Anda di halaman 1dari 60

PENANGANAN INFERTILITAS PADA

WANITA

BAB I. PENDAHULUAN
Infertilitas : gagal hamil 1 tahun/lbh dg

coitus teratur & tanpa kontrasepsi.

Infertilitas : 1. Primer.

2. Sekunder.

Primer : Blm pernah hamil 1 tahun.

Sekunder : Pernah hamil, kemudian

tidak mampu lagi selama 1 tahun

BAB II. ETIOLOGI


1. Faktor uvolasi.
2. Faktor Tuba dan Peritoneal.
3. Faktor Cervical.
4. FAktor Uterus.
5. Faktor Imunologi.
6. Faktor Infeksi.
7. Unexplained Infertility.

BAB III. PEMERIKSAAN


1.

Faktor Ovulasi.
- Ovulasi : pecahnya Folikel de Graff.

- Insidensi : 30-40%.
- Pemeriksaan :
a. Pencatatan Suhu Basal
b. Pemeriksaan Hormon.
c. Pemeriksaan Lendir Cervix.
d. Biopsi Endometrium.
e. Monitoring USG.

a. Pencatatan Suhu Basal.


Catat tiap pagi dalam grafik.
Sebelum beraktivitas, makan dan

minum.
Pola Bifasik : adanya siklus ovulatoar.
Pola Monofasik : tjd siklus anovulatoar.

b. Pemeriksaan Hormon.
Progesteron.

Kenaikan > 10 nmol/L ovulasi.


LH.

Ovulasi : 34-36 jam stlh lonjakan LH.


atau, 10-12 jam stlh puncak LH.

c. Pemeriksaan Lendir Cervix.


Tdk menentukan kapan ovulasi.
Menentukan ada atau tidak ovulasi.
Lendir mampu meregang 8-10 cm

karena esterogen (Spinbarkeit).


Lendir dikeringkan gambaran daun
paku (Ferning)

d. Biopsi Endometrium
2-3 hr sblm mens.
Gbrn Sekretoris Ovulasi.
U/ Mens tidak teratur.

e. Monitoring USG
Ukuran ovum 17-29 mm, rata-rata 21-

23 mm.
Monitoring dengan USG transvaginal
pd induksi ovulasi.

2. Faktor Tuba dan Peritoneal.


Pemeriksaan:

a. Rubin tes / Pertubasi.


b. HSG (Histerosalphingografi)
c. Laparoscopy.

a. Rubin tes / Pertubasi


Tuj : untuk mengetahui utuh/tdk tuba.
Cara : CO2 dialirkan ke uterus dan tuba.

Dgn stetoskop ki/ka uterus bunyi


aliran udara tuba paten.
Keluhan nyeri bahu tuba paten.
Cek tekanan dgn Kymogram :

Tuba paten tek < 180 mmHg.


Obstruksi partial tek 180 200 mmHg.
Obstruksi total tek > 200 mmHg.

b. HSG
( Histerosalphingografi)
Cek patensi tuba.
Dilakukan stlh mens berakhir/ sblm

ovulasi.
Persiapan :
cek LED PID kronis : Doksisiklin 100
mg 2 x sehari.
Pem. Bimanuil : massa adnexa, terderness
(inf baru terjadi).

c. Laparoskopi.

Kel pd HSG pastikan dgn Laparoskopi.


Keuntungan :
Untuk Diagnosa dan terapi.
Terapi : Operatif pd obstruksi tuba, perlengketan
tuba dan endometriosis.
Diagnosis : memantau ovulasi.
Dpt melakukan biopsi endometrium.

3. Faktor Cervix.
Penyebab infertilitas 5%.
Pemeriksaan : Post coital Tes (PCT), 1-

2 hari sebelum ovulasi.


Persiapan : jgn pake pelumas yang
mengandung spermicid.
Cara : Setelah coitus 1-2 jam ke lab.
hasil kualitas mukus dan jlh
sperma
yang motil.

4. Faktor Uterus.
Jika pd endometrium terdapat fibroid :
Perdarahan.
Fibroid intramural dan sub mukosa abortus.

Myomektomy Infertilitas.
Kel. Kongenital ( uterus didelphis) abortus
spontan.
Myoma submukosa mengganggu implantasi.

5. Faktor Imunologi.
Spermatozoa sbg auto antigen.
Tjd Rx Ag-Ab Antisperma sbg IgM &

IgG
Tes Myard
Test Kibricks / Franklin-Dukes
aglutinasi pd mucus cervical dan
plasma semen.
Tes Isojoma.

