Anda di halaman 1dari 8

Tonsilitis

Dipresentasikan oleh:
Yosha Santoso Putra
030.10.283
Kepaniteraan Klinik Ilmu THT RSAL Mintohardjo
Periode 20 April 23 Mei 2015
Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti
Rabu, 22 April 2015

Pendahuluan
Tonsilitis: peradangan tonsil palatina yang merupakan
bagian dari Cincin Waldeyer.
Cincin Waldeyer tonsil faringeal (adenoid), tonsil
palatine (tonsil faucial), tonsil lingual (tonsil pangkal
lidah), tonsil tuba Eustachius (lateral band dinding
faring/Gerlachs tonsil).
Penyebaran: udara (air borne droplets), tangan dan
ciuman.
Terjadi pada semua umur terutama pada anak

Anatomi tonsil palatina

Tonsilitis Akut
Tonsilitis viral
Gejala dan tanda: menyerupai common cold + nyeri
tenggorok
Terapi: Istirahat, minum cukup, analgetika, dan antivirus
diberikan jika gejala berat.

Tonsilitis bakterial tonsillitis folikularis, tonsillitis


lakunaris
Gejala dan tanda: nyeri tenggorok, nyeri saat menelan,
demam , lesu, nyeri sendi, tidak nafsu makan, nyeri di
telinga.
Terapi: antibiotika spectrum lebar penisilin, eritromisin.
Antipiretik & pbat kumur yang mengandung desinfektan.

Tonsilitis membranosa
Tonsilitis difteri
Tonsilitis septik
Angina Paut Vincent (stomatitis ulsero membranosa)
Penyakit kelainan darah leukemia akut, angina
agranulositosis, infeksi mononucleosis.

Tonsilitis kronik & Hipertrofi adenoid


Tonsilitis Kronik
Patologi
Gejala dan tanda
Terapi
Komplikasi

Hipertrofi Adenoid

Diagnosis

Terapi

Indikasi Tonsilektomi dan


Adenoidektomi
1. Serangan tonsillitis > 3x/tahun walaupun
telah mendapatkan terapi yang adekuat.

1.

Sumbatan hidung bernapas melalui


mulut
Sleep apnea
Gangguan menelan
Gangguan berbicara
Kelainan bentuk wajah muka & gigi
(adenoid face).

2. Tonsil hipertrofi maloklusi gigi & gangguan


pertumbuhan orofasial.
3. Sumbatan jalan napas, sleep apnea,
gangguan menelan, gangguan berbicara, cor
pulmonale.
4. Rinitis & sinusitis kronis, peritonsilitis, abses
peritonsil yang tidak berhasil hilang dengan
pengobatan.

2.

Infeksi

Adenoiditis berulang/kronik
Otiti media efusi berulang/kronik
Otitis media akut berulang

5. Napas bau
6. Tonsilitis berulang bakteri grup A
streptococcus hemoliticus

Sumbatan

3.

Kecurigaan neoplasma jinak/ganas

7. Hipertrofi tonsil keganasan


8. Otitis media efusa/otitis media supuratif

Komplikasi: perdarahan, kerusakan dinding belakang faring, kerusakan torus tubarius


oklusi tuba Eustachius tuli konduktif.

Beri Nilai