Anda di halaman 1dari 24

LAPORAN KASUS

BUERGERS DISEASE
EFFI ROHANI N
100100053
LATHIEFATUL HABIBAH
100100084
UBAIDILLAH HAFIDZ
100100107
RUBY FIRDAUS
100100137
IRMA SARI NASUTION
100100212
YOGA RHAMADA SIREGAR 090100037
ERIC GRADIYANTO ONGKO 100100048
INGE SANDRIE PHUTRI
100100158
SUTRISNO
100100220
BENNY ROLAND NABABAN 100100320
BATARA TUAN SYAH
100100353
ANITA FITRIANI
090100286

PENDAHULUAN
BAB 1

LATAR BELAKANG
Buergers disease (tromboangitis obliterans) pertama kali
dilaporkan di Jerman pada tahun 1879.
Penyakit ini dapat menimbulkan kecacatan akibat oklusi
pembuluh darah yang mengakibatkan gangren atau
kerusakan jaringan sehingga perlu diamputasi. Untuk itu
sangat diperlukan diagnosis dini dan akurat.

Korea

India

Buergers
disease

Indonesia

Jepang

TINJAUAN PUSTAKA
BAB 2

DEFINISI BUERGERS DISEASE


Penyakit Buerger atau
Tromboangitis Obliterans
(TAO) adalah penyakit oklusi
kronis pembuluh darah arteri
dan vena yang berukuran
kecil dan sedang. Terutama
mengenai pembuluh darah
perifer ekstremitas inferior
dan superior. Penyakit
pembuluh darah arteri dan
vena ini bersifat segmental
pada anggota gerak dan
jarang pada alat-alat dalam.

ETIOLOGI

Merokok

Genetik

PATOGENESIS

Rokok
Iskemia pembuluh darah
Atrofi otot
atau fibrosis

Osteoporosis
tulang hingga
osteomielitis

Kontraktur

Atrofi kulit

Fibrosis
perineural
dan
perivaskular

Ulserasi dan
gangren

DIAGNOSIS
Kriteria Shionoya
Riwayat merokok
< 50 tahun
Memiliki penyakit oklusi atreri
infrapopliteal
Flebitis migrans pada salah
satu ekstremitas
Tidak memiliki faktor
aterosklerosis lain selai
merokok

Kriteria Ollin
Umur 20-40 tahun
Merokok
Ditemukan iskemi ekstremitas
distal ditandai klaudikasio, nyeri
saat istirahat, ulkus iskemik
atau gangren
Telah menyingkirkan penyakit
autoimun lain
Telah menyingkirkan emboli
berasal dari bagian proksimal
Penemuan arteriografi yang
konsisten dengan kondisi klinik
pada ekstremitas yang terlibat
dan tidak terlibat

Kriteria scoring Papa dkk


Kriteria Positif

+1

+2

Usia

30-40 tahun

< 30 tahun

Klaudikasio intermiten kaki

Ada riwayat

Ada saat pemeriksaan

Ekstremitas atas

Asimptomatik

Simptomatik

Tromboflebitis superfisial
migrans

Ada riwayat

Ada saat pemeriksaan

Fenomena raynaud

Ada riwayat

Ada saat pemeriksaan

Angiografi, biopsi

Khas untuk salah satu

Khas untuk keduanya

Kriteria Negatif

-1

-2

Usia

45-50 tahun

> 50 tahun

Jenis kelamin, kebiasaan


merokok

Wanita

Tidak merokok

Lokasi

1 ekstremitas

Tidak ada ekstremitas yang


terlibat

Hilangnya pulsasi

Brakial

Femoral

Aterosklerosis, DM, hipertensi,


hiperlipidemi

Terdiagnosis dalam 5-10 tahun


kemudia

Terdiagnosis dalam 2-5 tahun

0-1
2-3
4-5
6>

: diagnosa tersingkir
: probabilitas rendah
: probabilitas sedang
: probabilitas tinggi

TERAPI
Terapi non bedah

Terapi bedah

Berhenti merokok
Analog prostasiklin
Clacium channer blocker
Bosentan
Siklofosfamid
Analgesik
Vascular endotheliat growth

factor (VEGF)
Terapi stem cell
Spinal cord stimulation

Simpatektomi
Penyisipan kawat

Kirschner
Operasi bypass arteri

LAPORAN KASUS
BAB 3

JMS, LK, 29 THN


KU

: Hitam di kedua kaki


Telaah : Hal ini sudah dialami pasien kira-kira 1 tahun lalu. Pasien
mengaku menyadari awalnya terdapat luka kecil di jari jempol kanan
akibat tersandung pintu mobil kira-kira 3 tahun lalu. Lama kelamaan jari
jempol kanan menjadi kehitaman dan akhirnya lepas sendiri kira-kira 5
bulan lalu. Tiga bulan lalu jari jempol kaki kiri mulai menghitam. Hal ini
diikuti jari-jari lain di kedua kaki dalam 3 bulan belakangan. Riwayat
nyeri pada kaki saat istirahat dijumpai. Riwayat kebas pada kedua kaki
tidak dijumpai. Pasien memiliki kebiasaan merokok sejak usia remaja.
Riwayat diabetes melitus tidak dijumpai.

