Anda di halaman 1dari 35

Indikator Status

Kesehatan Wanita
Ika Maulida Nurrahma

Indikator Pencapaian
Perkuliahan
Mahasiswa dapat menjelaskan faktor tingkat pendidikan
sebagai indikator status kesehatan wanita
Mahasiswa dapat menjelaskan faktor tingkat
penghasilan sebagai indikator status kesehatan wanita
Mahasiswa dapat menjelaskan faktor usia harapan
hidup (UHH) sebagai indikator status kesehatan wanita
Mahasiswa dapat menjelaskan faktor angka kematian
ibu (AKI) sebagai indikator status kesehatan wanita
Mahasiswa dapat menjelaskan faktor tingkat kesuburan
sebagai indikator status kesehatan wanita

Pembangunan

kesehatan bertujuan
untuk mempertinggi derajat
kesehatan masyarakat.

Derajat/status

kesehatan merupakan
keadaan kedudukan orang dalam
tingkatan sehat atau sakit.

Demi tercapainya derajat kesehatan yang


tinggi, maka wanita sebagai penerima
kesehatan, anggota keluarga dan pemberi
pelayanan kesehatan harus berperan
dalam keluarga, supaya anak tumbuh
sehat sampai dewasa sebagai generasi
muda.

INDIKATOR KESEHATAN WANITA

Indikator kesehatan wanita adalah ukuran


yang menggambarkan atau menunjukan
status kesehatan wanita dalam populasi
tertentu.

Indikator untuk mengukur status kesehatan


wanita terdiri dari lima hal, yaitu: tingkat
pendidikan, penghasilan, usia harapan
hidup, angka kematian ibu dan tingkat
kesuburan.

Tingkat pendidikan

Tingkat pendidikan mempengaruhi


tingkat kesehatan.

Orang yang berpendidikan biasanya mempunyai


pengertian yang lebih besar terhadap masalahmasalah kesehatan dan pencegahannya

Minimal dengan mempunyai pendidikan yang


memadai seseorang dapat mencari liang,
merawat diri sendiri, dan ikut serta dalam
mengambil keputusan dalam keluarga dan
masyarakat.

Pendidikan berpengaruh kepada sikap wanita


terhadap kesehatan, rendahnya pendidikan
membuat wanita kurang peduli terhadap
kesehatan.
Mereka tidak mengenal bahaya atau ancaman
kesehatan yang mungkin terjadi terhadap diri
mereka.
Sehingga walaupun sarana yang baik
tersedia mereka kurang dapat
memanfaatkan secara optimal karena
rendahnya pengetahuan yang mereka miliki.

Indikator pendidikan

Angka melek huruf

Sampai tahun 2004, persentase perempuan


yang melek huruf terus mengalami
peningkatan, meskipun persentasenya masih
lebih rendah dari laki-laki.
95

92.3

90
85

83.5

80
75

Angka Melek Huruf 2004

Wanita
Pria

50

39.87 telah ditamatkan


Jenjang pendidikan
yang
40
32.57

30

Pada tahun 200320penduduk usia lebih


tahun yang berpendidikan
SLTP hanya
10
sebanyak 36,21%.
0

Wanita
dari
10
Pria

penduduk usia >10 th. Yang berpendidikan SLTP

Taraf

pendidikan perempuan
belum setara dengan laki-laki,
hal ini dikarenakan terbentuk
kontruksi yang terbentuk dari
masyarakat.

Pendidikan yang tinggi dipandang perlu


bagi kaum wanita untuk meningkatkan taraf
hidup, membuat keputusan yang
menyangkut masalah kesehatan sendiri.

Meningkatnya pendidikan berdampak pada


pengalaman dan wawasan yang semakin
luas, pendidikan dapat meningkatkan status
sosial dan kedudukan seorang perempuan
didalam masyarakat sehingga perempuan
dapat meningkatkan aktifitas sehari-hari
maupun aktifitas sosialnya.

Tingkat penghasilan

Penghasilan berkaitan dengan status sosial


ekonomi, dimana sering kali status ekonomi
menjadi penyebab terjadinya masalah
kesehatan pada wanita.

Misalnya banyak kejadian anemia defisiensi


fe pada wanita usia subur yang sering kali
disebabkan kurangnya asupan makanan
yang bergizi seimbang.

Kekurangan gizi dan Kesehatan


yang buruk

Menurut WHO di negara berkembang


terrnasuk Indonesia diperkirakan 450 juta
wanita tumbuh tidak sempurna karena
kurang gizi pada masa kanak-kanak, akibat
kemiskinan.

Jika pun berkecukupan, budaya menentukan


bahwa suami dan anak laki-laki mendapat
porsi yang banyak dan terbaik dan terakhir
sang ibu memakan sisa yang ada.

