Anda di halaman 1dari 25

Metode Magnetotelluric

Magnetotelluric
Magnetotellurik (MT) adalah salah satu metode pasif yang mengukur arus
listrik alami (arus telurik) dalam bumi, yang dihasilkan oleh induksi magnetik
dari partikel-partikel plasma di ionosfer maupun aktivitas meteorologi khususnya
petir dan badai.


Spektrum

gelombang EM yang digunakan dalam akuisisi data MT memiliki range

yang sangat luas, yaitu dari Hz, dimana :


1.

Sinyal dengan frekuensi rendah (< 1 Hz) berasal dari interaksi antara partikel
plasma dalam solar wind dengan medan magnet bumi.

2.

Sinyal dengan frekuensi tinggi (> 1 Hz) berasal dari aktivitas meteorologi
seperti petir dan badai.

Konsep Dasar MT

Persamaan Maxwell
Perhitungan pada metode MT dijelaskan dalam persamaan Maxwell, yang
merupakan

sintesa

hasil-hasil

eksperimen

mengenai

listrik-magnet

(elektrokmagnetik) yang dilakukan oleh Faraday, Ampere, Gauss, Coulomb, serta


hasil eksperimen yang dilakukan oleh Maxwell sendiri.

Pada persamaan di atas variabel H dan E merupakan fungsi posisi dan waktu. Jika
variasi terhadap waktu dapat direpresentasikan oleh fungsi periodik sinusoidal,
maka :

Sehingga persamaannya menjadi :


Untuk

kondisi yang umum dijumpai dalam eksplorasi

diabaikan terhadap suku yang mengandung

karena

suku yang mengandung

untuk , sehingga persamaan

akhirnya menjadi :

Dengan
K merupakan bilangan gelombang yang dapat dinyatakan dalam
Dengan

dapat

Impedansi
Data medan listrik dan medan magnet dalam metode MT tidak digunakan secara
terpisah, keduanya digunakan untuk memperoleh besaran yang disebut
impedansi.

Impedansi Bumi Homogen

Impedansi

disefinisikan sebagai perbandingan antara komponen medan listrik dan medan

magnet yang saling tegak lurus, persamaan impedansi dituliskan sebagai :

Impedansi bumi homogen adalah suatu bilangan skalar kompleks yang merupakan
fungsi resistivitas medium dan frekuensi gelombang EM. Secara numerik impedansi dari 2
pasang komponen E dan H yang berbeda menghasilkan nilai yang sama mengingat simetri
secara radial pada medium homogen. Impedansi bumi homogen disebut dengan
impedansi intrinsik


Impedansi

kompleks dapat pula dinyatakan dalam bentuk resistivitas dan fasa

sebagai berikut :

Fasa bumi homogen konstan di yang merupakan beda fasa antara medan listrik
dan medan magnet.

Impedansi Bumi Berlapis Horizontal


Impedansi

medium

bumi

berlapis

horisontal

dapat

dianggap

sebagai

impedansi

homogen dengan tahanan-jenis ekuivalen atau tahanan-jenis semu.

Impedansi tersebut dapat dinyatakan sebagai tahanan-jenis dan fasa.

Akuisisi Data

Akuisisi

data magnetotellurik pada dasarnya dilakukan untuk mengetahui variasi

medan EM terhadap waktu, yaitu dengan mengukur secara simultan medan listrik
maupun medan magnet di area pengukuran, komponen yang diukur adalah
medan listrik horizontal , medan magnet horizontal
diukur pula medan magnet vertikal .

dan sebagai tambahan

Peralatan

1 buah MT Unit
3 buah coil magnetik
5 porouspot
1 unit laptop
1 unit GPS
1 buah aki
1 buah DC-AC coverter

Konfigurasi Peralatan

Pengolahan Data
1.

Demultiplexing

2.

Gain Recovery

3.

Data Selection

4.

Spectral Analysis

5.

Tensor Analysis

6.

Static Corection

Demultiplexing
Demultiplexing merupakan tahap awal processing data MT untuk menggabungkan
data dari setiap kanal yang sama (elektrik atau magnetik) untuk masingmasing range frekuensi (LF, MF dan HF).

Gain Recovery
Proses gain recovery ditujukan untuk mengembalikan faktor perbesaran atau
amplifikasi yang telah digunakan dalam akuisisi data.

Disamping itu, pada

proses ini nilai tegangan listrik terukur dikonversikan kedalam satuan yang biasa
digunakan (mV/km untuk medan listrik dan nano Tesla atau gamma untuk medan
magnet).

Data Selection
Dilakukan pemilihan data dalam domain waktu secara manual maupun otomatis
dengan menetapkan nilai minimal korelasi silang antara E dan H yang dapat
diterima. Output yang didapatkan adalah data dalam bentuk time-series.

Spectral Analysis
Dalam tahap ini dilakukan transformasi data dari bentuk time-series kedalam
domain frekuensi yang menghasilkan spektrum daya dan juga spektrum silang.

Tensor Analysis
Merupakan tahap untuk menentukan arah kecenderungan struktur (trend).

Static Correction
Data MT dapat terdistorsi karena adanya heterogenitas lokal dekat permukaan
dan faktor topografi yang dikenal sebagai efek statik. Interpretasi

atau

pemodelan terhadap data MT yang mengalami distorsi akan menghasilkan


parameter model yang salah. Koreksi statik dapat dilakukan dengan cara:
1.

Mengkoreksi kurva sounding MT dengan nilai konstanta k.

2.

Dengan cara menginversi data TDEM kemudian model yang didapat diforward
hingga didapatkan data yang sesuai dengan model. Data tersebut kemudian
dijadikan acuan untuk mengoreksi efek statik pada data MT hasil akuisisi.

Pemodelan Dan Interpretasi

Forward Modeling

Dilakukan dengan menghitung respon dari suatu model untuk dibandingkan


dengan data impedansi (tahanan jenis semu dan fasa) pengamatan.

Inverse Modeling

Dilakukan dengan membangun atau membuat model langsung dari data yang
diperoleh