Anda di halaman 1dari 30

Hiperplasia Endometrium

Pembimbing: dr.Ahmad Khuwailid


Sp.OG
KHOLIDAJIA PAJWAN T 101001108

Endometriumadalah lapisan terdalam pada rahim


dan tempatnya menempelnya ovumyang telah dibuahi.
Di dalam lapisan Endometrium terdapat pembuluh
darahyangbergunauntukmenyalurkanzatmakananke
lapisanini.

Siklus Endometrium Normal

Pada masa reproduksi dan dalam keadaan tidak


hamil,epitelmukosapadaendometriummengalamisiklus
perubahan yang berkaitan dengan aktivitas ovarium.
Perubahan ini dapat dibagi menjadi 4 fase endometrium,
yakni:
Fase Menstruasi (Deskuamasi)
Fase Pasca Haid (Regenerasi)
Fase Intermenstrum (Proliferasi)
Fase Pra Haid (Sekresi)

Hiperplasia Endometrium

Hiperplasia endometrium adalah pertumbuhan yang


berlebihdari kelenjar, dan stroma disertai pembentukan
vaskularisasi
dan
infiltrasilimfosit
pada
endometrium.Bersifat noninvasif, yang memberikan
gambaran morfologi berupa bentuk kelenjar
yangirreguler
dengan
ukuran
yang
bervariasi.Pertumbuhan ini dapat mengenai sebagian
maupunseluruhbagianendometrium.

Klasifikasi
Risikokeganasanberkorelasidengankeparahan
hyperplasia,sehinggadiklasifikasikansebagaiberikut:
1. Hiperplasiasederhana(hiperplasiaringan).Dicirikan
denganpeningkatanjumlahkelenjarproliferativetanpa
atipiasitologik.Risikokarsinomaendometriumsangat
rendah.

2. Hiperplasia kompleks tanpa atipia (hiperplasia


sedang/hiperplasia
adenomatosa).
Menunjukkan
peningkatan jumlah kelenjar dengan posisi berdesakan.
Epitel pelapis berlapis dan memperlihatkan banyak
gambaranmitotic.Stromaselularpadatmasihterdapatdi
antarakelenjar.

3.Hiperplasia kompleks dengan atipia (hiperplasia


berat/hyperplasiaadenomatosaatipikal).Dicirikandengan
berdesakannya kelenjar dengan kelenajr yang saling
membelakangi dan adanya atipia sitologik yang ditandai
dengan pleomorfisme, hiperkromatisme dan pola
kromatin inti abnormal. Hiperplasia kompleks dengan
atipia menyatu dengan adenokarsinoma in situ pada
endometrium dan menimbulkan risiko karsinoma
endometriumyangtinggi.

Pathogenesis
Hiperplasia

endometrium ini diakibatkan oleh


hiperestrinisme atauestrogen tanpa pendamping
progesteron /estrogen tanpa hambatan. Kadar estrogen
yang tinggi inimenghambat produksi Gonadotrpin
(feedback mechanism).Akibatnya rangsangan terhadap
pertumbuhan folikelberkurang, kemudian terjadi
regresidandiikutiperdarahan.

Estrogen tanpa pendamping progesterone (unopposed

estrogen)akan menyebabkan penebalan endometrium.


Peningkatan estrogen juga dipicu oleh adanya kista
ovariumsertapadawanitadenganberatbadanberlebih.

Gejala Klinis
Siklusmenstruasitidakteratur,tidakhaiddalamjangka

waktulama(amenorrhoe)ataupunmenstruasiterusmenerusdanbanyak(metrorrhagia).
Seringmengalamiflek
Munculgangguansakitkepala,mudahlelah
Anemia.

