Anda di halaman 1dari 90

Keputusan

Keputusan Menteri
Menteri Negara
Negara Kependudukan
Kependudukan dan
dan
Lingkungan
Lingkungan Hidup
Hidup No.
No. 02/MENKLH/I/1988
02/MENKLH/I/1988
mengenai
mengenai Polusi
Polusi dan
dan Pencemaran
Pencemaran Air
Air dan
dan Udara
Udara ::
Yang dimaksud dengan Polusi atau Pencemaran Air dan
Udara adalah masuk atau dimasukkannya makhluk hidup,
zat, energi dan atau komponen lain ke dalam air/udara dan
atau berubahnya tatanan (komposisi) air/udara oleh
kegiatan manusia atau oleh proses alam, sehingga kualitas
air/udara turun sampai ke tingkat tertentu yang
menyebabkan air/udara menjadi kurang atau tidak dapat
berfungsi lagi sesuai dengan peruntukkannya.
2

SIFAT-SIFAT AIR TERPOLUSI


Pengujian :
1. Nilai pH, Keasaman dan alkalinitas
2. Suhu
3. Warna, bau dan Rasa
4. Jumlah Padatan
5. Nilai BOD/COD
6. Pencemaran Mikroorganisme Patogen
7. Kandungan Minyak
8. Kandungan Logam Berat
9. Kandungan bahan Radioaktif

1. NILAI pH, KEASAMAN DAN ALKALINITAS


Normal pH

= 6 - 8 Netral

Terpolusi pH = tergantung jenis buangan


Pabrik
Pabrik Pengalengan
Pabrik Susu
Pabrik Bier
Pabrik Pulp dan Kertas

pH

1.
6,2 - 7,6
2.
5,3 - 7,8
3.
5,5 - 7,4
4.
7,6 - 9,5
5. Industri Makanan -kandungan
menurun
asam2 organik tinggi
6. Ind. bahan anorganik - kandungan
asam mineral sangat tinggi

turun drastris
4

- FeS2 pada Air dan Udara

H2SO4 + Fe (Larut),

pH turun cepat
- Jika pH terlalu tinggi atau rendah maka sangat
mengganggu kehidupan ikan dan hewan air
sekitarnya
- Jika pH sangat rendah maka terjadi korosif terhadap
baja pengaratan pipa-pipa besi

2. SUHU
A. Air, medium pendingin proses industri mendapat panas
dari bahan yang didinginkan
B. Air limbah panas mengakibatkan :
1. Jumlah Oksigen terlarut di dalam air menurun
2. Kecepatan reaksi kimia meningkat
3. Kehidupan ikan dan hewan air lainnya terganggu
4. Jika batas suhu yang mematikan terlampaui, ikan
dan hewan air lainnya mungkin akan mati.

Oksigen Terlarut (mg/L)

HUBUNGAN ANTARA SUHU DENGAN KONSENTRASI


OKSIGEN TERLARUT DI DALAM AIR

16
12
8
4
8

16

24

Suhu (oC)

32

40
7

3. WARNA, BAU DAN RASA


WARNA, air di alam sangat bervariasi :
1.Air Rawa-rawa berwarna Kuning, Coklat, Kehijauan
2.Air Sungai berwarna Kuning Kecoklatan seperti lumpur,
sedangkan coklat kemerahan berarti terdapat Zat Besi
BAU, bau air tergantung pada
sumbernya :
1. Bahan Kimia
2. Ganggang
3. Plankton
4. Tumbuhan Air
5. Hewan Air
Mikroorganisme Anaerobik +
Bahan Organik menghasilkan
Sulfat yang direduksi menjadi
Sulfit (Bau Sulfit)

RASA, dihubungkan dengan


baunya
1. Bau Fenol, pabrik Gas
Petroleum dan Plastik dianggap
mempunyai rasa Fenol
2. Bau Khlor, senyawa Khloramin
(R-NH-Cl atau R-N-Cl2)
dianggap mempunyai
rasa Khlor
8

4. PADATAN PADA AIR YANG TERPOLUSI


4.1 PADATAN TERENDAP (SEDIMEN)
a. Padatan yang langsung mengendap jika air didiamkan
b. Ukuran relatif Besar dan berat
c. Akibat Erosi
d. Sedimen dalam jumlah tinggi di dalam Air sangat
merugikan, karena :
- Turunnya volume air yang dapat ditampung
- Menurunnya populasi ikan dan hewan lainnya
- Menurunnya fotosintesis oleh tanaman air
- Besarnya biaya penjernihan air
9

4.2 PADATAN TERSUSPENSI DAN KOLOID


-

Padatan yang menyebabkan kekeruhan air, tidak


terlarut dan tidak dapat mengendap langsung

Ukuran lebih kecil daripada sedimen, contoh Tanah


Liat,
Bahan-bahan
organik,
sel-sel
mikroorganisme
- Bahan bersifat koloid, contoh Protein
- Suspensi tanah liat tahan berbulan-bulan apabila
ditambah zat lain sehingga terjadi penggumpalan
kemudian mengendap.

