Anda di halaman 1dari 27

BAGIAN ILMU BEDAH

FAKULTAS KEDOKTERAN

REFARAT
JANUARI 2015

UNIVERSITAS PATTIMURA

ILEUS PARALITIK

Di susun oleh :
Jessica Teresia Metekohy
(2009-83-020)
Konsulen :
dr. Helfi Nikijuluw, Sp.B-KBD
DIBAWAKAN DALAM RANGKA TUGAS KEPANITERAAN KLINIK
PADA BAGIAN ILMU BEDAH FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS PATTIMURA
AMBON
2015

PENDAHULUAN
Hambatan Pasase Usus

Obstruksi lumen usus

Gangguan Peristaltik

Ileus paralitik = Ileus Adinamik


Hipomotilitas traktus
Gastrointestinal
Ileus Post operatif bentuk paling umum dan
banyak
dari ileus paralitik

DEFINISI

Ileus paralitik atau adynamic ileus adalah


keadaan di mana usus gagal / tidak mampu
melakukan kontraksi peristaltik untuk
menyalurkan isinya.

Ileus paralitik bukan suatu penyakit primer


usus melainkan akibat dari berbagai penyakit
primer.

ANATOMI

USUS HALUS :
Doudenum
Jejenum
Ileum
Duodenum :
Pars superior
Pars descendens
Pars horizontalis
Pars ascendens
Jejenum & Ileum :
Berkelok-kelok, 5-8 m,
difiksasi oleh
mesenterium pada
radix mesenterii

CAECUM : Valvula
ileocolica,Processu
s vermiformis
COLON :

Colon ascendens

Colon
transversum

Colon descendens

Colon sigmoideum

RECTUM :pars
ampularis, pars
analis, plexus
venosus
haemorrhoidalis

Sistem Persarafan Gastrointestinal

Sistem Saraf enterik


Terdiri atas 2 Plexus :

Plexus Mienterikus atau


Plexus Auerbach
mengatur pergerakan
gastrointestinal
Plexus Submukosa atau
Plexus Meissner
Mengatur sekresi GI dan
aliran darah lokal

Keduanya berhubungan
dengansaraf simpatis
dan parasimpatis

Parasimpatis

Simpatis

Divisi Cranial
esofagus,
gasters,
pankreas, usus
besar bagian
prox
Divisi Sacral
(S2,3,4) usus
besar bgn
distal, sigmoid,
rectum,anus
Merangsang

Berasal dari
segmen T5L2
Menghambat
aktivitas
dalam
traktus GI

Refleks-Refleks Gastrointestinal
Refleks sistem
saraf Enterik
(Ultrashort
reflex)
Refleks Ganglia
simpatis
prevertebra
(Short Reflex)
Refleks Medula
Spinalis (Long
Reflex)

Sekresi GI,
peristaltiik,
kontraksi campuran,
efek penghambatan lokal

Refleks gastrokolik
Refleks enterogastrik
Refleks kolonileal

Refleks aktivitas motorik & sekresi


lambung
Refleks nyeri
Refleks defekasi

Neuroge
nik

Saraf Enterik

Fungsi motorik GI :
Sistem saraf Pusat,
sistem saraf otonom

Kontrol
saraf
ekstrinsik

Fungsi
Motori
k

Miogenik

Aktivitas listrik sel


Interstisial Cajal

Neurotransmitter
Asetilkolin

Kimia

EPIDEMIOLOGI

US Insidensi ileus paralitik sekitar 50%


pasien post
laparotomi.

Insidensi bervariasi tergantung penyebab


terjadinya ileus .
Paling umum Ileus post operasi

ETIOLOGI

Neurologi
k

Pasca Operasi
Kerusakan Medulla Spinalis
Iritasi persarafan splenik

Metabolik

Gangguan keseimbangan elektrolit


Komplikasi DM
Uremia

Obatobatan
Infeksi
Iskemia
Usus

Narkotik
Antikolinergik
Katekolamin

Pneumonia
Empiema
Peritonitis
Sepsis

Mesenterik iskemik

PATOFISIOLOGI
ILEUS
PARALITIK

Perubahan Aktivitas Kontraksi usus


Terangsangnya
Sistem Saraf
Simpatis

Tahap kecil

Tahap besar

Pengaruh
langsung
NOREPINEFRIN

Pengaruh
inhibitorik
NOREPINEFRIN

Pada otot polos

Pada neuron sist


saraf enterik

Hambatan sistem
saraf
Parasimpatis

Pada sistem saraf


enterik

ILEUS POST
OPERATIF

STRESS JARINGAN
REAKSI SISTEMIK

Sistem Hormonal

Mediator Inflamasi
Makrofag, monosit, dendrit, sel natural
killer, sel mast
Calcitonin gene-related peptide, nitric
oxide, vasoaktif intestinal peptida,
substansi P
Neurotransmitter inhibitor pd sist saraf
enterik

