Anda di halaman 1dari 27

CLINICAL SCIENCE SESSION

ENDOMETRIOSIS
Oleh:
RTS. Risky Teresia Fauzi, S.Ked
G1A 213038

Pembimbing:
Dr. dr. Herlambang Noerjasin, Sp.OG (K)
FM
KEPANITERAAN KLINIK SENIOR FK UNJA
BAGIAN OBSTETRI DAN GINEKOLOGI
RSUD RADEN MATTAHER PROV. JAMBI

PENDAHUL
UAN

Endometriosis merupakan penyakit ke 3


terbanyak pada perempuan berusia antara
15-44 tahun.
di Amerika serikat, endometriosis
ditemukan 5-10% perempuan usia
produktif
Di indonesia,15-20% perempuan infertil
disebabkan oleh endometriosis, sedangkan
prevalensi endometriosis pada perempuan
infertil idiopatik mencapai 70-80%.

TINJAUAN
PUSTAKA

Endometriosis adalah jaringan ektopik yang


memiliki susunan kelenjar atau stroma endmetrium
atau kedua-duanya dengan atau tanpa makrofag
yang berisi hemosiderin dan fungsinya mirip
dengan endometrium karena berhubungan dengan
haid dan bersifat jinak, tetapi dapat menyebar ke
organ-organ dan susuanan lainnya.

Lokasi endometriosis berdasarkan urutan tersering


ditemukannya ditempat sebagai berikut :
Ovarium
Peritoneum dan ligamentum sakrouterinum, kavum
Douglasi, dinding belakang uterus, tuba Fallopi, plika
vesiko uterina, ligamenum rotundum dan sigmoid
Septum rectovaginal
Kanalis inguinalis
Apendiks
Umbilikus
Serviks uteri, vagina, vesika urinaris, vulva, perineum
Kelenjar limfe

Kehamilan preterm
Aplikasi cunam sebelumnya gagal
Molase dan pembentukan caput
succadenum yang berlebihan
Dugaan makrosomia
Janin mati

Patogenesis

Beberapa ahli mencoba menerangkan


kejadian endometriosis, antara lain:
Teori implantasi dan regurgitasi (John A.
Sampson)
Teori metaplasia (Robert Meyer)
Teori Penyebaran secara limfogen (Halban)
Teori imunologik

Patologi
Lokasi yang sering terdapat endometriosis adalah
ovarium dan pada edua ovarium. Pada ovarium
tampak kista biru kecil sampai kista besar berisi
darah tua menyerupai coklat (kista coklat/
endometrioma)

Kriteria Ekstraksi Vakum Gagal

Waktu dilakukan traksi, mangkuk terlepas


sebanyak 3 kali.
Dalam waktu setengah jam dilakukan traksi,
janin tidak lahir.

Penyulit
Laserasi dan memar
kulit kepala,
Hematom subgaleal,
Sefal hematom
Perdarahan
intrakranial
Ikterus neonatorum
Perdarahan
subkonjungtiva

Fraktur klavikula,
Distorsia bahu,
Cedera saraf kranialis
ke-6 dan ke-7,
Erb palsy,
Perdarahan retina, dan
Kematian janin.

Komplikasi
Janin
Ibu
Perdarahan
Trauma jalan
lahir
Infeksi

Ekskoriasi kulit
kepala
Sefalhematoma
Subgaleal hematoma
Nekrosis kulit kepala
yang dapat
menimbulkan
alopesia.

Keunggulan
ekstraksi
dibandingkan ekstraksi cunam:

vakum

Pemasangan mudah (mengurangi bahaya


trauma dan infeksi)
Tidak diperlukan narkosis umum
Ekstraksi vakum dpt dipakai pd kepala yg
masih tinggi & pembukaan serviks belum
lengkap
Trauma pd kepala janin lebih ringan.

Kerugian ekstraksi vakum dibandingkan


ekstraksi cunam:

Persalinan janin memerlukan waktu lebih lama


Tenaga traksi tdk sekuat seperti pd cunam.
Sebenarnya
hal
ini
dianggap
sebagai
keuntungan, karena kepala janin terlindung dari
traksi dg tenaga yg berlebihan
Pemeliharaannya lebih sukar, karena bagianbagiannya banyak terbuat dari karet & harus
selalu kedap udara.

Cedera Persalinan

Cedera pada neonatus

Resiko lain :
Laserasi kulit kepala
Hemoragia retina
Fraktura kranium
Perdarahan

subarachnoid
Ekskoriasi
Sefalhematoma
Subgaleal hematoma.
Nekrosis kulit kepala

(scalpnecrosis),

Cedera maternal
Resiko cedera ibu pd EV
lebih rendah dari pada EC
atau seksio sesar.
Laserasi jalan lahir
Inkontinensia
urine dan
inkontinensia alvi

KESIMPULAN

Proses persalinan dipengaruhi o/ 3


faktor yg berperan y/ kekuatan
mendorong janin keluar (power),
faktor janin (passanger) dan faktor
jalan lahir (passage).
Dibeberapa negara metode ini sudah
mulai ditinggalkan karena banyak
menimbulkan efek, baik pada fetal
maupun maternal

U/ dpt melakukan EV harus


memenuhi syarat & indikasi medik
serta tdk adanya kontra indikasi yg
membahayakan bagi ibu & anak.
Keuntungan
penggunaan
EV
adalah
efek
traumatik
yg
ditimbulkan lebih ringan dari pada
EC.

Sedangkan kerugiannya adalah


waktu yg dibutuhkan u/ EV relatif
lebih lama sehingga tdk dpt
digunakan pd kasus gawat janin.
Jika EV mengalami kegagalan
maka dpt dilakukan EV +
simfisiotomi / lakukan sectio
sesarea.

TERIMA KASIH

Klasifikasi Tindakan Ekstraksi Vakum berdasarkan


fetal station dan cranial postion
JENIS TINDAKAN
Ekstraksi Vakum Outlet

DESKRIPSI KLASIFIKASI*
Kepala sudah di perineum; tanpa menyisihkan labia sudah terlihat kulit kepala
pada introitus; tengkorak kepala janin sudah didasar panggul.
Sutura sagitalis berada pada diameter antero posterior panggul ( posisi oksiput
anterior kiri atau kanan; posisi oksiput posterior kiri atau kanan )

Esktraksi vakum Low

Posisi/station kepala tidak memenuhi kriteria EV outlet; station + 2 (5 cm)


namun belum mencapai dasar panggul.

Subdivisi

Posisi oksiput anterior (OA, LOA, ROA).


Posisi oksiput posterior (OP, LOP, ROP) atau transversal (LOT,

ROT).
Esktraksi Vakum Mid Station < +2 (5 cm) , kepala sudah engage namun kriteria ekstraksi vakum
Pelvic
Persalinan Seksio Sesar dibantu

rendah tak terpenuhi


Tehnik yang tidak spesifik

dengan EV
Ekstraksi vakum khusus

Tehnik EV yang tidak spesifik

Ekstraksi Vakum Tinggi

Prosedur tindakan EV yang tidak memenuhi klasifikasi diatas