10

4.3 PADATAN TERLARUT


- Ukuran lebih kecil daripada padatan tersuspensi
- Terdiri dari senyawa-senyawa anoganik dan organik
yang larut air, mineral dan garam-garamnya.
Contohnya :
Air buangan :
a. Pabrik Gula, mengandung berbagai jenis gula
terlarut
b. Industri Kimia, mengandung mineral Hg, Pb, As,
Cd, Cr, Ni, Cl2, Ca, Mg
Kesadahan Air

11

4.4 MINYAK DAN LEMAK


- Padatan yang mengapung di atas permukaan air
- Sumber :
a. Pembersihan dan pencucian kapal-kapal di laut
b. Pengeboran minyak
c. Kebocoran Kapal Tangker
d. Buangan Pabrik
- 25% volume minyak hilang karena menguap, sisanya
mengalami emulsifikasi
a. Emulsi minyak dalam air
b. Emulsi air dalam minyak
12

5. BIOLOGICAL OXYGEN DEMANDS (B.O.D)


Sejumlah oksigen dalam sistem air yang dibutuhkan oleh
bakteria Aerobik untuk menetralisir/menstabilkan bahanbahan sampah (organik) dalam air melalui proses oksidasi
biologis (Biological Oxydation) secara dekomposisi Aerobic.
BOD biasanya dihitung dalam kebutuhan 5 hari pada
temperatur 20 derajat
AEROBIC OXYDATION
Gula
6CO2 + 6H2O + 674 KALORI
Gula

ANAEROBIC OXYDATION
2CO2 + 2C2H5OH (Alkohol) + 22 KALORI

BOD = 200ppm, artinya 200 mg Oksigen akan


dihabiskan oleh contoh limbah sebanyak 1 Liter dalam
waktu 5 hari pada suhu 200C.
13

STANDARD BOD UNTUK MENENTUKAN KUALITAS AIR

KEADAAN UMUM AIR


B.O.D
Sangat Bersih
1 ppm
Bersih

2 ppm

Agak Bersih

3 ppm

Diragukan Kebersihannya
Tidak Bersih

4 ppm

5 ppm

Air limbah kota yang belum diolah mempunyai BOD :


600 ppm

300 ppm

II

60 ppm(Fosfor Nitrogen)

Perlakuan III
BOD Menurun

Tanpa
perlakuan

BOD Meningkat lagi


14

CHEMICAL OXYGEN DEMANDS


(C.O.D)
Yaitu sejumlah oksigen yang dibutuhkan untuk mengoksidir
bahan-bahan kimia di dalam sistem air.
Caranya :
Volume tertentu contoh limbah + kalium Dikromat
(jumlahnya lebih besar dari yang diperlukan),
kemudian panaskan Katalis H2S04 selama 2 jam.

- Kebanyakan zat organik telah teroksidasi


- Dengan penentuan jumlah Kalium Dikromat yang
dipakai, maka COD contoh dapat dihitung.
15

BEBERAPA KADAR BAHAN-BAHAN TOKSIK ( RACUN )


UTAMA DI DALAM AIR YANG PERLU DITOLAK SEBAGAI
AIR MINUM
UNSUR
KADAR KETERANGAN
ARSEN
0,05
- RACUN
KARSINOGEN
BARIUM
1,0
- RACUN
HATI, PEMB.DARAH
SARAF
CADMIUM
1,01
- RACUN
CHROM
0,05
- KARSINOGEN
VALENSI 6
PADA INHALASI
CYANIDA
0,2
- 50 - 60 mg
TIMAH HITAM 0,05
- RACUN
SELENIUM
0,01
- RACUN
PERAK
0,05
- ARGYRIA, BLUE-GRAY
DISCOLORATION 16

PENCEMARAN OLEH DETERGEN / SABUN


SIFAT DETERGEN/SABUN - STABILITAS MANTAP, NON
BIODEGRADABLE MATERIALS DALAM HIDROLOGICAL
CYCLE - TEG PERMUKAAN
TEG.ANTAR PERMUKAAN (INTERFACIAL)
TEG. DALAM AIR ITU SENDIRI
KEMAMPUAN BERCAMPUR EMULSIFIKASI
DEFLOKULASI TERHADAP COLLOID
MENGAPUNGNYA ZAT PADAT BUSA
- MEMBUNUH BAKTERI
MURAH
ANIONIK DETERGEN
RUMAH TANGGA
- SULFAT & SULFONAT
MAHAL
KATIONIK DETERGEN
BAKTERISIDE
BAKTERIOSTATIK
- MGD 4.GGS AMONIUM
NON IONIK DETERGEN
INDUSTRI
- KONDENSASI ETHYLENE OXIDE DG.BAHAN17 PHENOLIK/
ASAM LEMAK

CARBON CHLOROFORM EXTRACT (C.C.E.)


- INDIKATOR ADANYA * HYDROCARBON
* ORGANIC PEPTICIDES
* 70 % FENOL YANG ADA
AIR
- CCE DIPEROLEH MELALUI SUATU RESIDU SUATU
SAMPEL VOLUME AIR YANG DIFILTER DENGAN SUATU
ACTIVATED CARBON OLEH SUATU CHLOROFORM
DESTILASI
- BADAN AIR YANG MEMPEROLEH EFFLUEN DARI
INDUSTRI KIMIA
CCE
- ADANYA CCE ARTINYA ADANYA TOTAL ORGANIK
DALAM AIR DALAM KONSENTRASI MELEBIHI AMBANG
TERTENTU ( 0,2 mg / L )
* RASA MERANGSANG
* RACUN
18
* KARSINOGEN

ALKYL BENZENE SULFONAT (ABS)


- ADANYA ABS DALAM SISTEM AIR
PENCEMARAN LUAS

TELAH TERJADI

- TIDAK PERNAH DIDEGRADASI MELALUI PURIFIKASI


ALAMIAH
- ALKYLARYL SULFONAT

RANTAI

CABANG UTAMA ABS.

