Anda di halaman 1dari 41

PROBABILITAS

(PROBABILITAS, PERMUTASI, DAN


KOMBINASI)

PROBABILITAS

PENGERTIAN PROBABILITAS
Probabilitas adalah suatu ukuran tentang
kemungkinan suatu peristiwa (event) akan
terjadi di masa mendatang.
Probabilitas dinyatakan antara 0 sampai 1 dan
dinyatakan dalam desimal (misalnya: 0,65) atau
dalam persentase (65%).
Probabilitas 0 (nol) menunjukkan peristiwa yang
tidak mungkin terjadi.
Probabilitas 1 (satu) menunjukkan peristiwa
yang pasti terjadi.
Probabilitas dapat didefinisikan sebagai
peluang suatu kejadian.

MANFAAT PROBABILITAS
Membantu dalam pengambilan keputusan yang
tepat, karena kehidupan di dunia tidak ada
kepastian dan informasi yang tidak sempurna.
Contoh :

Pembelian

harga saham berdasarkan analisis harga

saham.
Peluang produk yang dihasilkan perusahaan (sukses
atau tidak)

UNSUR PROBABILITAS

Dalam Probabilitas ada 3 hal yang penting yaitu:


percobaan

(experiment)

Percobaan adalah aktivitas yang menghasilkan suatu


peristiwa.
Misalnya: kegiatan melempar uang, akan menghasilkan
peristiwa muncul gambar atau angka.

hasil

(out come)

Hasil adalah suatu hasil dari suatu percobaan tersebut,


yaitu muncul gambar atau angka.

peristiwa

(event).

Peristiwa adalah hasil yang terjadi dari suatu kejadian.


5

PENDEKATAN TERHADAP
PROBABILITAS

Untuk menentukan tingkat probabilitas ada 3


pendekatan yaitu :
pendekatan

klasik
pendekatan relatif
pendekatan subjektif

PENDEKATAN KLASIK
Pendekatan klasik mengasumsikan bahwa
sebuah peristiwa mempunyai kesempatan untuk
terjadi yang sama (equally likely).
Probabilitas suatu peristiwa dinyatakan sebagai
ratio antara jumlah kemungkinan hasil
(peristiwa) dengan total kemungkinan hasil.

PENDEKATAN KLASIK CONTD.

PENDEKATAN RELATIF

Besar probabilitas suatu peristiwa tidak


dianggap sama, tetapi tergantung pada berapa
banyak suatu peristiwa terjadi dari keseluruhan
percobaan atau kegiatan yang dilakukan.

PENDEKATAN RELATIF CONTD.

Pada kegiatan AFI 3 didapatkan 1000 pemirsa TV yang


mengirim SMS untuk memilih bintang idolanya, sehingga
didapatkan probabilitas relatif sebagai berikut :

Jadi pendekatan relatif mendasarkan besarnya


probabilitas pada banyaknya suatu peristiwa terjadi dari
keseluruhan percobaan, kegiatan atau pengamatan yang
dilakukan.
10

PENDEKATAN SUBYEKTIF
Pendekatan Subyektif adalah menentukan
besarnya probabilitas suatu peristiwa didasarkan
pada penilaian pribadi dan dinyatakan dalam
derajat kepercayaan.
Penilaian Subyektif diberikan karena terlalu
sedikit atau tidak ada informasi yang diperoleh
atau berdasarkan keyakinan.
Contoh : Menurut masyarakat, penggemar AFI
mulai menurun pada tahun 2006.

11

KONSEP DASAR DAN HUKUM


PROBABILITAS
Probabilitas kejadian dilambangkan dengan P,
apabila kejadian jual saham dinyatakan dengan
huruf A, maka probabilitas jual saham
dinyatakan dengan P(A).
Sebaliknya apabila kejadian beli saham adalah
B, maka probabilitas beli saham dinyatakan
dengan P(B).
Dalam mempelajari hukum dasar probabilitas
akan dibahas hukum penjumlahan dan hukum
perkalian.

12

HUKUM PENJUMLAHAN
Hukum penjumlahan menghendaki peristiwa
yang saling lepas atau mutually exclusive yaitu
apabila suatu peristiwa terjadi, maka peristiwa
lain tidak dapat terjadi pada saat bersamaan.
Apabila kejadian menulis berita P(A), maka
kejadian menyiarkan berita P(B) tidak terjadi
pada waktu yang bersamaan.
Jika kejadian A dan B saling lepas hukum
penjumlahan menyatakan :

P ( A B ) = P(A atau B) = P(A) + P(B)

13

HUKUM PENJUMLAHAN CONTD.

