Anda di halaman 1dari 14

PENYAKIT KATUP JANTUNG

PAREKANA
ANAK MEGA REZKY

PATOGENESIS
Penyakit katup jantung dahulu dianggap sbg penyakit yg
hampir selalu disebabkan o/ rematik, ttp sekarang telah
lebih banyak ditemukan penyakit katup jenis baru.
Penyakit katup jantung yg paling sering dijumpai adlh
penyakit katup degeneratif yg berkaitan dgn mningkatnya
masa hidup rata2 pd orang2 yg hidup di negara industri
dibandingkn dgn yg hidup di negara berkembang.
Meskipun terjd penurunan insidensi penyakit demam
rematik, namun penyakit rematik masih merupakn
penyebab lazim deformitas katup yg mbutuhkn koreksi
bedah.

PATOFISIOLOGI
Stenosis Mitralis
Stenosis mitralis menghalangi aliran darah dr atrium kiri ke ventrikel

kiri selama fase diastolik ventrikel. u/ mngisi ventrikel dgn adekuat &
mpertahankn curah jantung, atrium kiri hrs mnghasilkn tekanan yg
lebih besar u/ mndorong darah melampaui katup yg mnyempit. o/ krn
itu, terjd peningkatan perbedaan tekanan antara kedua ruang tsb. Dlm
keadaan normal perbedaan tekanan tsb minimal.
Otot atrium kiri mngalami hipertrofi u/ mningkatkn kekuatan
pemompaan darah. Makin lama kontraksi atrium makin berperan aktif
sbg faktor pembantu pengisian ventrikel. Atrium kiri kini tdk lagi
berfungsi primer sbg penampung pasif ttp berfungsi mngalirkn darah
ke ventrikel. Dilatasi atrium terjd krn volume atrium kiri mningkat
akibat ketdkmampuan atrium u/ mngosongkn diri secara normal.

Peningkatan tekanan & volume atrium kiri dipantulkn ke

belakang ke dlm pembuluh darah paru-tekanan dlm vena


pulmonalis dan kapiler mningkat. Akibatnya terjd kongesti
paru2, mulai dr kongesti vena yg ringan sampai edema
intrstisial yg kadang2 disertai transudasi cairan ke dlm
alveoli. Pd akhirnya, tekanan arteri pulmonalis hrs meningkat
akibat pningkatan kronis resistensi vena pulmonalis. Respons
ini mmastikan perbedaan tekanan yg memadai u/ mndorong
darah mlalui pmbuluh paru2. Namun hipertensi pulmonalis
mningkatkn resistensi ejeksi ventrikel kanan menuju arteri
pulmonalis. Ventrikel kanan berespons terhadap peningkatan
beban tekanan ini dgn hipertrofi otot.

Temuan yg sering dijumpai pd stenosis mitralis:


1. Auskultasi
2. Ekokardiografi
3. Elektrokardiogram
4. Radiografi dada
5. Temuan hemodinamik

Regurgitasi Mitralis
Regurgitasi mitralis mmungkinkn aliran darah berbalik dr

ventrikel kiri ke atrium kiri akibat penutupan katup yg tdk


sempurna. Selama sistolik ventrikel secara bersamaan
mndorong darah ke dlm aorta & kembali ke dlm atrium kiri.
Kerja ventrikel kiri maupun atrium kiri hrs ditingkatkn agar dpt
mpertahankn curah jantung.
Gejala paling awal pd regurgitasi mitralis adlh :
1. rasa lemah & lelah akibat berkurangnya aliran darah
2. dispnea saat beraktivitis
3. palpitasi
Gejala berat dicetuskn o/ kegagalan ventrikel kiri sehingga
mnyebabkn penurunan curah jantung & kongesti paru2

Stenosis Aorta
Stenosis aorta mnghalangi aliran darah dr ventrikel kiri ke aorta

pd waktu sistolik ventrikel. Dgn mningkatnya resistensi


terhadap ejeksi ventrikel, maka baban tekanan ventriel kiri
mningkat. Sbg akibatnya ventrikel kiri menjd hipertrofi agar dpt
mnghasilkn tekanan yg lebih tinggi u/ mpertahankn perfusi
periper.
Tanda2 yg mnomjol pd stenosis aorta berat sbg brkt :
1. auskultasi
2. ekokardiografi
3. elektrokardiogram
4. radiografi dada
5. temuan hemodinamik