LINIER ALKYL SULFONAT ( LAS )


- RELATIF LEBIH TIDAK BEGITU STABIL
- KEMAMPUAN BERBUSA YANG SANGAT
TD. 10 - 30 % ORGANIK AKTIF ( DETERGEN SURFACTIVES )
19

KOMPONEN ADDITIVES :
- AMIDE FOAM STABILIZER
- POLYFOSFAT UNTUK PEMISAH

3-6%
25 - 40 %

- SILIKAT - PELINDUNG KOROSIF

5-7%

- CARBOXY METHY CELLULOSE MENSUSPENSIR TANAH/DEBU

0,5 - 1 %

- SODIUM SULFAT - PELARUT

15 - 25 %

- ZAT WARNA & WANGIAN


20

RADIOAKTIF
- URANIUM DAN PRODUK-PRODUK PEMECAHANNYA
MEMPUNYAI INTI SANGAT TIDAK STABIL
DISINTERGRASI / PEMECAHAN INTI

EMISI RADIOAKTIF SANGAT BERBAHAYA


MEMATIKAN
- SUMBER :
1. PELEBURAN DAN PENGOLAHAN LOGAM UNTUK
MEMPRODUKSI KOMPONEN RADIOAKTIF YANG
BERGUNA
2. PENGGUNAAN BAHAN RADIOAKTIF UNTUK
SENJATA NUKLIR :
3. PENGGUNAAN BAHAN RADIOAKTIF UNTUK
PEMBANGKIT TENAGA NUKLIR (PLTN).
4. PENGGUNAAN BAHAN RADIOAKTIF UNTUK
PENGOBATAN, INDUSTRI DAN PENELITIAN.
21

LOGAM URANIUM MENGANDUNG


2 - 5 POUND U2O3 PER TON
PRODUK-PRODUK PEMECAHAN URANIUM
RADIOAKTIF POLUSI RADIASI
KOMPONEN RADIOAKTIF

230
90
226
88
90
38
137
55

Thorium-230 ( Th)
Radium-226 (
)
Ra
Stronsium-90 ( Sr)
Cesium-137 (
)
Cs
Menyerupai kalsium terabsorpsi ke dalam tulang
dan gigi, contoh
di sekeliling tulang vertebratae
gangguan pembentukan eritrosit anemia
22

ISOTOP
RADIOAKTIF
DIATMOSFIR
TERTELAN
TERISAP

BADAN AIR
TERBUKA
NUTRIEN

TANAH

TERBAWA

AKAR

TANAMAN
MAKANAN
TERNAK

MINUM

SAYURAN

DAGING

MAKANAN

TERNAK
SUSU

TANAMAN DAN
HEWAN AIR

TRANSMISI RADIOAKTIF DI ALAM (STOKER & SEAGER, 1972)

MANUSIA

23

PENCEMARAN TANAH
1. SECARA LANGSUNG

Penggunaan pupuk secara berlebihan


Pestisida
Insektisida
Limbah yang tidak dapat dicernakan - plastik

2. MELALUI AIR
Air yang mengandung bahan pencemar (polutan)
mengubah susunan kima tanah menganggu jasad
hidup di dalam & permukaan tanah.

3. MELALUI UDARA
Udara tercemar akan menurunkan hujan tanah
tercemar
24

TANAH SUBUR

Gunung berapi aktif deposit mineral sumber


nutrisi.
Hutan tropis sumber organik utama.
Pengusahaan intensif tanah pelestarian sumber
daya tanah.
produksi dengan pupuk organik
pupuk buatan
Kesuburan diteliti secara
KUALITATIF : melihat kemampuan tanah untuk
menumbuhkan suatu tanaman secara visual
KUANTITATIF : pengukuran analisis (LAB)
25

Kesuburan rusak erosi


Kapasitas air tanah :
penggundulan hutan
Sumur dalam
Aspal, beton, tembok air hujan langsung ke laut

26

NAMA PESTISIDA
1. Trithion 4E, Kelthene MF

GOLONGAN
Akarisida

2. Dimanin

Algisida

3. Avitrol

Avisida

4. Bacticin, Agrimicin Agreft

Bakterisida

5. Cupravit OB, Belate Dithane M-45

Fungisida

6. Basta 200 AS, Bastapon 85 SP, Esteron 45 P


7. Thiodan, Sevin, Sevidan 70 wp,Tomaron
8. Fenthon
9. Morestan, Brestan 60

Insektisida

Larvisida
Moluksisida

10.Furadan, Basamid G Temic10 G, Nemacur


11.Squoxin

Herbisida

Nematisida

Piscisida

12.Diphacin 110, Klerat RMB, Racumin, Ratak

Rodentisida

13. Agrolene 26 WP, sevidol chlordane 960 EC

Termisida
27

NAMA PESTISIDA

KEGUNAAN

1.
2.
3.
4.
5.

Trithion 4E, Kelthene MF


(Mitesida) pembunuh Kutu
Dimanin
Pembunuh Ganggang
Avitrol
Pembunuh Burung
Bacticin, Agrimicin Agreft
Pembunuh Bakteri
Cupravit OB, Belate Dithane M-45
Pembasmi jamur yang tidak
diharapkan tumbuh
6. Basta 200 AS, Bastapon 85 SP, Esteron 45 P Pembasmi tanaman yang
tidak diharapkan tumbuh
(alang-alang)
7. Thiodan, Sevin, Sevidan 70 wp, Tomaron
idem No. 6 pada Serangga
8. Fenthon
idem No. 6 pada Ulat
9. Morestan, Brestan 60
idem No. 6 pada Siput
10.Furadan, Basamid G Temic10 G, Nemacur idem No. 6 pada Nematoda
11.Squoxin
idem No. 6 pada Ikan
12.Diphacin 110, Klerat RMB, Racumin, Ratak - idem No. 6 pada Pengerat
- rayap, hewan yang suka
melubangi kayu
28

BAHAN KIMIA - PEPTISIDA

GOLONGAN

1. METIL EUGENOL, FEROMON

ATRAKTAN

2. ORNITROL, AFOLATE

KEMOSTERILAN

3. FOLEX, ASAM ARSENIK

DEFOLIANT

4. ASAM ARSENIK

DESIKAN

5. TRIKLOROFENOL, SODIUM BISULFAT


6. GRIBELIN, ETHREL

DESINFEKTAN

PENGATUR TUMBU

7. KAMFER, MINYAK SEREH

RAPELAN

8. AMONIUM TIOSIANAT, METIL BROMIDA MENSTERILKAN TANAH


9. PCP

PENGAWET KAYU

10.TEPPOL

STIKER (PEREKAT)

