Anda di halaman 1dari 30

BY:

CANDRA DENY PEBRIYANTO (4132215158)


ERWIN BUDI NUGRAHA (4312215163 )

POMPA SENTRIFUGAL

POMPA

PENGERTIAN

KARAKTERISTIK SISTIM PEMOMPAAN

JENIS-JENIS POMPA

PENGKAJIAN POMPA

Apa yang dimaksud dengan


pompa dan sistem
pemompaan?
Alat yang dapat menambahkan energi
kepada cairan sehingga dapat mengalir dan
bersikulasi baik tertutp maupun terbuka

Sistim pemompaan bertanggung jawab


terhadap hampir 20% kebutuhan
energi listrik dunia dan penggunaan
energi dalam operasi pabrik industri
tertentu berkisar 25-50% (US DOE,
2004).

Pompa memiliki dua kegunaan utama:


a. Memindahkan cairan dari satu tempat ke tempat
lainnya (misalnya air dari aquifer bawah tanah ke
tangki penyimpan air)
b. Mensirkulasikan cairan sekitar sistem (misalnya
air pendingin atau pelumas yang melewati mesinmesin dan peralatan)

Komponen utama sistem pemompaan adalah:


Pompa(beberapa jenis pompa)
Mesin penggerak: motor listrik, mesin diesel atau sistim
udara
Pemipaan, digunakan untuk membawa fluida
Kran, digunakan untuk mengendalikan aliran dalam sistim
Sambungan, pengendalian dan instrumentasi lainnya
Peralatan pengguna akhir, yang memiliki berbagai
persyaratan (misalnya tekanan, aliran) yang menentukan
komponen dan susunan sistim pemompaan.
Contohnya adalah alat penukar panas, tangki dan mesin hidrolik.

Jenis- Jenis Pompa

Positif Displacement

Pada pompa rotari, fluida akan diperangkap dari sisi hisap


pompa dan didorong kesisi tekan pompa. Fluida akan
terperangkap dalam rongga rongga diantara gigi gigi.
Karena itu pompa rotari memiliki jarak bebas (clearence)
antara bagian yang berputar dengan casing sangat kecil.

Pompa Roda Gigi

Pompa ulir

Prinsipnya
hampir
sama
dengan pompa roda gigi yaitu
dengan cara memerangkap
fluida. Fluida yang masuk dari
sisi hisap akan terperangkap
kedalam rongga diantara sirip
sirip ulir, untuk selanjutnya
mengalir mengikuti bentuk
uliran
sepanjang
poros
menuju sisi tekan pomp.
Pompa ini dapat terdiri dari 1,
2 atau 3 buah poros berulir.

Pompa Piston

Pompa ini
terdiri dari
casing yang didalamnya
terdapat poros eksentrik
serta
plunger
yang
dibagian
tengahnya
berlubang. Plunger ini akan
bergerak turun naik apabila
poros eksentrik berputar.
Ketika poros eksentrik
berada pada sisi paling
bawah, fluida yang ditekan
oleh poros eksentrik akan
mengalir melalui rongga
ditengah plunger menuju
saluran tekan.

Pompa lobe

Sama dengan roda gigi dengan jumlah gigi yang


lebih sedikit. Karena itu bentuk gigi diubah menjadi
bentuk lobe. Pompa ini dapat terdiri dari 2, 3 atau
4 buah lobe.

Pompa Lube

Pompa sudu Luncur

Pompa ini terdiri dari casing dan rotor yang tidak sesumbu.
Disekeliling rotor dibuat alur secara radial. Pada alur
tersebut ditempatkan sudu (vane) yang dapat bergerak
bebas dalam arah radial. Ketika poros berputar, efek gaya
sentrifugal akan melempar sudu kearah radial poros. Sudu
ini akan menyembul dari poros sehingga merupakan suatu
perangkap yang menjerat fluida dari sisi hisap pompa. Fluida
yang terperangkap ini selanjutnya dialirkan kesisi tekan
pompa.

Pompa Reciprocating

Pompa ini memindahkan fluida berdasrkan gerakan bolak


balik dari piston atau diapragma. Karenanya pompa ini
disebut pompa bolak balik (reciprocating).

Pompa Torak

Pompa torak banyak


dipakai
untuk
memompakan
fluida
pada tekanan yang
cukup
tinggi.
Pada
kondisi katup saluran
tekan tertutup, pompa
torak
dapat
menimbulkan tekanan
yang
sangat
tinggi
sehingga
dapat
mengakibatkan
pipa
saluran tekan pecah.

