Anda di halaman 1dari 21

Perhitungan

Pendapatan Nasional
Philliphus Ergi Hanantyo 13808141044
Ahmad Yusuf 13808141046
Nasrullah Arsyad Safin 10408144028
1

Konsep Dasar
PDB atau GDP adalah segala kegiatan yang dikerjakan di
suatu wilayah dalam negri suatu negara termasuk di
dalamnya kegiatan dari orang asing yang ada di wilayah
negara tersebut.

PNB atau GNP adalah segala kegiatan yang dikerjakan hanya

oleh semua warga negara dari negara yang bersangkutan


saja dalam kurun waktu tertentu baik warga negara yang ada
di dalam negeri itu maupun warga negara yang ada di luar
negeri.

Konsep Dasar Perhitungan


Pendapatan Nasional
1. Produk Domestik Bruto (PDB)
segala kegiatan yang dikerjakan di suatu wilayah dalam
negri suatu negara termasuk di dalamnya kegiatan dari
orang asing yang ada di wilayah negara tersebut dalam
periode tertentu.

2. Produk Nasional Bruto (PNB)


segala kegiatan yang dikerjakan hanya oleh semua warga
negara dari negara yang bersangkutan saja dalam kurun
waktu tertentu baik warga negara yang ada di dalam negeri
itu maupun warga negara yang ada di luar negeri.
3

3. Produk Nasional Netto (NNP)


Jumlah barang dan jasa yang dihasilkan masyarakat
suatu negara dalam periode tertentu, biasanya 1
tahun setelah dikurangi penyusutan dan barang
pengganti modal
NNP = GNP (Penyusutan + Barang pengganti
modal)

4. Pendapatan Nasional Netto (NNI)


Nilai dari produk nasional bersih dikurangi dengan
pajak tidak langsung, jika tidak ada pajak tak
langsung maka besarnya NNI akan sama dengan
besarnya NNP
NNI = NNP Pajak tidak langsung

5. Pendapatan Perseorangan (PI)


Jumlah seluruh penerimaan yang diterima perseorangan
sebagai balas jasa dalam proses produksi. PI dapat juga
disebut Pendapatan kotor karena tidak semua pendapatan
perseorangan netto jatuh ke tangan pemilik faktor
produksi, sebab masih harus dikurangi laba yang tidak
dibagi, pajak penghasilan, iuran jaminan sosial, maupun
pembayaran yang bersifat transfer payment seperti
pensiunan.
PI = (NNI + Transfer Payment ) (iuran jaminan sosial +
iuran asuransi + laba ditahan + pajak perseorangan)

6. Pendapatan Siap Dikonsumsi (DI)


Pendapatan yang diterima warga masyarakat yang sudah
siap untuk dibelanjakan atau dikonsumsi penerimanya.
Pendapatan ini merupakan hak mutlak bagi penerimanya.
DI = PI Pajak Langsung

7. Pendapatan Di Bawa Pulang (THP)


Pendapatan sisa terakhir yang dapat dibawa
pulang untuk membayar bermacam-macam
kebutuhan individu. Pendapatan ini
mempengaruhi permintaan efektif, sebab
menggambarkan daya beli masyarakat yang
sebenarnya.
THP = DI (Kewajiban bayar hutang)

Konsep Dasar Hubungan Perhitungan


GDP, GNP sampai dengan DI
Dalam konsep dasar perhitungan GNP dan GDP telah dikenal konsep

kewilayahan dan kewarganegaraan. Dengan konsep tersebut akan


diperoleh hasil angka yang berbeda dalam GDP dan GNP.
Di Indonesia, GDP lebih besar daripada GNP karena investasi asing
warga negara Indonesia yang ada di luar negeri termasuk devisa dari
TKI / TKW masih lebih kecil daripada investasi asing yang ada di
Indonesia. Fenomena ini menunjukkan kepada seluruh warga Indonesia
agar mau menyadari pola hidup yang produktif dan bukan konsumtif.
7

Pada umumnya, dalam perhitungan GDP / GNP disuatu

Negara sering digunakan harga pasar. Namun


penggunaan harga pasar juga sering menimbulkan
masalah jika waktunya berbeda. Dengan demikian,
GDP/GNP bukanlah ukuran kemakmuran ekonomi yang
baik.
Apabila kita ingin mengetahui
perkembangan/pertumbuhan ekonomi suatu negara maka
sebaiknya lebih tepat digunakan GNP riil. Dalam GNP riil,
harga-harga dianggap konstan sehingga lebih mudah
dihitung, dan konsep GNP juga lebih mencerminkan
pendapatan asli warga negara yang bersangkutan
dibanding konsep perhitungan GDP. Kelemahan dalam
penghitungan GNP riil ini akan nampak jika suatu negara
sedang mengalami gejala instabilitas yang tinggi,
sehingga indeks harga konstan menjadi kurang tepat.
8

Selanjutnya adalah GNP Deflator, hal ini

mencerminkan apa yang sedang terjadi


pada seluruh tingkat harga dalam
perekonomian. Dinamakan GNP Deflator
karena bentuk persamaan ini telah
mendeflasi dari GNP Nominal untuk dapat
menghasilkan GNP riil. Jadi