11.TRITON, SURFINOL
12.PHOSPHON
13.ATONIK, ETHREL

SURFACTAN
INHIBITOR
STIMULAN TANAH
29

GOLONGAN PEPTISIDA
1. DESIKAN, DEFOLIANT
2. FUMIGAN
3. FUNGISIDA

NAMA

UNSUR

NATRIUM KLORAT

Na

METIL BROMIDA, SULFURIL FLOURIDA Br, F


KADMIUM KLORIDA,LAR.BORDEAUX
FERBAM. MANEB

Fe, Mn.

FENIL MERCURI ARSENAT, ZINEB

Hg, Zn

4. HERBISIDA

ASAM KOKADILIN, NATRIUM BORAT

5. INSEKTISIDA

KLORDAN, TIMBAL ARSENAT


MAGNESIUM FLUOSILKAT, MATOMIL

6. MITISIDA

SINEKSATIN, TETRADIFON

7. ORGANIK

ORGANOFOSFAT

EC : emulsi concentrated
WP : wetable powder

Cd. Cu

As, B
Cl, Pb

Mg, N
Sn , S
C,H,O,P

30

PEPTISIDA FORMULASI
EC / WP

FOTO DEKOMPOSISI

UDARA
PENGENCERAN
TRANSPORTASI
AKUMULASI
HIDROLISIS
BIODEGRADASI

TANAMAN

HAMA
TANAH
/ AIR

PERKOLASI
TOKSIK
HEWAN
RESIDU
MANUSIA
DIUBAH HERBIVORA

ORGANISME
BUKAN SASARAN

MUSUH ALAM

HEWAN
OMNI/
KARNI
VORA

IKAN
BESAR

IKAN
KECIL

PENGAIRAN
DANAU/
ZOOPLANKTON
AIR TANAH/
LAUT
SUNGAI
MICRO PLANKTON
MODEL KUALITATIF PERJALANAN PEPTISIDA FORMULASI
EC/WP
31
SETELAH DIAPLIKASIKAN

ANORGANIK

Pb.ARSENAT
S.ARSENAT
ZINK FOSTODE
dsb
ASAL
TANAMAN

REDSQUILL
NICOTINE
ROTENON
PYRETHRUM
dsb

SENY.ORGANIK
ALAM

PEPTISIDA

ASAL
MICROBA
ORGANIK
SENY.ORGANIK
SINTETIK
SKEMA PENGGOLONGAN PEPTISIDA
BERDASARKAN SUSUNAN KIMIA

STREPTOMYCIN
THURICIDE
TERRAMYCIN
TETRACYCLIN

ORGANOCHLORINE
ORGANOFOSFOR
CARBAMAT
COUMORIN
32
SINTETIK
PYRETHROID

Segumpal tanah seberat 0,5 kg mengandung:


Satu trilyun bakteri
200 juta jamur
25 juta alga
15 juta protozoa
Cacing
Insekta
Mahluk kecil lainnya.

Penyemprotan berlebihan semua mahluk


penyubur tanah turut lenyap tanah tercemar
peptisida kesuburan tanah rusak.
Pestisida menguap, mengendap, larut dalam air.
Endrin 0,6 ppm 5,5 jam ikan
33

SAMPAH
BAHAN YANG TIDAK DIPAKAI LAGI (REFUSE),
KARENA TELAH DIAMBIL BAGIAN UTAMANYA
PENGOLAHAN
1. BERDASARKAN SUMBERNYA :
SAMPAH DOMESTIK : SAMPAH RUMAH,PASAR,
SEKOLAH
SAMPAH NON DOMESTIK : SAMPAH PABRIK,
PERTANIAN, PERIKANAN, PETERNAKAN, INDUSTRI
KEHUTANAN
2. BERDASARKAN KOMPOSISINYA : SAMPAH KARTON,
KARBON, CAMPURAN (PASAR , UMUM)
3. BERDASARKAN PROSES TERJADINYA :
SAMPAH ALAMI : DAUN-DAUNAN
34 MANUSIA
SAMPAH NON ALAMI : KERENA KEGIATAN

4. BERDASARKAN ASAL LOKASINYA :


SAMPAH KOTA : (URBAN )
SAMPAH DAERAH (RURAL) PEDESAAN, PEMUKIMAN,
PANTAI.
5. BERDASARKAN JENISNYA
SAMPAH ORGANIK , SAMPAH ANORGANIK
6. BERDASARKAN SIFATNYA :
SAMPAH YANG DAPAT DICERNAKAN ( DIURAIKAN,
DEGRADABLE) SAMPAH-SAMPAH ORGANIK
YANG TIDAK DAPAT DICERNAKAN ( DIURAIKAN
NON DEGRADABLE), SAMPAH ANORGANIK
SAMPAH YANG MUDAH TERBAKAR
SAMPAH YANG TIDAK MUDAH TERBAKAR
35

PENANGANAN PENCEMARAN TANAH


TIDAK MENGGUNAKAN PEPTISIDA TERBAIK
HASILNYA,TETAPI HAMA TANAMAN HASIL
PRODUKSINYA .
CARA YANG DAPAT DITEMPUH
1. PENGATURAN JENIS TANAMAN DAN WAKTU
MENANAM
2. MEMILIH VARIETAS TANAMAN YANG TAHAN LAMA
3. MENGGUNAKAN MUSUH ALAMI UNTUK HAMA
4. MENGGUNAKAN HORMON SERANGGA
5. MEMANFAATKAN DAYA TARIK SEX UNTUK
SERANGGA
6. PEMANDULAN ( STERILISASI )
36

