Anda di halaman 1dari 25

BANGUNAN PENGENDALI

SEDIMEN
OLEH :
NICO TEGUH SANTOSO
(20120110216)
MUHDIYAUDIN N.I. (20120110217)
HEPRY (20120110218)
FAJAR AFRIANI (20120110221)
AFDHOL SAPUTRA (20120110222)

PENDAHULUAN
Sungai adalah jalur air di atas permukaan bumi yang
disamping mengalirkan air juga mengangkut
sedimen terkandung dalam air sungai tersebut.
Sedimen terbawa hanyut oleh aliran air, yang dapat
dibedakan sebagai endapan dasar, dan muatan
melayang.
sedimentasi alamiah Membawa beberapa dampak
negatif. Dasar di hilir sungai akan meninggi akibat
sedimentasi ini. Akibatnya, air tidak mengalir dengan
baik sehingga meningkatkan kemungkinan banjir.
Untuk itu perlu adanya tindakan untuk mengurangi
dampak sedimentasi tersebut, salah satunya dengan
membangun bangunan pengendali sedimen.

PENDAHULUAN

Bangunan bangunan pengendali


sedimen
menurut Choirul Murod Berikut jenis
bangunan pengendali sedimen
menurut fungsinya,

Check Dam atau Sabo Dam


Sabo mulai dikenalkan di Indonesia
sejak kedatangan tenaga ahli sabo
dari Jepang, Mr. Tomoaki Yokota,
pada tahun 1970. Sabo berasal dari
bahasa Jepang yang terdiri dari dua
kata yaitu sa yang berarti pasir
dan bo yang berati pengendalian,
dengan demikian secara harfiah sabo
mengandung pengertian pengendali
pasir.

Check Dam atau Sabo Dam


fungsi pembangunan sabo dam adalah untuk
mengendalikan aliran sedimen akibat erupsi
gunung api. Daerah aliran sungai bagian hulu
di sekitar gunung api aktif merupakan tempat
penampungan material hasil letusan seperti
ladu, pasir, kerikil, batu dan lava.
Material yang tertimbun di dasar alur-alur
sungai mudah mengalami erosi dan mengalir
kehilir dalam kuantitas sangat besar bersama
limpasan akibat curah hujan tinggi (banjir lahar
dingin).

Check Dam atau Sabo Dam

Kali Gendol Lereng Merapi Sleman

Check Dam atau Sabo Dam

Check Dam atau Sabo Dam

Check Dam atau Sabo Dam

Stepped Dam
dam bertingkat yang dibuat dibagian
alur yang rusak, dan mudah longsor
untuk mencegah atau mengurangi
produksi sedimen karena erosi.

Stepped Dam

Stepped Dam

Groundsill
Disebut juga ambang pengendali
dasar, merupakan check dam yang
rendah dibangun melintang sungai
untuk menstabilkan dasar sungai dan
mengarahkan aliran sedimen.

Groundsill

Sand Pocket (Kantong Pasir)


yaitu bangunan pengendali sedimen
yang dibuat di daerah sungai yang
berbentuk
kipas
alluvial
untuk
menampung sejumlah sedimen yang
mengalir cukup besar sehingga sisa
dari yang ditahan check dam
ditampung disini. Pads umumnya
kantong pasir dilengkapi dengan
tanggul keliling untuk mencegah
limpasan.

Sand Pocket (Kantong Pasir)

Channel Works
yaitu bangunan berupa kanal di
daerah
kipas
alluvial
untuk
menstabilkan
arah
alur
dan
mengalirkan banjir dengan aman,
karena pada umumnya di daerah
tersebut
selalu
berubah akibat
fluktuasi debit.

Tenaga ahli dalam


perencanaan
1.
2.
3.
4.

Tenaga
Tenaga
Tenaga
Tenaga

ahli geoteknik
ahli Hidrologi
ahli Struktur
Ahli Lingkungan

Data data dalam


perancangan
1. Data Skunder
N
O

Nama Data

Kegunaan

Sumber Data

Curah Hujan

Menghitung
Qandalan dan Qbanjir

BMKG
Dinas PU

Data Topografi

Bakosurtanal
PPK

Data Mekanika Tanah

Membuat Layout
Membuat data
DAS
Mengetahui jenis
dan lapisan tanah
pada kedalaman
tertentu beserta
parameter
lainnya seperti
grain size

Laboratorium
Mekanika Tanah

Data data dalam


perancangan
N
O

Nama Data

Data Geologi

Data Geometri

Peta Tematik Potensi

Kegunaan

Sumber Data

Untuk
mengetahui
daerah itu
memiliki batuan
dasar berupa
kelompok batuan
dan endapan
vulkanik yang
mendasari batuan
Gunung Merapi
diketahui
kemiringan dasar
sungai rata-rata

untuk
mengetahui

Demograf

N
O

Nama Data

Data Hidrologi

Data Sedimen Sungai

Kegunaan
Untuk
memperkirakan
debit banjir
rencana pada
perencanaan
bangunan
dapat diketahui
besarnya sedimen
yang masih perlu
penanggulangan

Sumber Data

Data data dalam


perancangan
2. Data Primer
NO

Nama Data

Curah Hujan

data tanah hasil


lapangan

Kegunaan
untuk menentukan
ukuran, posisi, bentuk,
dan kontur pada setiap
bagian bumi dan
memantau setiap
perubahan
Mengetahui jenis dan
dan lapisan tanah

Jika aliran sungai itu adalah


perjalanan hidupmu, air adalah
dirimu, dan butiran pasir serta
lumpur itu adalah kesalahan kesalahan hidupmu. Maka hilangkan
lumpur lumpur itu dengan sabo
dam (Taubat), maka berkuranglah
segala lumpur lumpur itu.
Afrizul Rubsid