Anda di halaman 1dari 14

CASE STUDY

GLOBAL DEVELOPMENT DELAY (GDD)


Presented by :
DAHLIA
AINIL FATIMA ZAINODIN
MUHAMMAD SYAZWAN KHALI AZIZ

NAMA
: ADNAN AFENDI
T.LAHIR
: 08-06-2010
UMUR
: 4 Tahun 4 Bulan
T.PEMERIKSAAN : 4 Agustus 2014
Anak ke 4 dari 6 Saudara

BB : 16 KG
TB : 98 cm

BB/TB : 16/15x100
: 106%
: Gizi Baik

LK : 37 cm (Mikrosefal) N: 30-46 cm

Seorang anak laki-laki umur 4 tahun 4 bulan datang dengan keluhan


terlambat bicara disedari sejak umur 2 tahun, saat ini baru bisa
bicara beberapa kata. Dirumah menggunakan satu bahasa.
Hubungan dengan keluarga baik dan suka menonton TV. Demam
(-), Batuk (-), Sesak (-), muntah (-). Pola tidur baik.
BAB : Biasa lancar, BAK : Biasa lancar.
Riwayat penyakit
: kejang tanpa demam ada 2tahun yang lalu.
Anak di EEG dengan hasil epilepsi
Riwayat Kehamilan : Ibu tidak pernah sakit dan tidak konsumsi
obat obatan atau jamu.
Riwayat persalinan : BCB/SMK/Lahir spontan

Riwayat Prenatal :
Kehamilan yang di inginkan
Pemeriksaan kehamilan teratur
Ibu tidak konsumsi obat, jamu, alkohol dan tidak merokok
Tidak ada masalah psikologis saat hamil
Riwayat Perinatal :
Kehamilan 37 minggu
Persalinan spontan, Ditolong bidan
Tidak ada komplikasi saat persalinan,
Tidak ada kelainan atau trauma saat lahir
Bayi segera menangis
BBL : 2600 gramPBL : 48 cm LK : Lupa

Riwayat Post Natal :


Bayi tidak kuning
Bayi tidak biru
Bayi kejang tidak disertai demam dengan durasi lebih 5 menit
seluruh tubuh kejang, Frekuensi kejang 4x, Setelah kejang anak
sadar.
Anak minum asi + susu formula
Pola makanan teratur , tidak ada kesulitan menelan

Riwayat Perkembangan Psikomotor


Tengkurap
: 4 Bulan
Tertawa bersuara : Lupa
Bolak Balik
: Lupa
Menugulangi suku kata : 1Tahun10
Bulan

Duduk

: 8 Bulan
Meniru kata-kata : Lupa
Berjalan : 1Tahun4Bulan Bicara bermakna : 3tahun
Tersenyum
: Lupa

Pemeriksaan Fisik:
Keadaan Umum : Aktif
BB : 16 KG

TB : 58 cm
TD : 90/60 mmHg
Nadi : 80x/menit
22x/menit S : 36.5C
Paru

P:

: BP Vesikuler
BT Ronki -/- Wheezing -/Jantung : BJ I/II Murni reguler, Tidak ada
bising
Organ artikulasi : Bibir, Lidah, Palatum
(dalam batas normal)
Penglihatan : Melihat
Pendengaran : Mendengar
Komunikasi : Delayed
Kognisi
: Delayed

Status Neurologis :
N.II :Pemeriksaan visus normal
N.III, N.IV, N.VI : Gerakan bola
mata normal
N.VII :ggn pendengaran (-)
N.IX, X : ggn menelan (-)
: deviasi palatum molle (-)
N.XII : Lidah keluar simetris

Pemeriksaan Penunjang :
EEG : Epilepsi

Pemeriksaan Penunjang :
EEG : Epilepsi

DANVER II Keterlambatan bahasa dan perilaku

Diagnosis :
1. Medis : Global Development Delay + Epilepsi + Microcephal
2. Fungsional Perkembangan motorik kasar Normal

Perkembangan motorik halus Normal


Perkembangan ekspresif Delayed
Perkembangan sosialisasi Delayed
Perkembangan kognisi Delayed
Perkembangan prilaku Delayed

3. Impairment : Focal Epileptikus yg menyebabkan kejang dan mikrosephal


Disability : Keterlambatan bicara
Handicap : Sulit berkomunikasi

Rencana dan Terapi (P)


Stimulasi kemampuan gerak halus umur 24-36 bulan
Stimulasi kemampuan gerak kasar umur 24-36 bulan
Stimulasi kemampuan bersosialisasi dan kemandirian umur
24-36 bulan
Stimulasi kemampuan bicara dan bahasa