Untuk kejadian yang lebih banyak dilambangkan sampai n,


yaitu :
P(A atau B atau ...... n) = P(A) + P(B) + ........... P(n).

Contoh : Kegiatan jual-beli saham di BEJ untuk 3 perusahaan


perbankan dengan jumlah total sebanyak 200 transaksi.

Dari tabel di atas diketahui bahwa : P(A) = 120/200 = 0,60


P(B) = 80/200 = 0,40

Sehingga probabilitas A atau B :


P(A atau B) = P(A) + P(B) = 0,6 + 0,4 = 1,0

14

PERISTIWA ATAU KEJADIAN


BERSAMA

Contohnya dalam kegiatan jual saham pastilah diketahui


saham apa yang dijual atau beli saham, saham apa yang
dibeli.
Jadi kegiatannya ada 2 jenis yaitu:
(a) kegiatan jual saham
(b) sahamnya adalah saham BCA.

Oleh sebab itu ada kegiatan bersama (joint event),


seperti kejadian jual saham dilambangkan P(A) dan
sahamnya BCA adalah P(D) atau kejadian beli P(B) dan
sahamnya BCA P(D).
Probabilitas kejadian bersama dilambangkan P(AD) untuk
kejadian jual saham BCA dan P(BD) untuk kejadian beli
saham BCA.

15

PERISTIWA ATAU KEJADIAN BERSAMA


CONTD.

Contoh : Hitung berapa probabilitas jual saham BCA :


P(AD) dan probabilitas beli saham BCA : P(BD) dari Tabel
berikut.

Kegiatan jual saham dan sahamnya BCA ada 30 transaksi.


Kegiatan beli saham dan sahamnya BCA ada 40. Sehingga
probabilitas P(AD) dan P(BD) adalah :
P(AD) = 30/200 = 0,15
P(BD) = 40/200 = 0,20

16

DIAGRAM VENN

Pada peristiwa bersama dua atau lebih peristiwa,


lebih mudah dilihat dengan diagram Venn.
Pada diagram Venn terlihat adanya perhitungan ganda
yaitu kejadian AD.
Kejadian AD tersebut masuk dihitung ke dalam kejadian A
dan kejadian D, maka rumus penjumlahan probabilitas
dirumuskan sebagai berikut :

17

CONTD.

Berapa probabilitas kejadian jual saham atau


saham BCA : P( A atau D)
P(A atau D) = P(A) + P(D) P(AD)
= 0,6 + 0,35 0,15
= 0,80

18

PERISTIWA KEJADIAN SALING LEPAS


( MUTUALLY EXCLUSIVE)

Kejadian saling lepas terjadi apabila hanya satu dari dua atau
lebih peristiwa yang terjadi. Dapat digambarkan dengan diagram
Venn sebagai berikut :
A

Pada diagram Venn terlihat bahwa peristiwa A (jual saham) dan


peristiwa B (beli saham ) saling lepas.

19

HUKUM PERKALIAN

Dalam konsep probabilitas, aturan perkalian diterapkan secara


berbeda menurut jenis kejadiannya.
Ada dua jenis kejadian yaitu kejadian bebas ( independent event )
dan tak bebas ( dependent event )
Hukum perkalian untuk probabilitas kejadian A dan B yang
saling bebas (independen) :
Contoh :
Saudara diminta melemparkan uang logam dua kali ke udara.
Berapa probabilitas ke dua lemparan tersebut menghasilkan
gambar ?

Jawab :
Pada lemparan pertama, probabilitas muncul gambar = dan
pada lemparan ke dua, probabilitas muncul angka = .
Maka P(A dan B) = P(A) x P(B)
=

20

PROBABILITAS BERSYARAT
( CONDITIONAL PROBABILITY)

Probabilitas bersyarat adalah probabilitas suatu peristiwa


akan terjadi dengan ketentuan peristiwa yang lain telah
terjadi.
Probabilitas bersyarat dilambangkan dengan P(A|B) yaitu
probabilitas peristiwa A, dengan syarat peristiwa B telah
terjadi.