PERLU DIPERHATIKAN
1. MEMAHAMI KEGUNAAN PESTISIDA YANG
BERSANGKUTAN
2. MENGIKUTI PETUNJUK PEMAKAIAN
3. MEMATUHI PERIZINAN
4. HATI-HATI DALAM PENYIMPANAN
5. MENGGUNAKAN ALAT-ALAT PELINDUNG :
- MASKER
- KACA MATA
- PAKAIAN

37

PENANGANAN SAMPAI : MENCEGAH PENCEMARAN


1. CARA PENIMBUNAN ( DUMPING )
RAWA, JURANG, LEKUKAN TANAH, LAUT, TEMPAT
TERBUKA.
2. PENGISIAN TANAH KESEHATAN (SANITARY LANDFILL)
MENGISI TANAH BERLEGOK
MENUTUPNYA
DENGAN TANAH
3. CARA PENCACAHAN (GRINDING)
LIMBAH ORGANIK - ALAT PENGGILING
4. PENGKOMPOSAN (COMPOSTING)
LIMBAH ORGANIK- BAKTERI, JAMUR
ANORGANIK
5. PEMBAKARAN (INCINERATION)
GAS, RESIDU
6. PIROLISIS
MENGOLAH LIMBAH - PROSES DEKOMPOSISI SENYAWA
KIMIA SUHU TINGGI DENGAN PEMBAKARAN TIDAK
38
SEMPURNA.

Lapisan Udara dalam Atmosfir

39

Lapisan Udara dalam Atmosfir


Ting
gi
(Km)
50

MESOSFIR
STRATOPAUSE
STRATOSFIR

15

Temperatur (t) turun


dengan meningkatnya
tinggi udara (T)

TROPOPAUSE
TROPOSFIR

T konstan atau sedikit


naik dengan
meningkatnya T
T menurun dengan
meningkatnya T, kecuali
pada keadaan-keadaan
inversi
40

Gelombang
pendek sebagai
energi sinar

Gelombang
panjang sebagai
energi panas

CO2
normal

Permukaan tanah/bumi
41

CO2 mengabsorpsi radiasi gelombang panjang,


sehingga suhu bumi meningkat
CO2
tinggi

Pengaruh rumah kaca


Transformasi sinar radiasi yang
terjadi pada permukaan bumi
(Wagner, 1971)
42

Susunan Udara Atmosfir


Kadar komponen
Jenis Komponen
% per L
ppm
udara
Nitrogen (N2)
780.900,0
78,09
0
20,95
Oksigen (O2)
209.500,0
0,93
Argon (Ar)
0
0,03
Asam arang (CO2)
9.300,00
Dalam jumlah
315,00
sedikit:
g Neon (Ne)
18,00
g Helium (He)
5,20
43
g Metana (CH )

Susunan Udara Atmosfir


Jenis Komponen
Dalam jumlah
sedikit:
g Krypton (Kr)
g NO3
g

H2

Xenon (Xe)
NO2

Kadar komponen
% per L
ppm
udara
1,00
0,50
0,50
0,08
0,02
0,01
0,04

Catatan :
g1Ozon
ppm adalah satu bagian per juta
1 mL gas adalah dalam 1 juta mL udara

44

Inversi suhu dan Polusi udara yang terperangkap di


dalam lapisan inversi (Ehrlich dan Ehrlich, 1970)

tingkat

Tanpa inversi

Suhu

45

Inversi suhu dan Polusi udara yang terperangkap di


dalam lapisan inversi (Ehrlich dan Ehrlich, 1970)
ada inversi

tingkat

Lapisan inversi

Suhu

46

Klasifikasi Pencemaran
Udara

Berdasarkan asal mulanya dan kelanjutan


perkembangannya di udara

1. Pencemar Primer
Yaitu semua pencemar yang berada di udara
dalam bentuk yang hampir tidak berubah, sama
seperti saat ia dibebaskan dari sumbernya semula
sebagai hasil dari suatu proses tertentu.
2. Pencemar Sekunder
Yaitu semua pencemar di udara yang sudah
berubah karena hasil reaksi tertentu antara dua
atau lebih kontaminan/polutan lain yang ada di
47
dalam udara.

Pencemar Utama
1. Karbon Monoksida (CO)
Sumber : incomplete combustion
Pembangkit tenaga listrik/uap
Kendaraan bermotor

2. Sulfur Dioksida (SO2)


Hasil pembakaran senyawa yang mengandung
belerang.
Industri H2SO4.
Industri pemurnian logam Cu, Zn
Pusat penyulingan minyak
48

3. Nitrogen Oksida (NO2, NO, NOx)


Reaksi
NOx + hidrokarbon fotokimi
SMOG
4. Hidrokarbon

dekomposisi organisme
pusat penyulingan minyak

Reaksi
5. Ozon dan senyawa Peroksida
NO2 + hidrokarbon fotokimi
a

6. Partikel-partikel debu
Berupa debu padat, titik-titik cair.
Sumber:
Pertambangan
Kegiatan pembangunan
Aktivitas / mobilitas manusia

49

Klasifikasi Pencemaran Udara


Frank A. Patty

1. Atas dasar Wujud dan Fisiknya


Kelompok gas / uap
Kelompok padat partikel
2. Atas dasar susunan kimiawinya
Untuk mengetahui dalam media apa pencemarpencemar yang memiliki susunan kimiawi tertentu
itu dapat larut (penting dalam air pollution control)
50

3. Atas dasar pengaruh kerja faalnya terhadap


tubuh.
Pencemar sifat kimiawi tertentu faal tubuh
tertentu D/ Th/
Kelompok kontaminan / polutan yang;

iritan
asphyxiant
anaesthetics / narcotics
systemic poisons
partikel-partikel lainnya
51

