Anda di halaman 1dari 10

OBAT FIBRINOLITIK

Kelompok 8 :
Ifrah Zahraty
Rahma Putri Gayo
Rini
Syarifah Ainun Mardhiah
Zaharaturriaz

Obat Fibrinolitik ialah obat yang dapat melarutkan trombus yang sudah
terbentuk.
Pembentukan bekuan
trauma fisik pada sistem pembuluh seperti tusukan atau luka akan
mengaktifkan trombosit yang pada keadaan
normal beredar dalam
pembuluh darah dalam bentuk tidak aktif. Aktivasi trombosit menyebabkan
trombosit melepaskan granul yang mengandung mediator kimia pemacu
agregasi trombosit ddan pembekuan darah.

Mekanisme Thrombolisis
Obat trombolitik adalah obat yang dapat melarutkan
gumpalan darah dengan mengaktifkan plasminogen
yang membentuk produk yang disebut plasmin.
Plasmin adalah enzim penghancur protein yang dapat
memutuskan ikatan antara molekul fibrin, yang
menyusun gumpalan darah. Karena mekanisme ini,
obat trombolitik disebut juga aktivator plasminogen
dan obat fibrinolitik.

Ada tiga kelas utama obat fibrinolitik:


1. Aktivator Plasminogen Jaringan
(tPA)
2. Streptokinase (SK)
3. Urokinase (UK).
Meskipun obat-obat ini dapat
melarutkan gumpalan darah namun
berbeda dalam mekanismenya.

Aktivator Plasminogen Jaringan

Gambar di atas menggambarkan mekanisme fibrinolitik tPA. Turunan tPA adalah obat trombolitik
yang paling sering digunakan terutama untuk gumpalan darah di koroner dan pembuluh darah
serebral, karena kekhususannya mengaktifkan plasminogen yang terikat di fibrin. Mekanisme tPA
menghancurkan gumpalan yaitu tPA terikat ke fibrin di permukaan gumpalan darah,
mengaktivasi plasminogen yang terikat ke fibrin. Plasmin dilepaskan dari plasminogen yang
terikat fibrin, kemudian molekul fibrin dihancurkan oleh plasmin dan gumpalan terlarut.

Streptokinase

SK bukan protease dan tidak memiliki aktivitas enzimatik, namun membentuk kompleks
dengan plasminogen yang melepaskan plasmin. Berbeda dengan tPA, SK tidak terikat
terutama pada fibrin gumpalan darah dan oleh karena itu terikat secara seimbang pada
plasminogen yang bersirkulasi maupun yang tidak bersirkulasi. Oleh karena itu, SK
memproduksi fibrigenolisis dan fibrinolisis gumpalan signifikan. Karena alasan ini, tPA
lebih disukai sebagai agen trombolitik daripada SK, terutama untuk melarutkan
gumpalan di koroner dan pembuluh darah serebral. Karena SK dibuat dari streptococci,
pasien yang memiliki riwayat infeksi streptococci membutuhkan dosis SK yang lebih
tinggi untuk memproduksi trombolisis.

Streptokinase berasal dari Streptococcus C.


Hemolyticus dan berguna untuk pengobatan fase dini
emboli paru akut dan infark miokard akut.
Streptokinase mengaktivasi plasminogen dengan cara
tidak langsung yaitu dengan bergabung terlebih dahulu
dengan plasminogen untuk membentuk kompleks
aktivator. Selanjutnya kompleks aktivator tersebut
mengkatalisis perubahan plasminogen bebas menjadi
plasmin. Masa paruhnya bifasik, fase cepat 11-13 menit
dan fase lambat 23 menit.

Obat Thrombolitik Spesifik


Aktivator Plasminogen Jaringan
Kelompok obat trombolitik digunakan pada infark miokardial akut, stroke
thrombotik serebrovaskular dan embolisme pulmoner. Untuk infark
miokardial akut, aktivator plasminogen jaringan secara umum lebih
disukai dari streptokinase.
Alteplase (Activase; rtPA) adalah bentuk rekombinan dari tPA manusia.
Alteplase memiliki waktu paruh pendek (5 menit) dan oleh karena itu
diberikan secara bolus intravena diikuti dengan infus.
Dosis ; 60 mg dalam 1 jam pertama, kemudian dilanjutkan 20 mg per jam.
Retaplase (Retavase) dibuat secara genetik, turunan yang lebih kecil
dari tPA rekombinan yang telah ditingkatkan potensinya dan bekerja lebih
cepat dari rTPA. Retaplase biasanya diberikan sebagai injeksi bolus IV.
Retaplase digunakan pada infark miokardial akut dan embolisme paru.
Dosis ; masing-masing 10 unit per 30 menit.
Tenecteplase (TNK-tPA) memiliki waktu paruh yang lebih panjang dan
afinitas ikatan yang lebih besar untuk fibrin daripada rTPA. Karena kwatu
paruh yang lebih panjang, dapat diberikan secara IV bolus. TNK-TPA hanya
digunakan pada infark miokardial akut.
Dosis ; 0,5 mg/kg

Efek Samping : Trombolitik dapat menyebabkan perdarahan.


Meskipun rt-PA menyebabkan fibrinolisis yang lebih sedikit
dibanding dengan streptokinase dan urokinase, selektifitas
terhadap pembekuan darah nampaknya tidak mengurangi
risiko timbulnya pendarahan.
Dosis

Streptokinase

Streptokinase dan anistreplase digunakan pada infark miokardial


akut, thrombosis vena dan aterial, dan embolisme paru. Ikatan ini
antigenik karena diturunkan dari bakteri streptokokus.
Streptokinase alami (SK) bekerja kurang spesifik sehingga kurang
diminati sebagai obat trombolitik daripada tPA karena
menyebabkan banyak fibrigenolisis.
Anistreplase (Eminase) adalah kompleks SK dan plasminogen.
Anistreplase lebih memiliki spesifitas bekerja pada fibrin dan
aktivitas yang lebih lama daripada SK alami. Namun,
menyebabkan fibrigenolisis
Dosis ; 30 unit selama 3-5 menit.
Urokinase
Urokinase (Abbokinase; UK) aktivator plasminogen tipe urine
(uPA) karena dibentuk di ginjal dan ditemukan di urine. Urokinase
jarang digunakan karena seperti SK, UK menyebabkan
fibrigenolisis. Satu kelebihan UK dari SK adalah nonantigenik.