Regurgitasi Aorta
Regurgitasi aorta mnyebabkn refluks darah dr aorta ke dlm

ventrikel kiri sewaktu relaksasi ventrikel. Pd prinsipnya, jaringan


perifer & ventrikel kiri bersaing u/ mndptkn darah yg keluar dr
ventrikel selama sistolik. Besarnya aliran darah ke dpn atau
runoff ke perifer terhadap aliran retrograd ke ventrikel
bergantung pd derajat penutupan katup & resistensi relatif
terhadap aliran darah antara pembuluh darah perifer & ventrikel.
Resistensi pembuluh darah perifer biasanya rendah pd
insufisiensi aorta, tampaknya mrupakn mekanisme kompensasi
u/ mmaksimalkn aliran darah ke dpn. Namun pd stadium lanjut
resistensi perifer akan mningkat, sehingga jg mningkatkn aliran
retrograd melalui katup aorta & mpercepat perkembangan
penyakit.

Penyakit Katup Trikuspidalis


Stenosis katup trikuspidalis akan mnghambat aliran darah

dr atrium kanan ke ventrikel kanan selama diastolik. Lesi


ini biasanya berkaitan dgn penyakit katup mitralis &aorta
yg terjd akibat prnyakit jantung reumatik berat.
Stenosis trikuspidalis mningkatkn beban kerja atrium
kanan, memaksa pmbentukn tekanan yg lebih besar u/
mpertahankn aliran melalui katup yg tersumbat.
Kemampuan kompensasi atrium kanan terbatas sehingga
atrium akan mngalami dilatasi yg cepat. Peningkatan
volume & tekanan atrium kanan mngakibatkn penimbunan
darah pd vena sistemik & pningkatan tekanan.

Penyakit Katup Pulmonalis


Insidensi penyakit katup pulmonalis sangat

rendah. Stenosis pulmonalis biasanya merupakan


kelainan kongenital & bkn akibat penyakit rematik
jantung. Stenosis katup pulmonalis mningkatkn
beban kerja ventrikel kanan sehimgga mnyebabkn
hipertrofi ventrikel kanan. Gejala2 baru timbul bila
terjd kegagalan ventrikel kanan yg mnimbulkn
pelebaran vena sistemik & segala sekuele klinisnya.

Penyakit Katup Campuran


Lesi campuran sering terjd, yaitu terdiri atas

stenosis & insufisiensi pd katup yg sama. Lesi ini


diduga terjd akibat katup yg mngalami stenosis &
tdk dpt bergerak leluasa sering kali tdk dpt
menutup sempurna. Lesi gabungan (atau penyakit
katup majemuk ) sering terjadi akibat penyakit
jantung rematik biasanya mengenai biasanya
banyak katup.

Tindakan Pengobatan
Demam rematik dan endokarditis bakterialis

subakut merupakan dua penyakit yang


sesungguhnya dapat dicegah sehingga dapat
menurunkan insiden atau keparahan lesi katup
didapat. Demam rematik dapat dihindari dengan
melakukan deteksi dini dan pemakaian penisilin
untuk mengobati infeksi streptokokus beta
hemolitikus grup A.

Tindakan Pengobatan
Pengobatan demam rematik akut dilakukan secara faliatif,

yaitu
(1) anti biotik, seperti penisilin atau eritromisin, untuk
membasmi oganisme streptokokus yang tersisa;
(2) Anti radang (antiinflamasi) seperti salisilat atau
kortikosteroid; prednison, dexametason
(3) Analgesik, jika ada indikasi nyeri artritis; antalgin,
parasetamol, asam mefenamat.
(4) Pembatasan aktivitas fisik sesuai derajat karditis.

Gagal jantung yang mungkin timbul memerlukan

pembatasan garam, pemberian digoksin, dan


diuretik. Obat penyekat saluran kalsium atau
penyekat beta mungkin bermanfaat bila diberikan
bagi penderita irama sinus yang mengalami gejala
saat beraktifitas, saat gejala timbul dengan
frekuensi denyut jantung cepat.