1. Pencemaran Udara menurut Wujud


Fisiknya
Sub kelompok : a. gas / uap
b. partikel
Partikel : benda padat / cair yang mempunyai
ukuran sedemikian kecilnya untuk
memungkinkan melayang di udara.
aerosol (smoke, fog, mist, dll.)

debu (dust)
droplet
fly ash
fume

52

Mist (kabut) : partikel cair yang berada dalam


suspensi udara yang terjadi karena kondensasi
uap atau atomisasi cairan ke tingkat dispersi.
Atomatisasi :
Penyemprotan
Pembuihan

Low consentration dispertion of liquid


particles of large size. (Henry C. Perkins)
dapat dilihat dengan visual aid.
53

Fog (kabut yang padat / tebal) = Mist, tetapi


masih dapat dilihat dengan mata tanpa visual
aid.
Smoke (asap) : partikel karbon (padat) yang
terjadi dari pembakaran yang tidak lengkap
(incomplete combustion) pada sumber-sumber
pembakaran yang menggunakan bahan bakar
hidrokarbon dengan ukuran partikel ( < 5
micron).
54

Debu (dust) : partikel benda padat yang


terjadi karena proses mekanis (pemecahan
dan reduksi) terhadap massa padat, dimana
ia masih dipengaruhi oleh gravitasi.
Fume
partikel padat yang terjadi karena kondensasi
dari penguapan logam-logam cair oksidari
di udara.
Pabrik-pabrik pengecoran dan peleburan
logam.
55

2. Pencemaran menurut Wujud Kimiawi


Gas dan atau uap air

Partikel / debu
Mineral
larut

Larut
dalam
air

Organis

Tidak Water organic


larut soluble soluble

Tak larut Laindalam


lain
air

Reaksi dengan komponen Tak reaksi dengan salah


satu komponen
dalam media itu
- silika - gula - plastik - oksigen
- adsorben
- asbes
T. Lar rx Rx lambat
Komp.

Komp.

56

benzena

Seny. S
melekat pada
karbon aktif

3. Pencemar Menurut Pengaruh Fisiologisnya


1. IRITAN
a. Iritasi pada alat pernapasan atas
Golongan aldehid / asetaldehid, acroline, formaldehid,
paraform, dll.
Debu alkalin
Amonia
Asam kromik
Ethylene oxide
Hidrogen chloride
Hidrogen fluoride
Sulfur dioksida, sulfur trioksida
57

b. Iritasi pada alat pernapasan atas dan jaringan


paru
Bromin
Chlorine, chlorine oxide
Cyanogen bromide, cyanogen chloride
Dimethyl sulfat, diaethyl sulfat
Iodine
Ozon
Sulfur chloride
Phosphorus trichloride
Phosphorus pentachloride
58

c. Iritasi pada Broncheoli dan alveoli


Arsen trichloride
Nitrogen dioxide
Nitrogen tetraoxide
Phosgen
Dalam keadaan over toxic
ASPHYXIA

59

2. ASPHYXIANT (lemas)
Hambatan dan blokade terhadap proses
oksidasi di dalam jaringan, khususnya
jaringan otak.
a. Simple Asphyxiant
Di dalam jaringan menimbulkan proses
pengenceran terhadap kadar oksigen, sehingga
seringkali sampai di bawah tekanan parsial
oksigen yang sebenarnya dibutuhkan dalam
darah bagi pernapasan sel-sel jaringan.
60

Penghambatan oksidasi biologis (biological


oxidation), contoh:
Karbon monoksida
Etana
Helium
Hidrogen cyanide
Metana
Nitrogen
NOx
Nitrit
Cyanogen

61

b. Chemical Asphyxiant
Bekerja secara chemis dengan menghambat
oksigen darah dari paru-paru, sehingga sel-sel
jaringan mengalami ischemia.
Hal ini tetap terjadi walaupun kadar oksigen
dalam darah cukup.
Contoh :
Anilin
Toluidin

methaemoglobinemia

62

3. ANAESTHETICA DAN NARCOTIKA


ANAESTHETICA : menenangkan susunan
saraf dalam batas-batas ringan tanpa
menimbulkan akibat (defect) pada alat-alat
sistemic yang berat.
NARCOTIKA : menghambat/menekan
S.S.P., tekanan parsial terbius
63

Contoh
Acethylene hidrocarbon (acethylene, allylene,
crotonyle)
Olefin hidrocarbon (ethylen)
Ethyl ether dan isopropyl ether
Parafin hidrocarbon (propane s.d. decane)
Alifatik keton ( aceton, oktanon)
Alifatik alkohol (ethyl alcohol, propyl alcohol,
butyl alcohol, amyl alcohol)
Esters yang dalam jaringan oksida + alkohol
64

4. Pencemar-pencemar yang Bersifat


Systemic Toxic
1. Golongan Halogenated Hidrocarbon menimbulkan
kerusakan alat-alat dalam rongga perut (viscera
system).
2. Golongan pencemar yang menimbulkan
kerusakan pada system darah (haematopoesis
system).
Contoh:
Benzene
Xylene
Phenol
Napthalene
Toluene
65

3. Golongan pencemar yang menimbulkan keracunan


pada system saraf (neuro system)
Contoh :
Karbon disulfida Thiophene
Methyl alcohol
4. Golongan Toxic Metals
Contoh:
Timbal
Cadmium
Mangan
Air raksa
Antimon
Berilium
5. Golongan Toxic Non Metal
Contoh :
Arsen
Sulfur
Fosfor
Fluoride
66

PARTIKEL
A. Debu-debu yang menyebabkan fibrosis di dalam
paru-paru
Contoh : silica dan asbes
B. Debu-debu karbon yang merupakan debu inert.
C. Debu-debu yang hanya menimbulkan alergi.
Contoh : biji-bijian, kayu, organik, dll.
D. Debu-debu yang bersifat iritan
Contoh : asam-asam, alkali, fluoride, kromat.
A + B pneumoconiosis
67

POLUTANUDARA
1.
2.
3.
4.
5.