Pompa Diafragma

Pompa ini juga bekerja berdasarkan gerakan


bolak - balik. Tapi disini tidak digunakan torak
melain menggunakan membran atau diapragma.
Diapragma terbuat dari bahan yang elastis dan
fleksibel. Biasanya terbuat dari karet.

Pompa Diafragma

Pompa Rotodinamik
Pada pompa ini, gaya sentrifugal yang diterima oleh fluida
dari gerakan impeler diubah menjadi kecepatan. Fluida ini
selanjutnya mengalir dalam ruangan (casing) yang semakin
membesar (berbentuk rumah siput). Hal ini mengakibatkan
kecepatan fluida berkurang. Energi kinetik fluida selanjutnya
dibuat menjadi tekanan (head).
Pompa sentrifugal memiliki dua komponen utama yaitu:
a. Komponen komponen berputar terdiri dari : impeler dan poros
b. komponen komponen tetap terdiri dari casing, tutup casing
dan bantalan

Bagian Pompa Sentrifugal


A.
B.
C.
D.
E.
F.
G.

Stuffing Box
Packing
Shaft
Shaft Sleeve
Vane
Casing
Eye of
Impeller
H. Casing wear
ring
I. Impeller
J. Discharge
Nozzle

Klasifikasi Pompa Sentrifugal berdasarkan


aliran arah impeler
1. Radial

Zat Cair yang keluar dari Impeler akan tegak lurus


shaft

2. Aliran Campur
Aliran Zat Cair di dalam pompa
waktu meninggalkan impeler
akan
bergerak
sepanjang
permukaan
kerucut,
miring
sehingga
komponen
kecepatanya berarah radial dan
aksial

3. Aliran Aksial
Aliran Zat Cair yang meniggalkan
impeler akan bergerak sepanajang
permukaan silinder ( arah aksial )

Menurut jenis impeler

Impeler tertutup
Setengah Terbuka
Terbuka

Menurut Jenis Rumah

Pompa Volut : Rumah pompa Seperti keong dan


siput
Pompa Difuser : Keliling impler dipasang sudu
diffuser sebagai pengganti rumah keong

Menurut Jumlah Tingkat

Pompa Satu Tingkat : head total berasal


dari satu impeler, jadi relatif rendah.
Pompa Bertingkat Banyak :Pompa ini
menggunakan beberapa impeler yang
dipasang secara berderet pada satu
poros

Menurut Letak Poros

Poros Horisontal
Poros Vertical

Cara Kerja Pompa Sentrifugal

Aliran fluida yang radial akan menimbulkan efek sentrifugal dari


impeler diberikan kepada fluida. Jenis pompa sentrifugal atau
kompresor aliran radial akan mempunyai head yang tinggi tetapi
kapasitas alirannya rendah. Pada mesin aliran radial ini, fluida
masuk melalui bagian tengah impeler dalam arah yang pada
dasarnya aksial. Fluida keluar melalui celah-celah antara sudut dan
piringan dan meninggalkan bagian luar impeler pada tekanan yang
tinggi dan kecepatan agak tinggi ketika memasuki casing atau
volute.
Volute akan mengubah head kinetik yang berupa kecepatan buang
tinggi menjadi head tekanan sebelum fluida meninggalkan pipa
keluaran pompa. Jika casing dilengkapi dengan sirip pemandu
(guide vane), pompa tersebut disebut diffuser atau pompa turbin.

Gangguan Dan Trouble shooting

1.
2.

3.
4.
5.

Persiapan sebelum melakukan Trouble shooting


antara lain :
Tersedianya buku petunjuk / instruction manual
dari peralatan
Menguasai prinsip kerja sistem generator, sitem
penguat, sistem batery, sistem kontrol dan
pengaman
Tersedianya laporan operasi, log book dan lainya
yang diperlukan
Mencari menelusuri dengan sitematis
Menguasahan agar tidak terulang lagi

Masalah yang sering


timbul

Pompa Sukar dipancing


Pompa tidak berputar setelah tombol
ditekan
Pompa Berputar Tetapi aliran Kurang
Besar
Motor mengalami pembebanan lebih

Contoh Penanganan Trouble


Shooting

Perawatan Pompa

1.
2.
3.
4.
5.

Untuk mendapatkan operasi pompa yang paling


ekonomis maka faktor-faktor berikut ini penting :
Memastikan kapasitas operasi pompa sesuai
dengan perencanaannya dan juga perawatannya.
Menjaga kesinambungan operasi dan perawatan.
Mengefisienkan operasi dan perawatan.
Sistem dan kontrol yang efektif
Supervisi yang efektif

Regreasing Kopling

TERIMA KASIH