Anda di halaman 1dari 9

Produksi panas

Setiap waktu, berbagai reaksi kimia


dasar berperan membentuk panas
tubuh.
Asupan
makanan
meningkatkan pembentukan panas,
tetapi sumber utama panas adalah
kontraksi otot rangka.
Ganong, hal 243

Eliminasi kelebihan panas


Berkeringat
merupakan
proses
evaporasi di bawah kontrol saraf
simpatis
Berkeringat
berfungsi
untuk
mengeliminasi kelebihan panas sesuai
kebutuhan.
Keringat adalah larutan garam encer
yang dikeluarkan secara aktiv ke
permukaan kulit oleh kelenjar keringat.
Sherwood,L. fisiologi manusia dari sel ke sistem.ed 2. Jakarta: EGC.

Berkeringat dan
Pengaturannya oleh Sistem
Saraf Otonom
Rangsangan pada area preoptik di bagian
anterior hipotalamus baik secara elektrik
atau oleh panas yang berlebihan akan
menyebabkan berkeringat. Impuls dari
area yang menyebabkan berkeringat ini
dipindahkan melalui jaras otonom ke
medula spinalis dan kemudian melalui
jaras simpatis ke kulit di seluruh tubuh.

Mekanisme berkeringat
Kelenjar keringat yang terdapat di
sebagian
besar
permukaan
tubuh,
mengeluarkan
larutan
garam
encer
melalui pori-pori keringat, ke permukaan
tubuh.
Penguapan keringat ini mendinginkan kulit
dan penting dalam pengaturan suhu .
Jumlah keringat yang diproduksi diatur dan
bergantung oleh suhu lingkungan, jumlah
panas yang dibentuk oleh aktivitas otot,
dan berbagai faktor emosi (cemas).

Mekanisme berkeringat

www.picturebook.com

Kelenjar keringat
terdapat disebagian
besar permukaan
tubuh, mengeluarkan
larutan garam encer
melalui lubang-lubang
kecil yaitu pori-pori
keringat ke permukaan
tubuh
Kelenjar keringat
hanya dipersarafi oleh
saraf simpatis.
Merupakan mekanisme
homeostatik penting
untuk mengeliminasi
kelebihan panas sesuai
kebutuhan.
Komposisi Keringat

KIE
Sepanjang latihan, minum air untuk
menyeimbangkan elektrolit dan
mempertahankan tingkat energi.
Setelah olahraga, minum kembali
satu atau dua gelas air (bukan
minuman yang mengandung gula,
karena dapat mengakibatkan
dehidrasi).

DaPusss
Sherwood,L. Fisiologi manusia dari
sel ke sistem.ed 2. Jakarta: EGC.
2002.hlm:506-20
Guyton & Hall. Fisiologi kedokteran,
ed 9. jakarta. 1997. penerbit buku
kedokteran EGC.

Anda mungkin juga menyukai