6. Faktor Infeksi
E/

Chlamidia trachomatis
asimptomatis & tjd kerusakan
tuba.
Mycoplasma hominis
Ureoplasma urealiticum.
Infertil 53%.

7. Unexplained Infertility.
Pencatatan suhu basal & LH urine bisa

dilakukan dirumah.
Hasil N Laparoskopi untuk
mendiagnosa adanya endometriosis.
HSG untuk cek tuba paten.
Evalusi endokrin :FSH & Prolaktin.
K/ Cervical PCT & biakan Chlamidia.
Biopsi endometrium Pematangan.

BAB IV. PENANGANAN


1.Faktor Ovulasi.
Biopsi Ovarium
PCOs Pe FSH & LH.
Pe Prolaktin & Met. Katekolamin
Bromokriptin.
Kel. Thyroid Tiroksin (hipothyroid)
Karbimazole (hiperthyroid)

Obat untuk menginduksi ovulasi :


1. Chlomifen Citrat.
2. Humegon / HMG.
3. HCG.
4. GnRH.
5. Epimesrol.
6. Tamoksifen.
7. Bromokriptin.

a.

Chlomifen Citrat.

Antiestrogenik Pengeluaran FSH &


LH.
Syarat : anovulasi, Hipofisehipothalamus N, Esterogen cukup,
Prolaktin N.
Indikasi : Anovulasi 2o, PCOs,
Unexplained.
50 mg/hr selama 5 hari.
Keberhasilan : 60 95%.

ES/
Hiperstimulasi ovarium.
Hipertensi.
Abortus.
Kehamilan ganda.
Hot Flushes.
Kelainan kongenital.

b. Humegon/ HMG.
rhFSH/ rekombinan FSH murni.
Indikasi : anovulatorik, G3 haid, Uji
progesteron (+), dg Chlomifen Citrat 3
siklus gagal.
Pemberian :
HMG : 1 amp i.m. hr ke-5 9 haid spontan
USG pervaginam fol.optimal naikkan
75 IU, Max 450 IU.

rhFSH :
1 ampul , S.C
Max 225 IU/hari.
Sediaan 75 & 150 IU.

c. HCG.
Bila uk fol. 16 18 mm.
Indikasi : disfungsi fase lutheal.
KI/ - Kehamilan
- Tumor ovarium.
- Ca ovarium - Ca Uterus.
- Ca Mammae
Tu. Hipofise-hipothalamus
- Perdarahan pervaginam yang belum
jelas penyebabnya.

ES/ - Hiperstimulasi Ovarium.

- Kehamilan ganda.
- Abortus.
- Jerawat & BB .
Pemberian : Dosis tunggal
5.000 10.000 IU, i.m.
stlh 3 siklus evaluasi.
Keberhasilan : 25 60%

d. GnRH dan analog.


Indikasi : - anovulasi Hipothalamik.
- Sekresi & sintesis GnRH
rendah.
Syarat : Gonadotropin Cukup.
Cara Pemberian : Intermiten 5-100
mg/kali
tiap 60-90 menit selama 6 minggu.
Dgn pompa Zyklomat dan
Computerized auto-syringe Fisiologis.

Keberhasilan : Ovulasi 59-100%.

Kehamilan : 15 69%.
Penyulit & ES/ jarang.
e. Epimestrol.
Memicu pengeluaran estriol LH surge
dari hipofise.
Indikasi : anovulatorik (FSH & LH N/,
Prolaktin N)
Mengimbangi antiestrogen klomifen sitrat.

Pemberian :- Dosis 5-10 mg/hari.

- Hr ke-5 haid sampai 10 hari.


Kombinasi dg Chlomifen Citrat hr ke-1
sampai ke-5 haid, Epimestrol hr ke-1
sampai ke-10 haid.
Ovulasi (-) naikkan dosis.
ES/ Jarang.
Ovulasi 29-50%.
Kehamilan : 0 16%.

f. Tamoksifen.
Indikasi :Anovulasi 2o, PCOs,
Unexplained.
Cara pemberian : 50 mg/hr selama 5 hari.
ES/ - Hot flushes.
- Katarak, retinopati, kel. Kornea.
- Ca endometrium.

g. Bromokriptin.
Syarat : tdk boleh pd Hiperprolaktinemia
k/
prolaktinoma g3penglihatan.
Indikasi : - Prolaktin (N 5-25ng/ml).
- Hiperprolaktinemia k/
prolaktinoma.
Pemberian : -Pd fase pematangan.
- 2 x 2,5 mg/hr.