Beban Kerja yang berat

Wanita bekerja jauh lebih lama dari pada


pria, berbagai penelitian yang telah
dilakukan di seluruh dunia rata-rata

wanita bekerja 3 jam lebih lama.

Akibatnya wanita mempunyai sedikit waktu


istirahat, lebih lanjut terjadinya kelelahan
kronis, stress, dan sebagainya.

Usia Harapan Hidup


(UHH)

Usia harapan hidup (Life Expectancy Rate)


merupakan lama hidup manusia di dunia.

86

85

84
82

82

82
Wanita
Pria

80
78

78
76
74

2010

2037

Hal-Hal yang Berpengaruh Pada


Kelangsungan Hidup yang Lebih
Lama

Faktor-faktor yang
mempengaruhi UHH wanita

Angka Kematian Ibu


(AKI)

Angka Kematian Ibu (AKI) adalah


banyaknya kematian perempuan pada
saat hamil atau selama 42 hari sejak
terminasi kehamilan

Tanpa memandang lama dan tempat


persalinan, yang disebabkan karena
kehamilannya atau pengelolaannya,
dan bukan karena sebab-sebab lain

Angka Kematian Ibu mencerminkan resiko


yang dihadapi ibu-ibu selama kehamilan dan
melahirkan.

Angka Kematian Ibu (SDKI)


450
400
350
300
250

390
334

307
262

255

200
150
100
50
0

AKI per 100.000 kelahiran hidup

1994
1997
2003-2003
2005
2007

Tingkat Kesuburan

Masa subur adalah suatu masa dalam siklus


menstruasi perempuan dimana terdapat sel
telur yang matang yang siap dibuahi,
sehingga bila perempuan tersebut
melakukan hubungan seksual maka
dimungkinkan terjadi kehamilan.

Cara Mengetahui Masa


Subur
1. Menilai kejadian dan waktu terjadinya ovulasi
2. Memprediksikan hari-hari subur yang
maksimum
3. Mengoptimalkan waktu untuk melakukan
hubungan seksual untuk mendapatkan
kehamilan
4. Membantu mengindentifikasi sebagian
masalah infertilitas.

Pemilihan kontrasepsi alat suntik dan pil


sangat mempengaruhi kesuburan wanita.

Jika ingin membuat jeda waktu untuk


terjadinya suatu kehamilan dengan
memakai alat kontrasepsi, sebaiknya
konsultasikan dulu berbagai efek
pemakaian dan pasca pemakaian dari
masing-masing jenis alat.

Berat badan juga mempengaruhi


kesuburan. Sebuah penelitian mengatakan
12% masalah ketidaksuburan disebabkan
oleh masalah berat badan.

Terlalu kurus bisa membuat siklus haid wanita


tidak teratur dan bisa melahirkan bayi yang
juga memiliki berat badan rendah. Sebaliknya
terlalu gemuk juga tidak berakibat baik untuk
kesuburan karena keseimbangan hormon
terganggu dan berisiko mengalami tekanan
darah tinggi dan diabetes semasa hamil.

Masalah kesuburan dipengaruhi oleh


budaya dan dapat mempengaruhi populasi
suatu negara.

Tingkat kesuburan masyarakat juga


mempengaruhi kesehatan reproduksi yang
merupakan bagian penting dan merupakan
upaya paling utama dalam mencapai
kehidupan yang berkualitas karena
kesehatan reproduksi merupakan refleksi
dari kesehatan konsepsi, kesehatan anak,
remaja dan masa dewasa

Infertilitas yang disebabkan oleh istri


sebesar 35%, faktor suami 35%. Faktor
keduanya 20% dan penyebab lainnya 10%
(Mustar,2006).

Kejadian Infertilitas pada Kelompok Usia

15
55

30

30-34 tahun
35-39 tahun
40-44 tahun

Upaya yang dilakukan oleh


tenaga kesehatan:
Mengajak ibu-ibu dan remaja untuk
mendapatkan pendidikan kesehatan
tentang perawatan kesehatan reproduksi
dengan benar.
Memberitahu teknik hubungan seks yang
benar, contohnya: posisi wanita dibawah
dengan bokong diganjal bantal agar
sperma lebih mudah sampai di uterus.
Menganjurkan untuk melakukan
hubungan seksual saat masa subur.

Menganjurkan memilih makanan yang


dapat meningkatkan kesuburan, misal :
terong dan kecambah.
Menyarankan melakukan hubungan
seksual secara teratur, misalnya 3 kali
dalam seminggu.
Menganjurkan untuk periksa ke dr.SpOG
guna mengetahui lebih lanjut penyebab
pasti infertilnya.

Terima Kasih
Atas
Perhatiannya