Anda di halaman 1dari 24

SUB BAGIAN KEPEGAWAIAN

DINAS KESEHATAN KAB. TANGERANG


1

1.
2.

DASAR HUKUM

UU NOMOR 5 TAHUN 2014 TENTANG ASN


PP NO. 16 TAHUN 1994 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL
PNS.

3.

PP NO. 32 TAHUN 1996 TENTANG TENAGA KESEHATAN.

4.

KEPPRES

NO.

87

TAHUN

1999

TENTANG

RUMPUN

JABATAN FUNGSIONAL PNS


5.

KEPMENPAN JABFUNG MASING-MASING

UU NO. 5 TAHUN 2014 TENTANG ASN


1. Ps. 17 MENGAMANATKAN BAHWA SELURUH PNS

DIANGKAT DALAM JABATAN DAN PANGKAT


TERTENTU.
2. JABATAN TERDIRI DARI : JABATAN STRUKTURAL

DAN JABATAN FUNGSIONAL ( Umum dan Tertentu ).

JABATAN
memimpin unit kerja dengan
tugas manajerial

Pengelompokkan tugas teknis non manajerial tanpa


jenjang, KARIER: KP REGULER, ditetapkan oleh
PEJABAT PEMBINA KEPEGAWAIAN setempat
Contoh:
Caraka, Pengumpul Data, Pengolah data, Pemroses
Kepegawaian, Pengadministrasi Umum, dll

Pengelompokkan tugas teknis non manajerial,


berjenjang berdasarkan tingkat kesulitan, bersifat
kemandirian; ditetapkan oleh MENTERI PAN dan RB
Contoh:
Dokter,Dokter Gigi, Perawat ,Bidan Perawat
Gigi,Apoteker,Sanitarian,Nutrisionis dsb.
4

JABATAN FUNGSIONAL
( Keppres RI No : 87/1999 BAB 1
Pasal1 )

Kedudukan
yang
menunjukan
tugas,
tanggung jawab, wewenang dan hak seorang
PNS dalam suatu satuan organisasi yang
dalam pelaksanaan tugasnya didasarkan
pada keahlian & atau keterampilan tertentu
bersifat mandiri.

PEJABAT FUNGSIONAL
Pegawai Negeri Sipil yang diberi tugas,
tanggung jawab, wewenang dan hak secara
penuh/ purna waktu oleh pejabat yang
berwenang untuk melaksanakan tugas
didasarkan keahlian & atau keterampilan
tertentu

Jenis-jenis Jabatan Fungsional Tertentu


(PP N0. 32/1996)
Tenaga Medis (Dokter & Dokter Gigi)
Tenaga Kefarmasian ( Apoteker,Analis Farmasi, & Ass.
Apoteker )
Tenaga Keperawatan ( Perawat & Bidan)
Tenaga Kesehatan Masyarakat ( Epidemolog, Entomolog,
Mikrobiologi Kesehatan, Penyuluh Kesehatan, Administrator
Kesehatan & Sanitarian )
Tenaga Gizi ( Nutrisionis )
Tenaga Terapi Fisik ( Fisioterapis, Okupasiterapis, Terapi
Wicara)
Tenaga Keteknisian Medis ( Radiografer, Radioterapis,
Teknisi

Gigi, Teknisi ElektroMedis, Analis Kesehatan,

Contoh Jenis jenis Jabatan Fungsional Umum


1. Pengadministrasi Umum
2. Pengolah Data
3. Operator Komputer.
4. Analisis Rencana dan Program.
5. Penyusunan Rencana dan Program
6. Pengelola Data
7. Caraka
8. Bendahara
9. Pengumpul
10.Petugas. dll

1.Pengadministrasi Umum
Ikhtisar Jabatan : Menerima mencatat dan menyortir surat masukserta
dokumen lainnya sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku
2. Pengolah data
Iktisar Jabatan : Menerima dan mengolah obyek kerja yang dilengkapi hasil
Laporan Respondensesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku.
3. Operator Komputer
Ikhtisar jabatan : Membantu atasan dalam pengetikan konsep konsep surat,
Naskah,daftar, Matrik dengan menggunakan mesin Tik / Komputer sesuai
standar, pedoman dan prosedur.
4. Petugas .
Ikhtisar Jabatan : Menerima dan mencatat laporan kerja

JENIS JABATAN FUNGSIONAL


KESEHATAN
Jabatan Fungsional Kesehatan terdiri :
Ahli ( Sarjana ) :
Dokter, Dokter Gigi, Apoteker, Adminkes

