Anda di halaman 1dari 57

Perencanaan Pembangkit

Listrik Tenaga Uap


ASWIN IFFATYANTO UTOMO 21060110120020
JOKO SUSILO 21060110110041
WAHYU PRASETYA 21060110120019
HERIAWAN KUKUH S21060110120017
FEBRIAN NUGROHO W 21060110120002
M HAMI PRADIPTA 21060110120011
RISMANTO ARIF N 21060110120028
AGGIE BRENDA V 21060110120007
RIZKY PATRA JAYA 21060110110005

Bagian-bagian PLTU

Outline
Klasifikasi dan Harga Batubara (Rizky PJ)
Coal Handling-Coal Delivery-Pulverised fuel (Aggie B)
Boiler (Heriawan K)
Turbin Uap (Febrian N)
Generator (Wahyu P)
Peralatan Tambahan (Joko S dan Rismanto)
Contoh Perencanaan Biaya ( M Hami P)

Klasifikasi Batubara
1. Lignite (batubara muda atau brown coal)
Tingkat terendah dari batu bara, sangat lunak dan
mengandung air 70% dari beratnya. Berwarna hitam,
sangat rapuh, nilai kalor rendah dengan kandungan karbon
yang sangat sedikit, kandungan abu dan sulfur yang
banyak.
2.Sub bituminus
mengandung sedikit karbon dan banyak air, dan oleh
karenanya menjadi sumber panas yang kurang efisien
dibandingkan dengan bituminus.
3. Bituminus
Batu bara yang tebal, berwarna hitam mengkilat, terkadang
cokelat tua. Mengandung 86% karbon dari beratnya
dengan kandungan abu dan sulfur yang sedikit.
4. Antrasit
kelas batu bara tertinggi, dengan warna hitam berkilauan
(luster) metalik, mengandung antara 86% - 98% unsur
karbon (C) dengan kadar air kurang dari 8%.

Pada PLTU batubara, bahan bakar yang digunakan

adalah batubara uap yang terdiri dari kelas sub


bituminus dan bituminus. Lignit juga mulai
mendapat tempat sebagai bahan bakar pada PLTU
belakangan ini, seiring dengan perkembangan
teknologi pembangkitan yang mampu
mengakomodasi batubara berkualitas rendah.

KEBUTUHAN BATUBARA UNTUK PLTU TANJUNG JATI


B UNIT 3 DAN 4 SEBANYAK 3,4 JUTA TON/TAHUN. WAKTU
TEMPUH PENGANGKUTAN BATUBARA DARI KALIMANTAN
TIMUR KE JEPARA SEKITAR 2,5 HARI
PLTU TANJUNG JATI B KINI MENYUMBANG 25% DARI
PLTU BATUBARA YANG ADA DI JAWA (DARI TOTAL 13.000
MW) DAN MENYUMBANG HAMPIR SEPERDELAPAN LISTRIK
PADA SISTEM INTERKONEKSI JAWA-BALI (TOTAL 24.000
MW).
DENGAN HARGA BATUBARA SAAT INI, PLN MEMBELI
6,5 SEN PER KWH. SEBAGAI PEMBANDING, PLN MEMBELI
LISTRIK DARI PEMBANGKIT BERBAHAN BAKAR BBM
SEHARGA 23 SEN PER KWH
PLTU TANJUNG JATI B AKAN MENGKONSUMSI 8 JUTA
TON PERTAHUN ATAU SEPERENAM DARI BATUBARA YANG
DIALOKASIKAN UNTUK PLN (TOTAL 50 JUTA TON PER
TAHUN).
RATA-RATA HARGA BATUBARA PERSEROAN PADA
TRIWULAN IV-2011 MASIH BERTENGGER DI US$ 97 PER TON,
LALU KEMUDIAN MENURUN MENJADI US$ 94 PER TON DI
TRIWULAN I-2012. PADA AKHIR JUNI 2012 KEMBALI
MELEMAH KE POSISI US$ 87 PER TON.

Coal handling system


Proses sistem
penanganan batubara
terdiri dari proses
pengiriman batubara
dari kapal laut ke
stockpile (area
penimbunan ), dan
pengiriman batubara
dari stock pile ke plant
silo (bunker tempat
menampung batubara).

Coal Delivery

Pengangkutan batu bara menuju tempat penimbunan


batu bara.