KARBON MONOKSIDE (CO)


NITROGEN OKSIDE (NOx)
HIDRO KARBON
(HC)
SULFUR DIOKSIDE (SOx)
PARTIKEL

BABCOCK (1971)

TOKSISITAS RELATIF POLUTAN UDARA


POLUTAN

LEVEL TOLERANSI
Ppm
g /m3

CO
HC
SOX
NOx
PARTIKEL

32.0
0.50
0.25

BABCOCK (1971)

40.000
19.300
1.430
514
375

TOKSISITAS
RELATIF
1.00
2.07
28.0
77.8
106.7

KARBON MONOKSIDDA (C0)


SUMBER:
- PEMBAKARAN TIDAK SEMPURNA
BENSIN DIDALAM MOBIL
- PEMBAKARAN DI PERINDUSTRIAN
- PEMBANGKIT LISTRIK
- PEMANAS RUMAH
- PEMBAKARAN DI PERTANIAN

CO MERUPAKAN GAS TAK BERBAU, TAK TERASA


(TASTELESS), TAK BERWARNA BERBAHAYA
CO + Hb COHb (KARBOKSI-HAEMOGLOBIN) Hb
TIDAK CUKUP MAMPU LAGI MENGIKAT O2
OXYGENISASI JARINGAN .
- AFINITAS MENGIKAT HbBAGI CO 200 X D.P O2
- EFEK CO THD. S.S.P.
15 ppm - 10 JAM
- RUANGAN INDUSTRI (WHO) 50 ppm - 8 JAM
- DISARANKAN 10 mg/m3
- 40 mg/m3 - 8 JAM
- (+)
1300ppm - 0.5 JAM
- 5 Lt. BENSIN
1- 1.5 kg CO

NITROGEN OKSIDA
- HASIL PRODUK BAHAN PEMBAKARAN

NO2 - 118 - 156 MIKROGRAM 6 JAM mengganggu


kesehatan (0,063 - 0,083 ppm)
NOX <-- NO + NO2
NO2 - WARNA GAS : MERAH COKLAT
- AMBANG BAU : 0,12 - 0,22 ppm (BAU HNO3)
- INDUSTRI 5 ppm - 8 JAM/HARI
- GAS BERACUN
NO & NO2 MERUSAK MANUSIA DAN LINGKUNGAN
NO MAMPU MEMBATASI
O2 DARAH CO
UDARA (HKADAR
O)
2

TUBUH HNO3 MERUSAK


NO + O2 NO2
TUBUH

NO2 - MATA PEDIH MERUSAK SALURAN


PERNAFASAN & JANTUNG
- CONT. (+)
- MERUSAK BARANG-BARANG LOGAM
oksidasi
KARAT

PRODUKSI DAN REAKSI NO2 DI UDARA


N2 DI UDARA
PEMBAKARAN
PROSES BIOLOGI
DALAM TANAH

NO
OKSIDASI CEPAT
DENGAN O3
NO2
UAP H2O

HNO3
NH3 ATAU
PARTIKEL -PARTIKEL
GARAM2 NITRAT:
NH4NO3

OKSIDASI LAMBAT
DENGAN O2
PETIR

SINAR ULTRA VIOLET


DAN HIDROKARBON
ASBUT FOTOKIMIA

SULFUR DIOKSIDA (SO2)


GAS TIDAK BERWARNA
BAU MENYENGAT : 0,5 ppm
BERBAHAYA : KEMATIAN (+) 0,25 ppm
24 jam
3
750mg/M SMOKE
INDUSTRI (WHO) 10 N- 13 mgr/M3 - 8 JAM/HARI
SO2 KABUT H2SO4
UAP AIR
BERBAHAYA BAGI KESEHATAN MANUSIA
LOGAM MUDAH BERKARAT
MERUSAK TANAMAN AWAN ASAM
MERUSAK KEHIDUPAN AIR pH < 4 KEMATIAN
(+)
MERUSAK BATU-BATUAN, CANDI, GENTING, GRANIT
PLASTIK, KARET,KARET, KERTAS BERUBAH
WARNA RAPUH

PERJALANAN SO2 DI UDARA


- PEMBAKARAN
BAHAN BERISIKAN

GAS H2S
OKSIDASI

SENYAWA S

- PELEBURAN LOGAM
- PENGILANGAN MINYAK

- LETUSAN GUNUNG API

16 %

80 %

4%

GAS SO2
OKSIDASI
GAS SO3
H2O
H2SO4

NH3
AEROSOL SULFAT

OZON (O3)
GAS BERWARNA BIRU BENING
BERBAU TAJAM
SEDIKIT OZON TERDAPAT DI UDARA LAPISAN ATAS
25 Km DIATAS BUMI <---- MAKSIMUM
LONCATAN LISTRIK UDARA O3
AKSI SINAR ULTRAVIOLET THD O2 O3
LAPISAN OZON - PELINDUNG MAKHLUK HIDUP DI
PERMUKAAN BUMI, KARENA MENGABSORSI S.U.V
DARI MATAHARI
S.U.V KULIT TERASA TERBAKAR, MATA BUTA

