Anda di halaman 1dari 28

GODFREY

HODGSON
HOLMES
TARCA

CHAPTER 2
ACCOUNTING THEORY CONSTRUCTION

Pragmatic theories
Descriptive pragmatic approach: (Deskriptif
pendekatan pragmatis)
based on observed behaviour of accountants
(berdasarkan perilaku yang diamati akuntan)
theory developed from how accountants act
in certain situations (teori yang
dikembangkan dari bagaimana akuntan
bertindak dalam situasi tertentu)
tested by observing whether accountants do
act in the way the theory suggests (diuji
dengan mengamati apakah akuntan yang
bertindak dalam cara teori menunjukkan)
is an inductive approach (adalah pendekatan
induktif)
2

Pragmatic theories
Criticisms of descriptive pragmatic approach:
(Kritik terhadap pendekatan deskriptif pragmatis)
does not consider the quality of an
accountants action (tidak mempertimbangkan
kualitas tindakan akuntan)
does not provide for accounting practices to be
challenged (tidak menyediakan praktik
akuntansi yang akan ditantang)
focuses on accountants behaviour not on
measuring the attributes of the firm (berfokus
pada perilaku akuntan tidak pada pengukuran
atribut perusahaan)
3

Pragmatic theories
Psychological pragmatic approach:
(Psikologis pendekatan pragmatis)

theory depends on observations of the


reactions of users to the accountants
outputs (Teori tergantung pada
pengamatan reaksi pengguna untuk
output akuntan )
a reaction is taken as evidence that the
outputs are useful and contain relevant
information (reaksi diambil sebagai
bukti bahwa output yang berguna dan
mengandung informasi yang relevan)
4

Pragmatic theories
Criticisms of the psychological pragmatic approach:
(Kritik terhadap pendekatan psikologis pragmatis)
some users may react in an illogical manner (beberapa
pengguna mungkin bereaksi dengan cara yang tidak
logis)
some users might have a preconditioned response
(beberapa pengguna mungkin memiliki respon aspal)
some users may not react when they should (beberapa
pengguna mungkin tidak bereaksi ketika mereka
harus)
Theories are therefore tested using large samples of
people (Oleh karena itu, teori-teori diuji menggunakan
sampel besar orang)
5

Syntactic and semantic theories


Semantic inputs are the transactions and
exchanges recorded in vouchers, journals and
ledgers (Input semantik adalah transaksi dan
pertukaran tercatat dalam voucher, jurnal
dan buku besar)
The inputs are then manipulated on the
basis of the premises and assumptions of
historical cost accounting (Masukan tersebut
kemudian dimanipulasi berdasarkan tempat
dan asumsi akuntansi biaya historis)
6

Syntactic and semantic theories


Criticised because there is no independent
empirical verification of the calculated outputs
(kritikan karena tidak ada empiris independen
verifikasi perhitungan output)
The outputs may be criticised for poor syntax
inaccurate e.g. different types of monetary
measures are added together (Keluaran dapat
dikritik karena sintaks yang buruk tidak akurat
misalnya berbagai jenis moneter ditambahkan
bersama-sama)
7

Syntactic and semantic theories


The outputs may be syntactically accurate but
nevertheless be valueless due to a lack of
semantic accuracy (a lack of correspondence
with real-world events, transactions or values)
(Output mungkin sintaksis akurat tapi tetap
menjadi bernilai karena kurangnya akurasi
semantik (kurangnya korespondensi dengan
peristiwa dunia nyata, transaksi atau nilai-nilai))

Syntactic and semantic theories


Historic cost accounting may produce accurate
outputs but which nevertheless have little or no
utility (Akuntansi bersejarah biaya dapat
menghasilkan output 'akurat' namun tetap
memiliki sedikit atau tidak ada utilitas)
That is, they are not useful for economic
decision making except to verify accounting
entries (Artinya, mereka tidak berguna untuk
pengambilan keputusan ekonomi kecuali untuk
memverifikasi catatan akuntansi)

Normative theories
1950s and 1960s golden age (1950-an dan 1960-an
'zaman keemasan)
policy recommendations (rekomendasi kebijakan)
what should be (apa yang seharusnya)
concentrated on deriving: (berkonsentrasi pada
asal)
true income (profit)
practices that enhance decision-usefulness
(praktek yang meningkatkan pengambilan
keputusan-tidak berguna)
based on analytic and empirical propositions
(berdasarkan proposisi analitik dan empiris)

Financial
Financial statements
statements should
should mean
mean what
what
they
they say
say (Laporan
(Laporan keuangan
keuangan harus
harus berarti
berarti
apa
apa yang
yang mereka
mereka katakan)
katakan)
10

Normative theories
True income:
a single measure for assets (ukuran tunggal
untuk aset)
a unique and correct profit figure (sosok
keuntungan yang unik dan benar_

11

Normative theories
Decision usefulness:
the basic objective of accounting is to aid the
decision-making process of certain users of
accounting reports by providing useful
accounting data (tujuan dasar akuntansi
adalah untuk membantu proses pengambilan
keputusan 'pengguna' tertentu laporan
akuntansi dengan memberikan data akuntansi
yang berguna)

12

Normative theories
The decision process

Accounting
Accounting
system
systemof
of
company
companyXX

Prediction
Prediction
model
model of
of
user
user

Decision
Decision
model
modelof
of
user
user

13

Positive theories
Expanded during the 1970s (Diperluas selama
tahun 1970-an)
Based on experiences or facts of the real
world (Berdasarkan 'pengalaman' atau 'fakta'
dari dunia nyata)
Explain the reasons for current practice
(menjelaskan alasan untuk praktek saat ini)
Predict the role of accounting information in
decision-making (Memprediksi peran informasi
akuntansi dalam pengambilan keputusan)

