di atas


Jumlah kemungkinan mula mula = 5, jumlah
permen jeruk 2
Anak mengambil permen jeruk dan
memakannya = P(A) = 2/5
Jumlah kemungkinan yang tersisa = 4, jumlah
perment jeruk 1
Anak kembali mengambil permen jeruk dan
memakannya = P(B|A)=1/4
Anak mengambil permen jeruk (tanpa
mengembalikan) dan diikuti permen jeruk = P(A
dan B) = 0.1

Soal
Anak mempunyai 5 kelereng merah
dan 3 kelereng putih. Berapakah
kemungkinan anak mengambil
kelereng 2
5 merah
4 3 dan
60 1 putih

8 7 6 336

5! 3!

3! 2! 20 3 60
8!
336
336
5!

Kombinasi
Banyaknya kemungkinan kejadian
kejadian komposit tanpa
memandang urutannya

N!
C
N n !
n
N

Contoh soal
Tracy bermain bridge di satu meja,
dan bermain poker di meja lain.
Kebetulan ia mendapatkan suatu
kombinasi kartu yang sama.
Berapakah probabilitas ia
mendapatkan kartu tersebut?
13
52

13
52

C *C
26
C104

Mera Hita
Puti
h
m
Biru h
Honda

25

30

20

40

115

Yamaha

25

15

10

10

60

Suzuki
Kawasa
ki

20

15

10

15

60

15

72

64

44

70

250

1. Probabilitas orang memilih warna merah


2. Probabilitas orang memilih warna merah atau
hitam merek honda ?
3. Probabilitas orant tidak meilih warna merah atau
honda
4. Apakah pemiihan warna merah dan merek honda
saling bebas ?