Riwayat Penyakit Dahulu


:Riwayat Penyakit Keluarga
:Riwayat Operasi
:Riwayat Penggunaan Obat
:Riwayat Alergi
:-

STATUS PRESENS
Sensorium
: Compos mentis
Tekanan darah : 110/70 mmHg
Heart rate
: 86 x/menit
Temperature
: 36,8oC
Respiration rate : 20 x/menit
PEMERIKSAAN FISIK
Kepala
Mata : Conjungtiva anemis (-/-), sklera Ikterik (-/-), refleks pupil (+/+), isokor kiri dan kanan.
T/H/M
: Dalam batas normal
Leher: Pembesaran Kelenjar Getah Bening (-), Pembesaran tiroid (-)
Thorax:
Inspeksi : Simetris fusifomis
Palpasi
: SF kanan = kiri , kesan normal
Perkusi
: sonor pada kedua lapangan paru
Auskultasi :Vesikuler (+/+), Rhonki (-), Wheezing (-).
Batas Jantung:
Atas : Intercosta sinistra II
Kiri : Intercosta sinistra V, 1 cm midclavicular sinistra
Kanan
: Intercosta dextra IV parasternalis dextra
Abdomen :
Inspeksi :Distensi (-), skar (-).
Perkusi
:Timpani
Palpasi
:Sopel
Auskultasi :Peristaltik (+) N
Extremitas:Superior: Amputation o/t (R) digiti I hand (distal)
Inferior: Amputation o/t (R) digiti I pedis; necrosis o/t both pedis

LABORATORIUM
Darah Lengkap
Hb

: 9,5 gr/dl

Eritrosit

: 3,98x106/mm6

Leukosit

: 13,55x103/mm3

Ht

: 31,90 %

Trombosit

: 545x103/mm3

Faal Hati
Albumin

: 2,4 gr/dl
Metabolisme Karbohidrat
KGD (sewaktu)
Fungsi Ginjal
Ureum
Kreatinin
Elektrolit
Natrium
Kalium
Klorida

: 131 mg/dL
: 15,5 mg/dL
: 0,48 mg/dL
: 140 mEq/L
: 3,0 mEq/L
: 111 mEq/L

FOTO THORAX

Kesan: cor dan pulmo dalam batas normal

FOTO PEDIS KIRI

FOTO PEDIS KANAN

DIAGNOSIS : Buerger disease


PENATALAKSANAAN:
Inj. Ceftriaxone 1gr/ 12 jam
Inj. Ranitidine
50mg/12 jam
Inj. Ketorolac 30mg/ 8 jam

Tanggal

7 April 2015

Nyeri pada kaki

O
Sens: CM

A
Buerger disease

P
IVFD RL 20 gtt/i

TD: 110/70 mmHg

Inj. Ceftriaxone 1gr/ 12 jam

HR:86x/i

Inj. Ranitidine 80mg/12 jam

RR: 20x/i

Inj. Ketorolac 30mg/ 8 jam

T: 37oC

RENCANA
- Rencana operasi besok di KBE
- Persiapkan darah 2 bag PRC -> cross
match
- Konsul ulang anestesi besok pagi di COT

8 April 2015

Rencana operasi

Sens: CM

Buerger disease

IVFD RL 20 gtt/i

TD: 110/75

Inj. Ceftriaxone 1gr/ 12 jam

mmHg

Inj. Ranitidine 80mg/12 jam

HR:87x/i

Inj. Ketorolac 30mg/ 8 jam

RR: 20x/i

- Koreksi Hb: (10-9,5)x70x4= 140cc ~

T: 37,6oC

1 bag PRC 175cc


- Koreksi albumin:
(3-2,4)x70x0,8= 33,6 ~ 2 fls plasbumin
2% 100cc
- Koreksi kalium: 1-2 meq -> 60
meq/L/h ~ koreksi 3 kolf KCL 25 meq +
NaCl 0,9% 100cc) 3 gtt/i makro
RENCANA
Cek lab setelah koreksi

Tanggal

9 April 2015

Rencana operasi

O
Sens: CM

A
Buerger disease

HD stabil

P
Preop
1) SIO
2) Inj Cefazolin 1 gr/12j
3) Puasa 6 jam preop
4) Personal hygiene
5) Dulcolax tab (18:00), supp (22:00)
6) Pasang IV line
7) Berdoa

10 April 2015

Rencana operasi

Sens: CM
KV: stabil

Buerger disease

Dilakukan operasi bilateral choppart


amputation pada pukul 16:35 dan
operasi selesai pada pukul 19:00

KESIMPULAN
BAB 4

KESIMPULAN
JM, Laki-laki, 35 tahun, datang ke RSUP HAM dengan
keluhan kehitaman pada kedua kaki. Berdasarkan
anamnesis, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang
os didiagnosiis dengan Buerger disease dan pada pasien
direncanakan dilakukan amputasi pada metatarsal kiri dan
kanan.

THANKYOU