GNP Riil = GNP Nominal : GNP Deflator


GNP Nominal = GNP Riil x GNP Deflator
GNP Deflator = GNP Nominal : GNP riil
9

Pendekatan dalam Perhitungan


Pendapatan Nasional
Terdapat tiga macam pendekatan perhitungan pendapatan nasional,
yaitu :
1. Pendekatan Pendapatan (Income Approach)
Hasilnya disebut GNI (Gross National Income)
2. Pendekatan Produksi (Production Approach)
Hasilnya disebut GNP (Gross National Product)
3. Pendekatan Pengeluaran (Expenditure Approach)
Hasilnya disebut GNE (Gross National Expenditure)

10

Pendekatan Pendapatan
Pendekatan ini dihitung dengan menjumlahkan semua pendapatan yang

diperoleh semua pelaku ekonomi dalam suatu negara pada waktu tertentu.
Pendapatan tersebut diperolah dari faktor produksi yang digunakan (tanah,
gedung, modal, TK)
Pendapatan nasional dapat berupa sewa, bunga, upah atau gaji, dan dividen.
Kelemahannya adalah sulitnya untuk menghitung dengan benar pendapatan
yang diperoleh dari Ibu Rumah Tangga serta para petani yang mengerjakan
sawahnya sendiri.

11

Rumus

PN = R+W+I+P+(s-t)+ Nfp

PN = Pendapatan Nasional
R

= Rent

W = Wages
I

= Interest

= Profit

(s-t)= Subsidi dan pajak tak langsung


Nfp= Pembayaran faktor produksi bersih ke luar negeri
12

Pendekatan Produksi
Pendapatan nasional dihitung berdasarkan jumlah

keseluruhan nilai akhir dari produksi barnag-barang dan jasa


yang dihasilkan pada suatu unit-unit produksi oleh suatu
negara dalam kurun waktu tertentu.
Kelemahannya yaitu dapat terjadinya perhitungan ganda
(double accounting)
Di Indonesia, perhitungan pendapatan dengan pendekatan ini
dihitung berdasarkan pembagian sektor-sektor ekonomi ke
dalam 9 21 sektor produksi
13

Rumus

PN = P1Q1 + P2Q2 + . +PNQN

PN = Pendapatan Nasional
P = Price
Q = Quantity

Memo = Cara perhitungan pendapatan nasional dengan pendekatan


produksi dapat pula dihitung berasarkan nilai tambah atau nilai akhir
yang diperoleh oleh masyarakat dalam kurun waktu satu tahun

14

Pendekatan Pengeluaran
Penghitungan dilakukan dengan cara menghitung seluruh

pengeluaran masyarakat dalam suatu negara.


Rumus
PN = C+I+G+X-M
PN = Pendapatan Nasional
C

= Consumtion

= Investment

= Government

X-M= Export - Import


15

Konsep Variabel dalam Perhitungan


Pendapatan Nasional
Pelaku ekonomi makro dalam kegiatan perekonomian ini terdiri dari RT Keluarga, RT

Perusahaan, RT Pemerintaha dan Perdagangan luar negeri.


Simbol variabel ekonomi makro agregatif yang digunakan dalam analisis perhitungan
pendapatan nasional
Y = Variabel Pendapatan Nasional
YD = Variabel Pendapatan Nasional Siap Pakai
C = Variabel Konsumsi RTK
S = Variabel Tabungan RT
I = Variabel Pengeluaran perusahaan untuk investasi
G = Variabel pengeluaran pemerintah
16

Tx = Variabel penerimaan pemerintah dari pajak


Tr = Variabel pengeluaran pemerintah untuk transfer /

subsidi
X = Variabel Eksport
M = Variabel Import
r = Variabel tingkat suku bunga rerata nominal, dan i
tingkat bunga riil
Cor = Variabel pengeluaran yang dikorupsi
Zkt = Variabel Zakat
Sdq = Variabel Shodaqoh
Infk = Variabel Infak
YEq = Keseimbangan Pendapatan Nasional

Yful = Pendapatan Nasional dalam kesempatan kerja


penuh

17

Variabel makro agregatif dikelompokkan mejadi 4


kelompok

1. Perekonomian Tertutup sederhana


2. Perekonomian Tertutup dengan kebijakan fiskal
3. Perekonomian Terbuka tanpa kebijakan fiskal
4. Perekonomian Terbuka dengan kebijakan fiskal
18

Konsep perhitungan pendapatan nasional


melalui konsep harga
1. Berdasarkan konsep harga berlaku (PN

cp

pendapatan nasional yang dihitung berdasarkan harga-harga yang


berlaku pada tahun dimana tingkat pendapatan nasional tersebut di
hitung.

2.

Berdasarkan konsep harga konstan (PNrp)

pendapatan nasional yang dihitung berdasarkan tahun dasar, yaitu


tahun tertentu yang dianggap kondisi ekonomi stabil atau pada tahun
tersebut kondisi ekonominya tidak terlalu fluktuatif yang ditujukan
dengan indeks harga konsumen 100
19


Contoh
perhitungan pendapatannasionaldenganhargakonstan ,
denganmenggunakanrumussebagaiberikut :

Selanjutnya,
jikatingkatpendapatanriilsudahdiketahui, makalajuinflasi ()
danpertumbuhanekonomi (Growth) dapatdiketahui

Tahu
n

PNc

2007
2007

200
200
0
0

10
10
0
0

2008
2008

210
210
0
0

10
10
5
5

2009

225
0

11
2

2010
2010

250
250
0
0

12
12
0
0

2011
2011

300
300
0
0

12
12
5
5

IH
K

PN Riil

LajuInflasi

Growth

20

TERIMAKASIH