Unloading System
bottom dump railcar
Bila pengangkutan lewat darat
top dump railcar

bottom dump railcar


Pintu untuk unloading berada di bawah
rail car

bottom dump railcar


Bagian atas terbuka lebar, untuk
unloading dengan cara diputar

Unloading System
Bila pengangkutan lewat
laut
(Dengan barge / kapal)

port unloading,
dengan peralatan

Continous bucket unloader memiliki


maximum unloading rate sebesar 1500
ton/jam

Coal Conveyor
Untuk mengangkut batubara dari coal yard ke Pulverizer,

Pulverised fuel
Pulverizer adalah bagian

dari peralatan PLTU


yang merupakan mesin
penghalus atau pemecah
batubara.
Batubara dari coal yard
diangkut ke pulverizer
dengan conveyor belt
untuk
dipecah
atau
dihaluskan
menjadi
bubuk halus batubara,

COAL HANDLING SYSTEM:


Vessel Capacity
Ship Unloading rate
Rate of coal conveyor
Rate for staking out
Rate for reclaiming
Coal Storage Capacity

: 70,000 DWT
: 1,500 MT/hour x 2 Units
: 1,500/1,000 MT/hour
: 1,500 MT/hour x 2 Units
: 1,000 MT/hour x 2 Units
: 630,000 ton (+ 2 month)

COAL HANDLING/ SHIP UNLOADER SYSTEM


Type
: Grab
Quantity
: Two (2)
Nominal capacity: 1,500 Ton/hour each
CONVEYOR BELT
Capacity : 1.500 ton/hour
Quantity : Two ( 2 )

Boiler
BOILER MERUPAKAN BEJANA TERTUTUP DIMANA
PANAS PEMBAKARAN DIALIRKAN KE AIR SAMPAI
TERBENTUK AIR PANAS ATAU STEAM BERUPA
ENERGI KERJA. AIR ADALAH MEDIA YANG
BERGUNA DAN MURAH UNTUK MENGALIRKAN
PANAS
KE
SUATU
PROSES.
AIR
PANAS
ATAU STEAM PADA
TEKANAN
DAN
SUHU
TERTENTU MEMPUNYAI NILAI ENERGI YANG
KEMUDIAN DIGUNAKAN UNTUK MENGALIRKAN
PANAS DALAM BENTUK ENERGI KALOR KE SUATU
PROSES.

Komponen-komponen boiler
Furnace

Komponen ini merupakan tempat pembakaran bahan bakar. Beberapa bagian dari furnaces
diantaranya : refractory, ruang perapian, burner, exhaust for flue gas, charge and discharge door.
Steam Drum
Komponen ini merupakan tempat penampungan air panas dan pembangkitan steam. Steammasih
bersifat jenuh (saturated steam).
Superheater
Komponen ini merupakan tempat pengeringan steam dan siap dikirim melalui main steam pipe dan
siap untuk menggerakkan turbin uap atau menjalankan proses industri.
Air Heater
Komponen ini merupakan ruangan pemanas yang digunakan untuk memanaskan udara luar yang
diserap untuk meminimalisasi udara yang lembab yang akan masuk ke dalam tungku pembakaran.
Economizer
Komponen ini merupakan ruangan pemanas yang digunakan untuk memanaskan air dari air yang
terkondensasi dari sistem sebelumnya maupun air umpan baru.
Safety valve
Komponen ini merupakan saluran buang steam jika terjadi keadaan dimana tekanan steammelebihi
kemampuan boiler menahan tekanan steam.
Blowdown valve
Komponen ini merupakan saluran yang berfungsi membuang endapan yang berada di dalam
pipa steam.

Klasifikasi Boiler Berdasarkan Tipe Pipa


Fire Tube

: Tipe boiler pipa api


memiliki karakteristik : menghasilkan
kapasitas
dan
tekanan steam yang
rendah.
Water Tube
: Tipe boiler pipa air
memiliki karakteristik : menghasilkan
kapasitas
dan
tekanan steam yang
tinggi.

Klasifikasi Boiler Berdasar Bahan Bakar yang


digunakan
Solid Fuel

: Tipe boiler bahan bakar padat memiliki karakteristik : harga


bahan baku pembakaran relatif lebih murah dibandingkan dengan boiler yang
menggunakan bahan bakar cair dan listrik. Nilai effisiensi dari tipe ini lebih baik
jika dibandingkan dengan boiler tipe listrik.