21

Contoh : Dengan melihat data pada Tabel 1, berapakah


probabilitas terjualnya saham BCA : P( D|A) dan
probabilitas saham BCA terjual : P( A|D) ?

Jawab :
Probabilitas terjualnya saham BCA : P( D|A) : Saham BCA
yang terjual 30 dan jumlah transaksi jual saham 120 maka
P(D|A) = 30/120 = 0,25
Probabilitas saham BCA terjual : P( A|D) Jumlah
transaksi saham BCA ada 70 dan saham BCA yang terjual
ada 30, maka P(A|D) = 30/70 = 0,43

22

PERISTIWA PELENGKAP
( COMPLEMENTARY EVENT)

Peristiwa pelengkap menunjukkan bahwa apabila ada dua


peristiwa A dan B yang saling melengkapi, sehingga apabila
peristiwa A tidak terjadi, maka peristiwa B pasti terjadi.
Dinyatakan dengan diagram Venn sebagai berikut :

Peristiwa A dan B dikatakan sebagai peristiwa komplemen.


Contoh : kegiatan jual beli saham menghasilkan dua hasil yaitu
kegiatan jual P(A) atau kegiatan beli P(B). Apabila diketahui
P(A) = 0,8, maka P(B) = 1 0,8 = 0,2

23

PERMUTASI

Suatu eksperimen yang dilakukan dalam


beberapa langkah, dimana setiap langkah
menghasilkan berbagai kemungkinan hasil yang
berbeda, diperlukan suatu cara atau aturan
untuk menghitung seluruh hasil.
Apabila langkah pertama dari suatu eksperimen
menghasilkan k hasil yang berbeda, sedangkan
langkah kedua menghasilkan m hasil yang
berbeda, maka keseluruhan eksperimen yang
terdiri dari 2 langkah akan menghasilkan k m
hasil

24

PERMUTASI

Andaikan kita akan membeli mobil. Pilihan


warna kendaraan adalah (merah (R), putih (W),
hijau (G), hitam (B), atau perak (S)), sedangkan
tipe transmisinya adalah (otomatis (O) atau
manual (M)). Berapa banyak pilihan kendaraan
yang dapat dipilih ?
Diagram
berikut
menunjukkan
10
tipe
kendaraan yang terkait dengan hasil percobaan,
yang dapat dipilih
25

PERMUTASI

26

PERMUTASI

Terdapat 10 hasil yang berbeda untuk memilih


kendaran di atas. Daripada mencacah semua
hasil yang mungkin, kita sebenarnya dapat
menghitung jumlah hasil yang terjadi dengan
melakukan pengamatan sederhana dari diagram
pohon. Terdapat lima warna (lima cabang utama)
dan dua tipe transmisi (dua cabang sekunder
untuk masing-masing cabang utama) atau 10 =
52 kombinasi yang berbeda.

27

PERMUTASI

Konsep
Permutasi adalah suatu pengaturan atau urutan
beberapa elemen atau objek, dimana urutan itu
penting
Permutasi sangat berguna untuk perhitungan
probabilitas, khususnya yang berhubungan
dengan ranking dari suatu himpunan elemen
atau objek

Misalkan
123 321

28

PERMUTASI

Banyaknya permutasi dari n elemen adalah


jumlah mksimum cara-cara yang berbeda dalam
mengatur atau membuat urutan dari n elemen
tersebut
Misalkan, ada 3 objek ABC, diatur menjadi
urutan-urutan yang berbeda, yaitu
ABC, BCA, CAB, BAC, ACB, CBA
Jumlah keseluruhan ada 6 cara yang berbeda
29

PERMUTASI

Rumus
Banyaknya permutasi

Pn = n!
n = banyaknya elemen
n! = n faktorial, n o
Permutasi n objek diambil r setiap kali
n

n!
n Pr
n r !

P : Jumlah permutasi atau cara obyek


disusun
n : Jumlah total obyek yang disusun
r : Jumlah obyek yang digunakan pada
saat bersamaan, jumlah r dapat sama
dengan n atau lebih kecil
! : tanda dari faktorial

30

PERMUTASI

Contoh
Dari 3 mahasiswa (ABC) akan dipilih 2
mahasiswa sebagai asisten teori dan asisten
praktek. Berapa cara yang dapat dilakukan
untuk memperoleh pasangan asisten tersebut?
Jawaban
n = 3 dan r = 2

n!
n Pr
n r !
3!
3! 6
3 P2
3 2!