GANGGUAN BICARA
DAN BAHASA PADA
ANAK
Presented by :
DAHLIA
AINIL FATIMA ZAINODIN
MUHAMMAD SYAZWAN KHALI AZIZ

PERKEMBANGAN BAHASA NORMAL


Kortex
Motorik

Lobus Parietal

AREA
WERNICK
Kortex
Sensorik

Lobus
Frontal

Lobus
Occipital

AREA
BROCA
Area
pendengaran
primer

Area
pendengaran
primer

Lobus
Temporal

Fungsi Bicara di urus oleh hemisfer serebri, khususnya hemisfer dominan


Periode kemampuan bicara & bahasa (9-24 bulan awal kehidupan)
3 Area utama khusus untuk bahasa :
ANTERIOR ( Area Broca & Korteks Motorik )
POSTERIOR ( Area Wernicke )

Kelainan bagian
posterior

Fasciculus
Arcuata
AREA
BROCA

(Bahasa pasif)
Kelainan
bahasa reseptif
Kelainan bagian
Anterior
(Bahasa aktif)

Area
pendengaran
primer

AREA
WERNICK

Kelainan bahasa
Ekspresif

Kelainan bicara terjadi apabila terdapat gangguan pada salah satu jalan impuls ini :

Kortex
pendengaran
primer

Area
Wernick
(( kortex
kortex
temporoparietal
temporoparietal
posterior)
posterior)

Fasciculus
Arcuata

Area
Broca
(jawapan
motorik
dikordinasi)

ETIOLOGI GANGGUAN BICARA DAN BAHASA


1

Lingkungan

Emosi

Masalah
Pendengaran

Perkembangan
terlambat

Cacat Bawaan

Kerusakan
Otak

Sosial ekonomi kurang


Tekanan keluarga

* Keluarga bisu
* Dirumah guna bahasa bilingual

Ibu yang tertekan


Gangguan serius pada orang tua dan anak

Kongenital
Didapat

Perkembangan terlambat
Retardasi mental

Palatoschizis
Sindrome Down

Kelainan neuromuscular
Kelainan senorimotor

* Kelainan serebral
* Kelainan persepsi

BERBAGAI BENTUK GANGGUAN BICARA DAN BAHASA


Dysartria

Suttering (Gagap)

Afasia

Gangguan motorik dari


pengucapan

Gangguan kelancaran
atau abnormalitas dalam
kecepatan atau irama
bicara

Hilang kemampuan untuk


membentuk kata-kata
atau untuk menangkap
arti kata-kata.

Kelemahan otot mulut,


wajah dan pernafasan

Bisa terjadi spasme tonik


dari otot-otot bicara
seperti lidah, bibir & laring

Ganguan
- Bicara
- Pemahaman.

Penyebab :
Penyebab :
head injury, cerebral palsy, Terdapat kecendrungan
dan muscular dystrophy
adanya riwayat gagap
dalam keluarga
Tanda & Gejala :

Bicara pelo, Lambat


Lunak & lafaz tidak tajam
Terbatasnya gerakan
lidah, bibir dan rahang
Poor control of saliva
Abnormal
intonasi(sengau)

Tanda dan Gejala :

Kelainan yang terjadi


karena kerusakan dari
bagian otak yang
mengurus bahasa

Tanda & Gejala


Pengulangan kata atau
berdasarkan tipe :
bagian kata
I. Afasia Motorik
Bicara jadi terputus
(Broca)
(block), block terjadi saat
II. Afasia Sensorik
mulut sedang dalam posisi
(Wernicke)
mengeluarkan suara
III. Afasia Global

AFASIA
1. AFASIA MOTORIK
Rusaknya area Broca.

3. AFASIA GLOBAL

Rusak Broca
dan Wernick
Tidak bisa bicara
dan memahami

2. AFASIA SENSORIK
Rusaknya area Wernicke di

(Girus Temporal Superior)


( Girus Frontal Inferior)
Tidak mengerti isi
Mengerti isi pembicaraan,
pembicaraan tapi bisa
namun tidak bisa menjawab
mengeluarkan kata- kata
Bisa mengeluarkan 1 2
(fluent)
kata (nonfluent)
Disebut : Afasia Expressif
: Disebut : Afasia Reseptif
: Afasia Wernicke
Afasia Broca
AREA BROCA
Fungsi : Area motor untuk
bicara & bahasa

AREA WERNICK
Fungsi : Pemahaman dari
pendengaran
(auditory comprehension)

APRAXIA

Gagal untuk bisa berbicara


Persepsi baik

Adalah salah satu bentuk dari speech-language pathologist


(SLP)
Apraxia bicara adalah gangguan motorik bicara. Disebabkan
oleh kerusakan bagian otak yang berhubungan dengan
kemampuan berbicara.
Dapat terjadi dalam hubungannya dengan
- Dysathria (kelemahan otot penghasil suara) atau
Afasia (kesukaran berbahasa).

Pasien tahu huruf/kata yang akan diucapkannya, tapi otaknya


mengalami kesulitan untuk mengkoordinasikan pergerakan
otot untuk menghasilkan huruf/kata tersebut.
Contoh ( pasar

pagar )

( kitchen chicken )

TERIMA KASIH