EMISI N2O KE UDARA O3 BANYAK TERJADI


DILAPISAN BAWAH DARI UDARA
O3 - PENGOKSID YANG KUAT
- BEREAKSI DENGAN BERBAGAI ZAT
- BERACUN BAGI MAKHLUK HIDUP
- BINTIK-BINTIK PADA DAUN
ANGGUR,GULA,BIT, TEMBAKAU.
- MERUSAK TEKSTIL WARNA PUDAR
RAPUH
- MERUSAK KARET BAN PESAWAT TERBANG
- KARET JENDELA PESAWAT,KARET ISOLASI
LISTRIK

PENGARUH FISIOLOGIS DARI


POLUTAN
MEKANISME MASUKNYA DEBU DALAM
TRACTUS RESPIRASI
1. PENGARUH INERSIA DEBU SENDIRI
PARTIKEL-PARTIKEL KECIL IKUT
ALIRAN UDARA PERNAFASAN MASUK
KEDALAM
PARTIKEL-PARTIKEL BESAR
MENGENDAP PADA TEMPAT YANG
LEKUK2 PADA SELAPUT LENDIR T.R

2. PENGARUH SEDIMENTASI
- KECEPATAN ARUS UDARA < 1 cm/detik
MEMUNGKINKAN PARTIKEL-PARTIKEL DEBU
MENGENDAP KARENA PENGARUH GAYA
BERAT.
3. GERAKAN BROWN
- PARTIKEL-PARTIKEL DEBU < 0,1 MIKRON
- MELALUI GERAKAN UDARA MENGENDAP
PADA PERMUKAAN ALVEOLI

PNEUMOCONIOSIS
MENURUT JENIS-JENIS DEBU YG DAPAT
DITIMBUN DIDALAM PARU-PARU
1. SILICOSIS

DEBU OLEH S02 BEBAS

2. ASBESTPSIS

ASBES

3. BERRYLIOSIS

BERRYLIUM

4. BYSSINOSIS

KAPAS

5. STANOSIS

BIJI TIMAH

6. SIDEROSIS

Fe2O3

7. ANTHRACOSIS

ANTHRASIT

GEJALA TIDAK BERSIFAT KHAS ;


- BATUK KERING, DAHAK - +
- SESAK NAPAS
- KELELAHAN UMUM
- PUCAT
- B.B. I

SILICOSIS
- TERPENTING
- DEBU2 SILICA BEBAS, BUKAN GARAM SILICAT
- TERDAPATNYA :
PROSES PEMECAHAN & PENGOLAHAN BATU
PERUSAHAAN GRANIT
PABRIK TEGEL
PABRIK SEMEN
TAMBANG TIMAH PUTIH (Bukan Karena T.P.NYA)
TAMBANG BATU BARA (Bukan Karena BB)
PABRIK DEBU BATU GERINDA
PABRIK BESI
PENGECORAN BAJA Dipergunakan pasir dalam
proses sand blasting

- MASA INKUBASI : 2 - 4 TAHUN


- PENGGOLONGAN PENY. SILICOSIS
BERDASARKAN P.A
SILICOSIS TINGKAT I RINGAN
R NODULI SALING TERPISAH
BUNDAR 2mm
TINGKAT II SEDANG
R SELURUH PARU PENUH NUDULI
TINGKAT III BERAT
R

PARU DG DAERAH KONSOLIDASI


MASIF, DD/ TBC PARU

ASBESTOSIS
- DEBU ASBES (MAGNESUM SILIKAT)
- KELAINAN FIBREUS YG MERATA PADA PARU,
PENEBALAN PLEURA - EMPHYSEMA.
- BADAN ASBERTOR : BATANG2 UK 200
MIKRON MERUPAKAN FIBRIN2 SEKITAR
DEBU ASBES
- GEJALA
SESAK NAPAS
BATUK DENGAN BANYAK RIAK
CYANOTIS
CLUBBER FINGER : TANDA ANOXEMIA

ANTHRACOSIS
- DEBU ARANG BATU <-- TAMBANG ARANG
BATU
- Ro
1. ANTHRACOSIS MURNI
2. SILICOANTHRACOSIS
3. TUBERCULOSILICOANTHRACOSIS
- ANTHRACOSIS MURNI PROSES LAMBAT
+ EMPHYSEMA --->

STANOSIS
- DEBU TIMAH PUTIH -- KURANG BERBAHYA
- TERDAPAT
PENGOLAHAN BIJI TIMAH
INDUSTRI YG MENGGUNAKAN BAHAN
TIMAH PUTIH
KLINIS
TAK ADA FIBRINOSIS
TAK ADA CACAD PARU
KOMPLIKASI JARANG
R : PELEBARAN HILUS PARU2

BERRYLIOSIS
- DEBU LOGAM BERRYLIUM ATAU OKSIDA SULFAT
CHLORIDA DAN FLUORIDA
- GEJALA KLINIK TIDAK KHAS RINGAN --> BERAT ~
NASOPHARINGITIS, BRONCHITIS --> PNEUMONIA
- R GAMBARAN KABUR RETICULER2
NODULI2 TERPISAH (~ SILICOSIS TK.I)
- TERDAPAT
PABRIK PEMBUATAN TABUNG FLUORESCEN
PABRIK PEMBUATAN TABUNG RADIO

BYSSINOSIS
- MASA INKUBASI : 5 TAHUN
- DEBU KAPAS
- TERDAPAT
PABRIK PEMINTALAN BENANG
PABRIK TENUN
PABRIK TEKSTIL

SIDEROSIS
- DEBU YANG MENGANDUNG UNSUR BESI
- TIDAK BERBAHAYA
- TIDAK PROGRESIF
- TIDAK MERUPAKAN PREDISPOSIS TBC
TALCOSIS
- DEBU TALK - MERUPAKAN CAMPURAN
MINERAL TIDAK HANYA MAGNESIUM SILIKAT
- TERDAPAT PADA PERUSAHAAN KOSMETIK, CAT,
PEMBUATAN KERTAS, POWDER TALK.

Beri Nilai