Oil Fuel

: Tipe boiler bahan bakar cair memiliki karakteristik : harga bahan


baku pembakaran paling mahal dibandingkan dengan semua tipe. Nilai effisiensi
dari tipe ini lebih baik jika dbandingkan dengan boiler bahan bakar padat dan
listrik.

Gaseous Fuel

: Tipe boiler bahan bakar gas memiliki karakteristik : harga bahan


baku pembakaran paling murah dibandingkan dengan semua tipe boiler. Nilai
effisiensi dari tipe ini lebih baik jika dibandingkan dengan semua tipe boiler
berdasarkan bahan bakar.

Electric

:Tipe boiler listrik memiliki karakteristik : harga bahan baku


pemanasan relatif lebih murah dibandingkan dengan boiler yang menggunakan
bahan bakar cair. Nilai effisiensi dari tipe ini paling rendah jika dbandingkan
dengan semua tipe boiler berdasarkan bahan bakarnya.

Klasifikasi Boiler Berdasarkan tekanan kerja


boiler
Low Pressure Boilers : Tipe low pressure boiler

memiliki karakteristik : tipe ini memiliki


tekanan steam operasi kurang dari 15 psig atau
menghasilkan air panas dengan tekanan dibawah
160 psig atau temperatur dibawah 250 0F
High Pressure Boilers: Tipe high pressure boiler
memiliki karakteristik : tipe ini memiliki
tekanan steam operasi diatas 15 psig atau
menghasilkan air panas dengan tekanan diatas 160
psig atau temperatur diatas 250 0F

Klasifikasi Boiler Berdasarkan cara pembakaran


bahan bakar
Stoker Combustion

: Tipe stoker combustion memiliki karakteristik : tipe


ini memanfaatkan bahan bakar padat untuk melakukan pembakaran, bahan
bakar padat dimasukkan kedalam ruang pembakaran
melalui conveyor ataupun manual. Tipe ini memiliki sisa pembakaran yang
harus diatangani berupa bottom ash atau fly ash yang dapat mencemari
lingkungan.
Pulverized Coal
: Cara kerja : proses ini menghancurkan batu bara
dengan ball mill atau roller mill sehingga batu bara memiliki ukuran kurang
dari 1 mm. kemudian batu bara berupa bubuk ini disemprotkan ke dalam
ruang pembakaran.
Fluidized Coal: Cara kerja : proses ini menghancurkan batu bara dengan
crusher, sehingga batu bara memiliki ukuran kurang dari 2 mm. Pada proses
ini pembakaran dilakukan dalam lapisan pasir, batu bara akan langsung
membara jika mengenai pasir.
Firing Combustion
: Tipe firing memiliki karakteristik : tipe ini
memanfaatkan bahan bakar cair, padat, dan gas untuk melakukan
pembakaran, pemanasan yang terjadi lebih merata. Cara kerja : bahan bakar
cair digunakan sebagai preliminary firing fueldimasukkan kedalam ruang
pembakaran melalui oil gun. Setelah tercapai temperatur yang sesuai,
pembakaran diambil alih oleh coal nozzle atau gas nozzle.

CONTOH SPESIFIKASI BOILER

Operating Pressure
175 bar a (B-MCR)
Main Steam Flow
2,124 T/H (100% ECR)
Main Steam Temperature
5410C
Feed Water Temperature
2910C
Coal Mill/Feeders
5 plus 1 spare
Coal Rate (Coal)
263.58 50n/h (B-MCR)
Ignition Fuel
Fuel Oil
Burner System
24 Coal Low Nox Burners
Boiler Efficiency
88.12% HHV (ECR)

BOILER
BOILER
(STEAM
GENERATOR)
BERFUNGSI UNTUK MENGUBAH
AIR
MENJADI
UAP.
UAP
BERTEKANAN SANGAT TINGGI
YANG
DIHASILKAN
BOILER
DIPERGUNAKAN
UNTUK
MEMUTAR TURBINE.

