Anda di halaman 1dari 24

LIMFOGRANULOM

A VENEREUM

Definisi Limfogranuloma Venereum

Limfogranuloma venereum (LGV) adalah


penyakit venerik yang disebabkan oleh
Clamydia trachomatis, yang mengenai system
saluran pembuluh limfe dan kelenjar limfe,
terutama pada daerah genital, inguinal, anus
dan rektum.

Disebut huga sebagai limfopatia venereum


atau limfogranuloma inguinale yang dilukiskan
pertama kali oleh Nicolas, Durand, dan Favre
pada tahun 1913, karena itu juga disebut
penyakit Durand-Nicholas-Favre.

Bentuk yang tersering adalah sindrom


inguinal, sindrom tersebut berupa
limfadenitis dan periadenitis beberapa
kelenjar getah bening inguinal medial
dengan kelima tanda radang akut dan
disertai gejala konstitusi, kemudian
akan mengalami perlunakan yang
serentak.

Epidemiologi Limfogranuloma
Venereum

Penyakit ini terutama terdapat di negara


tropik dan sub tropik.
LGV endemik pada pada beberapa area,
seperti Afrika, Asia Tenggara, Amerika
Selatan, dan Carribean.
Tterjadi pada usia 19-67 th, Rata2 yg
terdiagnosis usia 37 th
Etnis kulit putih (89%)

_______________________________________________________________________________________________________________________________
_______________________________________________________________________________________________________________________________
_______________________________________________________________________________________________________________________________
_______________________________________________________________________________________________________________________________
_______________________________________________________________________________________________________________________________
_______________________________________________________________________________________________________________________________
_______________________________________________________________________________________________________________________________
_______________________________________________________________________________________________________________________________
_______________________________________________________________________________________________________________________________

Etiopatogenesis Limfogranuloma
Venereum

Etiologi LGV adalah C.trachomatis.


C.trachomatis merupakan famili dari
Chlamydiaceae,
yang
diklasifikasikan
menjadi tiga, yakni C.trachomatis,
C.pneumoniae, dan C.psittaci.
C.trachomatis dibagi menjadi 15 sub
tipe :

Sub tipe A-C


sub tipe D-K
sub tipe L (L1, L2(L2a/L2b), dan L3).

Etiopatogenesis Limfogranuloma
Venereum

Melalui trombolimfangitis dan perilimfangitis dg


penyebaran proses inflamasi dari limfe nodus
yang terinfeksi ke jaringan sekitar. Limfangitis
ditandai dengan adanya proliferasi sel endotel
pada pembuluh limfe dan saluran limfe di dalam
limfe nodus.
Berlangsung beberapa minggu sampai bulan
Sembuh Melalui fibrosis struktur normal dari
nodus limfe akan dirusak obstruksi pembuluh
limfe Edema kronik & fibrosis indurasi dan
pembesaran daerah yang terkena. Fibrosis juga
mengganggu suplai darah ke kulit dan mukosa
ulkus.

Gejala Klinis Limfogranuloma


Venereum

Stadium primer

Setelah masa inkubasi selama 3-30 hari

gejala klinis berupa erosi yang dangkal, vesikel, pustul,


papul yang kecil atau ulkus yang tidak nyeri, muncul pada
tempat inokulasi bakteri (biasanya pada prepusium atau
glans penis, uretra, vulva, vagina, rektum, perineum, dan
pada serviks).

Lesi ekstra genital bisa terjadi pada kavum


oris (tonsil) dan ekstra genital limfo nodi.
Lesi biasanya soliter dan cepat hilang
tanpa meninggalkan jaringan parut.

Stadium sekunder

Terjadi 2-6 minggu setelah infeksi


primer.

Stadium ini berlangsung sistemik


dan
menyerang
limfo
nodi
inguinal, anus, dan rektum. Jika
lesi primer pada penis, vulva,
atau perianal, maka akan tampak
limfadenopati
inguinal
atau
Limfadenopati
ingunal lebih sering terjadi pada pria jika
femoral.
lesi primernya terletak pada genitalia eksterna.
Sedangkan pada wanita, lesi primernya terletak pada
genitalia eksterna dan vagina 1/3 bawah. Itulah sebabnya
limfadenopati lebih sering terdapat pada pria dari pada
wanita, karena pada umumnya lesi primer pada wanita

Stadium
sekunder

Yang terserang adalah kelenjar


getah bening inguinal medial

Terbentuk Bubo, yang dapat


ruptur

secara

tiba-tiba

atau

membentuk sinus.

Gambar: Bubo yang Belum


Ruptur (Kiri) dan Bubo yang
Telah Ruptur (Kanan)

Pada

stadium

lanjut

terjadi

penjalaran ke kelenjar limfo nodi


di fosa iliaka yang disebut Bubo

bertingkat
atau
Etage
Bubonen),
Jika tejadi pembesaran kelenjar limfo
nodi inguinal
dan
femoral
secara
bersamaan, keduanya akan dipisahkan oleh ligamentum inguinale,
kadang
juga
ke
kelenjar
sehingga tampak adenopati di atas dan di bawah ligamentum inguinale.
Keadaan ini disebut Groove Sign.

Stadium sekunder

Pada stadium sekunder ini, gejala


sistemik biasanya terjadi, seperti
demam, menggigil, berkeringat di
malam hari, sakit kepala, malaise, dan
mialgia.