14

Positive theories
The main difference between normative and
positive theories is that (Perbedaan utama
antara teori normatif dan positif adalah bahwa)
normative theories are prescriptive (teori
normatif yang preskriptif)
positive theories are descriptive, explanatory
or predictive (teori positif deskriptif,
penjelasan atau prediksi)

15

Different perspectives
Scientific approach: (Pendekatan ilmiah)
has an inherent assumption that the world to be
researched is an objective reality (memiliki
asumsi yang melekat bahwa dunia akan diteliti
adalah realitas obyektif)
is carried out by incremental hypotheses
(dilakukan oleh hipotesis tambahan)
has an implied assumption that a good theory
holds under circumstances that are constant
across firms, industries and time (memiliki
asumsi tersirat bahwa teori yang baik
memegang dalam keadaan yang konstan di
perusahaan, industri dan waktu)
16

Different perspectives
Criticism of the scientific method:
large-scale statistical research tends to lump
everything together (penelitian statistik skala
besar cenderung benjolan semuanya
bersama-sama)
it is conducted in environments that are often
remote from the world of or the concerns of
accountants (itu dilakukan dalam lingkungan
yang sering jauh dari dunia atau keprihatinan
akuntan)

17

Different perspectives
Naturalistic approach (pendekatan naturalistic):
implies that there are no preconceived
assumptions or theories (menyiratkan bahwa
tidak ada asumsi prasangka atau teori)
focuses on firm-specific real-world
problems(berfokus pada spesifik perusahaan
masalah dunia nyata)

18

Different perspectives
Alternative ways of looking at the world: (Caracara alternatif dalam memandang dunia)

CATEGORY
CATEGORY ASSUMPTION
ASSUMPTION
1.
1. Reality
Realityas
asaaconcrete
concretestructure
structure(Realitas
(Realitassebagai
sebagaistruktur
strukturyang
yang
berwujud)
berwujud)
2.
2. Reality
Realityas
asaaconcrete
concreteprocess
process(Realitas
(Realitassebagai
sebagaiproses
prosesyang
yang
berwujud)
berwujud)
3.
3. Reality
Realityas
asaacontextual
contextualfield
fieldof
ofinformation
information(Realitas
(Realitassebagai
sebagai
bidang
bidangkontekstual
kontekstualinformasi)
informasi)
4.
4. Reality
Realityas
asaasymbolic
symbolicdiscourse
discourse(Realitas
(Realitassebagai
sebagaiwacana
wacana
simbolik)
simbolik)
5.
5. Reality
Realityas
asaasocial
socialconstruction
construction(Realitas
(Realitassebagai
sebagaikonstruksi
konstruksi
social)
social)
6.
6. Reality
Realityas
asprojection
projectionof
ofhuman
humanimagination
imagination(Realitas
(Realitassebagai
sebagai
proyeksi
19
proyeksiimajinasi
imajinasimanusia)
manusia)

Different perspectives
For categories 1 3 it is more appropriate to use
the scientific approach (Untuk kategori 1-3 lebih
cocok menggunakan pendekatan ilmiah)
For categories 4-6 the naturalistic approach is
more appropriate (Untuk kategori 4-6
pendekatan naturalistik lebih tepat)

20

Different perspectives

21

Scientific approach applied to


accounting (Pendekatan ilmiah
diterapkan untuk akuntansi)

Misconceptions of purpose (Kesalahpahaman tujuan)


Make scientists out of accounting practitioners
(Membuat ilmuwan keluar dari praktisi akuntansi)
Researchers = practitioners (Peneliti = praktisi)
The desire for absolute truth (Keinginan untuk
'kebenaran mutlak)

22

Scientific approach applied


to accounting
The scientific method does not claim to provide
truth (Metode ilmiah tidak mengklaim untuk
memberikan 'kebenaran)
It attempts to provide persuasive evidence
which may describe, explain or predict (Ia
mencoba untuk memberikan bukti persuasif
yang mungkin menggambarkan, menjelaskan
atau memprediksi)

23

Issues for auditing theory


construction (Isu teori audit
konstruksi)
Auditing is a verification process that is applied
to the accounting inputs and processes (Auditing
adalah proses verifikasi yang diterapkan pada
input dan proses akuntansi)

24

Issues for auditing theory


construction
Auditors provide an opinion on (Auditor
memberikan pendapat atas)
whether the financial statements accord with
the applicable reporting framework (apakah
laporan keuangan sesuai dengan kerangka
pelaporan yang berlaku)
whether the statements give a true and fair
view (apakah laporan memberikan pandangan
yang benar dan adil)

25

Issues for auditing theory


construction
The normative era of accounting coincided with
a normative approach to auditing theory (Era
normatif akuntansi bertepatan dengan
pendekatan normatif teori audit)
The positive ere of accounting has led to a
positive approach to auditing theory (The ere
positif akuntansi telah menyebabkan
pendekatan positif terhadap teori audit)

26

Summary

Many different approaches to theory


formulation in accounting (Banyak pendekatan
yang berbeda untuk perumusan teori
akuntansi)
Evolution of accounting theory (Evolusi teori
akuntansi)
positive v. normative
scientific v. naturalistic

27

Key terms and concepts


Descriptive pragmatic approach
Psychological pragmatic approach
Syntactic and semantic theories
Historical cost accounting
Normative theories
Positive theories
Scientific approach to theory
Naturalistic approach to theory
Auditing theory

28