2. Faktor Tuba & Peritoneal


Laparoskopi operatif :
- Nyeri pelvis.
- Infertilitas.
- Endometriosis.
- Ligasi Tuba.
- Keh.Ektopik
- PID.
- Kel. Uterus.
- Kerusakan tuba.
-Adhesiolisis.
- Kista
Ovarium.

KI/ - Absolut : Ileus, Distensi abdomen,


Peny.Jtg & Paru, Syok.
- Relatif : Obesitas, Massa abdomen,
hamil tua, adhesi pelvis & Peritonitis.
Tindakan :
1. Adhesiolisis.
4. Fimbrioplasti.
2. Salphingostomi.
5. Endometriosis.
3. Myomektomi
6. Drilling.

4. Faktor Uterus.
Penanganan biasanya bersamaan dengan
faktor tuba Tuboplasti.
Pd myoma Myomectomi.
5. Faktor Imunologi.
Autoantigen (spermatozoa) antibodi.
Penanganan msh blm diketahui k/
merupakan penelitian yg Retrospektif.

6. Faktor Infeksi.
Chlamidia trachomatosa AB.
Mycoplasma hominis Doxicyclin.
Ureaplasma urealyticum AB.
7. Unexplained Infertility.
Tdk ada e/ ditemukan, tdk ada th/ spesifik.
Tanpa th/ kehamilan 60% dl 3-5 tahun.
Saran inseminasi buatan bila sdh lama.

BAB V. ART
1. IUI ( Intra Uterine Insemination )

- Syarat : min. satu tuba harus paten.


- Indikasi :- ada antibody-antisperma.
- Negative post coital test.
- OLigospermia.
- Absent cervical mucus.
- Psicosexual reason.

- Cara : - Sperma dicuci dgn swim up,


- Ovarian Stimulation dgn
clomiphene citrate.
- Dgn USG transvaginal sel telur
matang suntik HCG, 24-48 jam
lakukan inseminasi ke dalam
uterus.
- Kehamilan : 15 %.

2.IVF ( Invitro Fertilization )


- I/ Faktor tuba.
- Cara :
- Injeksi FSH untuk stimulasi ovulasi.
(hr ke 2-3 stlh menstruasi selama 5 hr).
- Ambil sel ovum+ sperma tabung.
- Stad Blastocyte ET ke uterus.
( max masukan 3 embrio ).
- Kehamilan rata2 : 20-35 %.

3.GIFT ( Gamet Intra Falopian


Transfer ).
- Syarat : Salah satu atau kedua tuba harus
paten.
- Dgn kateter taruh sperma +ambil ovum
masukan langsung ke tuba.
- Kehamilan : 40 %.

4. ZIFT (Zigote Intra Fallopian


Transfer).
Disebut juga ET.
Kombinasi IVF dan GIFT.
Ovum+ sperma fertilisasi dlm tabung
letakkan pd tuba falopii atau lgs ke uterus.
Syarat : 1 atau kedua tuba harus paten.
Kehamilan : 35 40%.

5. Sperma injection.
SUZI (Sub Zonal Sperm Insertion)
ICSI (Intra Cytoplasmic Sperm Injection)
- Bila faktor infertilitas pada suami.
- Zona pelucida di lubangi dengan asam/
Acid Drilling ( Acidified Tyrodes Sol ).
- Dengan menggunakan pipet runcing
suntikan sperma. !! Hanya 1 sperma saja !
kedalam sitoplasma sel telur.

6. PROST (Pronuclear Stage Tuba


Transfer)
- Syarat : Salah satu atau kedua tuba harus
paten.
- Caranya : sama spt GIFT hanya yang di
transfer dalam bentuk Pronucleus.
- Kehamilan : 35-40 %.

7. TEST ( Tubal Embryo Stage


Transfer )
TET ( Tubal Embryo Transfer)
- Syarat : salah satu atau kedua tuba harus
paten.
- Transfer dalam bentuk embrio ( stlh 2 hr
dalam tabung ) kedalam tuba.
- Kehamilan : 35-40 %.

8. Ovum Donation.
- Bila pd wanita yang tidak ada ovarium tapi
ada uterusnya.
- Donor disuntik esterogen & progesteron
dosis tinggi.
- Ovum diambil + sperma suami suntik
kerahim istri ( ET ).

9. Surrogacy.
I/ Istri punya ovarium tp tidak memiliki
rahim
Surgade mother (meminjam rahim orang
lain)
10. Adopsi.
Semua prosedur sudah dilakukan tp tetap
tidak berhasil konseling untuk kesiapan
mental.

Terima Kasih