Faktor Risiko

HiperplasiaEndometriumseringkaliterjadipada
sejumlahwanitayangmemilikiresikotinhggi:
Sekitarusiamenopause
Didahuluidenganterlambathaidatauamenorea
Penggunaestrogendalamjangkapanjangtanpadisertai
pemberianprogestinpadakasusmenopause
PCOS(Polycystic Ovarian Syndrome)
Penderitatumorovariumdarijenisgranulosathecacell
tumor

Diagnosa

Pemeriksaan Ultrasonografi (USG)

Padawanitapascamenopauseketebalanendometrium

padapemeriksaanultrasonografitransvaginalkirakira<4
mm.

Biopsy

Diagnosishiperplasiaendometriumdapatditegakkan
melaluipemeriksaanbiopsiyangdapatdikerjakansecara
poliklinisdenganmenggunakanmikrokuret.Metodeini
jugadapatmenegakkandiagnosakeganasanuterus.
Dilatasi dan Kuretase
Dilakukandilatasidankuretaseuntukterapidandiagnosa
perdarahanuterus.

Diagnosis Banding

Hiperplasiamempunyaigejalaperdarahanabnormaloleh
sebabitudapatdipikirkankemungkinan:

karsinomaendometrium,
abortusinkomplit
polip

Terapi

Terapiataupengobatanbagipenderitahiperplasia,antara
lainsebagaiberikut:
1)Tindakankurataseselainuntukmenegakkandiagnosa
sekaligussebagaiterapiuntukmenghentikanperdarahan.

2)Selanjutnyaadalahterapiprogesteronuntuk

menyeimbangkankadarhormondidalamtubuh.Efek
sampingyangbisaterjadi,diantaranyamual,muntah,
pusing,dansebagainya.Rata-ratadenganpengobatan
hormonalsekitar3-4bulan,gangguanpenebalandinding
rahimsudahbisadiatasi.
3)HisterektomiMetodeinimerupakansolusipermanen
untukterapiperdarahanuterusabnormal.

Pencegahan
Langkah-langkahyangbisadisarankanuntuk
pencegahan,seperti:
MelakukanpemeriksaanUSGdan/ataupemeriksaan
rahimsecararutin,untukdeteksidiniadakistayang
bisamenyebabkanterjadinyapenebalandindingrahim.
Melakukankonsultasikedokterjikamengalami
gangguanseputarmenstruasiapakahituhaidyangtak
teratur,jumlahmestruasiyangbanyakataupuntak
kunjunghaiddalamjangkawaktulama.

Penggunaanetsrogenpadamasapascamenopause

harusdisertaidenganpemberianprogestinuntuk
mencegahkarsinomaendometrium.
Bilamenstruasitidakterjadisetiapbulanmakaharus
diberikanterapiprogesteronuntukmencegah
pertumbuhanendometriumberlebihan.Penggunaan
etsrogenpadamasapascamenopauseharusdisertai
denganpemberianprogestinuntukmencegah
karsinomaendometrium.
Bilamenstruasitidakterjadisetiapbulanmakaharus
diberikanterapiprogesteronuntukmencegah
pertumbuhanendometriumberlebihan.

Statuspasien
Pemeriksaan Penunjang
HEMATOLOGI
Darah Rutin

Hemoglobin
Hitung Eritrosit
Hitung Leukosit
Hematokrit
Hitung Trombosit

: 14,8 gr/dL
: 5,9 10*6/l
: 10.600/l
: 48,2%
: 203.000/l

Statuspasien
DIAGNOSA

Prolapsus Uteri Grade III


Anjuran : Konsul dr. Muslich Perangin-angin, sp.OG rencana
TVH
TERAPI

IVFD RL 20gtt/menit
Inj. Ceftriaxon 1gr/8jam
Inj. Ketorolac
30 mg/8jam
Inj. Ditranex
500 mg/8jam
Inj. Ranitidin
25mg/12jam

Followup,25september2014
Sens

: Compos Mentis
TD
: 140/80 mmHg
HR
: 80x/menit, teratur
RR
: 20x/menit
Temp : 360 C, Afebris