Opioid

Supresi eksitabilitas
neuron
Penurunan motilitas usus

MANIFESTASI KLINIS

Mual
Muntah
Obstipasi
Distensi
Anoreksia
Nyeri Abdomen (-)

DIAGNOSIS

DIAGNOSIS

Pemeriks
aan

Fisik

Distensi Abdomen
Bising usus lemah
tidak ada
Nyeri tekan tidak ada
Perkusi : timpani

DIAGNOSIS

Pemeriks
aan

Penunja
ng

Pemeriksaan
laboratorium
Darah Rutin : Leukosit
Darah kimia :
Kadar elektrolit
Ureum
Glukosa darah

Pemeriks
aan

Penunja
ng

Pemeriksaan Radiologi
Distensi lambung,
usus halus dan usus
besar Hearing
bone
Air fluid level
Foto abdomen
dengan kontras

Ileus paralitik/ileus
post operasi pada
pasien dengan open
cholecystetectomi

DIAGNOSIS BANDING
Ileus Paralitik
Manifestasi
Klinis

Pemeriksaa
n Fisik

Pemeriksaa
n Radiologi

Nyeri
abdomen
ringan, kembung,
mual,
muntah,
opstipasi,
konstipasi
Bising usus lemah
(menurun sampai
tidak terdengar),
distensi, timpani

Pseudo obstruksi

Obstruksi
Usus
mekanis (simple)

Kolik
abdomen, Kolik
abdomen,
mual,
muntah, mual,
muntah,
opstipasi, konstipasi, opstipasi,
anorexia
konstipasi,
anorexia
Borborygmi,
Borborygmi,
timpani, gelombang gelombang
peristaltik,
bising peristaltik,
highusus hipoaktif atau pitched
bowel
hiperaktif, distensi, sounds,
rushes,
nyeri tekan lokal
distensi,
nyeri
tekan lokal
Dilatasi usus halus Dilatasi usus besar Bow-shaped loops
dan usus besar, terlokalisir, elevasi stepladder
(airelevasi diafragma diafragma
fluid
level),
diafragma elevasi
ringan

Ogilvi -pseudoobstruction pada


pasien lanjut usia
dengan sepsis.
Ditemukan dilatasi
massif pada colon,
terutama pada kolon
kanan dan sekum.

Gambar. Obstruksi
mekanis dikarenakan ca
colon kiri. Terlihat
kurangnya udara pada
yang terlihat pada colon.

Penggunaan kontras
pada pasien yang
sama, menunjukan
lesi klasik applecore pada
karsinoma kolon.

PENATALAKSANAAN

Konservatif

Penderita dipuasakan
Dekompresi dengan nasogastric tube.
Intravenous fluids and electrolyte
Dipasang kateter urin untuk menghitung balance cairan.
Aktivitas

Farmakologis

Antibiotik broadspectrum untuk bakteri anaerob dan aerob.


Analgesik apabila nyeri
Antagonis opioid perifer selektif : Methylnaltrexone dan
alvimopan
Prokinetik: Metaklopromide, cisapride
Parasimpatis stimulasi: bethanecol, neostigmin
Simpatis blokade: alpha 2 adrenergik antagonis

Operatif

Ileus paralitik tidak dilakukan intervensi bedah


kecuali disertai dengan peritonitis.
Operasi dilakukan setelah rehidrasi dan
dekompresi nasogastric untuk mencegah sepsis
sekunder atau rupture usus.
Operasi diawali dengan laparotomi kemudian
disusul dengan teknik bedah yang disesuaikan
dengan hasil explorasi melalui laparotomi.

PROGNOSIS

Bervariasi tergantung penyebab ileus

TERIMA KASIH