Boiler terbagi menjadi

beberapa sub system,


yaitu :
- Boiler house steel
structure
- Pressure parts
- Coal system
- Air system
- Boiler cleaning
system

Metode Pembakaran Pada PLTU


pembakaran lapisan tetap (fixed bed combustion)
pembakaran batubara serbuk (pulverized coal

combustion /PCC)
pembakaran lapisan mengambang (fluidized bed
combustion / FBC)

Pembakaran Lapisan Tetap


Metode

lapisan tetap
menggunakan
stoker
boiler untuk proses
pembakarannya.
Sebagai
bahan
bakarnya
adalah
batubara dengan kadar
abu yang tidak terlalu
rendah dan berukuran
maksimum
sekitar
30mm.

Pembakaran Batubara Serbuk (Pulverized


Coal Combustion/PCC)
Pada

PCC, batubara
diremuk dulu dengan
menggunakan
coal
pulverizer (coal mill)
sampai berukuran 200
mesh (diameter 74m),
kemudian bersama
sama dengan udara
pembakaran
disemprotkan ke boiler
untuk dibakar.

Pembakaran Lapisan Mengambang


(Fluidized Bed Combustion/FBC)
Pada

pembakaran dengan metode


FBC, batubara diremuk terlebih dulu
dengan menggunakan crusher sampai
berukuran maksimum 25mm. Tidak
seperti pembakaran menggunakan
stoker yang menempatkan batubara di
atas kisi api selama pembakaran atau
metode PCC yang menyemprotkan
campuran batubara dan udara pada
saat pembakaran, butiran batubara
dijaga
agar
dalam
posisi
mengambang,
dengan
cara
melewatkan
angin
berkecepatan
tertentu dari bagian bawah boiler.

SPESIFIKASI BOILER
Operating Pressure : 175 bar a (B-MCR)
Main Steam Flow : 2,124 T/H (100% ECR)
Main Steam Temperature : 5410C
Feed Water Temperature : 2910C
Coal Mill/Feeders : 5 plus 1 spare
Coal Rate (Coal) : 263.58 50n/h (B-MCR)
Ignition Fuel : Fuel Oil
Burner System : 24 Coal Low Nox Burners
Boiler Efficiency : 88.12% HHV (ECR)

Turbin uap

Prinsip kerja
Uap masuk kedalam turbin melalui nosel. Didalam nosel energi
panas dari uap dirubah menjadi energi kinetis dan uap
mengalami pengembangan. Uap yang memancar keluar dari
nosel diarahkan ke sudu-sudu turbin yang berbentuk
lengkungan dan dipasang di sekeliling roda turbin.
Uap yang mengalir melalui
celah-celah antara sudu
turbin itu dibelokkan kearah
mengikuti lengkungan dari
sudu turbin. Perubahan
kecepatan
uap
ini
menimbulkan gaya yang
mendorong dan kemudian
memutar roda dan poros
turbin.

Jenis-Jenis Turbin Uap


Berdasarkan transformasi energi, yaitu:
- Turbin impulse
Expansi uap terjadi di dalam nozzle.
- Turbin reaksi
exspansi uap terjadi pada sudu pengarah dan sudu gerak

Berdasarkan tekanan uap keluar turbin,


yaitu:
- Back pressure
uap yang telah dipakai diproses lagi dan
digunakan untuk mengerakan sudu
turbin sisi intermediate.
- Condensing
uap masuk turbin langsung turun
keproses pendingin

Back Pressure

Condensing

Berdasarkan tekanan uap yang masuk turbin yaitu :


- Tekanan uap super kritis ( tekanan uap diatas 225
bar )
- Tekanan uap tinggi ( tekanan uap antara 88 224
bar )
- Tekanan uap menengah ( tekanan uap antara 10 88
bar )
- Tekanan uap rendah ( tekanan uap dibawah 10 bar )
Berdasrkan aliran uap, yaitu :
- Turbin axial (Gb. a), dimana fluida kerja / uap
mengalir dengan arah yang sejajar terhadap sumbu
turbin.
- Turbin radial dimana fluida kerja / uap mengalir
dengan arah yang tegak lurus terhadap sumbu
turbin.
Dibagi 2, yaitu radial centrifugal (Gb. b) dan radial
centripetal (Gb. c)
Berdasarkan typenya
- Single casing , untuk turbin turbin yang bersekala kecil
( blower, fan , bfpt, generator dengan kapasitas < 50 MW dll
)
- Double casing , untuk turbin turbin yang bersekala besar
( generator diatas 50 MW )

