Anda di halaman 1dari 24

MEDULA SPINALIS

Medulla

spinalis terletak di di dalam canalis vertebralis. Pada


orang dewasa normal terbentang dari foramen magnus os
occipital sampi discus intervertebralis antara vertebra L1 dan L2,
tetapi dapat berakhir pada vertebra T 12 atau L3.

Medulla

spinalis menggelembung pd 2 tempat yaitu:


1. Intumescentia cervicalis (segmen C4 dan T1) membentuk
pleksus brachialis yg menpersarafi extremitas superior
2. Intumescentia lumbosacralis (segmen L2 dan S3) membentuk
pleksus lumbalis dan sacralis mempersarafi ekstremitas inferior

ANATOMI

Susunan

bagian dalam Medulla Spinalis:

1. Substansia grisea (warna gelap abuabu)


2. Substansia alba (warna pucat) sbg
jaras konduksi impuls aferen dan eferen
antara berbagai tingkat medulla spinalis.

Substansia

grisea:
- Cornu Ventral ( anterior)
- Cornu Dorsal (posterior)
- Cornu intermedium

Terutama terdiri dari badan sel dan dendrit,


bagian ini mengandung neuron MOTORIK.
Terdapat 3 bagian utama:
1. Kelompok medial:
- terbentang dri segmen C1 sampai Co 1
- nucleus ventromedialis dan dorsomedialis
- melayani otot leher, truncus, m.
Intercosta dn abdomen

Cornu Ventral (Anterior)

2. Kelompok lateral :
- melayani otot memberum superius dan inferius hanya
ditemukan pd segmen MS tertentu ( C4 sampai T1) (L2
sampai S2)
- nucleus ventroventrolateralis: (C4-T1) otot cingulum
dan brachium, (L2-S2) cingulum dan tungkai atas
- nucleus dorsolateralis: (C4-T1) otot antebrachium dan
tangan, (L2-S2) otot tungkai bawah dn kaki
- nucleus retrodorsolateralis: neuron yg maat besar dn
axon yg panjang. (C8-T1) otot yg menggerakan jari
tangan, (S1-S3) otot yg menggerakan jari-jari kaki

Kelompok

sentral
Terletak ditengah-tengah cornu ventrale
Nucleus phrenicus (C4-C6)
Nucleus accesorius ( C1-C5 atau C6)

Merupakan

Spinalis.

1.

pusat SSO/ANS di Medulla

Cornu Intermediolaterale: Th1-L3


merupakan pusat spinal sympathicum
/sympathicus.

2. Cornu Intermediomediale atau nuclei


parasymphatici sacrales: S 2-4.

Cornu Intermedium

Substantia Gelatinosa

1.

Di bagian apex
Ditemukan di semua segmen medula spinalis
Menerima serat-serat aferen halus yang mengantarkan impulsimpuls nyeri dan suhu

Nucleus Propius

2.

Menempati sebagian besar cornu dorsale


Terdapat mulai segmen C! sampai Co. 1
Menerima serat-serat tebal, yang mengantarkan impuls-impuls
proprioseptif dan mungkin juga raba

Substantia Visceralis Secundaria

3.

Terletak pada bagian lateral basis cornu dorsale


Terdapat pada segmen Th 1 sampai L 3
Menerima serat-serat aferen visceral

Cornu Dorsale

Lesi Medulla Spinalis

Infeksi

pada satu atau beberapa ganglia


spinalia oleh virus neurotropik
Paling sering terjadi di regio torakal dan
menyebabkan eritema yang nyeri pada
dermatom yang sesuai
Gambaran klinis ini disebut herpes zoster,
rasa tidak nyaman, nyeri seperti ditusuktusuk dan parestesia di area yang terkena

Sindrom ganglion radiks dorsalis

Lesi di Posterior Root NEUROSYPHILIS

Disruption dorsal column


Effect:
Bilateral loss of touch
(hypesthesia), vibration sense
, proprioception (loss of
position sense), ataxia,
asynergia
intact motor function, pain
and temp sensation
Cause:
posterior spinal artery
occlusion, tertiary syphilis,
Friedrich's ataxia, Subacute
Degeneration of the cord
(B12 deficiency)

Lesi Medulla Spinalis

SINDROM KORNU POSTERIUS

Manifestasi

klinis siringomielia,
hematomielia, tumor intramedular medula
spinalis, dan lain-lain.
Menimbulkan defisit somatosensorik
segmental
Sensasi nyeri dan suhu segmen ipsilateral
yang sesuai hilang dan menyisakan
sensasi bagian kolumna posterior (sensasi
epikritik dan propioseptif) => Defisit
Somatosensorik Terdisosiasi

SINDROME KORNU ANTERIUS

Berasal dari :
traktus piramidalis,

jaras
desendens
non
piramidalis
(
diantaranya traktus retikulospinalis,
traktus
tektospinalis,
traktus
vestibulospinalis, dan traktus rubrospinalis.

KORNU ANTERIOR

Berbagai

jenis atrofi otot spinal secara spesifik


mempengaruhi sel-sel kornu anterior, terutama
pada pembesaran servikalis dan lumbalis medula
spinalis.
Poliomielitis : sel kornu anterius hilang secara
akut & ireversible : menyebabkan paresis flasid
otot-otot di segmen yan sesuai.
Otot proksimal cendrung lebih terpengaruh, otot
menjadi atropi. Pada kasus berat dapat digantikan
seluruhnya oleh jaringan ikat dan lemak .

SYNDROME KORNU ANTERIOR

Lesi Medulla Spinalis

Gambaran klinisnya, kombinasi paresis plasid dan spastik. Atrofi


otot yang timbul pada awal perjalaan penyakit, umumnya sangat
berat sehingga reflek tendon dalam menghilang, jika hanya
mengenai lower motor neuron.

Jika terjadi kerusakan yang simultan pada upper motor neuron


(dengan konsekuensi berupa degenerasi traktus piramidalis dan
spastisitas),reflex umumnya tetap dapat dicetuskan dan bahkan
dapat meningkat. Degenerasi nuclei nervus kranialis motoric
yang meyertainya dapat menyebabkan disartria dan disfagia
(kelumpuhan bulbar progresif)

The

lesion of the hemisection of spinal cord


can occur due to injury, tumor, or disc
herniation.
Injury to half the spinal cord, or hemisection
of the cord, produces a unique constellation
of findings: loss of motor and fine touch on
the same side as the injury, and loss of
pain/temperature on the opposite side.
Brown-Sequard syndrome

Hemisection of spinal cord lesion

Effects of Spinal Cord Dysfunction by Segmental Level


Location of Lesion*
At or above C5
Between C5 and C6

Between C6 and C7

Possible Effects
Respiratory paralysis
Quadriplegia
Paralysis of legs, wrists, and
hands
Weakness of shoulder
abduction and elbow flexion
Loss of biceps jerk reflex
Loss of brachioradialis deep
tendon reflex
Paralysis of legs, wrists, and
hands, but shoulder movement
and elbow flexion usually
possible

Between C7 and C8

Loss of triceps jerk reflex


Paralysis of legs and hands

At C8 to T1

Horner syndrome (constricted


pupil, ptosis, facial anhidrosis)
Paralysis of legs

Between T1 and conus


medullaris

Paralysis of legs