Ahli dan Terampil (D3 S1):


Perawat, PKM, Sanitarian, Epidemiolog, Entomolog, Nutrsionis,
Pranata Labkes

Terampil (min SLTA D3):


Bidan, Assisten Apoteker, Perawat Gigi, Radiografer, Perekam Medis,
Teknisi Elektromedik

10

Jabatan Fungsional yang tidak mensyaratkan Diklat


adalah:
Dokter,
Dokter Gigi
Apoteker
Perawat
Asisten Apoteker

11

Jabatan Fungsional yang mensyaratkan Diklat


adalah:
Penyuluh Kes.Masy.
Fisio Terapis.
Pranata Labkes.
Perawat Gigi.
Epidemiolog Kesehatan.
Nutrisionis.
Entomolog Kesehatan.
Bidan.
Sanitarian.
Radiografer.
Perekam Medis.
Tehnisi Elektromedis.
Administrator Kesehatan.

12

PEJABAT FUNGSIONAL DIBEBASKAN SEMENTARA DARI JABATANNYA APABILA:

1. dalam jangka waktu 5(lima) tahun sejak diangkat dalam pengangkat


terakhir tidak dapat mengumpulkan angka kredit yang ditentukan untuk
kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi bgi pejabat fungsional pelaksana
pemula pangkat pengatur Muda, golongan ruang II/a sampai dengan
Penyelia berpangkat penata golongan ruang III/c
2. Dalam jangka waktu 1 (satu) tahun sejak diangkat dalam pangkat
terakhir tidak dapat mengumpulkan angka kredit sekurang-kurangnya 10
(sepuluh) bagi pejabat fungsional penyelia pangkat penata tingkat I
golongan ruang III/d
3. Ditugaskan secara penuh di luar jabatan fungsional
4. Tugas belajar lebih dari 6 (enam) bulan
5. Dijatuhi hukuman disiplin PNS dengan tingkat hukuman disiplin sedang
atau berat
6. Diberhentikan sementara sebagai Pegawai Negeri Sipil
7. Cuti diluar tanggungan negara, kecuali untuk persalinan.

13

PENGANGKATAN KEMBALI JABATAN FUNGSIONAL APABILA:

1. Dalam jangka waktu 1 (satu) tahun sejak dibebaskan sementara sudah


dapat mencapai angka kredit kumulatif minimal untuk kenaikan pangkat
setingkat lebih tinggi
2. Telah aktif kembali pada unit kerja pelayanan kesehatan jabatan
fungsional
3. Telah selesai mengikuti pendidikan tugas belajar
4. Berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum
yang tetap pejabat Fungsional yang dikenakan pemberhentian sebagai
PNS berdasarkan PP Nomor 4 Tahun 1966 dinyatakan tidak bersalah dan
telah diangkat kembali sebagi PNS oleh pejabat yang berwenang
mengangkat dan memberhentikan PNS
5. Telah selesai mengalami cuti diluar tanggungan negara dan telah
diaktifkan kembali

14

PEJABAT FUNGSIONAL DIBERHENTIKAN DARI JABATANNYA,


Apabila :

1. Dalam jangka waktu 1 (satu) tahun sejak dibebaskan sementara dari


jabatannya jika dalam jangka waktu 5 tahun sejak diangkat dalam pangkat
terakhir tidak dapat mengumpulkan angka kredit yang ditentukan untuk
kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi bagi Pejabat Fungsional Pelaksana
Pemula Pangkat Pengatur Muda Gol.Ruang II/ a s.d Pejabat Fungsional
Penyelia Pangkat Penata Gol Ruang III/ c
2. Dalam jangka waktu 1 tahun sejak dibebaskan sementara dari jabatannya
tidak dapat mengumpulkan angka kredit sekurang-kurangnya 10 bagi
Pejabat Fungsional Penyelia Pangkat Penata Tingkat I Gol Ruang III/ d
3. Dijatuhi hukuman disiplin PNS dengan tingkat hukuman disiplin berat dan
telah mempunyai kekuatan hukum tetap kecuali hukuman disiplin berat
berupa penurunan pangkat

15

DALAM MELAKSANAKAN TUGASNYA PEJABAT


FUNGSIONAL YANG BERSANGKUTAN DIBERI ANGKA
KREDIT SESUAI KEGIATAN YANG TELAH
DILAKSANAKAN

16

KEWAJIBAN PEMANGKU JABFUNG


1.Melaksanakan tugas pokok jabatan fungsional masing-

masing.
2.Mengumpulkan dan menghitung Angka kredit hasil

prestasi kerjanya sendiri


pengembangan

profesi,

dari kegiatan pelayanan,


pengabdian

masyarakat,

penunjang pelayanan.
3.Membuat

DUPAK

sementara telah

apabila

menurut

perhitungan

memenuhi jumlah Angka Kredit yang

di tentukan untuk kenaikan jabatan/pangkat lebih


tinggi.