Contoh spesifikasi turbin TJB

Type

: there cylinder impulse type, tandem compound reheat


condensing turbine

Max T-MCR

: 719 MW

Rated output

: 710 MW

Heat rated (at ECR)

: 1861 kcal/kWh

Steam flow (at T-MCR) : 2213,1 ton/hour

Speed

: 3000rpm

Steam pressure

: 167 bar

Steam temperature

: 538 C

Reheat temp. at heat viv : 538C

Exhaust pressure

HP turbine bypass capacity : 35% (at 176 bar)

LP turbine bypass cappasity : HP bypass steam flow+desuperheating spray water flow

: 0.0832 bar

Generator
Generator adalah suatu
perangkat yang berfungsi
untuk mengubah energi
mekanik dalam bentuk
putaran poros menjadi
energi listrik.

DAYA, RUGI DAYA DAN EFISIENSI


Pin = T x 2n/60
Pa = daya pada jangkar = Ea Ia
PL = Pout Rugi daya= Daya keluar = V IL = Pa Pcu
Efisiensi generator dapat ditentukan dengan rumus :
= PL/Pin
= V IL/HP x 736
= V IL/T x 2 n/60
Keterangan :
T = Torsi keluaran penggerak mula (Nm)
n = Jumlah putaran penggerak mula (rpm)

Besarnya Ggl Induksi


Ea = p(n/60)(Z/A) volt
Keterangan :
Ea= ggl induksi yang dibangkitkan oleh lilitan
jangkar (volt)
P = jumlah pasang kutub
n= jumlah putaran rotor (rpm)
Z = jumlah penghantar total lilitan jangkar
= jumlah garis-garis gaya magnet (Weber)
A = jumlah cabang parallel lilitan jnagkar

Spesifikasi Generator PLTU Paiton


Type : Three phase synchronous generator totally enclosed direct couple to

steam turbine
Rating
- Kapasitas
- Arus
- Tegangan
- Putaran
- Frekuensi
- Faktor daya
- Penguatan generator
-

Jumlah phasa
Jumlah kutub
Rasio hubung singkat
Klas isolator pada stator
Klas isolator pada rotor

: 473 MVA
: 15.172 kA
: 18 kV
: 3000 rpm
: 50 Hz
: 0,85 lagging
: sistem penguatan statis dengan thyristor
: 3 phasa
: 2 kutub
: >= 0,5
:B
:B

Spesifikasi Generator PLTU Paiton


Sistem Pendingin
- Lilitan startor
- Inti startor
- Lilitan rotor

: didingankan langsung dengan air


: didinginkan dengan gas H2
: didinginkan langsung dengan gas H2

Gas Pendingin
- Rata-rata aliran gas yang melalui generator pada

tekanan H2 4,2 kg/cm2g


- Temperatur inlet
- Temperatur outlet

: 31 m3/s
: 460 C
: 670 C

Spesifikasi Generator PLTU Paiton

Aliran Air yang Melalui Lilitan Startor :

1.100liter/menit

Pendingin Gas H2
- Kuantitas : 4 unit tiap generator
- Rata rata aliran pendingin tiap unit : 1.750liter/menit
- Aliran pendingin total : 7000 liter/menit
- Temperatur inlet air pendingin
- Temperatur outlet air pendingin

: 380 C
: 45,40 C

Force Draught fan


Untuk mengubah udara menjadi lebih panas yang

kemudian dicampur dengan batubara yang telah


dihancurkan di pulverize fuel mill lalu disemprotkan ke
boiler sehingga terbakar.

Superheater
suatu alat yang kontruksinya merupakan rangkaian pipa-pipa yang

berbentuk spiral diletakkan di bagian atas ruang pembakaran.


Berfungsi untuk menaikkan suhu dan tekanan uap untuk
menggerakkan turbine tekanan tinggi.

Reheater
Fungsinya sebagai pemanas ulang, yaitu uap yg keluar dari turbin

tekanan tinggi akan berkurang drastis, maka uap itu dialirkan ke boiler
lalu dimasukkan ke Reheater untuk meningkatkan suhu dan tekanan
uap, uap ini lah yang akan digunakan memutar turbin tekanan sedang.
Dan keluarannya langsung untuk menggerakkan turbin tekanan
rendah.

