Anda di halaman 1dari 8

Diah Sulistiyani

Esti Handayani

Dismenore adalah nyeri haid yang


sedemikian hebatnya, sehingga memaksa
penderita untuk istirahat dan meninggalkan
pekerjaan atau cara hidup sehari-hari untuk
beberapa jam atau beberapa hari
Dismenore adalah nyeri haid menjelang atau
selama haid, sampai wanita tersebut tidak
dapat bekerja dan harus tidur. Nyeri
bersamaan dengan rasa mual, sakit kepala,
perasaan mau pingsan, lekas marah
(Mansjoer, 2003).

1. Dismenore primer; usia lebih muda,


timbul setelah terjadinya siklus haid yang
teratur, sering pada nulipara, nyeri sering
terasa sebagai kejang uterus dan spesifik,
nyeri timbul mendahului haid dan meningkat
pada hari pertama atau kedua haid.
2. Dismenore sekunder yakni; usia lebih
tua, cenderung timbul setelah 2 tahun siklus
haid teratur, tidak berhubungan dengan
siklus paritas, nyeri sering terasa terus
menerus dan tumpul, nyeri dimulai dari haid
dan meningkat bersamaan dengan keluarnya
darah.

Faktor psikiologis dianggap sangat berperan


terhadap timbulnya nyeri saat haid. Faktor
psikologis yang sering terjadi yakni stres.
Faktor resiko berikutnya adalah usia. Pada
dismenore primer biasanya timbul pada usia
remaja, yaitu sekitar 2-3 tahun setelah
menstruasi pertama. Sedangkan dismenore
sekunder seringkali mulai timbul pada usia 20
tahun.
Faktor lainnya yang bisa memperburuk
dismenore adalah: Kurang berolah raga, dan
Stres psikis atau stres sosial.

Gejala Dismenore
sering timbul nyeri pada perut bagian bawah,
yang bisa menjalar ke punggung bagian bawah
dan tungkai.
Nyeri yang dirasakan sebagai kram yang hilangtimbul atau sebagai nyeri tumpul yang terus
menerus ada. Biasanya nyeri mulai timbul sesaat
sebelum atau selama menstruasi, mencapai
puncaknya dalam waktu 24 jam dan setelah 2
hari akan menghilang.
sering disertai oleh sakit kepala, mual, sembelit
atau diare dan sering berkemih. Kadang sampai
terjadi muntah.

DIAGNOSA
Diagnosa dismenore didasari atas
ketidaknyamanan saat menstruasi.
Perubahan apapun pada kesehatan
reproduksi, termasuk hubungan badan yang
sakit dan perubahan pada jumlah dan lama
menstruasi, membutuhkan pemeriksaan
ginekologis, perubahan-perubahan seperti itu
dapat menandakan sebab dari dismenore
sekunder (Mansjoer, 2003).

Untuk mengurangi rasa nyeri bisa diberikan


obat anti peradangan non-steroid (misalnya
ibuprofen, naproxen dan asam mefenamat).
Obat ini akan sangat efektif jika mulai diminum
2 hari sebelum menstruasi dan dilanjutkan
sampai hari 1-2 menstruasi.
Untuk mengatasi mual dan muntah bisa
diberikan obat anti mual, tetapi mual dan
muntah biasanya menghilang jika kramnya
telah teratasi.
Jika nyeri terus dirasakan dan mengganggu
kegiatan sehari-hari, maka diberikan pil KB
dosis rendah yang mengandung estrogen dan
progesteron atau diberikan medroxiprogesteron

Selain dengan obat-obatan, rasa


nyeri juga bisa dikurangi dengan:
istirahat yang cukup-olah raga yang
teratur (terutama berjalan)
pemijatan
kompres hangat di daerah perut.