Anda di halaman 1dari 22

MINI CEX

Pembimbing:
dr. Handriadi Winaga, M.Kes, Sp.OT
Penyaji:
Sherynne Sulaiman (2013.061.081)

IDENTITAS PASIEN

Nama
Jenis Kelamin
Umur
Alamat

: Ny. H
: Wanita
: 71 tahun
: Muara Karang

Pasien datang ke UGD RS Atma Jaya pada


tanggal 1 April 2014

ANAMNESIS
Keluhan Utama : kaki kanan sakit setelah
terjatuh 3 hari SMRS
Keluhan Tambahan: 3 hari SMRS pasien
mengeluhkan lemas pada seluruh tubuh

Anamnesis
Riwayat Penyakit Sekarang

Pasien mengeluhkan nyeri pada bagian kaki kanan


bawah terutama di daerah atas tumit sejak 3 hari
SMRS. Tiga hari SMRS pasien terjatuh ketika
sedang berjalan dan pasien sulit dibantu untuk
berdiri karena pasien merasa sangat lemas setelah
pasien terjatuh. Pasien juga mengeluhkan lemas
yang dirasakan terus menerus setelah pasien
terjatuh.

Riwayat Penyakit Dahulu

Ruptur tendon achilles 3 tahun SMRS sudah di operasi


Diabetes mellitus (+), hipertensi (+)

Pemeriksaan Fisik
Keadaan umum : tampak sakit ringan
Kesadaran: compos mentis
Tanda-tanda vital

Tekanan darah : 160/90 mmHg


Laju nadi
: 92 kali per menit
Laju napas
: 20 kali permenit
Suhu
: 36.7C

Kepala dan wajah


Normocephali, deformitas (-), simetris

Mata
Konjunctiva anemis (-/-), sklera ikterik (-/-), sekret (-/-)

Pemeriksaan Fisik
Leher
KGB tidak membesar
Thoraks
Paru:
Inspeksi
: simetris dalam keadaan statis dan
dinamis
Palpasi
: gerakan nafas simetris dalam
keadaan statis dan dinamis
Perkusi
: sonor pada seluruh lapang paru
Auskultasi
: vesikuler +/+, rhonki -/-, wheezing -/-

Pemeriksaan Fisik
Jantung:
Inspeksi
Palpasi
Perkusi
Auskultasi

: ictus cordis tidak terlihat


: ictus cordis tidak teraba
: cardiomegali (-)
: BJ I & II reguler, gallop (-),
murmur (-)

Abdomen
Datar, nyeri tekan epigastrium (+), timpani, BU (+)

Pemeriksaan Fisik
Ekstremitas
Ekstremitas atas: dalam batas normal
Ektremitas bawah:
Status lokalis:
Vulnus ekskoriatum berdiameter 4 cm pada bagian calcaneal dextra
Nyeri (+), hiperemis (+), hematom di sekitar luka (+)

Range of Motion:
Dorsofleksi
: sulit dinilai/20
Plantarfleksi : sulit dinilai/50
Inversi
: sulit dinilai/30
Eversi
: sulit dinilai/10

Treatment
Rawat luka kompres NaCl 0,9%
Fisioterapi 4-6 minggu
Non-weight bearing

RUPTUR TENDON ACHILLES


Ruptur tendon tersering pada ekstremitas bawah
Paling banyak pada dekade 3-5

Anatomi

Anatomi

Patogenesis
Area hipovascular pada 2-6 cm diatas insersi ke
calcaneus tendon disorder
Age dependent changes collagen cross linking
stiffness & loss of viscoelasticity
Sudden force dorsiflexion of the ankle
Pushing off with the weight-bearing forefoot
while extending the knee
Laceration or direct blow to the contracted
tendon

Manifestasi Klinis
Nyeri di daerah tendon achilles intense burning
sensation, sharp stabing pain
Patients may hear an audible pop after an eccentric
muscle contraction or pushing off often describe a
feeling of being kicked, hit, or shot in the heel
Gejala prodromal In the
Complete tear significant ankle plantar flexion
weakness

Pemeriksaan Fisik
A visible soft-tissue depression in the posterior
ankle on observation
The tendon defect can often be palpated along
the posterior leg and ankle
Patients may be unable to walk or walk only with
a limp secondary to weak or absent pushoff
Absence of active plantarflexion is often
expected, but many patients effectively recruit
other muscles to plantarflex against manual
testing.

Pemeriksaan Fisik
Rarely able to perform a single leg heel raise
Patient in the prone position and the knees
flexed, Thompson squeeze test: squeezing
the calf muscle and observing the presence or
absence of resultant ankle plantarflexion and
comparing with the contralateral side
Another test: observe resting position of the
ankle compared to the unaffected side with the
patient prone and the knees flexed to 90
degrees.

Diagnosis Banding
Incomplete tear
Sering salah diagnosis dengan complete tear
If complete rupture is not seen within 24 hours
gap difficult to feel

Tear of soleus muscle


Robekan di muskulotendinous junction nyeri
Sembuh dengan fisioterapi dan dngan
meninggikan hak sepatu

Treatment
Non-pembedahan

Fisioterapi 4-6 minggu


Shoe with a raised heel for a further 6-8 minggu
Non weight bearing (in the first 6 weeks)
Re-rupture rate 10%

Treatment
Pembedahan
Open
Limited open
Percutaneus

Treatment

Treatment