17

DOKUMEN PELAKSANAAN KEGIATAN PELAYANAN


UNTUK PEMBUATAN DUPAK
1. Surat Penugasan dari pejabat yang berwenang
2. Surat Pernyataan melaksanakan:
- Diklat fungsional.
- Kegiatan Pelayanan .
- pengembangan Profesi.
- Kegiatan penunjang di bidang kesehatan.
3. Bukti Fisik yang mendukung kegiatan tsb diatas (seperti
Laporan

Harian,

Laporan

keterangan, SK Tim dll)


berwenang.

Bulanan

(ijazah,

sertifikat,

yg disahkan oleh pejabat yang


18

PERIODE PENILAIAN
( per semester )
1.

Periode Penilaian dilakukan 2 (dua) kali dalam satu


tahun :
a. Bulan Januari s/d Juni
b. Bulan

Juli s/d Desember

2. DUPAK harus

sudah

diterima

oleh

Sekretariat

Tim Penilai paling lambat pada pertengahan


bulan

Januari dan

Juli

tahun yang

berjalan ( bkn ).

19

MEKANISME TIM PENILAI

Pejabat
Fungsional

DUPAK

Sekretariat
Tim Penilai

Penilai

Mengirim
Pejabat Berwenang
PAK
20

Dokumen kenaikan pangkat pejabat


fungsional tertentu tahun 2015
1. FC SK CPNS,PNS dan SK Kenaikan Pangkat Terakhir
1 set
( Legalisir )
2. FC STTPL Prajabatan ( Legalisir ) Usulan kenaikan pangkat
pertama kali
3. DP3 - 1 tahun terakhir
4. ASLI PAK Baru , FC PAK Lama Legalisir
5. FC Kartu Pegawai (Karpeg) Legalisir dan konversi NIP
6. FC Ijazah dan Transkip nilai yang dilegalisir oleh pihak
universitas ( Asli ). Bagi kenaikan pangkat pertama
7. FC SK Jabatan Fungsional.
8. FC Surat Ijin Belajar atau surat pengampuhan bagi Usulan
Penyesuaian Ijazah.
9. SKP, Pengukuran dan PKP

21

Dokumen kenaikan pangkat pejabat


fungsional Umum tahun 2015
1. FC SK CPNS,PNS dan SK Kenaikan Pangkat Terakhir
( Legalisir )
1 set
2. FC STTPL Prajabatan ( Legalisir ) Usulan kenaikan pangkat
pertama kali
3. DP3 - 1 tahun terakhir
4. FC Surat Lulus Ujian Penyesuaian Ijazah Bagi Usulan PI
5. FC Kartu Pegawai (Karpeg) Legalisir dan konversi NIP
6. FC Ijazah dan Transkip nilai yang dilegalisir oleh pihak
universitas ( Asli ).
7. FC SK Peninjauan Masa Kerja bagi yang memiliki
8. FC Surat Ijin Belajar atau surat pengampuhan dan Uraian
tugas
di TTd Eselon II.
9. SKP, Pengukuran dan PKP

22

Dokumen kenaikan pangkat pejabat Struktural


tahun 2015
1. FC SK CPNS,PNS dan SK Kenaikan Pangkat Terakhir
( Legalisir )
1 set
2. FC Sertifikat Diklat Kepemimpinan ( Legalisir )
3. DP3 - 1 tahun terakhir
4. FC SK jabatan Awal s/d terakhir ( Legalisir )
5. FC Kartu Pegawai (Karpeg) Legalisir dan konversi NIP
6. FC Ijazah dan Transkip nilai yang dilegalisir oleh pihak
universitas ( Asli ).bagi yang naik pangkat pertama
7. FC Surat Pernyataan Pelantikan , Surat pernyataan masih
menduduki Jabatan dan SPMT.
8. FC Surat Keterangan tidak sedang menjalani Hukuman atau
sangsi Indisipliner PNS dari Ka SKPD.
9. SKP, Pengukuran dan PKP

23

24