Stadium tersier

Pada LGV kronik yang tidak diterapi edema dan


elefantiasis. Elefantiasis dapat terbentuk fistel-fistel
dan ulkus-ulkus Sindrom Esthiomen dengan
genitalia eksterna yang mengalami destruksi luas
elefantiasis
genito-anorektalis
yang
disebut
Sindrom Jersild.
Jika terbentuk infiltrat di uretra posterior, yang
kemudian menjadi abses, lalu memecah dan menjadi
fistel striktur hingga orifisium uretra eksternum
berubah bentuk seperti mulut ikan yang disebut
Fish Mouth Urethra dan penis melengkung.

Kelainan Lain pada


Limfogranuloma Venereum

Pada kulit dapat timbul eksantema, berupa


eritema nidosum dan eritema multiformis.
Pada mata dapat konjungtivitis, biasanya
unilateral disertai edema dan ulkus pada
palpebra. Sering pula bersama-sama dg
pembesaran kelenjar getah bening regional dan
demam

Sindrom
Okuloglandular
Parinaud.
Susunan saraf pusat meningoensefalitis.
Kelainan
lain
ialah
hepatosplenomegali,
peritonitis, dan uretritis (dapat disertai ulkusulkus pada mukosa atau bersama-sama dengan
sistitis dan epididimitis).

Penegakan Diagnosis Limfogranuloma


Venereum

Diagnosis LGV ditegakkan baik melalui gejala klinis ataupun


melalui pemeriksaan penunjang. Terdapat beberapa macam
pemeriksaan penunjang, diantaranya adalah :

Penegakan Diagnosis Limfogranuloma


Venereum

Diagnosis Banding
Limfogranuloma Venereum
Diagnosis banding LGV sangat bervariasi tergantung pada
stadiumnya:

Stadium Primer

Ulkus durum
Ulkus Mole

Stadium Sekunder

Skrofuloderma
Limfadenitis piogenik
Limfadenitis karena ulkus mole
Limfoma maligna
Hernia inguinalis

Penatalaksanaan Limfogranuloma
Venereum

Pengobatan LGV dengan antibiotik dilakukan


selama
21
hari.
Antibiotik
yang
direkomendasikan adalah :
doksisiklin oral 100 mg 2 kali sehari selama 21
hari,
eritromisin oral 500 mg 4 kali sehari selama 21
hari,
alternatif lain adalah azitromisin oral 1 gr 1 kali
(single dose ) selama 21 hari.
Doksiksiklin adalah pengobatan lini pertama
pada
LGV,
sedangkan
eritromisin
adalah
pengobatan lini kedua.

Seluruh pasien harus di follow up sampai gejala

Penatalaksanaan

Jika pasien telah didiagnosis LGV, maka partner


hubungan seksual selama 30 hari terakhir juga
harus

dievaluasi,

jika

menunjukkan

gejala

klinis, maka harus diobati seperti pasien yang


telah didiagnosis LGV. Namun, jika partner
hubungan seksual tidak menunjukkan gejala
atau asimtomatik, maka harus diobati dengan
doksisiklin oral 100 mg 2 kali sehari selama 7
hari, atau dosis tunggal 1 gr azitromisin.

Komplikasi

Sindrom anorektal
manifestasi lanjut GV terutama pada
wanita, karena penyebaran langsung
dari lesi primer di vagina ke kelenjar
limfe perirectal.

Gejala awal berupa perdarahan anus yang diikuti


duh anal yang purulent disertai febris, nyeri saat
defekasi, sakit perut bawah, konstipasi

Komplikasi

Sindrom genital (Eschiomene)


edem vulva yang terjadi sepanjang
klitoris sampai anus (elephantiasis labia)
akibat peradangan kronis.
Pada permukaan elephantiasis dapat terjadi tumor
polipoid dan verukosa, dan karena tekanan dari
paha dapat menjadi pipih, disebut buchblatt
condyloma.
Pada Laki2 Klinisnya berupa elephantiasis skrotum.
Bila derajat kerusakan kelenjar dan pembuluh limfe
berat atau luas, dapat terjadi elephantiasis sati
atau kedua tungkai.

Prognosis Limfogranuloma Venereum

Prognosis pasien dengan LGV adalah baik, jika


infeksi dikenali secara tepat dan diterapi secara
cepat sebelum terbentuk inflamasi yang berat,
seperti bubo dan pembentukan fistula.
Disamping terapi yang
tepat, pasien dengan
bubo juga harus di-follow
up untuk melakukan
tindakan aspirasi. Secara
umum, adanya jaringan
parut yang terjadi akibat
gejala klinis yang lanjut,
membutuhkan waktu
yang lama untuk
sembuh.

Kesimpulan

Limfogranuloma
venereum
(LGV)
adalah
penyakit menular seksual yang disebabkan
oleh bakteri obligat intraseluler Chlamydia
trachomatis (C. trachomatis) sub tipe L1, L2,
dan L3.
Tanda khas pada sindrom inguinal adalah
adanya Bubo dan Groove Sign.
Penatalaksanaan LGV dengan antibiotik, lini
pertama adalah doksisiklin dan lini kedua
adalah eritromisin. Bubo selain di terapi dengan
antibiotik juga dilakukan tindakan aspirasi. Pada
LGV yang telah mengalami komplikasi lanjut,
dilakukan tindakan bedah.

_________________________________________________________________________________________________________________________________________
_________________________________________________________________________________________________________________________________________
_________________________________________________________________________________________________________________________________________
_________________________________________________________________________________________________________________________________________
_________________________________________________________________________________________________________________________________________
_________________________________________________________________________________________________________________________________________
_________________________________________________________________________________________________________________________________________
_________________________________________________________________________________________________________________________________________
_________________________________________________________________________________________________________________________________________
_________________________________________________________________________________________________________________________________________
______________________________