Economizer
suatu alat yang konstruksinya merupakan rangkaian pipa-

pipa yang berbentuk spiral dan dipasang pada saluran gas


bekas yang berfungsi untuk memanaskan air sebelum
masuk ke Boiler Drum.

Air preheater
Air Preheater (APH) merupakan

peralatan bantu dalam PLTU yang


berfungsi sebagai pemanas awal
udara
sampai
ke
tingkat
temperatur tertentu sehingga
dapat terjadi pembakaran optimal
dalam boiler. Dalam prosesnya,
Air Preheater ini menggunakan
gas
buang (flue
gas) hasil
pembakaran di boiler sebagai
sumber
panasnya, kemudian
mentransfer panas tersebut ke
aliran udara melalui elemen
pemanas berputar (rotating heat
exchanger).

Induced Draught Fan


Sebagai kipas hisap untuk membuang emisi/asap

dari boiler ke cerobong

Precipitator
Berfungsi untuk mengurangi polusi asap/gas buang

dari induced draught fan

Konstruksi Precipitator

Seperti apa skemanya?


Menit 07.22 bro

ASH HANDLING SYSTEM


Ash handling system
adalah, pengangkutan
debu batu bara yang
dilakukan
melalui
sistem
perpipaan
dibantu dengan udara
bertekanan. Bisa juga
dilakukan
secara
manual menggunakan
dump truck.

ASH HANDLING SYSTEM:


Fly Ash Transp. Method : Pneumatic Vacuum
Ash Silo Capacity
: 48 hours x 2 units
Bottom Ash Mill Reject
: 13,000 kg/hour (Peak)
SSC capacity
: 18,000 kg/hour (Peak)
Ash Storage Area
: Landfill + 23 ha

Ash hopper
Sebagai penampung debu /

abu dasar (bottom ash)


yang merupakan material
sisa hasil pembakaran
batubara dari PTL
Bottom ash mempunyai
ukuran partikel lebih
besar dan lebih berat
daripada fly ash, sehingga
bottom ash akan jatuh
kebagian
bawah
dariKomposisi kimia dari bottom
tungku
(boiler), ash sebagian besar tersusun dari
unsur-unsur Si, Al, Fe, Ca, Mg,
S, Na, dan unsur kimia lain.

Chimney Stack
Cerobong sebagai pembuangan emisi yang sudah

disaring gas buang nya

Data dan rincian biaya investasi PLTU


Perhitungan biaya investasi listrik untuk

membangun sebuah PLTU 25 MW harus ditunjang


dengan data data yang ada di lapangan. Berikut
data data yang diperoleh di lapangan :
Effisiensi Boiler
: 88%
Harga batubara
: USS 70/ton
( USS 1 = Rp. 10.000)
Rp. 700 / Kg

Gaji karyawan

: Rp. 191.523.325

Dengan rincian

Penambahan THR
SHU + lain lainnya
Karyawan 120 orang
Staff 11 orang

: Rp. 18.750.000
: Rp.
963.325
: Rp. 126.810.000
: Rp. 45.000.000 +

Rp . 191.523.325

Biaya investasi PLTU

Dengan rincian :
- Boiler dan Turbin
- Gedung dan fondasi
(boiler dan turbin)
- Conveyor + Cerobong
- Biaya Pancang
- Biaya uruk tanah
- cooling tower
- Water treatment
- Clarifier

: Rp. 157.800.000.000
: Rp. 64.500.000.000
: Rp. 18.500.000.000
: Rp. 17.200.000.000
: Rp. 3.000.000.000
: Rp. 2.000.000.000
: Rp. 2.752.000.000
: Rp. 5.031.000.000
: Rp. 3.268.000.000

- Pembuatan tangki
- Pembuatan Fondasi
(demineralized, Clarifier,
cooling tower)
- Kabel power
- Cubicle trafo
- Trafo
- Pembuatan pipa Cooling Tower
- Pipa demineralized
- Biaya erection turbin
TOTAL BIAYA

: Rp. 1.500.000.000
: Rp. 4.000.000.000

: Rp. 1.400.000.000
: Rp.
86.000.000
: Rp. 860.000.000
: Rp. 1.500.000.000
: Rp. 1.500.000.000
: Rp. 2.500.000.000 +
Rp. 129.597.000.000
Rp. 130.000.000.000