Anemia : (-)
Ikterik : (-)
Dyspnoe: (-)
Oedem : (-)
Syanosis: (-)

Rencana Operasi TVH + Kolpoperineorafi pukul 10.00 WIB

Laporanpembedahan
Pasien dalam posisi litotomi di atas meja operasi dalam anestesi spinal
Asepsis dan antisepsis daerah genitalia dan sekitarnya
Porsio dijepit dengan tenakulum, ditarik keluar dari introitus
Dibuat insisi segitiga di mukosa vagina anterior, dilanjutkan sirkuler

pada mukosa vagina mengelilingi serviks


Mukosa vagina dibebaskan secara tumpul, dengan jari yang dibungkus
kasa
Vesika dan rektum didorong ke atas
Ligamentum kardinale dan sakrouterina kanan dan kiri dijepit, dipotong
dan diikat
Vasa uterina kanan dan kiri dikenali, dijepit, dipotong, diikat
Cavum douglasi dikenali, dibuka dan dilebarkan tajam
Plika vesiko uterina dikenali dan dibuka tajam

Laporanpembedahan
Pangkal tuba dan ligamentum ovarii propium dan ligamentum

rotundum kanan dan kiri dijepit


Ligamentum kanan dan kiri dikenali, dijepit, dipotong dan diikat
Pangkal tuba dan ligamentum ovarii propium dipotong dan diikat
Uterus dikeluarkan
Diyakini tidak ada perdarahan pada pedikel, dilakukan reperitonisasi
dengan jahitan Tabac Sach
Dilakukan kolporafi anterior
Puncak vagina dijahit dengan vicryl no.1 dan digantung pada kompleks
ligamentum kardinale-sakrouterina dan rotundum
Dilakukan kolpoperineorafi
Dilakukan PA jaringan uterus

Laporanpembedahan
Instruksi Post Op

Observasi tanda vital


Observasi perdarahan
IVFD RL 20 gtt/i
Inj Cefotaxime / 8 jam
Inj Gentamicin / 8 jam
Inj Ditranex 500mg / 8 jam
Inj Ketorolac 30mg / 8 jam
Inj Ranitidine / 12 jam

Followup,26september2014
Sens

: Compos Mentis
TD
: 120/80 mmHg
HR
: 80x/menit, teratur
RR
: 20x/menit
Temp : 360 C, Afebris

Anemia : (-)
Ikterik : (-)
Dyspnoe: (-)
Oedem : (-)
Syanosis: (-)

Status Lokalisata
Abdomen
Flatus
Peristaltik
P/V
Diagnosa

: Soepel
: (+)
: (+)
: (-)
: Post Op TVH + Kolpoperineorafi + H1

Followup,27september2014
Sens

: Compos Mentis
TD
: 120/80 mmHg
HR
: 80x/menit, teratur
RR
: 20x/menit
Temp : 360 C, Afebris

Anemia : (-)
Ikterik : (-)
Dyspnoe: (-)
Oedem : (-)
Syanosis: (-)

Status Lokalisata
Abdomen
Flatus
Peristaltik
P/V
Diagnosa

: Soepel
: (+)
: (+)
: (-)
: Post Op TVH + Kolpoperineorafi + H2

Followup,28september2014
Sens

: Compos Mentis
Anemia : (-)
TD
: 110/70 mmHg
Ikterik : (-)
HR
: 80x/menit, teratur
Dyspnoe: (-)
RR
: 20x/menit
Oedem : (-)
Temp : 360 C, Afebris
Syanosis: (-)
Status Lokalisata
Abdomen
Flatus
Peristaltik
P/V
Diagnosa

: Soepel
: (+)
: (+)
: (-)
: Post Op TVH + Kolpoperineorafi + H3

Ket : Pasien Pulang Berobat Jalan , Kontrol Poli Ginekologi 1 minggu

lagi

TERIMAKASIH

Anda mungkin juga menyukai