Asisten Teori

Asisten Praktek

31

KOMBINASI
Konsep
Kombinasi adalah susunan dari beberapa elemen
dimana urutan tidak diperhatikan
Misalkan
123 = 321
Rumus
Kombinasi m objek diambil x setiap kali

n!
n Cr
r! n r !

P : Jumlah permutasi atau cara obyek


disusun
n : Jumlah total obyek yang disusun
r : Jumlah obyek yang digunakan pada
saat bersamaan, jumlah r dapat sama
dengan n atau lebih kecil
! : tanda dari faktorial

32

KOMBINASI

Contoh
Dari 3 mahasiswa (ABC) akan dipilih 2
mahasiswa untuk mewakili kampus dalam
perlombaan robot. Berapa banyaknya cara yang
dapat dilakukan untuk menyeleksi mahasiswa
tersebut?
Jawaban
n = 3 dan r = 2
(AB, AC, dan BC)

n!
n Cr
r! n r !
3!
3
3 C2
2! 3 2 !

33

KOMBINASI

Contoh
Suatu kotak berisi 8 bola merah, 3 bola putih,
dan 9 bola biru. Apabila 3 bola dipilih secara
acak, hitung probabilitas bahwa:
1.
2.
3.
4.
5.
6.

ketiga-tiganya merah
ketiga-tiganya putih
dua merah dan satu putih
paling sedikit satu putih
masing-masing warna diwakili
hasilnya mempunyai urutan merah, putih, biru

34

KOMBINASI

Jawaban

1. P M 1 M 2 M 3

C3
14

285
20 C 3
8

C3
1
2. P P1 P2 P3

1140
20 C 3
3

C 2 3 C1
7
3. P 2M ,1P

95
20 C 3
8

8 7 6
14
. .
20 19 18 285

3 3 1
1
. .
20 19 18 1140

35

KOMBINASI

Jawaban

4. P paling sedikit 1P 1 P tak ada putih


17 C 3
P paling sedikit 1P 1
20 C 3
34
P paling sedikit 1P 1
57
23
P paling sedikit 1P
57

36

KOMBINASI

Jawaban

C1 3 C1 9 C1
5. P setiap warna diwakili
20 C 3
8

18
P setiap warna diwakili
95
1
6. P M 1 P2 B3 P setiap warna diwakili
3!
1 18
P M 1 P2 B3

6 95
8 3 9
3
3
. .
P M 1 P2 B3
20 19 18 95
95

37

PERMUTASI DAN KOMBINASI


Permutasi

Urutan penting, X1, X2 X2, X1


Jumlah banyak

Kombinasi

Urutan tidak penting, X1, X2 = X2, X1


Jumlah sedikit
38

SOAL-SOAL
Peluang dua siswa A dan B lulus tes berturutturut adalah 9/10 dan 11/12. Berapa peluang siswa
A lulus tes tetapi B tidak lulus?9/120)

Dalam sebuah kotak berisi 7 kelereng merah dan 5


kelereng putih. Dari kotak itu diambil 3 kelereng
sekaligus secara acak. Berapa peluang terambil
sekurang-kurangnya 1 kelereng putih? (37/44)
39

SOAL-SOAL
Sebuah kartu diambil secara acak dari satu set
lengkap kartu bridge. Berapa peluang bahwa yang
terambil adalah kartu merah atau kartu As?
(28/52)

Sebuah kotak berisi 4 bola hijau dan 6 bola merah.


Secara acak diambil 2 bola dari kotak. Berapa
peluang kedua bola yang terambil berwarna hijau?
(2/15)
40

SOAL-SOAL
Suatu kelas terdiri dari 40 orang. Peluang seorang
siswa lulus tes matematika saja adalah 0,4.
Peluang seorang siswa lulus fisika saja adalah 0,2.
berapa banyak siswa yang lulus tes matematika
atau fisika saja? (24)
Dalam sebuah keranjang A yang berisi 10 buah
jeruk, 2 buah jeruk diantaranya busuk, sedangkan
dalam keranjang B yang berisi 15 buah salak, 3
diantaranya busuk. Berapa peluang jika ibu
menghendaki 5 buah jeruk dan 5 buah salak yang
baik? (16/273)

41